ALLISYA L'D

ALLISYA L'D
Empat


__ADS_3

Kring kring kring


"Oke anak anak kita lanjutkan pelajaran nya nanti, ibu permisi " pamit Bu Ratna lalu melangkah keluar.


"Hai Sasa" sapa seorang gadis yang duduk dibelakang Sasa, Sasa menoleh kebelakang lalu mengerjapkan mata.


"Oh iya Sa kenalin ini sahabat Gue namanya Adelia Callsi Fernandez " jelas Vira.


Adelia Callsi Fernandez, terlahir di keluarga kaya memiliki kembaran cowok, sifatnya cerewet, hamble, dan malu maluin.


"Hai call" sapa Sasa polos. Gadis yang dipanggil call mengerucut kan bibirnya sedangkan Vira menahan tertawa.


"Iiss panggil Lia aja Sa kalo call nanti dikira gue telepon lagi" gerutu Lia dan meledak sudah tawa Vira.


Sasa cengengesan sambil menggaruk kepalanya "hehe iya ma--"


Brakkk


Pintu terbuka dengan kencang dan masuklah 2 orang gadis cantik yang satunya diponi dan satunya menatap datar dan untungnya dikelas Xl IPA 1 hanya ada Sasa, Vira, dan Lia.


"Hai guys Vina yang cantik datang yuhuuuu kangen ga yehhhh" teriak Vina heboh.


Cewe yang dibelakang Vina pun menggeplak kepala Vina "auwww."


"Berisik!" gertaknya datar, Vina memegang kepala yang di geplak tadi sambil memonyongkan bibirnya. "itu tangan terbuat dari apa sih keras banget kaya balok" gumam Vina pelan.


"Gue denger" ucap si datar, Vina cengengesan mereka pun mendekati sahabat mereka, Sasa? Dia bengong dari tadi ga ngerti.


"Udah udah nih kita mau kenalin sahabat baru kita." ucap Lia menatap sasa yang dari tadi terdiam.


Sasa tersadar lalu. "hai kenalin nama aku Auristela Allisya L panggil Sasa aja" sambil tersenyum mengulurkan tangannya.


"Hai Sasa nama gue Davina Adreanna Kylie panggil aja Vina kembarannya Vira." tersenyum manis membalas uluran tangan Sasa lalu gantian sekarang ke si datar.


"Adara Fradella D, panggil Dara" ucapnya datar tanpa menjabat tangan Sasa.


Davina Adreanna Kylie , kembaran Vira sifatnya cerewet, malu maluin, humoris, sksd, blakblakan dan satu lagi ga bisa diem.


Adara Fradella (D), Terlahir di keluarga kaya memiliki sifat cuek, datar, jarang senyum, tidak peduli sekitar, tapi peduli kepada orang terdekatnya, merahasiakan identitasnya dari siapapun bahkan sahabatnya.


Sasa yang tangannya diabaikan perlahan menurunkan tangannya lalu menunduk mengucek matanya.


"Daraaa, loh sih tangannya ga dijabat, dia nangis kan jadinya" ucap Vina marah marah lalu menoleh ke Sasa. "sasa jangan nangis yah nanti gue kasih pelajaran si datar, dara mah emang gitu cuek serem lagi tapi dia ga gigit ko" jelas vina, Dara menatap Vina horor karena mengatainya.


sasa mengangkat kepalanya lalu mengerjapkan mata. "Sasa ga nangis ko Vina, tadi itu mata Sasa kelilipan mangkanya Sasa nunduk ngucek mata, eumm Dara ga serem ko malah lucu menurut Sasa" jelas Sasa polos.


Vina melongo mendengarnya, Dara tersenyum tipis, sedangkan Vira dan Lia mereka sudah tertawa ngakak Bangsat batin Vina.


"Oke karena Lo lucu mulai sekarang lo best friend forever kita, iya ga guys." ucap Lia.


"Yo'i" serempak.


"Beneran?" matanya berbinar lalu berkaca kaca "eh eh ko nangis" Vira panik.


"Sasa enggak nangis, Sasa terharu aja kalian mau sahabatan sama Sasa" lalu Sasa memeluk mereka.

__ADS_1


Mereka terpaku mendapatkan perlakuan seperti itu lalu tersenyum. "makasih udah mau sahabatan sama Sasa" ujar Sasa melepaskan pelukannya.


"Sama sama Sasa" serempak.


"Udang dong melownya udah bell ini kita mau ke kelas ya " pamit Vina. Dara dan Vina keluar menuju kelas mereka.


••••••••


Keesokan harinya Sasa sudah siap siap berangkat sekolah. "Mom, Dad. Sasa berangkat ya" pamit Sasa.


"Princess ga sarapan dulu?" tanya Mom.


"Ga deh Mom di school aja, yaudah Sasa berangkat! " sambil mencium pipi kedua orang tuanya lalu keluar.


"Hati hati princess" serempak "jangan nakal disekolah nya " teriak mom Sasa mengacungkan jempolnya.


"Mang Ujang ayo kita berangkat."


"Siap neng"


Sasa sudah sampai disekolah dan dia turun dari mobil lalu melangkah memasuki sekolah saat di koridor banyak pasang mata yang memperhatikan sasa ada yang terpesona, iri, dll. Tapi Sasa bodo amat. Sasa tau Sasa cantik batin Sasa.


Eh liat deh itu, anak baru yah.


Iya bener cantik banget.


Apaan dasar ******.


Wah cantiknya ngalahin nadien dkk.


Masuk most wanted dong.


Beasiswa bukan sih.


Cantik cantik tapi miskin mereka tertawa.


