
Basecamp Decarlos
"Emang ya, ga ada yang bisa nolak pesona si boss" ucap Gibran.
"Hooh bener, gue kira susah dapetin hatinya Dede gemoy, ternyata cuman butuh waktu satu bulan aja" Lio.
"Gimana ya kalo gue yang deketin. Pasti cuman butuh waktu satu hari aja." ucap Raka menopang dagu sambil tersenyum senyum.
Gibran menimpuk Raka dengan korek yang dipegangnya. "Bukan satu hari, yang ada satu abad Rak."
"Anjing Lo, dan lagi nama gue Raka bukan Rak" ucap Raka ngegas.
"Ya justru itu karena nama Lo Raka, jadi gue panggil Rak. Ga mungkin kan gue panggil ka sedangkan Lo sama gue tuaan gue, masa gue panggil ka ke Lo. Ogah!" Gibran.
"Terserah" Raka.
Tiba-tiba tiba Arka muncul dihadapan mereka tampa ada suara jejak kakinya.
"Ba*gsat! Gue kira Lo setan boss" Raka.
"Ngomong apa Lo barusan?" Tanya Arka dingin, sedangkan Raka cengengesan.
"Hehe engga bos."
"Widih bawa apaan nih bos, sini gue bantui" ucap Lio mengambil keresek ditangan Arka.
"Bantuin, bantuin, bantuin makan iya Lo mah" sindir Gibran.
"Sirik aja Lo, mau? Sana beli" Lio.
"Gimana ngedate nya?" Tanya Rafael yang sedari tadi terdiam sambil membaca buku, tanpa menghiraukan trio inti.
"Seru, terhibur" ujar Arka santai duduk disamping Daniel.
"Gue ga yakin, Lo ga suka dia" ucap Daniel yang sedari tadi terdiam memainkan ponselnya.
"Maksud?" Tanya Arka.
"Lo suka Sasa kan?" Tanya Daniel sambil menaikkan alisnya.
Arka terdiam "Ga" ucap Arka datar.
"Ga percaya gue" Rafael.
"Terserah kalian percaya atau enggak, intinya sampai kapanpun gue ga akan pernah suka sama dia." ujar Arka tegas.
"Jangan bilang gitulah bos, nanti kemakan omongan sendiri tau rasa" Lio.
Arka menghela nafas panjang. "kalian tau sendiri, gue sukanya sama siapa" ucap Arka.
"Bagus" ucap Daniel dingin, semuanya memandang Daniel bingun.
"Gue heran sama Lo Niel, kenapa Lo ngebet banget buat Dede gemoy jatuh hati sama si boss" ucap Lio curiga, sedangkan Arka terdiam. Jawaban ini yang dia tunggu tunggu batin Arka.
Daniel mengangkat bahunya acuh "ga tau."
"Ada masalah sama Sasa?" Tanya Rafael.
"Ga ada"
"Tapi gue saranin, lebih baik kita berhentikan taruhan ini. Gue ga mau ada yang tersakiti" ucap Lio.
"Ga, kita lanjut" ujar semuanya kecuali Lio.
"Ingat Arka, taruhan Lo tersisa satu bulan lagi. Setelah itu, putusin Sasa" ucap Daniel tersenyum miring.
"Gue ga akan lupa"
"Tapi, gimana kalo misal Lo beneran suka sama Sasa?" Gibran.
"Ya udah takdir" Raka.
"Ga akan, karena gue masih nunggu dia" ucap Arka.
Lio menghela nafas kasar. "Please, kita berhenti aja ya. Gue yakin kalo kita berhenti--" ucapan Lio terpotong.
"Kenapa Lo ngebet banget, nyuruh kita berhenti Li" Gibran.
"Suka Lo?" Tanya Rafael.
"Gue ga suka sama Sasa, gue kira.. kita ngelakuin taruhan ini buat bikin Arka move on. Tapi ternyata gue salah, kalian lakuin taruhan ini hanya untuk kesenangan. Please gue mohon berhenti ya?" jelas Lio memohon. "Dulu seseorang yang gue sayang juga pernah diposisi ini, karena terlalu cinta akhirnya dia bunuh diri" lanjut Lio sendu.
"Curhat Lo?" Daniel.
"GUE SERIUS" teriak Lio frustasi karena sahabatnya tidak mempercayainya "Arka, Lo pernah ditinggal dia, dan Lo tau kan gimana rasanya?" Ucap Lio, Arka terdiam. "Dan sekarang Lo mau ninggalin Sasa, ga mikir? Gimana kalo nanti Sasa berubah, sama kayak Lo" Lio lagi, sedangkan Arka mengepalkan tangannya.
