
Skip istirahat
Sasa dkk dan Arka dkk sedang di kantin sekarang sambil mengobrol tentang tantangan dance Nadien yang akan diadakan dua hari lagi.
"Sa, Lo udah latihan dance kan?" Tanya vina.
Sasa menggelengkan kepalanya "belum" ucapnya santai.
"Yaampun gemoy ko Lo belum belajar sih, Lo itu mau duel sama ratu dance" Gibran.
"Iya Sa, waktunya dua hari lagi!" Vira.
"Lebay banget sih, Sasa yang duel ko kalian yang heboh" Sasa.
"Pokonya pulang sekolah Lo belajar sama gue degem" ucap Raka perintah.
"Apaan! ga ga mau, pulang sekolah Sasa ada acara dan lagi males banget" ujar Sasa.
"Sasa yang cantik, tapi cantikan gue dan imut imutan lo bukannya gitu. Kalo lo ga belajar terus kalah berarti Lo harus putus dong sama Kak Arka" Lia.
"Siapa yang bilang gitu?" Tanya Sasa.
"Nadien" serempak semuanya.
Sasa tertawa terpingkal pingkal "ga akan ada yang ngambil Kak Arka dari Sasa kecuali- " ucap Sasa menggantung.
"Apaan sih anjirrr."
"Jangan gantung dong, gue kan kepo."
"Iya paan Sa."
"GC dong."
"Anjing bikin penasaran aja."
"Sabar dong" sasa.
"Iya makanya apa Sasa/degem/gemoy" serempak.
"-kecuali, Sasa sendiri yang melepasnya" ucap sasa tersenyum misterius, semuanya terdiam "kalian ga perlu cemas, tunggu aja dua hari lagi. Udah ah Sasa mau ke kelas by by pacar dan sahabat Sasa" ucap sasa lagi lalu pergi sendiri ke kelas.
"Ge perlu cemas gimana? Gua aja ga tau dia bisa apa engga" Raka.
"Kak Arka, emang Sasa bisa dance ya?" Tanya Lia.
"Gue ga tau."
"Tapi gue heran deh, ko dia biasa aja ya kaya ga takut sama sekali."
"Mungkin udah biasa" Daniel.
"Maksud Lo?" Daniel hanya mengangkat bahunya acuh.
"Gue yakin dia bisa" Rafael.
"Seperti yang Sasa bilang, Kita tunggu aja dua hari lagi" ujar Dara sekaligus penutup pembicaraan mereka, setelah itu mereka pergi ke kelas masing-masing.
••••••••••••
2 hari kemudian
Matahari bersinar terang menembus kaca kamar seorang gadis yang sedang tertidur pulas. Sehingga tidak terganggu dengan sinar matahari yang masuk kedalam kamarnya, padahal sekarang sudah jam 9 pagi.
__ADS_1
"Princess bangun."
"Princess katanya sekarang ada acara, bangun sayang."
Mom mengguncang tubuh Sasa. "Princess Sasa bangun! ini udah siang, nanti kamu telat acaranya." Tetap saja tidak ada pergerakan sedikit pun.
"Anak siapa sih ini susah banget bangunnya baru kemarin dipuji sekarang diulang lagi." Karina terus mengoceh sambil mengambil gelas yang ada airnya dimeja dan menyipratkan nya ke wajah Sasa.
Sasa bergerak sedikit tak lama kembali tidur, Karin yang sudah kesal menyiram Sasa. Sasa yang kaget langsung duduk "HUAA MOMMY HUJAN AMBILIIN SASA PAYUNG." Teriak Sasa heboh saat sudah sadar ia menoleh kearah kanan dan menemukan Mommynya sedang berkacak pinggang.
"Apa!" Mommy galak sedangkan Sasa cengengesan.
"Eh Mommy cantik. Udah lama Mom?"
Mommy menatap Sasa sinis. "Bentar ko princess! Sampai suara Mom habis teriakin kamu. Sana mandi! Katanya ada acaranya jam setengah sepuluh tapi malah asik tidur."
"Iya Mommy ini juga mau mandi, lagian masih pagi jug--" Sasa melihat kearah jam terkejut. "WHAT! JAM SEMBILAN KO CEPAT, KENAPA MOMMY GA BANGUNIN SASA. HARI INI SASA ADA TANDING." Teriak Sasa sambil lari terbirit-birit ke kamar mandi.
Mommy melongo melihatnya. Dari tadi ia membangunkan Sasa sampai suaranya mau habis tapi anak itu aiss- Mom menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak ajaibnya setelah itu keluar kamar.
