
Pertandingan sudah dimulai beberapa jam yang lalu dan sekarang penentuan siapakah pemenangnya, antara sekolah LHS atau angkasa. Mereka sama sama kuat dan susah untuk dikalahkan.
"KAK ARKA SEMANGAT, KA ARKA HARUS MENANG. KALO MENANG NANTI SASA AJAK JALAN JALAN." teriak Sasa menggema, hal itu membuat Sasa dkk menjadi pusat perhatian karena suara toa Sasa mengalahkan kehisterisan penonton. Dara dkk menutup muka mereka malu sahabat siapa sih batin mereka.
Arka yang mendengar suara itu lantas berhenti lalu menengok kearah Sasa dan tersenyum, penonton yang melihat senyum Arka menjerit histeris.
Pertandingan terus berlanjut sampai selesai, dan pemenangnya jelas LHS. Tentu saja berkat inti Decarlos. Mereka berpelukan dan bertos ria karena menang lalu penyerahan piala, saat penyerahan berakhir Arka berbisik kepada penyerah piala tadi dan diangguki olehnya. Setelah selesai Arka tiba tiba berteriak ditengah lapangan basket.
"MAAF SEMUANYA GUE MENGGANGGU WAKTU KALIAN SEBENTAR, DISINI GUE MAU BILANG SESUATU KE SESEORANG NAMANYA AURISTELA ALLISYA. YANG SAYA SEBUTKAN NAMANYA MOHON MENGHAMPIRI GUE." teriak Arka tegas tanpa terbantahkan, semuanya terdiam menunggu kelanjutannya karena mereka penasaran seorang Arka Raffasya Lawrence cucu dari pemilik sekolah LHS. Pria tampan dan dingin yang dikagumi oleh siswi LHS, berbicara panjang untuk memanggil seorang gadis. Siapa gadis yang dia panggil, apa yang akan dia lakukan pikir semuanya.
Sedangkan ditempat Sasa, dia diam membatu lalu ada yang mendorongnya pelan, Sasa tersentak kaget.
"Kenapa malah ngelamun Sa, sana dipanggil Kak Arka tuh" Vira.
"Ah i-iya sa-Sasa mau kesana ko, tapi mau ngapain ya Kak Arka manggil Sasa? Mana didepan umum lagi, Sasa jadi deg-degan." ujar Sasa lalu melihat Dara dan Dara mengangkat bahunya acuh.
"Ya mana kita tau, makanya samperin Sasa" ucap Lia geregetan.
Dara mendekat kearah Sasa dan membisikkan sesuatu "Taukan apa yang harus Lo lakuin?" Bisik Dara, Sasa terkekeh "tentu."
"Hayoo kalian bisikin apa?" Ucap Lia.
"Kepo" serempak Sasa dan Dara, Lia memonyongkan bibirnya.
"Udah sana Sa, Kak Arka liatin kamu terus tuh" Vira.
Sasa mulai berjalan ketengah lapangan dan banyak pasang mata yang melihat kearah Sasa terpesona dan cibiran. Setelah perjuangan yang melelahkan karena cibiran kaum hawa, akhirnya Sasa sampai dihadapan pangeran Arka.
Sasa tersenyum kikuk. "Hai Kak, selamat atas kemenangannya."
"Thanks" balas Arka tersenyum juga "Sa? Aku mau ngomong sesuatu sama Kamu." ucap Arka lagi, lalu maju semakin mendekat kearah Sasa sambil memegang kedua tangan Sasa. Sasa menganggukkan kepalanya, sekarang jantung Sasa Dag Dig Dug kenceng kaya lagi maraton.
"Sa sebelum aku kenal kamu hidup aku biasa saja, tapi semenjak aku kenal kamu hidup aku berwarna. Sasa, aku tau mungkin ini terlalu cepat bahkan kita kenal baru satu bulan. Tapi Sa, setiap kali aku bersama kamu aku engga bisa menghindar merasakan sesuatu yang istimewa di hatiku, rasanya aku ingin selalu bersama kamu dan bahagia bersama. Makasih Sa udah datang dan singgah di hatiku dan disini dihadapan semua orang aku Arka Raffasya Lawrence ingin mengungkapkan perasaan aku sama kamu." ucap Arka, lalu bertepuk tangan dua kali dan datanglah Raka membawa bunga dan es krim. Arka mengambil bunga dan es krim lalu berjongkok dihadapan Sasa.