__ADS_1
"Keputusan gue, ga akan berubah" ucap Arka lalu pergi dengan emosi, sedangkan diantara mereka ada yang tersenyum menyeringai bagus batinnya.
••••••••••
Malam sudah tiba, saat ini seorang gadis sedang rebahan di kasur kesayangannya sambil memainkan handphonenya.
"Bikin status ah, udah lama juga Sasa ga bikin status" ucap Sasa.
❤️ Like by Arka_lawrence and 10.960.701 others
Allisya_LD thanks for time pacar.😍😚
View all comment
Karina_ anak Mom sudah besar.
Raka_Damian. Kaya kenal tangan siapa? Post fotonya juga dong.
Tubuh_sehat. Mau tangannya putih kaya Kak Sasa? Yuk cek profil kami.
Gibran_Lesmana. Anjirrr si Boss itu.
Lia_fernandez. Main ko ga ngajak ngajak gue sih.😠
Vina_kylie. Ngapain ngajakin? Mau jadi sapi conge Lo @Lia_fernandez
Arka_lawrence. 😘
Musuh_kalian. Ga cocok
Nadien_ctk. Oohh sekarang Lo udah berani rebut milik gue, awas Lo!! gue bakal bales dan rebut Arka kembali dari Lo!!!
Sasa menonaktifkan komentar
Dan masih banyak lagi komentar lainnya, Sasa membaca komentar terakhir menyeringai. "Oke, Sasa tunggu Kak Nadien" ucapnya tak lama hp Sasa kembali berbunyi.
Pacar♥️
Tidur! Jangan mainin hp terus
^^^Sasa^^^
^^^Iya pacar, ini juga Sasa mau tidur^^^
Pacar♥️
Good sleep sayang😘
^^^Sasa^^^
^^^Oke^^^
^^^Too pacar 😍❤️^^^
Sasa tersenyum senyum sendiri, setelahnya Sasa pergi ke alam mimpi.
•••••••
Keesokan harinya Sasa menunggu Arka untuk menjemput di apartemennya, katanya kita akan berangkat ke sekolah bersama.
Tin tin
Sasa berlari mendekati Arka "hai pacar" sapa Sasa.
"Hai" balas Arka "berangkat sekarang?" Lanjut Arka.
Sasa mengangguk lalu menaiki motor Arka dan memeluk pinggang nya. "Ayo berangkat" seru Sasa keduanya pergi ke sekolah.
Saat keduanya sampai disekolah, banyak pasang mata yang melihat kearah mereka. Tapi, mereka tidak peduli. Arka menggandeng tangan Sasa menuju kelasnya, saat diperjalanan mereka bertemu inti Decarlos.
"Belajar yang bener pacar, jangan mikirin aku" ucap Arka.
"Aku baru tau. Ternyata selain pemaksa, galak, tukang nyuruh, Kak Arka juga GR an." ucap Sasa.
"Kenapa jelek semua?" Ucap Arka tak suka.
"Kan emang ben--" ucapan Sasa terpotong oleh teriakan seseorang.
"BANG LIOOOOO" teriak kembarannya Lio.
Hosh hosh hosh
"Bang loh jahat ah banghet sa-sama guhe--" ucap Lia ngos-ngosan terpotong.
__ADS_1
"Lia kalo ngomong yang jelas dong, ikutin Sasa ya. Tarik nafas, buang nafas, tarik lagi terus tarik lagi."
Pletak
Lia menjitak kepala Sasa, tanpa melihat pawangnya menatapnya horor. "Mati dong gue kalo tarik nafas terus" ucap Lia, sedangkan Sasa memonyongkan bibirnya sambil mengelus kepalanya yang dijitak Lia.
Lia membalikkan badannya menghadap kembarannya, setelahnya dia menjewer telinga Lio.
"Aw aw aw sakit ogeb" ringis Lio.
"Haha rasain! Ini akibatnya karena Lo ninggalin gue" seru Lia tertawa jahat sambil terus menjewer telinga Lio.
"Ckck iya iya sorry" ucap Lio menyentak tangan Lia, setelahnya mengelus telinganya yang sakit. "lagian ngapain aja sih? Dandan ko lama" lanjut Lio.
Lia cengengesan. "berak dulu gue Bang" ucap Lia, sontak inti Decarlos tertawa kecuali 3 orang menatapnya datar.