Setelah 5 menit Sasa keluar dari kamar mandi, kenapa cepat? Karena ia tidak mandi hanya cuci muka dan gosok gigi. Setelah siap ia pergi keluar berlari kecil.
"Mom, Dad. Sasa ga sarapan udah telat!" Seru Sasa terburu buru.
"Bentar princess minum susunya dulu." Titah Mom, Sasa mengambil susu itu lalu meminumnya hingga tandas.
"Baru juga kemarin Mommy bilang kamu udah dewasa bisa bangun pagi sendiri eh sekarang kembali lagi ke princess kecil lagi." Mommy meledek Sasa.
Sasa mendelik kearah Mom. "Baru juga sekali Sasa kaya gini nanti juga engga lagi, lagian ya Sasa kesiangan karena tidur malem." Ujar Sasa tidak sadar.
"Jam berapa kamu tidur?" Tanya Dad tegas karena ia tidak suka princess nya tidur malem dan tidak istirahat.
"Jam 3 lewat Dad." Jawab Sasa keceplosan, seakan tersadar Sasa menutup mulutnya dengan kedua tangannya rapat rapat. Kedua orang tuanya terkejut dan melotot melihat Sasa.
"Oh iya Mom, Dad. Matanya jangan melotot terus nanti keluar menggelinding." Teriak Sasa lari terbirit-birit karena ia yakin macan betina dan jantan akan berkoar.
"AURISTELA ALLISYA." Teriaknya serempak, Sasa cekikikan diluar tuh kan bener apa Sasa bilang batinnya.
Sasa berangkat ke sekolah diantar oleh Mang Ujang, akhirnya Sasa sampai sekolah. "Makasih Mang Ujang, Sasa masuk ya!" Sasa masuk dengan berlari untung saja koridor sepi jadi ia bisa berlari kencang tanpa harus takut tertabrak orang.
Ah iya! Sasa belum kasih tau kalian kalau hari ini sekolah diliburkan karena sedang ada rapat dewan guru. Dan tentang taruhan dance dilaksanakan di ruangan khusus dance disekolah makanya hari ini Sasa pergi ke sekolah, untuk juri ada Raka dan Pak Rendi selaku guru dance di sekolah LHS. Waktu menunjukkan pukul 09:25 sedangkan pertandingan dimulai pukul 09:30. Hanya tersisa lima menit lagi jika Sasa datang telat maka Sasa akan diskualifikasi dan Nadien akan menjadi pemenangnya.
•••••••••
Sedangkan ditempat dance. Arka dkk dan Dara dkk sedang cemas karena Sasa belum juga datang padahal pertandingan sebentar lagi dimulai, sedangkan Nadien dkk tertawa bahagia karena Sasa belum datang itu tandanya ia akan menang.
"Mana nih si cupu?" Tanya Nadien mengejek.
"Mungkin aja dia takut sama Lo nad, makanya ga Dateng." Jawab Dea, Nadien dkk tertawa.
"Bagus deh. Jadi Arka sayang siap siap jadi pacar gue." Ucap Nadien genit
Arka mendengus menatap dingin Nadien dkk. "Ga.akan.pernah."
Nadien menyeringai. "Liat aja nanti waktunya juga tinggal 5 menit lagi kalo dia ga datang gue yang menang, cabut girls." Ujarnya setelah itu pergi.
"Aduh Sasa kemana sih? Bikin gue khawatir aja" Vina
"Hooh, jantung gue cepat banget detaknya kaya lagi jatuh cinta sama Kak kudaniel." Ujar Lia mengedipkan matanya kearah Daniel sambil menyengir sedangkan Daniel menatapnya datar.
"Dasar bucin Lo dek!" Seru Lio menoyor kepala adiknya.
"Bilang aja syirik Bang karena ga bisa godain Dara yang datar kaya triplek."
__ADS_1
"Sialan" umpat Lio
"Apa jangan jangan Sasa kesasar lagi." Ujar Gibran ngawur, sekarang gantian Gibran yang di geplak oleh pacarnya.
"Yang, kalo lagi serius begonya jangan keluar dong. Lagian ga mungkin Sasa kesasar orang dia udah lumayan lama sekolah disini masa ga tau." Ucap Vina sewot.
"Sayang kamu dimana?" Gumam Arka.
"WAKTU TINGGAL 1 MENIT LAGI JIKA SASA TIDAK DATANG MAKA SASA AKAN DISKUALIFIKASI DAN PEMENANGNYA ADALAH NADIEN." Teriak Raka atas instruksi Pak Rendi, waktu terus berjalan sedangkan Sasa belum sampai juga.
