
Terhitung sudah 1 Bulan Sasa sekolah di LHS, Sekarang Sasa sedang siap siap pergi ke sekolah memakai pakaian bebas asalkan sopan, kenapa memakai pakaian bebas? Karena hari ini sekolah LHS mengadakan turnamen basket. Masih ingat kan waktu Arka kehujanan dan meneduh bareng Sasa? nah, dia baru pulang dari latihan basket untuk turnamen.
Hari demi hari Sasa dkk dan Arka dkk juga semakin dekat. Bahkan Vina dan Gibran yang dulunya selalu berantem sekarang mereka jadian, Lio saat ini sedang berusaha meluluhkan hati Dara tapi sayang Dara tidak menyukai Lio. Rafael juga yang terkenal pendiem dan datar berusaha mendekati Vira, kalo Lia sama seperti kembarannya dia mencintai es Daniel dan berusaha untuk mendapatkan hatinya, sedangkan Raka setiap minggunya selalu gonta ganti pacar, entah itu belum menemukan yang pas atau dia menyukai seseorang sama seperti sahabatnya.
Sebenarnya sekolah diliburkan, mau datang atau pun tidak itu tidak masalah. Tapi Sasa yakin pasti banyak yang datang apalagi inti Decarlos juga main kesempatan kaum kuntilanak cuci mata, sebenarnya Sasa juga malas ke sekolah lebih baik ia rebahan kan enak. Tapi sayang Arka menyuruhnya harus datang karena ada sesuatu yang ingin Arka ucapkan, yaudah karena Sasa orangnya baik jadi Sasa turutin.
Sasa sudah siap dan ia turun kebawah. "GOOD MORNING MOMMY DADDY" teriak Sasa lalu duduk.
"Morning too princess." serempak Mommy dan Daddy, setelah itu mereka makan dengan Hidmat, hanya suara dentingan sendok yang terdengar. Setelah selesai-
"Mau kemana princess mommy? Udah rapi banget wangi lagi, pasti mau ngedate yaa." tanya Mommy menggoda anaknya.
"Engga Mom, Sasa itu mau ke sekolah" jawab Sasa.
"Setau Daddy sekolah libur princess, Karena ada turnamen" ucap Daddy.
"Iya Dad, tapi teman Sasa pada ngajakin buat nonton, bolehkan?"
"yang ngajakin kamu cewek cowok? L"
"Kalo yang ngajakin Sasa sih cowok, cuman kalo nonton sama sahabat Sasa yang cewek Dad."
"Yaudah Daddy izinin, tapi ingat jangan terlalu dekat sama cowok." peringatan Dad, Sasa mengerucutkan bibirnya "berarti pacaran ga boleh dong Dad?"
"Gak."
"Mas, kamu gitu banget sih kaya ga pernah muda aja, Pantes sampai sekarang anak kamu masih jomblo Bapaknya aja galak. Gapapa princess kalo kamu mau pacaran, pacaran aja Mommy ga akan larang apalagi kalo nanti pacar Kamu bisa bikin Kamu bahagia Mom ikut seneng dan Mommy percaya sama pilihan kamu. Jangan dengerin omongan Daddy, Mommy yakin pasti nanti Daddy setuju, iyakan SAYANG?" Ujar mommy sambil menekan kata sayang sambil memelototi Dad.
Daddy menghela nafas pasrah. "oke fine Daddy izinin. Tapi ingat! kamu harus tau batasan dan Daddy bakal awasi kamu."
"Beneran Dad Sasa boleh pacaran?" Tanya Sasa antusias dan dibalas anggukan oleh Dad. "Yeyyy, akhirnya Sasa bisa bersama Kak Arka" Seru Sasa semangat.
"Siapa Arka princess? Mantu mommy ya?" Tanya mommy antusias. "masih calon Mom do'ain aja" jawab Sasa pd.
"Ga boleh berdua duaan." ucap Daddy tiba-tiba Sasa memiringkan kepalanya bingung.
"Kalo diajak maen, boleh?" tanya Sasa.
"Ga"
"Pegangan tangan?"
