
BRAKK
Mereka semua melihat kearah pintu dan mengerutkan keningnya bingung siapa mereka? perasaan mereka ga punya musuh seperti itu yang cewek kenal tapi kalo cowoknya engga.
"Gue denger dari tukang ghibah disini ada tauran terus emang bener kalo Sasa itu ceweknya Kak Arka- YA AMPUN SASA JIDAT LO KENAPA KO BISA TERLUKA SIH SIAPA YANG BERANI LUKAI LO BILANG SAMA VINA BIAR GU-HHMM." teriak Vina heboh, tapi terpotong karena mulut Vina disumpal oleh tangan Gibran.
"Berisik yang, ini itu bukan hutan jadi kamu jangan teriak" Gibran.
"GIBRAN SIALAN, LO MAU BUNUH GUE TANGAN LO BAU TAU" Vina.
"Hehe gue lupa yang tadi abis cebok ngeluarin si kuning" Gibran cengengesan.
"JOROK LO hoek" Vina sambil muntah.
"Udah udah jangan berantem terus kayak kucing sama anjing aja kalau ketemu, ga malu apa diliatin banyak orang udah gede juga kalo emang saling suka ungkapin dong, dan kamu Gibran jangan PHP in kembaran aku kalo emang kamu ga serius cuman mempermainkan perasaanya aja mending jauhin kembaran aku, ga usah deket" ucap Vira semua diam termasuk dua sejoli itu apalagi Gibran mati kutu.
"Mereka ga bakal malu Vira, kan muka mereka tebal sukanya malu maluin." ucap Lia memecah kesunyian, Vina dan Gibran melotot tidak terima padahal kan kenyataannya.
"Udah Lia jangan jadi bensin" ujar Vira, Lia memonyongkan bibirnya. "Sasa kamu ga papakan?mau ke uks? atau pulang?" Tanya Vira khawatir dia tidak menyadari ada sepasang mata yang memperhatikannya dari tadi.
Sasa mengerjap lalu tersenyum manis mereka menahan nafas sejenak. "Sasa ga papa ko Vira, ga usah khawatir luka kecil ini udah biasa juga hehe."
"Jangan meremehkan luka, meskipun kecil itu bisa infeksi Sa." peringatan Vira.
"Iya iya Vira, Loh.. mereka siapa?" Ucap Sasa menunjuk dua pria yang tadi masuk bareng Vira dkk.
"Lo nanya gue? Terus gue nanya siapa dong, soalnya gue juga ga tau mereka siapa. Yang gue tau mereka Kakak kelas kita jadikan tadi waktu kita di kantin mereka nanyain lo sa terus gue denger dari tukang ghibah katanya geng Decarlos tauran. Karena kita tau Lo mau ketemu sama Kak Arka jadi kita nyariin Lo takut kenapa napa. Dan akhirnya mereka berdua ngikutin kita sampai sini." jelas Vina panjang lebar Sasa mengangguk anggukan kepalanya.
"Oohh gitu oke Sasa ngerti, terus kalian siapa? Ngapain nyari Sasa? Ada keperluan apa? Penting banget emang? Atau kalian penggemar Sasa ya?atau apalagi ya tau ah Sasa pusing coba jelasin." tanya Sasa beruntun semua orang melongo kecuali 4 es sedangkan kedua pria itu tersenyum lalu memperkenalkan diri.
"Perkenalkan princess nama saya RAFKA EMILIO" Rafka.
"Dan saya RICO ARIANSYAH" Rico.
"BANG RAFKA, BANG RICO"teriak Sasa lalu tersenyum.
"Lo kenal mereka Dede gemoy?" tanya Raka.
Sasa menggelengkan kepalanya polos. "engga, tapi tadi mereka udah ngenalin."
"Kami diminta tuan untuk menjaga dan mengawasi princess Sasa." ucap Rico
"Oohh jadi kalian yang Daddy bicarakan waktu itu, hemm tidak buruk oke Bang Rafka Bang Rico selamat datang untuk menjaga Sasa. Tapi ngawasinya dari jauh aja ya soalnya Sasa ga mau jadi pusat perhatian."