"Waktu tinggal 5 detik lagi. Kita hitung sama sama jika Sasa belum datang juga maka Nadien pemenangnya." Ucap Pak Rendi mereka mulai menghitung bersama sama.
5
4
3
2
BRAKKK
Tepat saat akan hitungan terakhir seseorang datang membuka pintu dengan sangat kencang dan muncullah Sasa dengan baju kusut, rambut berantakan, sepatu sebelah dan sebelahnya lagi di jinjing dengan nafas ngos-ngosan. Dara dkk yang melihat Sasa seperti itu ingin sekali mereka tertawa tapi ini bukan waktu yang tepat jadi yang keluar hanya cekikikan saja.
"MAAF MAAF SASA TELAT. TADI ITU SASA BANGUN KESIANGAN, SARAPAN JUGA SASA BELUM. PERTANDINGAN BELUM DIMULAI KAN? HARUS BELUM YA." Sasa berteriak heboh semua perhatian berpusat kearah Sasa. Setelah itu,
Hahahahahahahahaha, semua orang tertawa melihat penampilan Sasa yang terkesan imut tapi berantakan. Bisa dibilang kaya kucing liar.
"Apa?" Tanya Sasa polos
Arka mendekati Sasa dan memeriksa seluruh tubuh Sasa tangannya sudah menempel dikedua pipi Sasa. "Sayang kamu gapapa? Kamu baik baik aja kan? Ada yang luka? Kenapa kamu berantakan? Atau kamu--"
"Ih Kak Arka apaan sih! Sasa baik baik aja. Dan kalau mau nanya satu satu dong Sasa jadi bingung jawab yang mana dulu." Sasa memotong ucapan Arka.
"Sasa, kamu darimana aja? Kami khawatir sama kamu" Vira.
"Iya Sa, lo darimana? Jantung gue kaya mau loncat tau Sasa"Lia
"Dimana?" Dara.
Sasa menggaruk hidungnya bingung. "Jawabnya nanti aja ya? Sasa mau ganti baju dulu" ujar sasa mereka mengangguk.
••••••••
"Datang juga lo cupu, gue kira lo takut" ujar Nadien.
"Tentu. Ga ada rasa takut di kamus seorang Auristela Allisya."
"Cih liat aja nanti. Tapi gue saranin lebih baik Lo mundur dari sekarang sebelum gue permalukan Lo."
"Kalau Sasa ga mau gimana? Harusnya yang bilang gitu sasa, siap siap aja besok bawa Pete." Ujar Sasa
"Bangsat! Awas Lo!" Umpat Nadien dengan tangan menunjuk Sasa
Sasa mendekat kearah Nadien hingga telunjuk Nadien hampir menyentuh muka sasa, Sasa merapikan tali baju tipis dibagikan pundak Nadien. "Kak Nadien kalau pakai baju yang bener dong ini tanding dance bukan tanding memperlihatkan tubuh atau... Kakak sengaja mau nyogok orang dengan tubuh Kakak biar menang Hem?" Ujar Sasa menyeringai, tapi yang melihat hanya Nadien saja dan itu membuat Nadien bergetar takut.
Setelah itu Sasa pergi dari hadapan Nadien ia bergabung bersama sahabatnya. Sasa duduk dekat Arka dan menyenderkan kepalanya dipundaknya, Arka mengusap kepala Sasa lembut.
"OKE GUYS. KARENA SEKARANG SUDAH LENGKAP MARI KITA MULAI PERTANDINGAN DANCE. PERTANDINGAN INI BUKAN HANYA UNTUK MEREBUTKAN ARKA TAPI JUGA PEMILIHAN SEBAGAI RATU DANCE YANG TERBAIK." Teriak Raka dan disambut sorakan oleh penonton, ah iya! Meskipun sekolah diliburkan tapi penontonnya banyak karena mereka ingin melihat siapa yang akan menjadi pendamping Arka sekaligus ketua dari geng Decarlos.
"Berasa jadi ****** gue dilelang." Gumam Arka pelan Sasa yang mendengar gumamannya cekikikan.
"PESERTA PERTANDINGAN DANCE ADA 2 ORANG. MARI KITA PANGGIL SALAH SATU DARI MEREKA YAITU NADIEN ISABELLA. SILAHKAN MAJU KE DEPAN DAN PERLIHATKAN DANCE MU." Seru Raka lalu kembali duduk.
__ADS_1
...Mohon tinggalkan jejak jika sudah membaca.🙏❤️...