"Ga"
"Pelukan?"
__ADS_1
"Ga"
"Kalo Sasa di ciu--" tanya Sasa lagi.
"GA BOLEH PRINCESS GA BOLEH." teriak Daddy kesal bahkan mukanya sudah memerah, sedangkan Ibu dan anaknya tertawa ngakak karena berhasil mengerjai Daddynya, bahkan pelayan yang melihat ikut tertawa dan turut senang melihat keluarga Lesham yang harmonis.
"haha sayang kamu posesif banget sih, emang waktu kamu muda pacarannya ga kayak gitu sampe pegangan tangan aja ga boleh berarti jauhan dong. Lagian ya kalo princess punya pacar nanti ada yang jagain princess kalo kita lagi ga dirumah, apalagi kamu lagi sibuk sama bisnis kamu yang diluar Negeri, sedangkan Austin sibuk sama kuliahnya di LA, mana tu anak ga pulang pulang lagi. Mungkin dia lupa masih punya orang tua, kalo dia pulang Mommy marahin dia." cerocos Mom panjang lebar, tidak melihat sekitarnya yang langsung hening.
"Maaf sayang, tapi hari ini Daddy izin keluar negeri lagi, karena ada bisnis yang ga bisa Dad tinggalin." ucap Dad pelan merasa bersalah.
Mommy yang sedang minum tersedak karena kaget, Sasa menepuk nepuk punggung Mommynya. "Are you oke mom?" Tanya Sasa.
"Mom gapapa princess."
"Lagian Daddy sih kenapa tiba-tiba, baru juga seminggu disini udah mau pergi aja, emang pekerjaan lebih penting daripada keluarga? Udah jauh jauh Sasa sama Mom pindah ke indonesia agar lebih dekat sama Dad, taunya Daddy mau pergi ke luar negeri terus kaya Bang Austin." ujar Sasa menekuk wajahnya.
"Bukan gitu princess, Daddy sayang banget sama kalian. Tapi, inikan pekerjaan Dad kalo Daddy ga pergi nanti ga dapet penghasilan, emang kamu mau miskin princess?" Dad berusaha menjelaskan.
"Harta kita ga bakal habis Dad, lebih baik Sasa hidup miskin tapi bahagia kalian ada disisi Sasa, daripada kaya tapi Daddy selalu ninggalin kita." ucap Sasa sendu, Daddy terdiam membatu.
Mommy mengusap rambut Sasa. "Princess ga boleh gitu, mungkin Daddy sedang ada urusan diluar negeri, lagian kan Daddy kerja juga bukan buat kita aja. Masih banyak karyawan yang harus Dad tanggung, kamu harus ngertiin Dad ya princess? Apa jangan jangan kamu ga suka lagi disini sama Mommy?" Mom pura pura sedih.
"Bukan itu maksud Sasa Mom."ucap Sasa panik "Sasa salah, maaf Mom Dad" ujar Sasa menunduk merasa bersalah, sedangkan Dad menatap Mommy.
Sasa menepuk jidatnya. "Oh iya Sasa lupa! aduh bisa telat ini. Kalo gitu Sasa pergi ya Mom Dad" Sasa pun pergi melangkah tapi Sasa berhenti karena Mom bilang sesuatu.
"Lakuin apapun yang membuat kamu senang princess, Mom gak akan larang kamu selagi itu buat kamu bahagia. Karena belum tentu Mommy sama Daddy bisa bahagiain kamu, Mommy percaya sama kamu. Hati hati dijalan princess." ucap Mom tersenyum tulus, Sasa terdiam lalu menengok ke arah Mom dan mengacungkan jempolnya dan berlalu pergi.
"kapan kamu berangkat Mas?" tanya Mom
"Pulang dari kantor Rin."
