Anak Basket VS Anak PMR

Anak Basket VS Anak PMR
Eps 1: Ribut ama mama (prolog)


__ADS_3


Di pagi yang cerah sinar matahari menembus kaca kamarku, sehingga mataku perlahan-lahan terbuka.


"Huuaa", aku menguap sambil tangan dan kakiku regangkan dengan kuat, kata mamaku sih kalau ngelakuin ini setiap bangun tidur tubuh bisa jadi tinggi, tapi nyatanya tidak aku tetap aja pendek, memang kata-kata orang jaman dahulu gk bisa dipercaya, tapi entah kenapa aku tetap melakukannya.


Ya.... dengan harapan CM tinggiku meningkat😡. Oke setelah itu aku langsung mandi memakai seragam dan bersiap turun untuk sarapan pagi 🍛.


"Kel, cepet turun sarapannya udah siap", Mama Keli.


"Iya ma", sahut diriku.


Turun kebawah, Dia mamaku, mamaku tersayang❤, Mamaku itu hobinya belanja, terutama baju 👚 sampai di almari gak cukup untuk semua bajunya sampai 2 lemari itu semua milik mamaku dan juga mamakulah yang sangat terobsesi dengan tinggi badanku.


"Kel ", panggil mamaku.


"Hm ", sambil makan sarapan.


"Keli ", panggil mamaku lagi.


"Apa ma ", sahut aku.


"Dengerin mama kalau ngomong dong", kata mamaku.


"Iya, ada apa ma", jawabku.


"Gimana cara mama berhasil gak", menanyakan.


"Cara yang mana", sahut diriku.


"Ya, cara yang selalu meregangkan tangan dan kaki setiap bangun pagi, gimana tinggi badan kamu bertambah gak", tanya mamaku.


"Berhasil", kataku.


"Wah berhasil, apa kata mama bilang", sahut mamaku dengan gembiranya.

__ADS_1


"Berhasil bikin aku tetep pendek", jawabku.


"Apa", mamaku sontak berdiri sambil memukul meja, dan membuat aku kaget.


"Kok bisa yah", duduk kembali.


"Tapi temen mama dicoba ke anaknya bisa kok, mungkin mama harus beliin kamu vitamin peninggi badan deh ", kata mamaku dengan serius.


"Udahlah ma, namanya udah pendek ya pendek gak bisa diapa-apain lagi", sahutku dengan pasrah.


"Gak bisa gitu dong, kamu harus tinggi, masa tinggi kamu sama kayak mama", Kata mamaku melawan.


( Lihatkan guys gimana watak mamaku ini, namanya pendek ya pendek terus mau diapain lagi, hadeeeh 🙇).


"Ma", Memanggil.


"Hm", Sahut mamaku.


"Mama", Memanggil lagi.


"Apa sih", Sahut mamaku kesal.


"Kenapa", Menanyakan


"Keli... keli ada ekstra", Jawabku.


"gak boleh", Melarang.


"Lho, kenapa ma", Sambil berdiri.


"Duduk", Suruh mamaku.


"Denger yah, kamu pasti mau ekstra PMR kan, gak boleh", melarang.


"Tapi mah", Tidak terima.

__ADS_1


"Sssttt..... kalau PMR NO-WAY, kalau Basket baru boleh", jawab mamaku.


"Tapi, Keli gak suka Basket Keli sukanya PMR", meminta.


"Enggak, PMR itu gak ada manfaatnya Keli, coba kalau Basket sehat bisa bikin kamu tinggi kamu lagi", Mencoba menyakinkan.


"PMR juga bikin sehat, lari-lari kalau ada yang butuh bantuan, terus dapet banyak ilmu", Melawan.


"Keli", Mengingatkan.


"Udahlah ma nanti bisa telat, Keli berangkat dulu ma", sambil mencium pipi mamanya.


"Dah, ma", Berlari pergi.


"Ya, hati-hati dijalan", Menjawab.


"Haduh anak ini, kalau dibilangin ada aja caranya mau kabur", Kesal sambil mengelus dada.


"hah, akhirnya bisa kabur dari mama",


Merasa lega, aku selalu berangkat kesekolah dengan jalan kaki. Ya.... gini nasibnya kalau gk punya sepeda 🚳.


Sesampainya disekolah 🏫.


"Hah akhirnya bisa sampai juga, pegel banget", Kelelahan.


"Hallo Kel", Suara temanku.


"Hallo Han", Sahut diriku.


Dia Hana, teman sekaligus sahabatku, anak PMR dan selalu salting alias salah tingkah kalau udah ketemu ama cowok yang dia suka.


"Lo habis lari marathon ya, sampek keringetan gitu", Kata Hana.


"Enak aja bilang habis lari marathon", Kataku kesal.

__ADS_1


"Hehehe, iya-iya cuma bercanda", Kata Hana sambil tertawa.


"Ya udah, ayo masuk nanti telat lagi", Melanjutkan.


__ADS_2