
"Iyah, gue pasti bakal dukung lo kok", Jawabku.
Leon hendak turun dari kasur dan aku langsung membantunya.
"Sini gue bantu", Ujarku.
"Enggak usah, gue bisa sendiri kok", jawab Leon.
Aku tidak mendengarkan perkataan dan tetap membantu memapahnya.
"Kel", Ujar Leon.
"Lo bisa diem gk, badan lo itu masih sakit dan gue harus bantu, kalau gk karna kata² lo tadi, gue sampek kapanpun gk bakalan ngijinin lo ikut tanding lagi", Jawabku kesal.
< Nih cewek { tersenyum } >
(Sesampainya ditempat lapangan basket)
"Ah kenapa ada lagi yang cedera, kita sudah kehilangan 2 pemain, gimana kita bisa menang kalau anggota pemain kita semakin menipis", Ujar pelatih basket dari SMA Taruna Jaya.
" Tenang pak, masih ada saya", Sahut Leon.
"Leon kamu ngapain disini, kamu masih butuh istirahat", Ujar pelatih khawatir.
"Saya sudah sembuh pak, sekarang saya mau tanding lagi", Jawab Leon.
"Tidak, saya tidak mengizinkan kamu untuk tanding lagi, lukamu ini lumayan parah Leon", kata pelatih basket.
"Tapi pak", Sahut Leon kecewa.
"Tidak ada kata tapi, mungkin ini sudah takdirnya buat SMA kita kalah", Jawab pelatih yang sudah menunjukkan wajah kekalahan.
__ADS_1
"Tidak", Sahutku membentak.
" Ini bukan akhir bagi SMA Taruna Jaya, apakah bapak ingin menyerah duluan, sedangkan Leon dan anggota basket lainnya berjuang mati - matian menyerahkan seluruh kekuatan, keringat dan suara mereka demi membawakan sebuah kemenangan untuk SMA kita ", Ujarku.
< Ke....Keli, dia kenapa >
"Dan bapak dengan mudahnya mengatakan kata kalah, mungkin untuk sekarang semuanya sudah hancur, tetapi masih ada sedikit harapan untuk bisa bangit kembali, dia Leon kapten tim basket kita, yang berkeinginan untuk ikut tanding kembali bersama teman - temannya demi membanggakan SMA kita, apa bapak akan menghalanginya", Tanyaku dengan pandang serius.
"Kau perempuan yang bisa menghidupkan semangat kembali yah nak, baiklah { membuang napas } aku setuju asalkan Leon siap", Jawab pelatih basket.
"Saya siap pak", Jawab Leon bersungguh - sungguh.
"Baiklah, bersiaplah untuk segera masuk kelapangan kembali", Ujar pelatih.
"Iyah pak", Jawab Leon.
"Kalau gitu semangat yah, gue mau balik dulu", Ujarku ke Leon.
"Iyah, dan lo jangan kecewain kita semua", Jawabku.
"Gue gak bakal kecewain lo dan sekolah kita, kami tim basket SMA Taruna Jaya bakal membawa piala itu pulang ke SMA kita", Ujar Leon.
"Iyah kalau gitu dah", Jawab ku yang lalu pergi untuk kembali menemui Hana.
< Gue Leon si kapten basket SMA Taruna Jaya, yang akan kembali kedalam arena pertandingan walaupun cedera yang lumayan parah, tapi luka ini gk bakalan ngalangin gue dan tim basket gue buat meraih kemenangan >
"Sebelum pertandingan kita mulai kembali, akan ada satu anggota yang akan ikut bertanding kembali di turnamen ini, apakah kalian penasaran siapa dia", Ujar presenter bola basket.
"Siapa"
"Dari sekolah mana yah kira²"
__ADS_1
"penasaran nih", Riuh suara penonton yang bertanya - tanya.
"Ini dia, Leon", Suara presenter bola basket tersebut membuat seluruh semua orang kaget dan tidak percaya.
"Loh Leon kok balik lagi", Ujar Hana yanh terheran.
"Kel, kenapa lo gak larang dia tadi waktu di ruang UKS", Tanya Hana.
"Gue aja gk bisa larang dia buat ikut tanding ini lagi, apalagi luka itu, hah sangat mustahil", Jawabku.
"Emang kenapa", Tanya Hana lagi.
"Karna dia Leon", Jawabku lagi sambil tersenyum.
< Leon semangat yah >
{ Sedangkan didalam arena }
Semua orang terutama anggota tim basket SMA Taruna Jaya sangat senang melihat sang kapten Leon kembali, mereka merasa ada kesempatan untuk menang dan bangkit kembali.
"Leon gue seneng lo balik bro", Ujar Rendi sambil menepuk bahu Leon.
" iyah", Jawab Leon tersenyum.
"Leon", panggil Dodi menghampiri.
"Luka lo gimana", Tanya Dodi khawatir.
" Turnamen ini lebih penting daripada luka yang gue alamin, dan gue adalah seorang kapten, jadi gue gak akan biarin kalian seneng² disini sedangkan gue cuman bisa baring dikasur", Jawab Leon.
"Wow wow wow, ada yang pengen jadi super hero nih, eh Leon lo itu masih sakit, mending balik tidur sana gih", Sahut Key.
__ADS_1
"Emang kenapa, lo takut kalah", Jawab Leon dengan senyuman sinis.