Karin mengangguk mengerti. "Yaudah hati hati disana ya Mas, jangan telat makan. Aku tau kamu paling susah makan kalo lagi kencan sama berkas berkas, dan kalo kamu mau kemana mana jangan sendirian setidaknya bawa Jack atau beberapa bodyguard buat jagain kamu. Tau sendiri jaman sekarang Mas, orang yang menginginkan kekuasaan akan melakukan segala cara untuk menjatuhkan lawannya meskipun dengan cara licik sekalipun. Jadi, kamu har--" ucapan Karin terhenti. Karena, Thomas mengecup bibirnya Karin mematung.
Thomas tersenyum lalu mengelus rambut Karin. "Aku mengerti sayang, Harusnya kamu dan princess yang hati hati disini, apalagi ga ada aku yang jagain kalian. Kalo gitu aku pamit ya? Hati hati dirumah, kalo ada apa apa hubungin aku ya sayang." pamit Thomas mengecup dahi dan bibir istrinya, setelah itu pergi menjauh.
Karin mematung sampai Thomas pergi lalu ia tersadar dan tersenyum. "Semoga kamu ga ngecewain aku ya mas" gumam Karin sendu.
•••••••
Sedangkan Sasa sekarang berada didalam mobil bersama sahabatnya dan Dara yang menyetir.
"Guys gue udah cantik belum?" Tanya Vina.
"Cantik ko" Sasa.
__ADS_1
"Gue jamin si Gibran pasti bakal klepek klepek sama muka Lo yang jelek ini." ucap Lia dengan muka serius.
Vina menggeplak kepalanya Lia. "laknat Lo, bukan jelek tapi cantik Liaaa."
"yeee susuge lah."
"Apaan tuh?" Vina.
"Suka suka gue wlee." Ujar Lia menjulurkan lidahnya, semuanya tertawa kecuali Vina mendengus. Setelahnya mobil mereka memasuki parkiran.
"Udah jangan berantem, kita udah sampai." ucap Vira penengah, mereka keluar dan banyak pasang mata yang memperhatikan mereka dengan pandangan iri, terpesona dll. Tapi, mereka tidak peduli karena sudah terbiasa, lalu Sasa dkk mendekati segerombolan siswa tertampan. siapa lagi kalo bukan inti Decarlos.
"Hai Kak Arka" sapa Sasa.
"Hai" ucapnya sambil tersenyum tipis.
"Hai Kak kudaniel" sapa Lia riang.
"Hem."
"Iss Kak kudaniel dingin banget sih, kalo gini terus bakal susah dong pdkt nya. Tapi gapapa gue bakal lebih berusaha mencairkan es." gumam Lia cekikikan.
"Gila" ucap serempak, Lia memanyunkan bibirnya.
"Daripada ditolak terus sama Daniel, mending sama gue aja Li. Sekarang gue lagi jomblo ko dan kalo Lo sama gue, gue pastiin Lo bakal dapet perhatian lebih dari gue." Raka mengedipkan matanya genit.
"Ga mau! sorry ya Kak Raka gue itu ga suka sama cowok yang playboy, mending gue cairin es daripada yang main perempuan" Lia.
"Tapi kalo Lo sama gue, gue bakal berubah Lia." ujar Raka dengan muka serius.
"Tetap ga mau, karena gue yakin sekalinya playboy akan tetap jadi playboy, apalagi Lo sering di gerombolin cewek cewek. Gue ga mau sakit hati, udah ya Kak Raka gue mau duduk, semangat buat kalian dan yang paling penting buat Kak kudaniel." seru Lia lalu pergi ketempat duduk.
"Yayaya, DAN GUE YAKIN LO BAKAL SAMA GUE haha" teriak Raka sambil tertawa terbahak.
"Sabar ya Rak, jangan jadi gila Lo" Gibran.
"Hai sayang" sapa Vina.
"Hai juga yayangnya aa Gibran." balas Gibran sambil mencolek dagu Vina.
"Kak Gibran jangan colek colek dong kaya om om aja" ucap Vina yang lainnya tertawa.
"Dulu aja bilangnya ga suka sekarang sayang sayangan" ledek Vira.
"Iri bilang boss" serempak Vina dan Gibran, Vira hanya memutar matanya malas. Setelah itu para Ciwi Ciwi menyusul Lia untuk duduk dan menonton pertandingan.
__ADS_1