ALLISYA L'D

ALLISYA L'D
Dua


__ADS_3

Saat ditengah jalan Sasa melihat pria paruh baya yang sedang bersandar di samping mobil tersenyum melihat dirinya dan Mommynya dan merentangkan tangannya.


Sasa berlari kearah pria paruh baya itu dan memeluknya dengan sangat erat.


"l really miss you Deddy" ucap Sasa mendongak melihat Daddy nya.


ya dia Daddy sasa namanya Thomas Jefferson Lesham sifatnya penyayang, lembut, tegas, dan pastinya selalu menuruti keinginan princes nya. Tapi hanya pada orang terdekatnya saja, jika pada orang lain sifatnya berubah dingin, cool, tegas, kejam, apalagi sampai ada yang menyakiti keluarganya dia akan membuat orang itu sengsara atau mungkin membunuhnya.


"Daddy juga kangen sama princess nya Daddy" balas Dad sambil menjiwil hidung mancung putrinya, Sasa tertawa lalu tersenyum lebar.


"Anaknya aja nih yang dikangenin, kamu ga kangen sama aku mas." Rajuk Mom pura pura cemburu.


"Tentu saja aku juga merindukan mu sayang." ujar Deddy sambil memeluk dan mencium b***r Mom sekilas. Mommy membalas memeluk Daddy dan menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu.


Tanpa di sadari mereka jadi pusat perhatian dan banyak teriakan histeris karena melihat keharmonisan/keromantisan keluarga mereka.


"Udah dong pelukannya, ga kasian sama baby baby Sasa yang udah pada demo." ujar Sasa polos sambil mengusap perutnya dan merusak suasana pasangan suami istri itu.


"Yaudah yaudah kita pulang ya princess, sekalian kita mampir dulu ke kafe." ajak Daddy.


"Oke mas/Dad " serempak Mom dan Sasa.


"Jack. bawakan barang barang istri dan putri saya" titah Deddy dingin.


"Baik boss" Jack.


Jack Paterson tangan kanan Thomas sifatnya hampir sama dengan bosnya,tampan, jarang senyum, yatim piatu dan belum memiliki pendamping diumur kepala tiga. Umurnya 35 tahun.


Setelah diperjalanan dan mampir ke kafe menghabiskan waktu 3 jam akhirnya kami sampai di mansion yang sangat megah.


"Dad, Mom.. Sasa istirahat dikamar dulu ya ngantuk" ucap Sasa setelah itu menguap lalu melangkah berjalan.


"Emang kamu tau tempat tidurnya princess?" tanya Mom. Sasa berhenti berjalan lali menengok kebelakang mengerjapkan matanya linglung.


"Engga" ujar Sasa polos menggelengkan kepala tidak tahu. Dua orang paruh baya tertawa melihat kegemasan putrinya.


"Bi Minah" panggil Dad.


"Enggeh pak" BI Minah


"Kenalkan ini istri saya Karina" Karin pun tersenyum. "dan ini putri saya- " ucap Dad di potong oleh Sasa.


"Halo bi Minah kenalin nama aku Auristela Allisya panggil Sasa aja, cantik juga boleh tapi jangan micin ya Bi." Sasa tersenyum lebar.

__ADS_1


"Salam kenal Bu Karin, non Sasa." bi Minah tersenyum.


"Salam kenal BI" Mom dan Sasa.


"Bi tolong antarkan princess ke kamarnya" titah Dad.


"Enggeh pak, mari Non" ucap Bibi. Sasa mengangguk Mereka menaiki lift dan sampailah di kamar Sasa yang bertulisan Princess Allisya.


Cklik


Pintu terbuka dan terpampanglah kamar Sasa yang megah"Makasih Bibi cantik."


"sama sama princess."


Malam hari


Mereka keluarga Lesham sedang menonton televisi sambil tertawa ngakak ralat lebih tepatnya Mommy karina dan Sasa sedangkan Daddy Thomas lagi berhadapan dengan kaca eitts salah laptop maksudnya, biasa orang sibuk😎 tapi laptop juga ada kacanya sih.


"hahaha Aduh Sa ini ngakak asli perut Mommy sampe sakit ketawa terus" ucap Mom sambil memegang perutnya dan lanjut tertawa.


Sasa? jangan ditanya dia sudah guling guling di sofa. "bener Mom perut Sasa juga udah keram nih haha."


Deddy yang merasa sedikit terusik dan kepo akhirnya berdehem " Ekhem " dehem Deddy.


" EKHEMMM " dehem Daddy agak keras mereka akhirnya berhenti menonton lalu berpandangan dan menoleh ke arah Dad bersamaan.


"Kenapa mas/ dad? " Serempak Mom dan Sasa, saat Dad mau menjawab dipotong oleh sasa.


"Oh Daddy kecapean kali Mom makanya sakit tenggorokan terus batuk " ucap Sasa ngawur.


