
Sasa sudah sampai di lau'kafe dan dia celingak-celinguk ke kanan dan ke kiri mencari sahabatnya dan ya Sasa menemukan mereka dipojok dekat jendela Sasa pun menghampiri nya.
"Hai hai semuanya." sapanya tersenyum riang.
"Hai Sasa/ manis / Dede gemoy." balas serempak tapi tidak dengan 3 orang.
"Lah ko ada mereka?" Sasa bingung.
"Tadi kembaran gue mau ikut takut katanya dirumah sendiri, terus biar dia ga dikira bencong makanya bawa temen temennya." ujar Lia santai tanpa melihat kembaranya sedang menatapnya horor.
"Dasar lo kembaran laknat, Lo yang nyuruh gue ya." Lio kesel.
"Udah udah, sasa kamu duduk." titah Vira Sasa mengernyitkan dahi seolah berkata dimana. "itu Deket Kak Arka."
"Kak Arka? Yang mana?" Ucap Sasa polos.
"Itu Sasaa" ucapnya gemes sambil menunjuk kursi disebelah Arka. Sasa hanya membulatkan bibirnya lalu duduk mereka memesan makanan tapi tidak dengan Sasa, sasa hanya memesan minuman saja.
"Ga makan?" tanya Dara datar, Sasa menggeleng "Sasa kenyang."
"Oh iya kita kan belum kenalan nih--" Gibran tapi dipotong Vina.
"Apaan! Gue udah kenal Lo" Vina.
"Ya Iyalah sayang. kitakan pacaran, masa sama pacar sendiri ga kenal sih."
"Dih kapan loh nembak gue?"
"Tuh gib kode dia katanya capek di gantungin dan di godain terus sama Lo, nembaknya kapan? Cewe itu butuh kepastian sobat." ucap Lio lalu meminum minuman Gibran, Gibran terdiam menatap Vina intens.
"A-apaan s-sih e-engga k-ko" gagap Vina terbata dengan pipi memerah malu.
"Yaelah, baru tau gue si Pina punya rasa malu juga biasanya dia yang malu maluin." ledek Lia tertawa baru saja Vina akan menjawab tapi.
"Udah Lia jangan digodain terus kasian kembaran aku mukanya udah merah gitu" Vira.
Tadinya Vina tersenyum karena kembaranya membela tapi senyum itu pudar. " iiss lo tuh niat bantuan gue apa godain gue si." Vina menekuk wajahnya.
"Dua duanya" Vira santai.
"Udah dong debatnya gue mau kenalan nih." Raka sambil mengulurkan tangannya "hai Dede gemoy kenalin nama gue Raka Bramantyo Damian panggil Kak Raka aja, sayang juga boleh." sambil mengedipkan matanya.
Sasa membalas tangan Raka tersenyum lalu pindah ke Gibran. "hai kenalin gue orang paling ganteng di dunia ini nama gue Gibran Ardana Lesmana panggilnya bep aja." ucapnya pd, Playboy batin Vina.
"Hai manisku kenalin nama Abang Adelio Caesar Fernandez sekaligus kembaranya Lia yang jore (jelek) " tersenyum, Lia memutar matanya jengah.
"Rafael Delvin scott, Rafael"
"Daniel Alfino Lewis, Daniel" ucapnya dingin, mereka berdua saling pandang sejenak Sasa tersenyum dan daniel memutuskan pandangannya.
"Arka" Dingin+datar tanpa membalas tangan Sasa.
"irit banget bos, lebih tepatnya Arka Raffasya Lawrence" jelas Raka.
"Auristela Allisya L. panggil Sasa aja." tersenyum sangat manis membuat mereka terpesona sejenak lalu membuang muka karena muka mereka memerah.
__ADS_1
"Gue penasaran deh singkatan L itu apa?" Tanya Vina semuanya mengangguk setuju.
Sasa terdiam murung. " eumm, maaf ya Sasa belum bisa kasih tau kalian, mungkin lain kali aja ya?" lalu menunduk menyesal karena tidak bisa memberi tahunya, sahabatnya Sasa merasa sedikit kecewa karena Sasa merahasiakan sesuatu bukannya kita sahabat? kenapa harus ditutupi batin mereka.
"Semua orang punya privasinya masing masing, kita hanya orang luar yang baru saling kenal, meskipun kita sahabat ga menjamin bisa menutupi rahasianya apalagi itu demi keselamatannya. ga usah kecewa, gue yakin kalian juga punya rahasia masing masing." ucap Dara santai sambil meminum jus nya.
Jlep
Bener yang dikatakan Dara ga seharusnya kita kecewa batin Vira vina lia.
Pedes batin Arka dkk.
"Sorry" serempak trio Sasa tersenyum dan Dara tersenyum tipis.
Mereka berbincang sambil bercanda, berbeda dengan Sasa, dia menengok ke kanan keke iri gelisah. "Kenapa sih sa? dari tadi gue perhatiin kaya gelisah banget, ada masalah?" tanya Vina.
Sasa tersentak. "eh i-itu a-anu--"
Drr drrr tuhkan
"Hp siapa tuh?" Raka
"Hp Sasa, Sasa angkat dulu ya" lalu Sasa melihat hpnya tertera dilayar 'Daddy Maung👿'
"Ha--"
"Sama siapa?" tegas dan dingin.
