Anak Basket VS Anak PMR

Anak Basket VS Anak PMR
Eps 33: Ruang UKS.....


__ADS_3

< Leon, ini mungkin adalah yang terbaik untuk kita berdua, yaah lebih baik begini >


Saat tibanya pulang sekolah, aku masih duduk sendiri ditaman sekolah.....


"Kel, lo ngapain masih disini ayo pulang," ajak Hana yang tiba-tiba datang.


"Gue cuman mau sendiri aja Han," Jawabku sedikit menahan tangis.


"Kel lo kenapa, oh yah tadi Leon kok....,"


"Sssttt...Han plis yah, untuk kali ini jangan sebut nama itu lagi,"


"Kenapa, Kel cerita sama gue yah, jangan dijadiin beban sendiri," Ujar Hana sambil memegang tanganku.


"Gue punya satu pertanyaan,"


"Apa," Ujar Hana.


"Kalau seumpama Dodi ngasih harapan dulu sama lo, lo seneng gak," Ujarku.


"Yah seneng dong," Jawab Hana.


"Terus kalau seumpama lo tiba-tiba lihat Dodi berduaan sama cewek lain lo seneng nggak,"


"Yah enggak lah," Jawab Hana.


"Inget waktu itu lo bilang kalau cewek itu cuman sekedar junior, hah....tapi gue pikir itu lebih," Ujarku ke Hana.


"Maksut lo apa," Tanya Hana.


Akhirnya aku menceritakan semuanya ke Hana, dan tak terasa air mata ini mengalir deras begitu saja.


"Kel maafin gue yah, gue gk tahu," Ujar Hana sambil memelukku.


"Iyah Han gak papa, ini mungkin adalah takdir," Jawabku sambil membalas pelukan Hana.


Akhirnya rasa sakit ini sedikit terobati setelah ku ceritakan kepada orang yang sangat kupercayai, dia adalah Hana sahabatku, lalu kami memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.

__ADS_1


{ Didalam kamar Keli.... }


"Mungkin benar kata Acha, kalau aku pernah sayang saya sama orang tapi dianya gk sayang sama aku, Leon ada begitu banyak mainan di dunia ini, tapi mengapa perasaanku yang harus jadi mangsanya,"


Keesokan harinya......


Bel istirahat berbunyi {Kriiinggg}


"Anak PMR, cepet ada yang cedera di UKS," Ujar Siswa lain yang tiba-tiba masuk ke kelas ku.


"Hanaaa," Ujarku sambil menoleh ke arah Hana.


"Hehehe, Keelii gue mau ini," Jawab Hana sambil memainkan jarinya.


"Ya udah deh, tapi kalau ada lagi lo gantiin gue yah," Ujarku.


"Oke," Jawab Hana dengan senyuman lebar.


Aku berlari secepat-cepatnya pergi ke ruang UKS.


{Kreekkkkk} membuka pintu UKS.


Dulu waktu pertama kali bertemu dengan Leon di ruang UKS, aku merasa kesal dan bahkan membencinya, tapi sekarang malah ada rasa sakit yang tertinggal.



"Lo gak bosen apa cedera terus," Ujarku.


"Gue gak bakalan bosen buat terluka, kalau yang mengobatinya adalah orang yang sama," Jawab Leon.


< Hah, lagi-lagi kata-kata ini >


"Berhenti ngegombal sama gue, simpan aja buat dia," Jawabku.


"Kel....," Ujar Leon pelan.


"Gue udah obatin luka lo, sekarang gue balik dulu," Ujarku yang hendak pergi namun Leon langsung memegang tanganku.

__ADS_1


"Kel, tolong berhenti bersikap dingin sama gue," Ujar Leon sambil memegang erat tanganku.


"Gue masih ada urusan, gue pergi dulu,"


"Enggak gue gak bakalan biarin lo pergi sebelum lo jelasin semua ini," Ujar Leon


"Mau jelasin apa lagi, lo udah sama dia, dan itu udah cukup (air mata menetes)," Ucapku.


"Kel, cewek yang kemarin itu gue bisa jelasin semua," Ujar Leon.


"mau Jelasin apa lagi, itu udah cukup jelas, haaah Leon kalau lo cuma mau datang dan pergi gitu aja, tolong jangan kasih harapan,"


"Kel sebenarnya itu,"


"Sebenarnya apa," Tanyaku.


"Sebenarnya.....,"


Leon mau menjelaskan tapi Hana Dodi tiba-tiba masuk ke ruang UKS begitu saja.


"Keeeli," Ucap Hana.


"Kayaknyaaaa, kita berdua dateng di waktu yang gk tepat nih," Sambung Dodi.


Aku langsung melepaskan genggaman Leon.


"Kalian ngapain tiba-tiba masuk, ketuk dulu kek, salam kek," Ujar ku kesal.


"Ooohhh giiiituuu," Sahut Hana dan Dodi bersamaan.


"Han ayo ke kelas," Ujarku yang langsung menarik Hana dari sana menuju kelas.


"Eh Leon lo habis apain tuh cewek," Tanya Dodi sambil menghampiri Leon.


"Hm," Jawab Leon.


"Hm hm hm, eh bro jangan lo kasih harapan aja dia, kasihan tahu," Ujar Dodi.

__ADS_1


"Gue udah punya rencana kok, dan lo harus bantuin gue," Ujar Leon.


"Maksutnya," Tanya Dodi penasaran.


__ADS_2