Anak Basket VS Anak PMR

Anak Basket VS Anak PMR
Eps 24: Kehancuran & kebangkitan


__ADS_3

" Ah gue dimana ", Ujar Leon yang perlahan membuka matanya.


" Leon lo udah sadar ", Sahut diriku.


" Ah, Dodi, Keli, Hana, lo semua disini ", Ujar Leon yang berusaha untuk duduk.


" awh ", saat Leon hendak duduk ia kesakitan sambil memegang pinggangnya.


" Leon mending lo tidur aja, pinggang lo masih memar ", Kataku yang khawatir melihat Leon.


" Gimana dengan cowok yang celakain gue tadi ", Tanya Leon.


" Tenang Leon, dia udah dikeluarin dari pertandingan, dan sekarang mending lo istirahat dulu ", Jawab Dodi yang kemudian hendak pergi untuk kembali ke arena pertandingan.


Tapi Leon langsung memegang tangan Dodi.


" Dod gue harus ikut tanding ", Ujar Leon.


" Bro lo udah ngelakuin yang terbaik buat sekolah dan tim kita, jadi sekarang lo gak usah khawatir dan istirahat aja dulu yah ", Jawab Dodi menyemangati Leon.


{ Diriku hanya bisa diam, air mata ini bisa menetes kapan saja, melihat 2 sahabat yang saling menyemangati satu sama lain }


" maafin gue Dod ", Ujar Leon.


Dodi hanya bisa menjawa Leon dengan senyuman dan lalu pergi ke luar untuk kembali ke arena pertandingan.


" Kel, gue balik kesana dulu yah ", Ujar Hana.


" Iyah, biar gue disini aja ", Jawabku.


{ Sedangkan di arena pertandingan }

__ADS_1


" Dod gimana keadaan Leon ", Tanya Rendi.


" gak papa kok, dia udah siuman ", Jawab Dodi.


" Syukurlah, dasar licik bisa - bisanya mereka ngelakuin hal serendah ini ke kita ", Ujar Rendi yang marah.


" Udah, ini bukan waktunya untuk marah, sekarang kita harus menangin turnamen ini dan tidak boleh membiarkan pengorbanan Leon menjadi sia² ", Jawab Dodi dengan nada yang serius.


< Priiittt > peluit dibunyikan kembali Pertandingan berbalik drastis sejak keluarnya Leon, formasi, taktik dari tim basket SMA Taruna Jaya menjadi bubar SMA Pandawa mulai menyamai kedudukan.


" Wah ada apa ini, Skor SMA Taruna Jaya mulai tersusul dan disalip oleh SMA Pandawa, apakah sejak kejadian cederanya sang kapten Leon dari SMA Taruna Jaya menjadi hilangnya pertahanan dari SMA Taruna Jaya ", Ujar presenter bola basket.


" Wah kayaknya ada yang bakalan kalah nih ", Ujar Key dengan soknya.


" Mulut lo bisa diem gak, kalau enggak gue bisa sobek sekarang ", Sahut Rendi penuh amarah.


" Wow² tenang Man, emang lo pingin keluar dari pertandingan juga karna sebuah tindak kekerasan ", Ujar Key.


" Emang kenapa, kita seri dong, salah satu anggota lo keluar dan anggota gue juga, oh apa jangan² lo semua gk bakalan bisa apa² kalau gk ada Leon yah, emmm kasihan ", Kata Key meledek.


" Udah Ren, kita gak usah ngeladenin mereka, mendingan kita fokus aja sama turnamen ini ", Ujar Dodi.


" Owh ada yang mau jadi sok jagoan mau gantiin posisinya Leon sebagai kapten nih ", Sahut Key dengan melipat kedua tangannya.


" Enggak, Leon adalah kapten yang terbaik buat gue dan tim ini dan gue gk akan mampu buat gantiin posisinya, karna dia sebagai kapten selalu berusaha keras dan mendidik kami dengan baik, bukan malah seorang kapten yang mengajari anak buahnya agar berbuat licik hanya untuk merebut sebuah kemenangan, menurut gue itu bukan pemain basket sejati Man ", Jawab Dodi.


< Cih Lo udah mau kalah, tapi masih aja belagu, lihat aja gue bakalan habisin lo semua >


{ Sedangkan di ruang Uks }


" Kenapa lo gk balik kesana ", Tanya Leon.

__ADS_1


" Enggak, gue mau temenin lo disini ", Jawabku yang menahan tangis.


" Kenapa, lo khawatir sama gue yah ", Ujar Leon.


" Leon lo ini sakit, dan bisa² nya lo masih bisa gombalin cewek ", jawabku yang meneteskan air mata { tangis ini tidak bisa tertahan lagi }


" Jangan nangis ", Ujar Leon dengan mengusap air mata dipipi ku.


{ Aku hanya bisa menjawab dengan anggukan }.


" Kel, luka gue parah apa nggak ", Tanya Leon.


" Luka lo lumayan parah, emang kenapa ", Tanya ku balik.


" Kalau gitu gue harus balik tanding ", Jawab Leon.


" Enggak gue gk ijinin itu ", Sahutku melarang.


" Kel gue harus balik, ini cuman luka kecil masih lumayan kan bukan parah ", Ujar Leon.


" Tapi lo masih sakit, kalau lo cedera lagi gimana ", Ujarku khawatir.


" Kel mereka semua butuh gue, gue seorang kapten, gue gk boleh biarin mereka tanding diluar sana tanpa ada gue disana ", Jawab Leon.


" Tapi Leon ", Sahutku menangis.


" Kalaupun ini kan menjadi pengalaman terakhir gue main basket, maka gue harus membuat ini menjadi hal yang sangat berharga, walaupun gue terluka ini bukan alasan gue untuk menyerah, karna itu bukan jiwa seorang pemain basket sejati ", Jawab Leon.


< Pemain basket sejati, apakah dia Leon >


" Dan lo harus disana buat dukung gue yah, Keli ", Ujar Leon sambil mengusap air mataku lagi.

__ADS_1


__ADS_2