"Sasa.. jika kamu terima aku, ambil bunga ini. Tapi, jika kamu nolak aku, ambil es krim ini. Auristela Allisya.. Will you be my girlfriend?" Ucap Arka.
Ternyata sahabat kutub gue bisa mencair juga batin Daniel dkk.
Sasa terdiam terpaku dan menggigit bibir bawahnya, ia gugup harus bagaimana ia menghela nafas sebentar lalu tersenyum. Sedangkan para sahabat dan penonton bersorak kata terima, beda dengan kaum hawa yang berteriak tolak.
Terima terima terima
Tolak tolak tolak
"Kamu yakin suka sama Sasa?" Tanya Sasa tanpa memudarkan senyumannya, tiba-tiba suasana menjadi hening.
Arka dengan tegas menjawab "iya."
"Kamu serius mau masuk ke kehidupan Sasa?" tanya Sasa lagi, Arka mengernyitkan dahinya bingung kenapa Sasa menanyakan itu batin Arka dkk dan Vira dkk.
"Kalo kamu ga yakin mending ga usah aja ya? Sasa bukan orang baik dan Sasa ga mau sakit hati lagi." ucap Sasa sambil menyeringai sedikit.
__ADS_1
"Dan aku akan tetap menjawab, AKU.YAKIN." ucap Arka tegas "jadi, Auristela Allisya.. Will you be my girlfriend?" Tanya Arka lagi.
Sasa tersenyum lalu mengganggukan kepalanya 'maaf' batin Sasa. "Sasa mau, tapi nanti Kak Arka jangan nyesel yaa, soalnya Sasa udah kasih tau" Sasa mengambil es krim yang Arka pegang, semuanya bingung bukankah Sasa menerimanya lalu mengapa ia mengambil es krim?
Arka langsung berdiri "ko--" Arka terpotong.
"Apa?" Tanya Sasa polos, sambil menjilati es krimnya.
"Bukannya kamu nerima aku? Kenapa yang kamu ambil es krim bukan bunga, Ka-kamu nolak a-aku?" Tanya Arka gugup.
Sasa berhenti menjilati es krimnya lalu melihat kearah Arka dan mengerjapkan matanya tersenyum lebar, mereka yang melihat senyum Sasa terpesona.
"Kak Arka, Sasa ngambil es krim bukan berarti Sasa menolaknya. Sasa ga ngambil bunga karena Sasa tau bunga kalo disimpan beberapa hari pasti layu, sedangkan kalo Sasa ngambil es krim lumayan bisa dimakan, dan lagi Sasa lagi pengen es krim." Jelasnya sambil menyengir polos, sontak hal itu membuat penonton tertawa gemas dan Arka yang menggaruk bagian kepalanya salting.
Wah es kutub udah mencair.
Mereka cocok ya.
Ceweknya juga imut.
Couple goals baru, dll.
Berani banget tuh anak baru ambil Arka dari gue, awas aja gue bakal bales batin seseorang menyeringai.
"Dasar!" ujar Arka meraup wajah Sasa dan menarik Sasa ke pelukannya.
"OKE GUYS THANKS BUAT WAKTUNYA, DAN SATU LAGI YANG HARUS KALIAN INGAT MULAI SAAT INI AURISTELA ALLISYA HE IS MEAN, GA BOLEH ADA YANG SENTUH ATAU LUKAIN DIA, KALO ADA BERURUSAN SAMA GUE DAN DECARLOS. TERIMAKASIH KALIAN BOLEH BUBAR." teriak Arka, dia menunduk ke bawah lalu mengernyitkan dahinya.
Sasa cemberut " Kak Arka ihh, es krim Sasa jadi jatuh tuh liat." ucapnya manja menunjuk es krimnya yang jatuh, matanya sudah berkaca kaca.
Arka terkekeh. "Gapapa cuman satu, nanti aku beliin sama pabrik pabriknya, mau?" Tanya Arka tersenyum tipis.