Sasa meringis kepalanya ditoyor. "Lo lupa! sekarang aja yang jadi trending utamanya itu Lo, apalagi kejadian barusan waktu Kak Arka ngakuin kalo Lo ceweknya dan waktu dipapah Lo jadi tambah viral Sa." seru Lia saat dia menyadari kedua pengawal Sasa menatapnya horor dia pun cengengesan lalu mengusap kepala Sasa. "hehe sorry Sa kelepasan gue, ga sakit kan? Pasti enggak dong."
"Sakit sih engga, cuman Huwaa kalau gini nanti hidup Sasa ga bakal tenang dong, emang ya Kak Arka selalu bikin Sasa stres." Sasa menekuk mukanya "Udah ah Sasa mau pulang aja ngantuk, bilangin ke guru Sasa sakit, Ayo Abang Abang ganteng antar Sasa pulang." ucap Sasa lalu berhenti karena tangannya dicekal Arka.
"Abang Abang ganteng kalian tungguin diluar aja ya, Sasa ada urusan sebentar."
"Siap princess" serempak keduanya berlalu keluar tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Mau gue antar?" tawar Arka Sasa tersenyum. "ga usah, Kak Arka lagi terluka mending obati aja luka Kakak tuh banyak tau yang memar itu darahnya juga udah kering, maaf ya Sasa ga bisa bantuin Sasa harus pulang."
__ADS_1
"EKHEMMM."
"Mulai lagi."
"Panas woy."
"Hareudang hareudang hareudang."
"Bucin."
"Tembak aja bos."
"Berisik" datar Arka.
"Udah ya Sasa mau pulang aja, malu disini digodain syaiton Mulu by by semua." Sasa Mulai melangkah saat akan sampai pintu, Sasa berhenti lalu berbalik dan berlari kecil menuju Arka.
"Kenapa?" Arka.
"Hehe.. Sasa lupa Sasa kesini kan mau ngembaliin jaket yang kemarin Kakak pinjemin bentar." Sasa merogoh tasnya lalu mengambil jaketnya semua tercengang melihat Arka meminjam jaket kebanggaannya leader Decarlos kepada Sasa.
"Nih Kak, makasih ya" ucap Sasa menyodorkan jaketnya sambil tersenyum dan dibalas deheman oleh Arka "Hem."
"Oke, kalo gitu Sasa pulang" lalu sasa pergi.
"Kenapa Lo Di? tumben diem biasanya kaya cacing kepanasan." tanya Raka ke Aldi Karena biasanya Aldi sangat aktif apalagi disini banyak cecan tapi anehnya Aldi malah kabur pas balik lagi jadi anak pendiem.
"itu Bang anu Lo tau ga Bang cewek yang gue tadi ceritain?" ucap Aldi kikuk sambil menggaruk belakang kepalanya, Semuanya kompak menggeleng.
"Lo belum kasih tau."
"Apaan sih anjirr ga pada jelas banget" Vina.
"Gila kali" Lia.
"Cabut" ujar Dara lalu mereka pergi.
"Maksud Lo si manis? gila ya ga ada yang ngalahin pesonanya" Lio.
"Heeh si Dede gemoy itu gemesin ucul lagi" Raka.
"Sebagai Abang Lo yang baik gue saranin, jangan deketin dia" saran Gibran.
"Kenapa Bang? Gue suka ko imut, mungil lagi" Aldi.
"Karena dia itu udah punya pawang, ganas lagi pawangnya sekali pegang bacok" Gibran menakuti.
"Haha maksud kalian dia udah punya pacar? gue sih engga peduli, jadi PHO aja gue nya." Aldi santai tanpa menyadari ada yang menatapnya tajam "ko gue merinding ya" gumam Aldi pelan.
"Yakin Lo?" Raka.
"Yaiyalah, emangnya gue Bang Gibran yang gantungin cewek, harus gentle dong." ucap Aldi membanggakan dirinya sambil menepuk dadanya.
"Ngapain Lo bawa bawa gue, nih ya dengerin gue bukannya ga gentle tapi gue itu lagi nunggu waktu yang pas" Gibran.
__ADS_1
"Nunggu waktu yang pas nya kapan Bang? keburu di embat cowok lain baru tau rasa Lo bang" Aldi.
"Udah dong, ko malah kalian yang debat sih, Lo Aldi mau tau ga siapa pawangnya si Dede gemoy?" Lio.
