
Ditempat lain seseorang meninju tembok untuk melampiaskan amarahnya, ia tau sahabatnya melakukan itu untuk kebaikan nya agar melupakan seseorang yang meninggalkannya. Tapi tidak seperti itu caranya lalu ia menendang botol yang ada didepan nya.
"Auww" pekik seorang gadis yang terkena botol itu mengenai kepalanya.
Arka yang terkejut mendekati gadis itu. "Lo gapapa?" Tanya Arka dingin ia tidak tau gadis itu siapa Karena mukanya terhalang rambutnya. Gadis itu mengangkat kepalanya lalu mata mereka bertatapan.
Dia kan? bagus batin Arka
"Aduh Kak! kalo mau buang sampah itu pada tempatnya dong bukan malah dilempar kemana mana, untungnya Sasa yang kena, eh kalo bisa sih jangan ada yang kena bodo amatlah coba kalau guru hayo nanti kakak dihukum." ucap Sasa panjang lebar sambil mengusap usap jidatnya.
Yupz bener yang melempar botol itu Arka sedangkan yang kena Sasa. Tadi itu Sasa sedang belajar, tapi tiba tiba ingin buang air kecil jadi izin ke toilet eh pas sudah beres malah kena timpuk botol mana sakit lagi.😩
"Sorry ga sengaja, pulang gue antar" Arka datar.
"Eh eh gimana? ga usah ga usah Sasa pulangnya dijemput ko, lagian yang sakit jidat bukan kaki Sasa jadi bisa jalan." ucap Sasa panik.
"Gue.ga.nerima.penolakan" tegas Arka, Sasa mengerjapkan matanya.
"Pulang gue tunggu parkiran" Arka sambil berlalu. Sasa menatap lama punggung itu sampai menghilang lalu mengangkat bahunya acuh ia berfikir itu hanya bercanda lagi pula ia tidak kenal dengannya lalu berjalan melanjutkan.
Tanpa mereka sadari mereka belum kenalan satu sama lain.
•••••••
Bel pulang sekolah sudah berbunyi dan satu persatu murid kelas Xl IPA 1 mulai keluar dan tinggallah 3 orang murid berbeda sifat, mereka mulai berdiri saat sampai diluar mereka bertemu Upin dan Ipin eh salah maksudnya 2 sahabatnya. Setelah itu mereka berjalan menuju parkiran.
"Guys nanti sore main yuk" ajak Vina.
"Main kemana?" tanya Lia.
"Kemana mana hatiku senang. Kemana ajalah kita rayain kan kita ada personil baru" Vina.
"Gue sih yes" Lia.
"Aku ngikut aja" Vira.
"Kalo Lo Dar?" Lia
"Hem" dehem Dara.
"Dasar es tinggal jawab oke aja susah" ucap Vina kesal, Dara memutar matanya malas.
"Oke dan gue ga perlu tanya Sasa, Lo harus mau Sa karena Lo personil baru kita" Lia.
Sasa mengangguk angguk kepalanya. "iya. tapi Sasa bilang Mom Dad dulu yaa."
"Oke, tapi kita mau kemana?" Tanya Vira.
"Eumm gimana kalo kita nonton bioskop aja terus shopping, gimana?" Lia.
"Setuju!" teriak Vina
"itu sih emang kebiasaan kamu Vin " ucap Vira, Vina cengengesan.
"Kesananya naik mobil barengan apa sendiri sendiri? " Tanya Vira lagi.
__ADS_1
"Sendiri sendiri aja, lagian kita ga tau rumahnya Sasa dimana, terus kalo jemput satu satu nanti ga keburu malah kemalaman" Lia.
"Iya juga. Pokonya kapan kapan kita harus ke rumah Sasa biar kalo mau main gampang" Vina.
"Betul itu" serempak Vira dan lia, Sasa mengangguk. "boleh boleh harus itu."
"Dimana?" Tanya Dara, akhirnya setelah dari tadi diam Dara angkat suara juga dikira udah ilang diambil yang baca.😄
"Dimana? Dimana apanya? Rumah Sasa?" tanya Lia bingung.
Dara menghela nafas. "Dimana ketemunya?" ulang Dara.
"Ooo bilang dong dari tadi, makanya kalo ngomong jangan setengah setengah Dara, di Lau'kafe aja" gemes Lia.
"Oke" serempak.
Saat mereka sampai parkiran mereka melihat pangeran sekolah sedang berdiri didepan mobil mereka seperti menunggu seseorang. ya mereka Arka dkk.
"Mereka ngapain disitu?" Tanya Vira.
"Ya mana ku tempe kembaran ku" Vina.
"Samperin aja" Lia. Sasa dkk sudah sampai dihadapan Arka dkk.
"Lo ngapain disini le, gue kan udah bilang gue pulang sama temen temen" ucap Lia.
Lio menyentil dahi Lia. " le le Abang Lia, gue ini Abang Lo ya dikira gue lele apa" ucap leo kesel.
