
" iyah ", jawabku.
Kami berduapun masuk kedalam sekolah, dalam perjalanan sambil berbagi cerita mengenai pengalaman pribadi, hingga perbincangan kami berhenti di tempat lapangan basket.
Disana ada 2 cowok yang lagi main Basket, aku juga gk tahu sama jalan pemikiran mereka.
Pagi-pagi udah mainin tuh bola gak bisa diem apa tuh tangan.
" Eh Kel berhenti dulu, lihat tuh disana ada pangeranku ", Kata Hana sambil menunjuk cowok itu.
" Pangeran apa ", menengok.
" Oh si Dodi, Pangeran dari mana dia aja gak punya istana, mak ama bapaknya juga bukan ratu ama raja gimana bisa disebut pangeran ", jawab ku.
" keeelll maksudnya bukan pangeran Istana, tapi pangeran dihatiku ", kata Hana.
Hana terus memperhatikan Dodi hingga Dodi menyadari dan memberikan senyumannya ke Hana.
" Kel, Kel si Dodi habis ngasih senyumannya Kel ", Lebay.
" Aku kayaknya mau pingsan Kel ", tambah gak karuan.
" Han, Han eh jangan gini, udah ayo kekelas lama-lama lo bisa jadi gila kalau disini terus ", jawab ku kesal.
" Dod, lempar bolanya ", pinta Leon.
" Oke ", melempar.
Dia Leon, cowok yang paling famous di sekolah ini banyak cewek yang ngejar-ngejar dia buat jadi pacarnya.
Leon berlari menuju ring Basket dan melemparkan bola Basket dan bola tersebut.......
" aduuuhhh ", terkena kepalaku π‘.
" Kel, lo gak pa-pa ", tanya Hana.
" gak pa-pa ", kataku.
" Syukurlah ", lega.
__ADS_1
" Ya sakitlah, namanya kena bola segede gini ", jawabku kesal.
" iya, iya ", kata Hana.
" heeehhh, ayo ngaku siapa yang lempar bola basket ini ", menanyakan.
" gue, maaf ya ", mengulurkan tangan.
(menepis tangan tersebut).
" lo, denger ya gak usah sok baik sama gue, lihat nih kepala gue sampek benjol gara-gara bola lo ", Marah.
" Oh benjol, sini ", mengelus kepalaku.
" iihh, singkirin nih tangan, nih gue kembaliin bola lo ", sambil mengembalikan bola.
" Ayo Han kita pergi ", menarik tangan Hana.
" Tapi ", tidak mau.
" ayo ", memaksa.
" iyah ", jawab Dodi.
" Heh, dasar cewek gila dibaikin malah dimarahi, gue kan udah minta maaf ", kata Leon dengan kesal.
" Udahla bro, namanya juga cewek mungkin dia lagi kesel sama lo ", sahut Dodi.
" Lo tau dari mana kalau dia lagi kesel sama gue ", jawan Leon.
" Ya tau aja, udahlah ayo balik ke kelas ", ajak Dodi.
" hmmm, iyah ayo ", sahut Leon.
Dalam perjalanan aku terus-menerus mengelus kepalaku.
" Kel, ngapain tadi lo ngajak gue pergi, itukan kesempatan gue buat ketemu ama Dodi ", kata Hana sambil memainkan jarinya.
" udah stop ya Han, lihat nih kepala gue lagi sakit dan sempet-sempetnya lo masih mikirin si Dodi, lo ini sahabat gue apa bukan sih ", kataku sambil terus-menerus mengelus kepala.
__ADS_1
" iya sih, lo emang sahabat gue, tapi si Dodi kan pangeran hati gue ", menambah amarah.
" oke fine, gue pergi ke kelas duluan dan lo silahkan balik kesana lagi ", kataku.
" iya, iya Kel jangan ngambek dong ", memohon.
" Enggak gue gak ngambek ", kesal.
" Bohong ", kata Hana.
" gue enggak ngambek Hanaπ ", berkata dengan lembut.
" ya udah, ayo ke kelas ", ajakku.
" gitu dong, ayok ", jawab Hana.
Sesampainya dikelas.
gue dan Hana duduk sebangku dibaris ke 2.
" eh, Kel sekarang waktunya apa sih, kok mereka semua serius banget ngeliatin buku mereka masing-masing ", tanya Hana penasaran.
" lo lupa ya, sekarang kan waktunya IPA ", jawabku.
" apa Ipa ", kaget.
" kok kaget sih ", tanyaku.
" gue bawa gak yah bukunya ", memeriksa kedalam tas.
" hah syukurlah bawa ", lega.
Bel berbunyi yang artinya pelajaran akan segera dimulai........
" assalamualaykum anak-anak ", guru memasuki kelas.
" waalaykumussalam pak", jawab murid-murid
Dia pak Lukman, guru Ipa dikelas gue, gurunya tegas, suka ceramah, suka ngasih ulangan dadakan dan selalu tidak mau kalau diajak salaman sama muris perempuan.
__ADS_1
Kalau lo mau salaman ke pak Lukman otomatis lo akan dikasih salam ala pak Lukman yaitu salam satukan dua telapak tangan π.