ALLISYA L'D

ALLISYA L'D
Tiga


__ADS_3

Pagi hari


Hari ini hari Senin sudah dua hari Sasa di Indonesia dan tepat hari ini Sasa akan bersekolah di Law High School (LHS).


Dikamar seorang gadis sedang siap siap memakai seragam sekolah barunya setelah itu dia sedikit memoles bibir nya dengan lipbalm karena tanpa make up pun Sasa sudah cantik lalu memakai bando. Darimana Sasa mendapatkan seragam sekolahnya? Tentu saja dari Daddynya dan Dad menyuruh suruhannya.


"Perfect" ujar Sasa bercermin dan tersenyum manis melihat penampilan dirinya. Setelah selesai Sasa turun kebawah menaiki lift untuk sarapan saat sampai dibawah Sasa.


"GOOD MORNING MOMMY DADY SASA UDAH CANTIK DONG." teriak Sasa mendekati mereka lalu mencium pipi kedua orang tuanya.


"Morning too princess" jawab Daddy dan Mommy.


"lain kali jangan teriak ya princess, masih pagi kasian yang denger suara toa kamu takut gendang telinganya pecah lagi" ucap Mom meledek.


Sasa mengerucutkan bibirnya " iiss Mommy jahat!"


"Bercanda princess, cie yang mau ke sekolah baru udah cantik aja- " puji mom terpotong.


"Iya dong Mom Sasa kan selalu cantik" nyengir Sasa.


Mom mengernyit. "maksud Mom itu baju seragamnya cantik princess bukan kamu, dasar gr" goda mom.


"Mom iihh--"


"Udah udah sayang jangan digoda terus princess nya, sekarang makan nanti princess telat lagi" Suruh Daddy. Seperti biasa hanya suara dentingan sendok dan garpu yang terdengar.


Setelah selesai. "Oh iya princess hari ini kamu ke sekolah dianter supir dulu ya" ujar Daddy.


"Oke dad, kalau gitu sasa berangkat sekolah dulu Dad, Mom." Sasa mencium pipi kedua orang tuanya lalu berlari keluar.


"Iya princess hati hati jangan nakal sekolahnya" teriak Mom.


"Ga janji Mom" seru Sasa berlari.


Sekolah Law High School (LHS)


Setelah menghabiskan waktu 20 menit diperjalanan, Sasa akhirnya sampai di sekolah dan dia turun dari mobil.


"Mang Ujang makasih udah antar Sasa, pulangnya hati hati Mang."


Mang Ujang tersenyum. "iya non, kalo gitu mamang pulang ya non" pamit Mang Ujang. Sasa melambaikan tangannya.


Sasa tersenyum lebar melihat sekolah barunya lalu Sasa melangkah menuju ruang kepala sekolah, untungnya hari ini hari Senin jadi hanya sedikit siswa yang berkeliaran diluar itupun karena dihukum. mungkin siswa siswi lainya sudah masuk kelas karena kelelahan melaksanakan upacara.


Saat ditengah jalan Sasa berhenti melangkah, iya lupa bahwa dirinya tidak tau dimana letak ruang kepala sekolah, Sasa menepuk jidatnya lupa.


Sasa menengok ke kanan kiri Sasa berharap iya bertemu seseorang untuk bertanya, pas sekali di depannya ada segerombolan siswa sedang duduk kelelahan sepertinya mereka habis dihukum. Sasa mendekati siswa siswa tersebut. "permisi kakak kakak ganteng" ucap Sasa tanpa malu.


Segerombolan itupun melihat ke arah Sasa kecuali tiga orang yang tidak melihat Sasa seperti enggan padahal Sasa cantik ko batin sasa pd.


"Boleh Sasa tanya ga Kak?" Tanya Sasa.


"Boleh dong tanya apa neng, nama abang? " Ucap pria yang berambut gondrong.


"Atau mau minta no Abang baby" ucap pria disebelah rambut gondrong.


"Dasar playboy kalian, mending jadi pacar gue aja." ucap satunya lagi yang berambut abu abu sambil menyisir rambutnya kebelakang.

__ADS_1


"Sama aja bego!" umpat serempak keduanya. Dan dia hanya nyengir kuda.


Sasa cekikikan melihat mereka. "kalian lucu" lalu tersenyum manis mempesona. Ketiganya terpesona melihat senyum manis Sasa sedangkan tiganya lagi sibuk masing masing melihat Sasa pun tidak.


"Tuh Kan!! Sasa jadi lupa, Sasa kesini itu mau tanya kalo ruang kepala sekolah dimana ya Kak?" Tanya Sasa mengagetkan mereka.


"Eebusyet ni cewek gemes ngagetin gue aje" kaget pria rambut gondrong tadi sambil mengelus dada.


"Jangan dielus terus dada Lo udah tepos tambah tepos tuh" berambut abu.


"Sialan Lo."


"Anak baru?" ucap salah satu pria yang tadi diem, Sasa mengangguk anggukan kepalanya semangat. "lurus belok kanan lurus disitu ada tulisan ruangan kepala sekolah" ucapnya datar.


Sasa memiringkan kepalanya sedang berfikir tak lama mengangguk. "Oke Sasa ingat, makasih Kakak kakak ganteng" serunya melambaikan tangan lalu melangkah menjauh.


Sepeninggalan Sasa. "gila bening woy manis lagi gue gebet ah" pria gondrong.


