ALLISYA L'D

ALLISYA L'D
Sembilan


__ADS_3

Hari demi hari sudah berganti dan sekarang tiba malam Minggu, malam yang ditunggu oleh anak muda biasa disebut (malmingan) itu pun jika sudah memiliki pasangan/pacaran. tapi, beda lagi dengan yang jomblo mereka menganggap malam Minggu sebagai kesialan bahkan yang jomblo mendoakan agar turun hujan, sama seperti Sasa.


"Huwaaa senengnya, akhirnya setelah Sasa sekolah seminggu full Sasa bisa istirahat juga pokonya besok hari Minggu Sasa mau manja manja sama kasur kesayangan Sasa titik." ucap Sasa tiduran terlentang membayangkan bersantai tenang tapi tiba-tiba wajahnya cemberut.


"Coba aja sekarang ada Abang pasti dia ngajakin Sasa jalan jalan malmingan kaya orang-orang pacaran. Kenapa ga turun hujan aja sih biar yang pacaran diem dirumah aja, terus yang jomblo keluar ehh kalau gitu nanti basah dong kena air ya pokonya gitu, Sasa mau turun hujan. tapi kalau ada yang ngajakin Sasa malmingan engga jadi hujan nya hehe--


Ngomong ngomong ko Abang ga pulang pulang ya? udah tau Sasa kangen sama Abang, kenapa juga Abang harus kuliah di LA kenapa ga di Indonesia aja. Katanya kangen sama Sasa, giliran Sasa ke indonesia malah dianya yang pergi ke LA dasar Abang nyebelin." Sasa terus mengoceh sendiri panjang lebar tiba tiba hp Sasa berbunyi pertanda pesan masuk Sasa melihat siapa yang mengechat malam malam begini.


08xxxxx


P


Sasa langsung duduk tegak. Nomor siapa nih, bales ga ya? ah ga usah ajalah males paling fans Sasa. "Biasa orang cantik banyak fansnya." ucap Sasa PD mengibaskan rambutnya kebelakang hpnya berbunyi lagi.


08xxxxx


Bls Sa


Loh ko dia tau nama Sasa siapa ya? Bales aja deh siapa tau mau ngajak Sasa malmingan, sambil cekikikan.


^^^Sasa^^^


^^^Siapa ya?🤔^^^


08xxxxx


Arka


^^^Sasa^^^


^^^Oohh Kak Arka, mau ngapain? Mau ngajak Sasa malmingan ya?😍^^^


Ka Kulkas👹


G, gue mau ingtn bsk jngn lp jm 9 hrs udh rp.


Sasa menggaruk hidungnya sumpah ya sasa bingung bacanya apa. "Apa sih ini, ga jelas banget ngetiknya apa jangan jangan keyboard Kak Arka rusak?" ucapnya heran.


^^^Sasa^^^


^^^Ih ka Arka ngetik apa sih sumpah ya Sasa engga ngerti😩^^^


Ka Kulkas👹


Besok harus udah rapi jam 9, gue jemput di apartemen Lo.


^^^Sasa^^^


^^^mau ngapain? Terus mau kemana?^^^


Ka Kulkas👹


Lo lupa yang di perpus? RAHASIA,


Dan gue ga Nerima penolakan.


Sasa mengetuk ngetuk jarinya ke dagu bingung, saat Sasa mengingatnya matanya melotot dan pipinya bersemu merah malu.


" Aahh Sasa malu terus terus baper. Tapi kalo besok ikut Kak Arka ga jadi dong santai santainya. Ah sebel tapi ga papa kali kali Sasa maen sama cowok oke Sasa terima lagian Mommy sama Daddy lagi diluar Negeri, nanti Sasa sendiri dong? Ga mau."

__ADS_1


Iya mommy dan Daddy Sasa sedang diluar Negeri, biasa entah itu bisnis atau apalah Sasa ga tau berangkatnya pun Sasa ga tau orang tuanya cuman menelpon Sasa untuk pamit, saat Sasa sekolah mereka bilang mau keluar negeri dan Sasa bebas melakukan apa aja tapi masih sewajarnya udah itu aja.


^^^Sasa^^^


^^^Dasar pemaksa, dan Sasa ga punya pilihan😟 buku Sasa jangan lupa di bawa^^^


^^^Read^^^


dasar nyebelin, ko cuma di read ah bodo amat mending Sasa tidur cantik.


••••••••


Kediaman Lawrence


Dikamar Seorang pria sedang gelisah ia dari tadi bingung chat dia atau engga tapi ia gengsi, tiba tiba.


Brak


"Bang Arka bantuin gue dong kerjain pr matematika, susah banget." ucapnya santai sambil duduk di ranjang abangnya. Dia seorang pria sekitar umur 13 tahun yang tak lain adalah adiknya Arka namanya Arga Satya Lawrence.


Ya benar dia Arka, Arka hanya menatap adiknya datar. "bisa gak kalo masuk kamar gue ketuk pintu dulu."


Arga menggelengkan kepalanya "ga bisa!" ucapnya polos.


Arka mendengus. "kerjain sendiri"  lalu menarik adiknya untuk keluar dan menutup pintunya lalu ia kunci.


" DASAR BANG ARKA PELIT, PANTES JOMBLO GA ADA YANG MAU SAMA LO TERLALU PELIT LO BANG." teriak Arga dari luar kamar.


Sedangkan Arka bodo amat orang dia engga dengar kan kamarnya kedap suara emang adiknya aja yang bego. Arka melanjutkan yang tadi dengan keberanian penuh Arka mengirimkan pesan kepada gadis cerewet siapa lagi kalo bukan Sasa.


Gue


P


Gila ni cewek chat gue cuman di read, udah capek capek gue ngumpulin keberanian penuh, gue coba sekali lagi.


