
Hari ini sekolah masih diliburkan. Karena setelah kemarin tanding basket, besoknya Arka mengajak Sasa jalan jalan ke Dufan untuk merayakan jadiannya mereka. Sasa sekarang sudah siap tinggal menunggu pangeran menjemputnya, maksudnya pangeran Arka.
Brem brem
Dari kejauhan suara mobil terdengar lalu berhenti disamping Sasa. "Ayo Sa masuk! Mau aku bukain aja?" Arka.
"Ga usah Kak, biar Sasa sendiri" ucap Sasa, lalu masuk kedalam mobil. Mereka pun pergi.
Didalam mobil
Terjadi keheningan diantara keduanya. "Kak Arka ga capek? Kemarin kan baru main basket, padahal kalo jalan jalannya ditunda juga Sasa gapapa" Sasa.
"Aku gapapa Sa, nih liat aku sehatkan?" Tanya Arka, Sasa mengangguk "lagian besok masuk sekolah, susah nanti full time nya sama kamu" lanjut Arka.
"Alasan, padahal Minggu depan juga bisa. Bilang aja Kak Arka pengen nempel terus sama Sasa" ujar Sasa PD dan Arka hanya terkekeh geli melihatnya.
"Oh iya! Tadi kenapa ga mau aku bukain pintunya? Biasanya cewek suka hal yang romantis, salah satunya itu" tanya Arka.
"Jangan samain Sasa sama yang lain, jelas beda. Sasa itu limited edition makanya langka." ucap Sasa sambil menyengir "Sasa bosan tau Kak Arka dibukain terus sama bodyguardnya Daddy, nanti kalo Kakak yang bukain pintu, dikiranya nanti bodyguard Sasa lagi. Padahal Kak Arka itu pacar Sasa" lanjut Sasa menjelaskan.
"Enak aja, mana ada bodyguard seganteng aku" protes Arka.
"Ckck Kak Arka terlalu percaya diri, asal Kakak tau ya bodyguard Daddy itu ganteng ganteng--"
"Aku juga ganteng."
"Badannya Maco--" Sasa lagi.
"Aku lebih Maco."
"Apalagi badannya tinggi tinggi kayak tiang listrik" ujar Sasa lagi dengan mata yang berbinar binar.
"Aku juga tinggi. Tapi, ga kaya tiang listrik dan kamu juga milik aku" sentak Arka ngegas.
Sasa melihat Arka yang sedang menyetir lalu memiringkan kepalanya bingung "Kak Arka kenapa?" Tanya Sasa polos.
"Menurut kamu?" tanyanya masih ngegas.
"Iihh Kak Arka ko ngegas sih ke Sasa." Sasa kesal mengerucutkan bibirnya lalu matanya berbinar "Kak Arka cemburu?" Lanjut Sasa.
"Ga"
"Masa sih, kalo cemburu bilang aja Kak" Sasa.
"Diem Sa!"
Sasa menoel noel pipi Arka "ciee Kak Arka cemburu" ucap Sasa menggoda Arka.
Arka tetap diam"turun!" Titah Arka.
"Kak Arka jahat! Kalo cemburu ya cemburu aja. Tapi, ga usah turunin Sasa ditengah jalan juga kali." ucap Sasa menekuk wajahnya melihat Arka.
Arka menghela nafas. "Kita udah sampai Sa" ucap Arka datar lalu hendak keluar tapi tangannya ditahan Sasa, dia membalikkan badannya dan Sasa langsung menerjang memeluknya erat.
Arka mematung, Sasa mengangkat kepalanya memandang Arka sambil tersenyum lebar dengan tangan masih memeluk leher Arka.
"Kak Arka jangan marah ya tadi Sasa cuman becanda kok, serius. Lagian Kak Arka kalo marah lucu gemesin, tapi Sasa lebih suka kakak yang lembut dan banyak bicara dan mereka emang bodyguard Sasa. Tapi, kalo Kak Arka itu masa depannya Sasa" rayu Sasa.
"Ya ya ya maafin pacarnya Kak Arka, janji deh Sasa ga gitu gitu lagi" lanjut Sasa menunjukan puppy eyesnya.
Arka yang sudah tidak tahan melihat kekasih kecilnya sangat menggemaskan meraup muka Sasa dan tersenyum. "Aku maafin, tapi ingat! Jangan sebut cowok lain lagi dihadapan aku, aku ga suka."
