ALLISYA L'D

ALLISYA L'D
Lima


__ADS_3

"Oh iya iya, oke nih gue jelasin ya jadi mereka itu DECARLOS sekumpulan bad boy yang anggotanya Cogan semua, jenius lagi dan geng yang ditakuti di seluruh Indonesia. karena kekejamannya menghadapi musuh, tapi mereka bukan gangster atau mafia. Bahkan anggotanya udah banyak dan mereka itu--" sambil menunjuk geng Decarlos "most wanted boy sekaligus anggota inti dari Decarlos yang beranggota 6 orang." jelas Vina Sasa hanya mengangguk angguk.


"Nih gue kasih tau namanya, mulai dari yang paling belakang itu belah kanan rambutnya gondrong namanya Raka Bramantyo Damian dia itu sifatnya bad boy, cerewet, playboy, suka tebar pesona, tapi dia pinter fisika suka mengikuti olimpiade dan dia ketua dance cowok."


"Nah! yang dibelakang belah kirinya itu rambut abu abu kayak kakek tua, namanya Gibran Ardana Lesmana sifatnya sama kaya Raka cuman dia itu pinter di bidang kimia sekaligus hacker, tapi dia itu malu maluin." jelas Vina panjang x lebar.


"Sama kaya Lo!" serempak kecuali Sasa karena dia sedang fokus mendengarkan, Vina memonyongkan bibirnya.


"Oke gue yang lanjutin, itu yang di depannya Gibran namanya Adelio Caesar Fernandez. Yupz benar dia kembaran gue sifatnya kalem, lembut, jahil, tapi bobrok, kalo dia senyum beh manis banget ada lesung pipinya lagi, dia juga pinter, ketua musik."


"terus di depannya Raka namanya Rafael Delvin scott. Sifatnya datar, jenius, bodo amatan, kalo ngomong pedes kaya cabe, tapi anehnya dia pinter matematika" jelas Lia.


"Lanjutin Vin pegel mulut gue."


"Kalo yang deket didepan namanya Daniel Alfino Lewis. sifatnya datar, jarang senyum, ngomong juga jarang, dia juga misterius, jenius parah, ketua ekskul bela diri."


Sasa terdiam. "siapa tadi marganya, Lewis?" tanya Sasa.


"Iya Sasa, Lo kenal?" Tanya Lia.


"Eh iy--" ucap Sasa terpotong Vina.


"Ya pasti engga lah, Decarlos aja dia ga tau apalagi keluarga Lewis, iya ga sa?" potong Vina.


"Ah iya iya" gugup Sasa ternyata kamu disini batin sasa menyeringai tipis.


"Yang terakhir yang paling depan namanya Arka Raffasya Lawrence. Dia itu ketua DECARLOS sekaligus cucu pemilik sekolah ini sifatnya dingin+datar, ga tersentuh, paling jenius, ketua ekskul basket. " jelas Vina lagi.


"Tapi gue denger dari kembaran gue anggotanya ada 7 orang, tapi yang satunya lagi ga tau dimana" sambung Lia.


"Kamu jangan sampe Deket mereka ya Sa, katanya sih mereka bagus di fisik aja tapi dalamnya kotor" ucap Vira.


"Kotor? Daleman mereka kotor? Jorok dong!" sentak Sasa kaget Vina dan Lia tergelak Dara tersenyum tipis.


"Bukan itu Sasa. maksud aku mereka itu jahat suka tawuran, bolos, kadang ngerokok, balapan, ga ngerjain pr, pokonya banyak lah" jelas Vira. Vira kalo ngomong kadang pakai gue kadang juga aku ya guys.


"Enak aja engga sa jangan didengerin. Mereka itu termasuk siswa berprestasi dan terjenius sudah banyak piala yang mereka dapatkan dari kompetisi jadi wajar aja kalo mereka ga ngerjain pr orang udah jenius, bener ga Li?" Vina.


"Bener itu kembaran gue ga gitu ya, buktinya kalo gue nyuruh dia beli pembalut dia selalu Nurut ko. " ucap Lia lalu matanya melotot dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya aduh aku lupa maafin kembarannya ini ya yang sudah menyebarkan aibmu bang batin Lia.


Hahaha Vina dan Vira tertawa terbahak bahak sampai semua orang melihat ke arah mereka sedangkan Sasa dan Dara lanjut makan ga ngerti.


Kring kring kring


Setelah selesai mereka bangkit dari duduknya lalu berjalan meninggalkan kantin pas belokan mereka terpisah karena beda kelas.


•••••••


Sedangkan ditempat lain mereka Decarlos baru datang dari kantin dan banyak pasang mata yang melihat mereka memuja terpesona terutama kaum hawa sedangkan kaum Adam merasa iri.


Pangeran gue datang woy.


Arka ganteng banget.


Gibran aku padamu.

__ADS_1


Daniel jarang senyum tapi tampan.


Lio manis banget kalo senyum.


Rafael seksi banget.


Raka l love you.


Sedangkan mereka tak peduli berbeda dengan Gibran dan Raka mereka sedang tebar pesona kiss jauh.


Mereka sampai ditempat biasa Decarlos duduk. "Woy kalian pesan apaan?" Raka.


"Biasa" ucap Lio, Raka memesan makanan setelah beberapa menit pesanan mereka datang.