"Bener banget apalagi pas senyum behh mempesona kaya bidadari, kalo dia jadi pacar gue pasti setiap hari gue manjain." ucap berambut abu membayangkan.


"Urusin dulu tuh uban Lo, emang dia mau punya pacar kakek tua kaya Lo, dia itu pasti milih gue, gue kan pengertian" ucap satunya lagi.


"bangs--"


"Emang dia mau sama kalian" potong cowo datar satu dari ke tiga yang tadi diem.


Jleb


Ketiganya terdiam lalu. "Ko sakit yah."


"Bangsat" akhirnya ga dipotong lagi. Mereka saling pandang dan tertawa terbahak bahak.


"Berisik! kelas" titah sang ketua dingin+datar.


"Siap boss" serempak ketiganya. Sedangkan yang duanya mengikuti saja.


•••••••


Ditempat lain Sasa baru sampai di depan ruangan kepala sekolah.


Tok tok tok


"Masuk!" seru kepsek dari dalam sasa pun masuk.


"Kamu Auristella Allisya L, murid baru itu?" tanya kepsek tanpa melihat kearah Sasa.


"Iya Pak."


"Kamu masuk ke kelas Xl IPA 1, tau jalanya kan?" Tanya kepsek lagi.


Sasa mengangguk. "tau Pak tadi Sasa pas cari ruang kepsek muter-muter jadi ngelewatin kelas Sasa, kalau gitu Sasa permisi Pak."  Sasa melangkah menuju kelasnya.


XI IPA 1


Sasa sudah sampai didepan kelasnya dan tertera di atas pintu bertulisan Xl IPA 1.


Tok tok tok

__ADS_1


Cklik


Pintu terbuka dan terlihat lah wanita bertubuh gemuk yang seumuran Mommynya tapi mom ga gendut ya. "permisi Ibu Guru, sasa murid baru."


"Oh kamu Auristela Allisya?" Sasa mengangguk sambil tersenyum manis. " perkenalkan nama saya Bu Ratna wali kelas Xl IPA 1" ucap Bu ratna tersenyum.


"Mari masuk nak" Sasa mengangguk lagi dan masuk kedalam.


Saat Sasa masuk kedalam kelas semuanya diam terpaku karena terpesona melihat Sasa bak seorang Dewi sedangkan Sasa ditatap seperti itu malu malu meong.🐈


"Anak-anak kita kedatangan murid baru" lamunan mereka  buyar karena teriakan dari Bu Ratna yang menyadarkan keterpakuan mereka "perkenalkan dirimu nak" Bu Ratna.


Sasa tersenyum manis. "hai semuanya!perkenalkan nama aku Auristela Allisya L panggil Sasa aja tapi bukan micin yaa, gak usah panggil Stella nanti sasa dikira pewangi ruangan lagi, pindahan dari Jerman semoga kita bisa berteman baik." Sasa memperkenalkan dirinya dan diakhiri dengan menyengir melihatkan gigi putihnya.


Mereka tertawa ada yang masih terpesona lalu. "Hai Sasa" sapa serempak kelas Xl IPA 1 Sasa membalas sapaan mereka dengan senyuman, Mereka memekik.


Ya Tuhan ada bidadari.


Paling operasi.


Minta ID line nya dong.


Senyumannya itu loh bikin gue diabetes manis bange


Jadi pacar gue aja.


Cantikan juga gue.


Iri bilang bos.


Iihh gemoy banget sii.


Singkatan L itu apa? Seketika kelas diem karena mereka juga sama penasaran.


Saat Sasa akan menjawab. " sudah anak anak jika mau bertanya nanti saja, Sasa kamu duduk di sebelah Vira" potong Bu Ratna.


Sasa memiringkan kepalanya bingung ia tidak tau mana yang namanya Vira Sasa masih tetap berdiri didepan.


"Kenapa kamu masih berdiri ayo duduk."


Sasa menggaruk hidungnya "eumm anu itu Bu Sasa ga tau mana yang namanya Vira" gugup Sasa polos dan disambut tertawa oleh para murid karena melihat Bu Ratna dan kepolosan Sasa.


Bu Ratna menepuk jidatnya. "Yaampun saya lupa diakan murid baru mana tau" gumam Bu Ratna berdehem canggung.


"Vira angkat tangan kamu" seseorang yang bernama Vira mengangkat tangannya "dia yang namanya Vira, kamu silahkan duduk. "


"Baik Bu" Sasa melangkah ketempat duduknya lalu dia pun duduk disebelah seorang gadis cantik.


" Hai kenalin nama gue Davira Adreanna Kylie panggil aja Vira kita sahabat ya" ucap Vira mengulurkan tangannya.


Sasa terdiam tak lama membalas mengulurkan tangannya. "Hai juga Vira kenalin--" dipotong Vira "ga usah kenalan lagi, gue udah tau btw tadi Lo ngenalin didepan" ucap Vira.


Sasa cengengesan. "Oke! Sasa mau jadi sahabat Vira" seru bahagia Sasa tersenyum manis, sejenak Vira terpaku manis banget batin Vira.


Davira Adreanna Kylie biasa dipanggil Vira terlahir di keluarga kaya yang memiliki perusahaan besar tapi masih besaran sasa, sikapnya dewasa, penengah, dan selalu menasihati. dia memiliki kembaran.


"Baik anak anak Kita lanjutkan pelajaran Minggu kemarin" Bu Ratna mulai menerangkan pelajarannya.

__ADS_1


__ADS_2