"Iya iya pacarnya Sasa. Tapi, ingat juga! jangan suka meraup muka Sasa, apalagi tadi tangannya abis pegang setir mobil, kumannya jadi nempel dimuka Sasa."
"Kalo itu, aku ga janji" ujar Arka terkekeh sedangkan Sasa memanyunkan bibirnya "yaudah, ayo turun" lanjut Arka, lalu keduanya keluar.
"Sini tangan kamu" titah Arka.
__ADS_1
"Mau ngapain?" Tanya Sasa bingung.
"Aku mau pegang tangan kamu, takut kamu ilang."
"Kak Arka modus, bilang aja sih mau gandeng pacarnya takut diambil cowok orang, pake alasan takut ilang segala." ucap Sasa mengaitkan tangannya dengan Arka lalu berjalan.
"Aku bener ko, disana itu rame. Nanti kalo kamu ga aku pegang yang ada kamu ilang, kamu kan pendek nanti susah nyarinya" ucap Arka songong.
"KA ARKAAAA IIHH" teriak Sasa kesal, dan sekarang mereka menjadi pusat perhatian, Arka meminta maaf.
"Berisik Sa, malu tuh diliatin."
"Lagian salah Kakak ko."
"Yaudah iya aku yang salah, maafin ya sayang" ucap Arka lembut.
Sasa yang tadinya berjalan langsung terhenti dan melihat Arka. "Kak Arka bilang apa tadi?" Tanya Sasa.
"Yaudah iya?"
"Bukan"
"Aku yang salah?" Arka lagi.
"Bukan Kak Arkaaaa, yang terakhir."
Arka terdiam memikirkan. "sayang?" Tanya Arka lagi bingung.
"Iya apa sayang" Sasa tertawa menggoda Arka.
Arka mencubit hidung mancung Sasa "nakal kamu."
"Kakak sakit hidung Sasa, jadi merahkan" Rajuk Sasa.
"Hidung kamu lucu kaya badut" ujar Arka tertawa.
"Jangan marah dong sayang, gimana kalo kita main Roller coaster aja biar kamu happy lagi"ucap Arka membujuk Sasa.
Mata Sasa berbinar. "Ayo Kak Arka, Sasa pengen nyoba semua wahana yang ada disini."
"Kamu yakin? Nanti pulangnya sore loh."
"Gapapa Kak Arka, Sasa udah izin. Ayo sekarang kita naik rollercoaster." Seru Sasa semangat berlari kecil meninggalkan Arka. Arka mengernyitkan dahinya bingung lalu berlari mengejar Sasa dan mencekal tangannya.
"Mau kemana?" Tanya Arka.
"Naik wahana rollercoaster lah" ucap Sasa polos.
"Kenapa arahnya kesana?" Tanya Arka lagi.
"Kan itu wahana rollercoaster" ucap Sasa sambil menunjuk permainan yang menurutnya rollercoaster.
Arka melongo "kamu pernah kesini?" Tanya Arka.
Sasa menggeleng geleng kepalanya "belum" jawabnya.
Arka menghela nafasnya "Sasa, wahana rollercoaster itu arahnya kesana, kalo yang kamu tunjuk itu namanya kora kora."
Sasa mengerjapkan matanya "emang iya?" Arka mengangguk "yaudah kalo gitu ayo kita naik wahana rollercoaster" ajak Sasa semangat menarik Arka.
Mereka sampai ke tempat wahana rollercoaster dan sekarang mereka sedang duduk menunggu wahananya berjalan, tak lama wahananya mulai berjalan dan banyak teriakan histeris termasuk Sasa.
"AAAAAAAAA SERU BANGET."
"MOMMY SASA SEKARANG TERBANG KENCENG BANGET."
"DADDY SASA MAU BELI WAHANA INI."
__ADS_1
"KAK ARKA, SASA SENENG BANGET."
Itulah teriakan teriakan Sasa sambil tertawa, sedangkan Arka menatap Sasa cengo masih ada ya modelan cewek kaya gini? Langka bro. Biasanya cewek pada takut naik ini, tapi cewek gue beda, emang ya dia ini beneran stres sama gila batin Arka ngaco.
Dan akhirnya wahana berhenti "yah ko berhenti, padahal kan Sasa suka, pengen lagi" ucap Sasa lesu.
"Nanti naik wahana yang lain aja, emang kamu ga pusing atau takut gitu?" Tanya Arka.