Lia yang menyadari ada banyak orang merasa malu. "Sa, ko Lo ga bilang ada mereka sih. Terus ada Kak kudaniel lagi, gue jadi malu" bisik Lia tapi masih kedengaran.
"Orang Lia ga nanya Sasa" ujar Sasa polos, sedangkan Lia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Udah dong ketawanya, gue tau gue lucu. Tapi, Kak kudaniel juga ga ketawa tuh." ucap Lia tapi masih dihiraukan, mereka masih asik tertawa.
Lia mendengus "bodo amat!" ucapnya, lalu hendak pergi. Tapi suara seseorang menghentikannya.
"Kenapa sudut bibir Lo?" Tanya Daniel datar, mereka menghentikan tawanya dan melihat kearah Lia, padahal udah gue tutup pake faundation, tapi kenapa masih ketauan batin Lia.
"Cie Kak kudaniel udah mulai perhatian sama gue. Apa sekarang, Kak kudaniel juga udah suka lagi sama gue?" Ucap Lia berbinar, sedangkan Daniel menatapnya datar.
"Jangan mengalihkan pembicaraan Lia." ucap Lio datar, tapi sebenarnya dia khawatir.
"Iya kamu kenapa Lia? Kita ke UKS dulu ya, obati luka kamu" Sasa.
Lia tersenyum manis "gue gapapa, kalian ga usah khawatir."
"ADELIA" teriak Lio tegas, inti Decarlos melihat Lio kaget, karena baru pertama kalinya mereka melihat Lio yang konyol terlihat marah seperti ini. Sedangkan Lia mematung, jika kembarannya seperti ini berarti dia sedang di mode serius. Untungnya disekitar mereka sepi, karena mereka sudah masuk kelas.
"A-aku--"
Kring kring kring
ucapan Lia terpotong oleh bell "aku, aku mau masuk kelas udah bell."
"Abang tunggu penjelasannya" ucap Lio tegas, setelahnya mereka pergi.
Lia menghela nafas lega, mereka masuk kelas dan duduk ditempat masing masing, Vira yang melihat mereka merasa aneh.
"Kalian kenapa?" Tanya Vira.
"Itu sudut bibir Lia terluka, Sasa tawarin ke UKS dianya ga mau."
"Ya ampun Lia, kita ke UKS aja ya obati luka kamu dulu" ujar Vira khawatir.
"Guys gue gapapa, ga usah cemas oke? Lagian bentar lagi juga guru masuk" Lia.
"Beneran, kamu gapapa?" Tanya serempak.
Lia mengangguk "yes, l'm fine" ucap Lia tersenyum menenangkan, setelah itu guru datang .
"Selamat pagi anak anak" sapa pak Kumis.
"Pagi juga pakum" balas semua murid.
"Pakum, ko Bapak yang datang? Bukannya sekarang pelajaran Bu Nini ya?" Ucap salah satu murid, kalo ga salah namanya Tio.
"Memang bener. Tapi, Bu Nini tidak bisa masuk dikarenakan beliau sedang sakit. Jadi--" ucap pakum tapi terpotong.
"Berarti jamkos dong pakum" teriak salah satu murid namanya Joko.
"Kamu ini ga sopan ya Joko, memotong ucapan orang yang lebih tua dari kamu. Hari ini ga ada jamkos, Bu Nini memberikan tugasnya kepada saya. Anak anak buka halaman 158-170 sampai istirahat harus selesai, jika sudah selesai kumpulkan di ketua kelas dan bawa keruangan Bapak. Ada pertanyaan?" Tanya pakum, semuanya terdiam karena syok. "Baik, jika tidak ada yang ditanyakan. Bapak permisi" lanjut pakum lalu keluar dari kelas, mereka pun tersadar.
Gila banyak banget.
Mati tangan gue.
Sasa, gue mau liat.
Sekalian aja, ga usah sembuh tuh Bu Nini.
Iya, ini karma karena ngasih tugas banyak mulu.
Ba*gsat.
Woy gue nyontek.
Eh eh ini isinya apa?
__ADS_1
Eh eh gue juga punya nama kali.
Itulah teriakan teriakan heboh kelas Xl IPA 1. Tapi, mereka tetap mengerjakan tugasnya. Berbeda dengan ketiga gadis, lebih tepatnya Sasa dkk. Mereka mengerjakannya dengan tenang, karena mereka termasuk murid terpintar disekolah nya.