Gue      


Bls Sa


Arka yakin pasti dibalas.


^^^GadisGila^^^


^^^Siapa ya?🤔^^^


Gue


Arka


^^^GadisGila^^^


^^^Oohh Kak Arka, mau ngapain? Mau ngajak Sasa malmingan ya?😍^^^


"GR banget ni cewek, ga punya malu lagi. Tapi dia beda juga sama cewek yang lain huh gue jadi ngerasa bersalah deh sama dia, mau berhenti dari taruhan dikira banci. Tapi, kenapa ya ko Daniel ngebet banget pengen gue deketin ni cewek apa ada sesuatu diantara mereka? ah bodo amat bukan urusan gue yang penting gue menang." dan mereka pun chattingan sampai Arka yang meread, setelah selesai Arka tidur.


••••••••


Sekarang sudah pagi pukul 8:30 dan Sasa sekarang ada di apartemen nya sedang bersiap untuk pergi bersama Arka.

__ADS_1


Sasa hari ini sangat senang, mau tau kenapa? Pertama: dihari Minggu meskipun ga ada abangnya Sasa di ajak jalan sama Kak Arka, kedua: mulai sekarang Sasa dibebasin sama Mom Daddynya pergi kemanapun dan sama siapapun yang dikenal asal bisa jaga diri, kayanya Dad udah cari tau latar belakang sahabat Sasa sama Decarlos deh. oohh betapa Sasa sangat happy sekarang.


Tin tin


"Iya bentar Kak Arka." teriak sasa, Sasa mengunci apartemennya lalu keluar menuju Arka dan terlihatlah Arka sedang berdiri di samping mobilnya Sasa mendekat kearahnya.


"Hai Kak Arka" sapa Sasa tersenyum manis.


"Lama, mana orang tua Lo."


"Mau ngapain? Mau pamit ya? Ga usah Kak, orang tua Sasa lagi keluar negeri, yuk jalan Kak." Arka mengangguk dia yang nanya dia juga yang jawab aneh, lalu keduanya masuk ke mobil.


Di perjalanan tidak ada yang bersuara, karena Sasa tidak suka suasana hening iapun mulai mengajak Arka bicar. "Eumm Kak Arka?"


"Hem."


"Kita mau kemana?"


"Ke Suatu tempat"


Sasa mendengus. "dari kemaren bilangnya ke suatu tempat terus. Iya maksud sasa dimana tempatnya ka Arkaaaa."


"Nanti juga Lo tau" dan setelah itu hening tidak ada pembicaraan lagi Sasa terlalu malas nanya jawabnya singkat Mulu.


"Turun!"


"kita udah nyampe? ini dimana ko hutan? Kak Arka ga lagi culik Sasa kan? atau, MAU MACEM MACEM SAMA SASA YAH." ucap Sasa menyelidik dan diakhir dengan teriakan.


"Berisik! ga."


Sasa membuang nafasnya lega lalu keluar. "Ikuti gue" Sasa hanya mengangguk ya meski Sasa tau Kak Arka tidak melihat nya.


keduanya berjalan terus sampai ditengah hutan ada lowongan dan Arka masuk, Sasa hanya mengikuti saja saat sudah sampai Sasa tercengang.


"Wahh indahhh bangettt." teriak Sasa sambil tersenyum sangat lebar dan matanya berbinar sumpah Sasa kagum di depannya terdapat rumah pohon dan dibawahnya dikelilingi berbagai bunga dan kupu-kupu yang sangat cantik ada juga tempat bermain basket dan suasananya pun sangat tenang dan menyejukkan.


"Tutup mulut Lo, nyamuk masuk."


Sasa hanya cengengesan. "Abisnya indah banget Kak." mereka pun jalan jalan.


"Mau naik ke rumah po--" ucapan Arka terpotong.


"Mau mau Kak Arka." ujarnya antusias dan terus tersenyum sesaat Arka terpesona lalu membuang mukanya dan berjalan duluan.


"Lain kali jangan motong ucapan gue." Sasa hanya menganggukkan kepalanya.


"Naik duluan" titah Arka.


Sasa mulai menaiki tangga satu persatu dibelakangnya ada Arka dan saat tangga ke 5 sepatu Sasa licin dan iapun terpeleset mengenai Arka, Arka yang tidak siap ikutan jatuh dan akhirnya mereka berdua jatuh bersama dengan tubuh Sasa diatasnya, sama seperti kejadian kemarin di perpus bedanya sekarang wajah mereka dekat sekali sedikit bergerak saja terjadi sesuatu. Keduanya saling pandang cukup lama bahkan jantung mereka berdegup dengan kencang.


Dag Dig Dug Dag Dig Dug suara jantung keduanya.


Jantung Sasa kayanya mau copot, cepat banget terus kenapa Kak Arka liatin Sasa kaya gitu. Mommy, Daddy, Sasa butuh bantuan kalian Sasa malu dan Baper ini semua gara gara sepatunya licin kenapa malam harus hujan sih jadi ginikan huaaa batin Sasa sekarang mukanya sudah seperti kepiting rebus merah merona.


Sasa Sasa dia yang berdo'a minta hujan, giliran di kabul malah gini emang ya Manusia tidak tau terima kasih dan bersyukur.😶


Mirip dia apalagi kalo mukanya merah gitu semakin cantik gemesin dan kenapa jantung gue keceng banget eh apaan sih gue Ingat ini cuma taruhan Lo ga boleh kalah batin Arka sambil terus memandangi Sasa dan tersenyum tipis. Sasa yang sudah tidak kuat sangat malu pun memalingkan wajahnya dan.


Cup

__ADS_1


Mata mereka sama sama melotot.


__ADS_2