Mata Sasa berbinar "beneran?" Tanya Sasa antusias dan Arka mengangguk. "mau mau" ujarnya dengan imut, Arka yang gemes meraup kembali muka Sasa.
"Ciaelah yang udah ga jomblo, dunia terasa milik berdua ya Pak,Bu." ledek Lia.
"Bahasanya juga udah beda, aku kamu sayyy" Vina.
"Iya nanti AKU beliin sama pabrik pabriknya mau? " ucap Gibran meniru Arka dan dibalas oleh Raka "mau mau" dengan muka di imut imut kan, semuanya tertawa sedangkan dua sejoli yang baru jadian memerah malu.
"Kalo Kak kudaniel, kapan nembak Lia?" Tanya Lia seimut mungkin.
"Mati" ucap Daniel dingin.
"Kak kudaniel kok gitu sih, nanti kalo Lia mati.. siapa dong yang bakal gangguin Kak kudaniel lagi." ujar Lia tersenyum manis, Sasa menatap kearahnya.
"Mending sama gue aja Li" ucap Raka tiba tiba.
"Ga mau!" balas Lia cepat.
"Udah, udah. Karena sekarang ada pasangan baru, boleh dong traktir" Vira.
__ADS_1
"Traktir" Dara datar.
"Neng Dara, kamu udah siap belum bang Lio tembak" goda Leo.
Dara memutar matanya malas"bacot" ucapnya lalu pergi.
"Kuylah kafe"ajak Rafael.
Mereka pergi menuju kafe lalu duduk berhadapan pasangan, eittt tapi ada satu yang ga ada pasangannya.
"Waiters" panggil Vina. "Saya mau pesan spaghetti 11, jus alpukat nya 11,sama pudingnya 11. ya mbak-"
"Sasa mau nambah mbak, salad buah sama es krimnya yang jumbo."
"Ada lagi Mbak, Mas?"
"Ada Mbak" Raka.
"Pesan hati mbak bisa ga? Soalnya mau Saya simpan di hati saya" gombal Raka.
Pelayan itu menatap Raka sinis. "Maaf ya mas saya sudah punya tunangan, dan tunangan saya SETIA. Baik kalo gitu ditunggu ya pesanan nya" ucap pelayan itu pergi.
Semuanya tertawa. "Makanya Kak Raka jangan gombalin orang terus, muka pas pasan juga" ucap Sasa polos.
Raka mendelik kearah Sasa. " Liat nanti Dede gemoy, gue pasti dapetin yang lebih dari kalian" ucap Raka songong.
"Emang ada yang mau sama Lo?" Rafael.
"Adalah, tuh dihadapan Daniel" ucap Raka menunjukan Lia.
"Apaan ko gue, denger ya Kak Raka mending Lo mundur. Karena di hati gue cuman ada nama Kak kudaniel seorang, jadi stop berharap sama gue" jelas Lia.
"Lia dengar ya, Daniel itu ga mungkin suka sama Lo. Karena di hati dia udah ada seseorang yang spesial, jadi stop berharap sama Daniel. Mending sama gue aja." balas Raka sedangkan Lia terdiam. Yang lain menonton lumayan hiburan batin mereka. Beda lagi dengan Daniel dan Sasa yang hanya melihat Raka sekilas.
Lia tersenyum lebar. "Pasti orang spesial itu Lia kan Kak kudaniel? Pasti iya dong" ucap Lia menatap Daniel berharap.
"Bukan" ucap Daniel.
"Terus sia-" ucapan Lia terpotong pelayan yang membawa makanan mereka.
"Permisi ini makanannya, silahkan dinikmati" ucap pelayan.
"Makasih Mbak" serempak, lalu pelayan itu pergi setelah mengucap sama sama.
Mereka makan dengan tenang, setelah selesai mereka pulang ke rumah masing masing, Sasa tentu saja diantar oleh pacar barunya.
...Hai semuanya, makasih banyak yaa yang udah baca cerita aku. Semoga cerita aku bisa menghibur kalian🤲🙏love untuk kalian yang udah baca❤️...
...Maaf yaa guys 2 hari kemarin aku ga update, mungkin aku bakal jarang update. Tapi nanti aku usahain...
...Salam dari author untuk kalian 🙏💕💕...
__ADS_1