Anak Basket VS Anak PMR

Anak Basket VS Anak PMR
Eps 37: pilihan yang sulit.


__ADS_3

Keesokan harinya, hubungan kami terus berlanjut, Leon tak hentinya ngegombal dan melakukan hal yang menjengkelkan.


Tapi entah kenapa, walaupun begitu aku tetap merasa nyaman dan hangat disisinya.


Leon memperkenalkanku kepada keluarganya, aku sangat senang dan juga sangat dekat dengan ibunda Leon, ternyata bundanya Leon sifatnya juga gak beda jauh sama mama ku, cuman bedanya kalau bundanya Leon sukanya koleksi tanaman hias, jadi kalau kerumahnya itu kerasa sejuk banget.


Dan kalau ayahnya Leon ternyata adalah sahabat papaku diwaktu SMA, aku sempet kaget juga sih hehehe😄😁.


(Beberapa bulan kemudian)


Lapangan basket🏀


Anak basket sudah selesai melaksanakan latihan, dan dipersilahkan untuk pulang.


"Leon, bisa kita bicara sebentar," Panggil pelatih basket.


"Iya pak, ada apa," Tanya Leon.


"Leon, kamu kenapa akhir-akhir ini tidak pernah ikut latihan basket dan bahkan jarang sekali, kamu ini seorang kapten loh," Ujar pelatih basket.


"Maaf pak, saya akhir-akhir ini sering tidak ikut latihan karna ada urusan mendadak," Jawab Leon.


Leon akhir-akhir ini memang tidak pernah ikut latihan basket bahkan jarang sekali, semuanya ini karna waktunya yang dia gunakan untuk menemani Keli.


"Urusan mendadak, apa itu benar apa hanya sebuah alasan, kamu tahu pertandingan kemarin sewaktu kita melawan SMA Garuda 1, kita hampir saja kalah, tapi syukurlah kita bisa menang, itupun juga karna keberuntungan memihak pada kita" Ujar Pelatih basket.


"Iya pak," Jawab Leon tertunduk.


"Apa jangan-jangan ini semua karna kamu sudah punya pacar," Curiga pelatih basket.


"Heng......apakah ada masalah dengan itu pak," Tanya Leon.

__ADS_1


"Tentu saja itu sebuah masalah, apa kamu tahu kamu ini seorang kapten Leon, kamu adalah anak yang sangat saya banggakan dan skill kamu dalam bermain basket juga sangat bagus, teknik dan segala macem," Ujar pelatih basket.


Leon hanya bisa tertunduk diam...


"Tapi jangan karna seorang wanita kamu jadi lupa akan tanggung jawabmu, saya tahu kamu masih muda dan saya tidak bisa melarang dalam hak berpacaran, tapi jangan lupakan juga tentang tanggung jawabmu dalam tim basket, masa semua anggota datang sedangkan kapten mereka tidak bisa datang hanya karna wanita," Sambung pelatih basket.


"Iya pak, saya mengerti," Jawab Leon.


"Ingat saya beri sebuah peringatan untuk yang pertama dan untuk yang terakhir, kalau kamu masih tetap seperti ini, mohon maaf saya bisa saja mencabut gelarmu sebagai kapten," Ujar pelatih basket.


batin Leon kaget.


"Leon dengar, seorang pemain basket bukan hanya tentang skill dan taktik yang ia miliki, tapi juga tanggung jawabnya dalam sebuah tim, apalagi kamu adalah seorang kapten," Ujar pelatih basket, lalu pergi meninggalkan Leon.


"Hallo bro," Sapa Dodi.


Leon hanya diam, dipikirannya hanya terngiang kata-kata pelatihnya.


"Bro, lo napa kesambet yah," Tanya Dodi.


"Napa tuh anak, tiba-tiba jadi sad boy gitu, emang tadi ngomongin pa'an sih sama pelatih, gue jadi kepo," Ujar Dodi.


(Sesampainya dirumah Leon)


"Leon pulang," Ujar Leon sembari membuka pintu.


"Eh den Leon udah pulang, mau makan dulu den," Tawar Bibi.


"Nggak usah bi, Leon mau langsung ke kamar aja," Jawab Leon.


"Welcome home anak bunda ganteng, makan dulu yuk, bunda udah buatin makanan luezat buat anak bunda," Ujar bunda Leon.

__ADS_1


"Enggak usah bun, Leon capek mau ke kamar dulu," Jawab Leon dengan wajah yang penuh beban pikiran.


(Leon) berjalan menuju kamarnya.


"Nyonya, den Leon kenapa, tumben gak kayak biasanya," Bisik bibi.


"Mungkin dia lelah bi habis latihan basket, udah biarin aja dia istirahat," Jawab Bunda Leon.


Dalam kamar Leon...


kamu ini seorang kapten Leon...


Leon dengar, seorang pemain basket bukan hanya tentang skill dan taktik yang ia miliki, tapi juga tanggung jawabnya dalam sebuah tim, apalagi kamu adalah seorang kapten...


Tapi jangan karna seorang wanita kamu jadi lupa akan tanggung jawabmu...


"Aku memang seorang kapten tim basket, tapi disamping itu ada juga orang yang kusayang," Ujar Leon duduk disamping jendela sambil menikmati sejuknya angin dan menikmati bintang dilangit.


"Bukankah orang melihat bintang untuk mendapat sebuah ketenangan, hah tapi hati ini tak bisa tenang walau sedang dihibur oleh bintang malam yang indah"


"Sebentar lagi adalah ulang tahun Keli, dan aku sudah berjanji untuk menghadirinya memakan potongan kue pertamanya," Ujar Leon.


#Flash back#


"Leon sebentar lagi ulang tahun aku, kamu bakalan dateng kan," Tanyaku.


"Pasti Keli manisku," Jawab Leon sembari tersenyum.


"Bagus, kalau gitu aku tunggu yah, karna potongan kue pertama akan aku kasih buat kamu," Ujar ku😊❤.


//////////////////////////////

__ADS_1


"Tapi disamping itu ada juga sebuah ekstra, teman dan pelatih yang bisa membuatku sampai seperti sekarang"


"Mana yang harus kupilih sebuah tim yang sudah membuatku seperti sekarang ini, atau seorang wanita yang sangat kucintai, bintang kalau pun kau bisa membuat orang menjadi tenang saat melihat dirimu, maka berikanlah juga sebuah jawaban untukku!?," Ujar Leon.


__ADS_2