"Siapa sih Bang, kaya orang penting aja" Aldi santai.
"Kalo gue bilang dia leader Decarlos gimana?" Raka menyeringai.
"Haha ooh dia- APA!! KALO DIA BERARTI BANG ARKA DONG, KO LO GA BILANG DARI TADI SIH BANG, TERUS EMANG BANG ARKA SUKA CEWEK YA." teriak Aldi syok lalu menengok kearah Arka takut.
"Apa?" ujar Arka tajam menatap Aldi horor Aldi cengengesan.
"Eh anu itu Bang oh iya gue lupa babeh gue nyuruh nganter ayamnya bertelur ke puskesmas kalo gitu gue pamit." ucap Aldi berlari terbirit-birit menjauh pantes tadi gue merinding batin Aldi sedangkan anggota Decarlos semuanya tertawa terbahak bahak ada yang guling guling pegangin perut bahkan yang joget pun ada.
"ITU YANG NAMANYA GENTLE DI" teriak Gibran.
"Sialan" umpat Aldi pelan.
Sedangkan dikediaman Lesham
Saat Sasa masuk. "loh ko ada Mom sama Dad, kapan pulang? Kenapa ga ngabarin Sasa?"
"Satu satu princess nanyanya, baru tadi nyampe, karna mom tau kamu lagi sekolah" Mom.
"Kenapa jidat kamu?" tegas Daddy datar.
"Itu- itu jatuh iya jatuh Dad" gagap Sasa.
"Jangan bohong sasa, jujur!" menatap Sasa tajam.
Sasa menunduk "tadi disekolah ada yang berantem terus dia mau nendang tapi sepatunya malah copot eh kena Sasa deh, maaf ya Daddy" cicit Sasa.
"Udah mas jangan ditatap kaya gitu, kasian princess takut."
Dad menghela nafas lalu mencium kening Sasa yang terluka dan mengusap kepalanya. " maafin Daddy princess bikin Kamu takut, tadi Dad terlalu khawatir sama kamu." ucap Daddy, Sasa menghambur ke pelukan Daddynya.
"Engga papa Dad, sasa yang salah tadi udah bohong."
"Iya gapapa sayang oh iya kamu udah ketemu sama anggota Daddy? tadi mereka sudah pulang dari tugas" Daddy.
"Oh mereka Dad? udah ko ganteng ganteng semua." seru Sasa semangat menyengir lalu mengalihkan tatapannya ke Mommy dan menyipitkan matanya.
"Mom ko matanya bengkak, abis nangis ya?" tuduh Sasa.
"Haha kamu ini, iya tadi Mom nangis liat drama yang sedih banget sampai keluarin air mata gini" Mom tersenyum.
"Oohh jangan sering sering nonton ya Mom nanti matanya jadi jelek Sasa ga suka." ucap Sasa dan dibalas Mommy dengan senyuman "kalo gitu Sasa ke kamar ya Mom, Dad. Cape" pamit Sasa tak lupa mencium pipi kedua orang tuanya.
"Iya princess" serempak saat Sasa sudah pergi hanya suara hening.
"Aku ke kamar mas" pamit Karin tapi sayang saat hendak pergi pergelangan tangannya dipegang.
"Kenapa? Hem" tanya Thomas lembut.
__ADS_1
Karin berbalik lalu tersenyum manis. "Aku gapapa mas, cuman mau istirahat aja nenangin diri." lalu melepaskan tangannya dari Thomas dan berlalu, Thomas terdiam kaku ia tadi jelas melihat senyuman itu mengandung kesedihan, kekecewaan, kelelahan, dan kepasrahan apa dia...
Sedangkan dikamar Sasa sedang tersenyum senyum sendiri sambil memegang boneka pemberian dia yang lucu (bab 1) "Aduh ko Kak Arka sweet ya jadi baper deh Sasa, tapi ko perlakuan Kak Arka mirip banget sama dia? dari mulai suka meraup muka Sasa, emang dikira muka Sasa apaan ya kebiasaan mereka emang, aduh maafin Sasa ya yang di sana kalo nanti Sasa khilaf. huwaa gimana dong udah ah mending Sasa tidur aja." Sasa berbaring dan perlahan lahan memasuki alam mimpi.