"Temen Sasa" Sasa menunduk membuat teman temannya heran.
"Cowok cewek?"
"Kanapa bohong? Sasa tau bukan, kalo Daddy ga suka princess Dad bohong." ujar Daddy datar.
Sasa mengangkat kepalanya nya. " Ta-tapi tadi bener ko Sasa jalanya sama temen cewek semua, terus salah satu dari kita bawa kembaranya cowok Dad, katanya dia takut diam dirumah sendiri makanya ikut karena dia ga mau dibilang bencong dan akhirnya dia bawa temen temennya gitu Dad. Daddy percayakan sama Sasa?" ucapnya memelas.
Dad menghela nafas. " oke, kali ini Dad percaya tapi jangan bohong lagi princess."
"Siap dad" ucap Sasa semangat. "Sasa tutup ya telponnya by Daddy." huh Sasa lega lalu melihat sekitar ternyata sahabatnya sedang melihat kearahnya "kenapa?" tanya Sasa polos.
Mereka semua menggeleng Sasa mengangkat bahunya acuh. "Eh guys ayo kita shopping" ajak Vina.
"Kuylah." serempak perempuan mereka berdiri.
"Kita ikut." serempak laki laki.
Mereka shoping sambil berjalan jalan di mall membeli baju, tas, sepatu, baju jaket dll. Akhirnya mereka selesai berbelanja dan kini mereka berada diparkiran.
"Sa Lo pulang sama siapa?" tanya Vira.
"Eumm paling Sasa minta jemput."
"Gue antar." ajak Arka Sasa ingin menolak tapi.
"Gue.ga.nerima.penolakan." Sasa mengatupkan mulutnya saat Arka menarik tangan Sasa menuju mobil Arka, sedangkan teman temannya melongo.
__ADS_1
"Garcep juga si bos."
Didalam mobil hanya ada keheningan diantara mereka. "Dimana?" Tanya Arka.
Sasa memiringkan kepalanya. "dimana apanya?"
"Dimana rumah Lo?" ulang Arka.
Sasa membulatkan mulutnya. "dijalan ang-, Ekhem di ******* lurus aja Kak nanti sampe ko." ucap Sasa menyebutkan apartemennya, Sasa hampir saja keceplosan menyebutkan mansion nya kalau ketauan percuma dong Sasa nutupin jati dirinya.
Mereka sampai di apartemen, Saat Sasa ingin membuka mobilnya tidak bisa tangannya dicekal oleh Arka. "nomor Lo" Arka lalu melepas tangan sasa.
Sasa mengernyitkan dahinya bingung. "Kak Arka kalo ngomong itu yang jelas dong, Sasa enggak ngerti sumpah."
"Gue minta nomor hp Lo."
"Buat apa?"
"Gue jual."
"Ih Kak Arka kan orang kaya ngapain jual nomor Sasa? oohh apa Kakak bangkrut ya, ga punya duit makanya mau jual nomor Sasa." cerocos Sasa menyipitkan matanya.
"Bawel." lalu merampas hp yang ada ditangan Sasa dan memasukkan no Sasa ke hpnya begitupun sebaliknya lalu melempar hpnya kearah Sasa.
Dengan sigap Sasa menangkap hpnya lalu melotot kearah Arka, bukannya buat orang takut malah terlihat menggemaskan. " Kak Arka arka selow dong ga usah dilempar, kalo hp Sasa jatuh gimana? mau tanggung jawab hah." ucap Sasa marah sambil matanya melotot garang.
"Gue ga hamilin Lo." ucap Arka santai.
"Tapi--"
"Turun."
"Itu--"
"Turun" dingin.
"mob--"
"Tu-- "
"GIMANA SASA MAU TURUN KALO MOBILNYA AJA MASIH DIKUNCI." teriak Sasa ngos-ngosan karena kesal lalu menggembungkan pipinya karena omongannya selalu dipotong bikin kesel.
Arka terkejut sejenak lalu berdehem menghilangkan keterkejutan nya. "Ekhem gue udah buka."
Sasa membuka mobilnya dan keluar mulut mungilnya dari tadi tidak bisa diam selalu menggerutu.
"Ckck dasar es kutub, udah dingin datar ga sabaran, pemaksa, galak lagi. dasar jelek Sasa ga suka." gumam sasa tapi masih kedengaran.
"Gue denger, dan gue ga nyuruh lo suka sama gue."
"Bodo amat!" seru Sasa lalu berbalik melangkah berjalan kerumahnya.
"Sama sama" sindir Arka, Sasa berhenti berjalan lalu berbalik lagi menghadap Arka.
"Terima kasih banyak Kak Arka atas tumpangannya." ucap Sasa tersenyum manis sejenak Arka terdiam "udahkan? Sana balik!" usirnya dan melanjutkan jalan tanpa menengok kebelakang lagi.
__ADS_1
Arka yang terdiam memegang jantungnya lalu tersenyum tipis sangat tipis mobil Arka melesat menjauh dari apartemen Sasa.
"Baru kali ini ada cewek kaya gitu sama gue, menarik." gumam Arka tersenyum miring.