"Makanya Mas kalo kerja itu jangan capek capek harus tau waktu, itu pasti kurang minum makanya sakit tenggorokan, apa susahnya sih Mas minum doang, meskipun aku jauh dari kamu setidaknya panggil pelayan, tinggal bilang nanti diambil lin terus di kantor kamu juga ada sekretaris atau engga OB bisa minta tolong. Buat apa mereka ada kalo engga disuruh, makan gaji buta itu." ucap Mom panjang x lebar sambil mendengus padahal mah omongannya ngaco.


Daddy melongo mendengar omongan istrinya yang panjang x lebar udah gitu ngaco lagi padahalkan dia ga sakit tenggorokan cuman kepo makanya dia berdehem mau nanya. Gara gara si biak kerok nih jadi kena omelkan batin dad.


Sedangkan sibiang kerok sedang memakan cemilan sambil cekikikan melihat pasangan suami istri itu tanpa merasa bersalah siapa lagi kalo bukan Sasa


Emang anak kampret dikira lagi siaran batin dad lagi.


"Sayang aku ga sakit tenggorokan, tadi itu aku mau tanya kalian lagi nonton apa? sampai Daddy ga bisa fokus kerja " jelas Dad, Mom. pun nyengir karena malu lalu Mom dan Sasa pun saling pandang lalu tertawa ngakak, Dad pun mengernyitkan dahinya.


"Oh itu mas kita tuh lagi nonton Drakor A Business Proposal, lucu banget filmnya romantis lagi."


"Benar itu Daddy, apalagi pas peran utamanya ketemu aduh lucu banget kelakuan mereka" ujar Sasa sambil tertawa.

__ADS_1


Daddy menatap mereka datar lalu. ibu dan anak sama aja 'Batin Dady "Untung sayang." gumam Daddy pelan.


"Apa mas/dad?" serempak.


"Engga papa. Princess lusa kamu sekolah" Dad.


"BENERAN DAD!" seru sasa berbinar" dimana?" Sasa lagi pelan.


"Ya di sekolahan princess" serempak Mom Dad.


"Isss maksud Sasa itu nama sekolahnya daddyyy mommyyy." seru Sasa dengan wajah yang ditekuk.


"Di Law High School (LHS) princess." ucap Dad memberitahu Sasa mengangguk angguk.


"Kamu tau princess?" tanya Daddy.


"Engga, makanya tadi Sasa nanya" Sasa polos.


"Huhh sabar." gumam Dad pelan "princess disana ada Anggota kita juga yang sekolah di LHS, Daddy akan menyuruh mereka untuk melindungi mu, mereka lebih tua satu tahun dari kamu. Kalau nanti princess butuh apa apa minta tolonglah kepada mereka." ucap Dady "dan satu lagi princess, identitas kamu Daddy sembunyikan" lanjut Daddy Sasa pun terdiam.


"Aku ga setuju mas! bukannya kalo kita menyembunyikan identitasnya itu akan lebih membahayakan, setidaknya jika mereka tau princess keluarga dari Lesham mereka akan segan kepadanya. " bantah Mommy mengernyitkan dahinya bingung.


"Sayang. Itu lebih baik untuk princess, Kamu ingat dulu kita pernah lalai menjaganya, dan aku ga mau kejadian itu terulang lagi. " ucap Daddy sendu sambil berusaha menyakinkan Mommy.. ya dulu Sasa pernah diculik oleh musuh keluarganya karena alasan sesuatu.


Sasa mengepalkan tangannya erat lalu mengangkat kepalanya dan melihat Mom. " Sasa setuju sama Daddy Mom, lagian kalo mereka tahu Sasa dari keluarga Lesham mereka pasti ga mau temenan sama Sasa mereka akan takut sama sasa, and sasa will always be alone. Please setuju yaa mom. " Sasa mengatupkan kedua tangannya dan memasang puppy eyes andalannya.


Mommy menghela nafas. "Okay, Mommy ga bisa nolak keinginan kamu princess. Tapi ingat! kalau ada apa apa atau mereka ada yang nyakitin princess bilang sama Mommy atau Daddy. NGERTI?" ucap Mommy tegas menekan kata ngerti.


Sasa tersenyum lebar lalu hormat. "Siap Mommy." ujar Sasa tersenyum lebar, Sasa memeluk Mom Dad. " Thanks Mom dad, l Miss you."


"Miss you too princess" serempak.


"Yaudah tidur sana princess udah malem" ucap Daddy sayang.


"Oke Dad, good night and good sleep my family." ujar Sasa mencium pipi kedua orang tuanya.


"Too sayang." serempak lalu membalas mencium pipi sasa.


"Mas. Aku khawatir sama princess." ucap Mom memeluk Daddy erat.


"Kamu tenang aja sayang, aku akan menempatkan beberapa bodyguard disampingnya." ucapnya menenangkan sambil mengelus kepala Mommy, dan Mommy hanya mengangguk.


"Sayang. Mas rindu sama kamu, Bagaimana kalau kita buatkan adik untuk Austin dan princess, Hem." goda Daddy membuat pipi Karina memerah malu dan meninju dada bidang suaminya, Daddy tertawa melihatnya lalu menggendong Karina menuju kamar mereka.

__ADS_1


__ADS_2