"Ko gue ngerasa diperhatiin yah?" Gibran.


"Gr Lo! siapa yang mau merhatiin Lo udah jelek, suka bolos, malu maluin, idup lagi" Raka.


Gibran menoyor kepala Raka. "ngaca woy" Raka cengengesan.


"Tapi bener kata Gibran gue juga ngerasa diperhatiin. " Lio


"Kembaran Lo, belakang" datar Rafael. Mereka melihat kebelakang kecuali Arka dan Daniel mereka sibuk makan.


"Wah itu bukanya Dede gemoy yang tadi nanya ke kita ya?" Raka.


"Mana mana" ucap Gibran Raka menunjuk kearah Sasa.


"Iya bener, Aduh meleleh gue liat senyumnya" Gibran.


Daniel yang merasa diperhatikan pun mengangkat kepalanya dan.


Saat Daniel melihat kearahnya dia sudah tidak melihatnya, Dia ada disini batin Daniel hpnya berbunyi tanda pesan masuk dan dia mengepalkan tangannya erat.


"Yah yah mereka mau kemana? belum juga si manis gue liatin" Lio


"Lo kira si manis jembatan Ancol" Raka.


"Bukanlah, dia itu si manis jembatan menuju hati gue" ucap Lio tersenyum menyebalkan.


"Najis!" umpat serempak, Lio menekuk wajahnya.


"Ekhem" Daniel berdehem membuat perhatian inti Decarlos kepadanya termasuk Arka menaikkan alisnya penasaran.


"Guemaungajaktaruhan" ajak Daniel mereka melongo, kecuali Arka menatap Daniel datar (ga nyadar diri yah si Arka padahal dia lebih parah😂).


"Ngomong apaan lo! kalo ngomong jangan pake bahasa alien Lo" Lio


"Iya bener ga ngerti gue" ucap Raka sambil menggaruk kepalanya.


Daniel menghela nafasnya "gue.mau.ngajak.taruhan" jelas Daniel menekan di setiap katanya sedangkan ada seseorang yang terdiam membisu.


"Serius Lo! Taruhan apa?" Tanya Gibran semangat karena anggota Decarlos sangat suka tantangan.


"Tapi ini hanya berlaku untuk Arka" Daniel tersenyum miring, Arka menoleh lalu menaikkan alisnya 'apa'

__ADS_1


"Karena cuman Lo yang ga suka cewe" ucap Daniel santai. Arka menatap Daniel tajam sedangkan trio sableng tertawa terbahak bahak, Rafael? Tersenyum tipis.


"Sekarang buktikan ke kita kalo Lo bukan homo" lanjut Daniel tanpa takut sedikitpun melihat tatapan tajam Arka.


Arka mendengus. "taruhan?" Dingin+datar.


Daniel tersenyum miring "buat anak baru cewek tadi suka sama loh dalam waktu dua bulan, kalo Lo menang... gue kasih apapun buat Lo, gimana?" ucap Daniel tersenyum miring.


Semua melongo dengan ucapan Daniel bukan, bukan soal taruhannya tapi pasalnya dia ngomong panjang.


"Wagilaseh BABANG DANIEL NGOMONG 20 KATA GUYS" teriak Raka heboh.


"GILA ES SATU KITA SUDAH MENCAIR" teriak Gibran.


"Harus Syukuran " Lio


"Gila" gumam Rafael melihat kelakuan sahabatnya. Dan mereka menjadi pusat perhatian sedangkan Daniel memutar bola matanya malas.


"Gue serius, gimana?" Tanya Daniel lagi dingin.


"Apartemen, gue juga penasaran" datar Rafael.


"Gue motor sport" Gibran.


"Gue tiket jalan jalan aja deh" Raka.


"Karena ini demi kebaikan Boss, Gue ikut mobil keluaran terbaru" Lio


Sultan mah bebasss 😎


Arka terdiam. "ga, gue bukan bajingan permainin hati cewe" lalu berdiri saat akan melangkah.


"Takut jatuh untuk kedua kalinya? Ini ketua geng Decarlos yang ditakuti seluruh Indonesia? BANCI!" ucap Daniel, Arka mengepalkan tangannya.


"Iya ka, itung itung belajar move on dari Dia" Rafael.


"Lagian dia cantik banget manis lagi, gue yakin Lo juga bakal suka sama anak baru itu" Lio.


"Kalo gue kalah?" tanya Arka datar.


"Gue yakin Lo menang, mungkin kalo Lo kalah jabatan Lo yang jadi taruhannya. Deal?" ujar Daniel.


Arka terdiam sambil tangannya mengepal. "fine, gue terima" lalu pergi melanjutkan jalannya dengan amarah.


Daniel tersenyum lebar. "temen gue" dan terdengar pekikan kaum hawa melihat sang es tersenyum kena lo batin seseorang.


"Yah potek hatiku bang" Gibran dibuat sendu.


"Bener pake banget, dede gemoyku diambil" Raka memelas.


Lalu mereka berpelukan "lebih baik aku bersama mu saja kakanda" Gibran mengangguk "tidak menyakitkan" mereka yang menyaksikan bergidik ngeri.


"Gila!" Rafael.


"Najis!" Daniel.

__ADS_1


" Jijik!" Lio.


Setelah mengumpat, mereka meninggalkan dua sejoli itu untuk menuju ke kelas.


__ADS_2