
"Sudah cukup," Ujar Leon sambil menjauhkan tangan cewek tersebut.
"Eh iyah kak," Jawab cewek tersebut sambil menunduk.
"Lain kali berlatih lah dengan serius, kalau setiap kita latihan dan kamu tidak pernah serius itu percuma saja, dan juga aku disini hanya ditugaskan untuk mengajarimu, bukan lebih" Ujar Leon.
"Iyah kak, maaf," Jawab cewek tersebut meminta maaf.
"Dan lain kali jaga sikapmu, sekarang kamu boleh pergi" Ujar Leon dengan nada dingin.
"Iyah kak," Jawab cewek tersebut yang lalu pergi meninggalkan lapangan basket.
"Haaahhh, gue pegel banget mulai kemaren disuruh buat ngajarin cewek itu mulu, gue jadi kangen sama galaknya Keli, apa gue samperin aja yah (berpikir), ya udah deh," Ujar Leon yang lalu pergi hendak menuju ke kelas Keli.
Leon baru berjalan beberapa langkah, dan menemukan dua botol minum yang tergeletak di tanah.
"Ini botol minum siapa lagi (mengambil), daripada dibuang mending buat gue aja," Ujar Leon yang memungut botol minum itu dan pergi menuju ke kelas Keli.
"Leon," Sapa Dodi.
"Iyah," Jawab Leon.
"Waaahh botol minumnya pasti dari Keli yah, so sweet," Ujar Hana.
"Ciieeee," Sahut Dodi.
"Apaan sih dari Keli, gue aja gk tahu nih botol minum punya siapa," Ujar Leon.
__ADS_1
"Kok bisa, tapi Keli tadi bawa dua botol minum, kayaknya sih mau dikasih ke lo, tadi aja dia ninggalin gue gitu aja, buru-buru mau ke lapangan basket nemuin lo," Ujar Hana.
< Keli ke lapangan basket, tapi kok gue gk ketemu sama dia yah >
"Kalau boleh tahu, sekarang Keli kemana," Tanya Leon.
"Emmmm biasanya sih kalau dia gk sama gue, dia itu pergi ke rooftop, coba deh lo periksa kesana, dia biasanya kesana kalau lagi pengen sendiri," Ujar Hana.
"Yaudah gue pergi dulu yah," Jawab Leon yang lalu pergi menuju rooftop.
"Oke," Sahut Hana dan Dodi bersamaan.
< Hah rooftop yah >
Sesampainya disana, dan benar saja Keli ada disana, dia sedang berdiri termenung sendirian menikmati sejuknya angin.
"Leon lo disini," Ujarku dengan nada sendu.
< Dulu aku kalau setiap kali lihat Leon pasti bawaannya pengen marah mulu, tapi sekarang pengen nangis >
"Lo kenapa, mata lo kok berkaca-kaca gitu, oh gue tahu lo pasti sangking kangennya sama gue sampai pengen nangis kan," Ujar Leon.
"Eng...enggak kok cuman kelilipan aja," Jawabku sambil mengedipkan mata agar tidak menangis.
"Leon," Ujarku.
__ADS_1
"Hm," Jawab Leon.
"Ternyata susah yah, suka sama orang dan sedangkan orang itu sendiri disukai banyak orang," Ujarku yang membuat Leon heran atas perkataanku.
"Maksutnya," Tanya Leon.
"Gue minta maaf yah," Ujarku sambil menoleh ke arah Leon.
< Keli kenapa sih, kok dia gk kayak biasanya >
"Buat apa lo minta maaf," Tanya Leon lagi yang tambah bingung.
"Yah, gue minta maaf karna perlakuan gue selama ini ke lo gak baik, kayak misalnya marah-marahin lo lah, nyakitin lutut lo atau apalah (satu air mata menetes), bikinin bekal buat lo nyemangatin lo, itu gak jelas banget kan, Hah jadi intinya gue minta maaf," Ujarku sambil mengusap air mata.
"Kel, sebenarnya lo ini kenapa," Tanya Leon.
"Gue pergi dulu yah, takut nanti tiba-tiba bel masuk bunyi," Ujarku yang lalu pergi meninggalkan Leon.
< Maafin gue Leon, hanya dengan begini gue gak akan naruh harapan yang terlalu besar lagi ke lo >
"Maaf, maaf, maaf, apa maksutnya ini semua," Ujar Leon yang tiba-tiba marah.
"Apa waktu dilapangan basket dia ngelihat gue sama cewek itu,"
"Bodoh, bodoh, gue bodoh, gue bahkan gk bisa jaga perasaan cewek yang gue suka, ini semua gara-gara cewek itu," Ujar Leon sambil meremas botol minum tersebut.
"Kel, gue itu udah mulai suka sama lo,"
__ADS_1