"Engga, Sasa udah biasa sama yang ekstrim gini. Bahkan, Sasa pernah lebih ekstrim dari ini" ucap Sasa biasa, tapi mengandung makna membuat Arka mengernyitkan dahinya.
"Yaudah ayo kita naik wahana yang lain aja, Sasa pengen naik wahana kura kura" lanjut Sasa.
"Kura kura? Emang ada?" Tanya Arka bingung.
Sasa menganggukkan kepalanya. "ada, yang wahananya Kakak tunjuk tadi."
Arka melongo untuk yang kedua kalinya. "Itu kora kora Sasa kora kora" gemesnya "nah itu maksud Sasa, ayo Kak" Sasa.
"Eh tunggu! Gimana kalo kita Poto Poto dulu aja Kak" ucap Sasa, dan Arka hanya mengangguk mengikuti Sasa. Sabar sabar, untung pacar batin Arka.
Setelah selesai berfoto, mereka menaiki wahana yang lain yang ada di Dufan. Seperti rollercoaster, kora kora, baling baling, bianglala, Arum jeram, dll. Lalu makan makan, mereka melakukannya sampai menjelang sore.
Saat ini Sasa dan Arka sedang duduk menikmati es krim dan bercanda ria.
"Sasa" panggil Arka.
"Iya kenapa Kak Arka sayang?" Jawab Sasa. Arka suka saat Sasa memanggil nya sayang, terdengar sangat lembut ditelinga nya.
"Kamu serius, ga pernah naik wahana kaya gini? Tanya Arka.
"Engga pernah."
"Kenapa?"
"Ya karena Sasa ga pernah ke indonesia, jadi gapapa" jawab Sasa polos.
"Maksud aku, wahana kaya gini itu banyak Sa diluar Negeri juga ada, ga cuman di Indonesia."
Sasa menghela nafasnya. "Sasa ga tau, dulu Sasa ga boleh keluar rumah sama Daddy."
"Kenapa begitu?"
Sasa mengangkat bahunya. " Sasa juga ga tau, katanya sih untuk keselamatan Sasa soalnya kata Daddy sama Mommy mereka banyak musuhnya. Makanya kalo Sasa pergi kemana mana harus sama bodyguard Daddy."
"Memang seberapa penting sih keluarga kamu? sampai banyak musuh kaya gitu?"
"Sangat sangat penting."
"Oke aku ngerti. Tapi aku heran, kenapa sekarang kamu jalan sama aku ga dikawal bodyguard?" Tanya Arka lagi.
"Sama Sasa juga heran, padahal waktu Sasa di Jerman meskipun Sasa nangis juga Daddy ga bakal ngizinin. Tapi sekarang pas udah pindah ke indonesia sifat Daddy berubah, mulai dari Sasa boleh keluar ga pake bodyguard, boleh main sama kalian, boleh pacaran, apalagi ya?" Ucap Sasa memegang dagu sambil berfikir. "Ah satu lagi, sekarang Daddy sering keluar negeri" lanjut Sasa.
"Mungkin Daddy kamu sadar, kalo kamu juga butuh kebebasan" Arka.
"Bisa jadi. Tapi Kak Arka, Sasa heran deh masa Daddy bolehin Sasa sama Mommy ke indonesia, dulu aja waktu Sasa pengen ke Indonesia selalu Daddy larang, alasannya inilah itulah dan sekarang malah Daddy yang nyuruh Sasa sama Mommy ke Indonesia. Tapi, anehnya sekarang itu Daddy selalu keluar negeri terus, jadi ga ada waktu buat keluarga." ujar Sasa sambil memiringkan kepalanya bingung.
Arka mengusap kepala Sasa. "Udah ga usah dipikirin, mungkin Daddy kamu lagi ada urusan bisnis? Positif thinking aja sama Daddy kamu, oke?" Ucap Arka, Sasa mengangguk.
"Udah yu kita pulang, udah sore juga. Nanti Daddy sama Mommy kamu ngira aku nyulik kamu lagi."
Sasa tertawa "Gapapa Kak, kalo yang nyulik nya ganteng, Sasa ikhlas."
Arka melotot "bilang apa tadi?" Ucap Arka ngegas.
Sasa tertawa ngakak. "Ga bilang apa-apa ko, udah ah jangan melotot gitu. Nanti matanya keluar lagi."
Mereka pulang ke rumah, mengantarkan Sasa terlebih dahulu setelahnya Arka pergi menuju basecamp Decarlos.
__ADS_1