Sasa yang telinganya panas jalan terburu buru ingin segera sampai kelasnya tanpa melihat ke depan alhasil.


Bruk


Mereka yang ada di koridor memekik berteriak. "Aduh pantat Sasa sakit" ringisnya Yupz bener Sasa jatuh menubruk dada bidang seseorang, seseorang itu? Hanya diam tanpa membantu.


Sasa bangkit membersihkan roknya yang kotor ia mengangkat kepalanya dan mereka saling tatap. "Maaf ya Kak, Sasa ngga sengaja sumpah tadi itu telinga Sasa panas dengerin mere--" belum Sasa menyelesaikan ucapannya seseorang itu pergi melewatinya.


"Nyebelin! Ganteng ganteng ko sombong, Sasa kan cuman pengen minta maaf" gumam Sasa pelan tapi masih terdengar cowok itu, Sasa melangkah melanjutkan perjalananya yang tadi sempat tertunda.


Sedangkan cowok itu tersenyum sangat tipis mirip dia batinnya lalu melanjutkan berjalan entah mau kemana.


Akhirnya Sasa sampai dikelas "morning sahabatnya Sasa" seru Sasa.


"Too sahabat gue" jawab Vira dan Lia.


Bell masuk berbunyi mereka mulai *** setelah beberapa jam akhirnya bel istirahat berbunyi.


Kring kring kring

__ADS_1


"Oke anak anak kita akhirnya pelajaran hari ini, selamat beristirahat" guru melangkah keluar.


Lia berdiri dari kursi lalu mendekat ke Sasa dan Vira" kantin yook" ajak Lia.


"Kuylah" mereka berdiri lalu berjalan ke pintu saat ingin belok mereka berpapasan dengan Dara dan Vina.


"Jangan teriak Vin! ini kita udah didepan kamu" sela Vira karena melihat kembarannya ingin berteriak.


Vina yang ketahuan hanya cengengesan. "iyaiya maaf, yaudah yu sa kita ke kantin" ajak Vina menggandeng tangan Sasa (sksd) lalu mereka berjalan beriringan.


"Yaelah Vin ga usah digandeng juga kali nanti Sasa risi gimana" Lia.


"Bilang aja Lo sirik kan, lagian nih ya gue gandeng Sasa juga karena dia baru disini. Kalau dia kesasar gimana?" jelas Vina.


Lia menoyor kepala Vina "ga mungkin lah dodol, dia kan jalanya Sama kita ya otomatis dia ngikutin kita."


Saat Vina ingin membuka mulutnya menjawab dipotong oleh si datar siapa lagi kalo bukan Dara. " berisik! kita udah sampai kantin. "


Vina mengerucutkan bibirnya. " perasaan kalo gue ngomong di potong Mulu deh, sekalian aja nih lidah gue potong biar ga bisa ngomong lagi" asal Vina.


"Boleh" serempak Sasa dan Dara, sedangkan Vira dan Lia? sudah tertawa terbahak bahak Vina? Ya melongo. Mereka ga sadar kalo sekarang jadi pusat perhatian.


"Eh kita duduk dimana? " Vira.


"Pojok" ucap Dara melangkah ke tempat duduk pojok mereka mengikuti lalu duduk.


"Kalian pesan apa? Biar Vina pesenin" ucap Vira.


"Loh ko gue! enak aja sekarang bagian Lo yah" menunjuk Vira.


"Ga sopan nunjuk nunjuk, gue ini Kakak lo ya."


"Beda 5 menit doang" memutar matanya malas.


"Udah udah biar Sasa aja yang pesan."


"Gue aja! Lo kan baru disini emang tau? " ucap Lia Sasa pun menggeleng. "yaudah kalian pesan apa? baso sama es lemon aja ya, oke tunggu ya " ucap Lia berlari kecil memesan makanan.


"Kampret" serempak "belum juga gue pesan" lanjut Vina.


Setelah beberapa menit akhirnya pesanan mereka datang lalu mereka memakan makanannya dengan tenang tapi karena suara gaduh dan pekikan kaum perempuan termasuk Vina dan Lia  jadi terganggu, mereka mengangkat kepalanya kecuali Dara dan yah ternyata para Cogan yang datang pantesan cewek cewek pada histeris batin sasa.


"Gilaa mereka ganteng pake banget!" Vina.


"Hooh bener, menggoda iman banget" ucap Lia memperhatikan cowok yang dibilang ganteng.


"Emang mereka siapa? " tanya Sasa polos.


"Ya Ampun Sa Lo ga tau mereka siapa?" Tanya Vina Sasa menggeleng polos. "gila gue heran deh Lo tuh terlahir dimana sih--" dipotong oleh Sasa.


"Sasa lahir di rahim Mom." jawab Sasa polos mereka serempak tertawa sedangkan Vina mendengus.


"Bukan itu maksud gue micin." sasa mengerucutkan bibirnya kesel karena namanya diganti jadi micin "nih ya bahkan seluruh Indonesia juga kenal sama mereka" lanjut Vina.


"Tapikan Sasa baru di Indonesia, jadi Sasa ga tau" sasa.

__ADS_1


"Oh iya iya, oke nih gue jelasin ya jadi mereka itu DECARLOS sekumpulan bad boy yang anggotanya Cogan semua, jenius lagi dan geng yang ditakuti di seluruh Indonesia. karena kekejamannya menghadapi musuh, tapi mereka bukan gangster atau mafia. Bahkan anggotanya udah banyak dan mereka itu--" sambil menunjuk geng Decarlos. "most wanted boy sekaligus anggota inti dari Decarlos yang beranggota 6 orang." jelas Vina Sasa hanya mengangguk angguk.


__ADS_2