"Perasaan ga ada yang bilang dia lele deh, Lia cuman bilang le bukan lele dia sendirikan yang bilang" gumam Sasa pelan menggaruk hidungnya tapi masih kedengaran semuanya dan mereka menahan tawa kecuali 4 orang datar dan Lio dia melongo.
"Kita disini karena my es menunggu si manis" Lio sambil menunjuk Sasa.
"My es? manis? siapa tuh?" Vina.
"Arka yang, dan si manis itu anak baru" Gibran.
"Yang yang pala Lo peang, emang Sasa ada janjian sama Kak Arka?" Tanya Vina lalu menatap ke Sasa.
Sasa menggeleng polos. " engga. Sasa ga kenal mereka, apalagi Kak Arka Sasa ga tau. Yaudah ya Sasa pulang duluan, tuh mobil jemputan Sasa udah nunggu." ucap Sasa sedangkan mereka melongo lalu Dara dkk tertawa ngakak Daniel dkk menahan tawa Arka? Diem menatap Sasa datar.
"Mari princess" ujar Jack dingin sambil menunduk, dan mereka langsung diem karena aura Jack.
"Ko uncle Jack yang jemput Sasa, mang Ujang kemana?" tanya Sasa.
"Saya disuruh tuan untuk menjemput princess, sedangkan Ujang mengantarkan Nyonya." ucap Jack membukakan mobil untuk Sasa.
Sasa mengangguk lalu masuk mobil. "Semuanya Sasa duluan pulang ya." Sasa melambaikan tangan lalu kaca mobil menutup dan mobil melaju meninggalkan parkiran.
"Jangan lupa ya nanti sore Sa" teriak Vina.
"Berisik yang, kasian nanti pita suara kamu ilang" gibran. Vina memutar mata malas.
"Kayanya Sasa bukan orang biasa deh" ucap Vira.
"Iya betul, mobilnya aja sampe silau ke mata gue mengkilap terus manggilnya princess kaya bangsawan gitu" Lia.
__ADS_1
Dara mengangkat bahunya acuh "gue pulang" pamit Dara lalu pergi menuju mobilnya. Mereka semua akhirnya pulang kerumahnya masing masing.
Setelah perjalan memakan waktu 20 menit Sasa sampai dirumahnya.
"MOMMY, DADDY. PRINCESS SASA PULANG YUHUU MANA NIH KARPET MERAHNYA." teriak sasa menggelegar ke penjuru ruangan.
"JANGAN TERIAK PRINCESS MOMMY LAGI MASAK SAYANG" teriak Mom.
"MOMMY JUGA TERIAK LOH."
"MOMMY LAGI DI DAPUR PRINCESS."
"UDAH UDAH JANGAN TERIAK" teriak Daddy karena merasa terganggu dengan teriakan mereka.
"DADDY JUGA TERIAK" serempak Ibu dan anak.
"DADDY CUMA KASIH TAU" teriak Daddy lagi serba salah.
"DIAM!" teriak serempak lagi dan Dady hanya menghela nafas orang waras ngalah batin Dad.
Sedangkan para maid menahan tawa dan ada yang cekikikan karena merasa lucu dengan keluarga Lesham.
Sore hari
mereka kedua orang tua sasa sedang duduk santai di ruang keluarga sambil menikmati teh. "Princess mau kemana? Rapih banget" tanya Mom penasaran.
"Sasa izin mau keluar yaa Mom" pamit Sasa.
"Kemana?" Tanya Dad angkat bicara.
"Sasa mau keluar sama temen temen paling shopping Daddy."
"Cie yang udah punya temen, temen apa temen nih" goda Mom.
"Temen Mom."
"Cowok cewek?" Tanya Dad posesif.
"Cewek Dad, kita mau shopping lagian ya kalo bawa cowok nanti ribet Dad suruh buru buru. Kaya Daddy waktu itu ke Sasa sama Mom" ujar Sasa polos.
Daddy diam bukannya kebalik ya cewek yang ribet batin Daddy.
"Yah ga jadi punya mantu dong Mommy." sedih mom
"Nanti Mom mantunya lagi otw" ucap Sasa.
"Tapi tetep aja lama."
"Udah Mom, Daddy bakal izinin kamu tapi harus pakai supir dan bodyguard" ucap Dad tegas.
"Bukanya udah biasa ya Dad? Tapi bodyguard nya liatin dari jauh aja ya Dad Sasa juga udah pake alat apa yah? Ah ga tau pokonya itu ya ya ya" ucap Sasa menunjukkan puppy eyes nya.
Dady menghela nafas. "oke" pasrah Daddy Karena kelemahannya adalah princess nya apalagi jika sudah mengeluarkan puppy eyesnya dia tidak bisa menolak.
"Yeyy sayang Daddy dan Mommy banyak banyak" sambil memeluk Dad mencium pipi kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Kalau gitu Sasa berangkat!" pamit Sasa lalu berjalan keluar.