
" Eh iyah ", Jawabku dengan anggukan.
< Apa, gue duduk berdua sama Leon, nanti dikirain orang apa >
" Kenapa bekalnya gk dimakan ", Tanya Leon.
" Eeehhh anu ", Jawabku dengan keringat dingin yang bercucuran baknya hujan.
" anu², udah cepet dimakan gih, nanti keburu bel masuk lagi, dan lo gak bakal sempet makan ", Ujar Leon.
< Dia...dia lagi khawatir sama aku >
" Sebenernya...., ini bekal gue buatin buat lo ", Jawabku sedikit malu.
< Apa buat gue > tersenyum
" Yaudah kalau gitu sini buka, biar gue yang makan ", Ujar Leon tersenyum
" Oh iyah, ini ", Jawabku yang memberikan bekal itu ke Leon.
" tapi......, enggak mau deh ", Kata Leon menolak.
" Loh kenapa ", Jawabku.
" Suapin gue ", Ujar Leon.
" Apa suapin, tapi lo kan udah gede, bukan bayi lagi ", Jawabku terheran - heran.
" Tapi lo kan udah bawain bekal ini buat gue, jadi lo juga yang harus bawa masuk makanan ini kemulut gue dengan cara nyuapin ", Ujar Leon.
__ADS_1
< Nih bocah, dikasih hati malah minta jantung, tapi gak papa deh gue nurutin dia sekali ini aja, asalkan dia sekarang seneng >
" Aaaaaaaa ", Kata Leon yang membuka mulutnya lebar².
{ Puft.... Dia lucu banget sih }
{ Aku mengambilkan sesendok nasi lalu memasukkannya ke mulut Leon }
" hmmm Enak, lo buat sendiri ", Tanya Leon dengan mulut penuh.
" Iyah, tapi habisin dulu itu ", Jawabku.
" Emang Kenapa lo tiba² masakin bekal buat gue, apa jangan²..... lo khawatir sama gue yah ", Ujar Leon.
< Akhirnya, Leon yang aku kenal balik lagi >
" Yah gue khawatir sama lo, lagian lo juga dari kemaren muka lo kusut terus, gak ada senyum - senyumnya, jadi makanya gue buatin bekal buat lo, agar lo bisa senyum lagi. Dan juga sambil balas semua kebaikan yang lo lakuin ke gue selama ini ", Jawab ku.
" Makasih yah, udah perhatian sama gue ", Ujar Leon sambil mengelus kepalaku.
{ Deg..deg..deg }
" Ah, singkirin nih tangan, malu tahu dilihat orang ", Kataku separuh senang dan separuhnya kesal.
" Iyah² ", Jawab Leon tersenyum manis.
" Lo gak makan juga ", Tanya Leon.
" Enggak, gue udah kenyang kok ", Jawabku.
__ADS_1
" Udah ayo buka mulut ", Suruh Leon.
" Buat apa ", Tanyaku kaget, Saat aku menanyakan ke Leon, dia langsung menyuapi ku.
" Hm ", menguyah.
" Gue tahu lo laper, jadi gue suapin yah, dan lo jangan sampai sakit cuman gara² gk makan, masa anak PMR sakit, kalau lo sakit siapa yang bakal ngobatin gue nanti ", Ujar Leon.
" Berhenti ngegombal ", Jawabku ke kesal.
" Iyah² ", Jawab Leon.
" Tapi lo harus banyak makan biar gak sakit, oke ", Ujar Leon.
{ Aku sangat malu hingga ke habisan kata² dan hanya bisa menjawab dengan anggukan }
Seketika bincangan kami berhenti saat, < Priiitttt > bunyi peluit, yang artinya latihan dimulai kembali.
" Yaudah pendek , gue pergi latihan dulu yah ", Ujar Leon sambil berdiri.
" Iyah, oh tunggu ", kataku menahan.
" Hm ", Jawab Leon.
" Semangat yah ", Ujar ku.
" Iyah, gue pasti semangat kok, karna energi gue udah penuh karna makanan lo, Yaudah gue pergi dulu yah, dah.... ", Jawab Leon yang lalu berlari bergabung dengan yang lainnya.
" iyah dah ", Jawabku yang sangat senang.
__ADS_1
< Tunggu tadi dia nyebut gue apa " Pendek " tuh orang kalau udah kumat ada aja, tapi untuk kali ini gue maafin deh, yang penting dia bisa senyum lagi, yahhh walaupun nyebelin " hehehe " >