
"Kelii, lo mau narik tangan gue sampai kapan," Ujar Hana.
"Eh, iyah-iyah maap," melepaskan tangan Hana.
"Oh yah, tadi lo sama Leon ngapain hayo," Ujar Hana menggoda.
< Tuh kan kambuh penyakitnya > Batinku.
"Gak ngapa-ngapain," Jawabku dengan muka datar.
"Tapi.....,"
"Eh Han penyakit lo kayaknya udah mulai parah deh, cepet bawa kedokter gih," Ucapku memotong omongan Hana, lalu berjalan pergi.
< Apa penyakit >
"Eh Kel tunggu," Teriak Hana menyusul.
[ Waktu terus berjalan, hingga waktunya pulang ]
////////////////////
*Sesampainya dirumah*
"Keli pulang," Ucapku sembari membuka pintu.
"Waaah anak mama udah pulang," Sambut mama Keli.
*Teng* tercengang.
< Kenapa diruang tamu ada dua almari baru >
"Ma, itu almari buat apaan," Tanyaku.
"Oh ini, yah buat baju-baju mama lah sayang," Jawab mama Keli.
"APA (kaget), emang almari yang dikamar udah gak muat ma," Tanyaku.
"Eng, enggak tuh," Jawab mama Keli.
"Astagfirullah mama,"
"Udah daripada kamu disitu, mending sini bantuin mama masukin semua baju-baju mama," Ucap mama Keli sambil menunjuk ke arah tumpukan baju yang menggunung.
"Eng, kayaknya Keli gak bisa deh ma, Keli...keli lagi pegel banget ma dan tugas juga lagi numpuk, mending mama minta bantu ke bibi aja," Kataku.
"Oh gitu yah, yaudah deh kamu istirahat dulu sana," Jawab mama Keli.
"Oke ma," Kataku, lalu pergi menuju kamar.
[ Di dalam kamar Keli ]
"Hah" rebahan di kasur.
"Gak tahu kenapa hari ini rasanya suntuk banget, huuaahh (menguap) mending tidur aja," Kataku yang lalu memutuskan untuk tidur.
[ Keesokan harinya ]
π*Krrriiinggg* bel istirahat berbunyi.
"Keli, gue bisa minta tolong gak," Pinta Hana.
"Tolong apaan," Tanyaku.
"Kamu pergi ke rooftop dong," Pinta Hana.
__ADS_1
"Loh emang kenapa," Tanyaku heran.
"Ada Dodi disana," Jawab Hana.
"Terus apa hubungannya sama gue bambang," Jawabku kesal.
"Ih Keli, nama gue Hana bukan bambang," Ucap Hana.
"Hadehhh, serah lu dah," Jawabku pasrah.
"Jadi, cuman temuin Dodi doang kan," Ujarku.
"Hem," Jawab Hana tersenyum lebar.
"Eeeh tunggu-tunggu, kalau gue kesana lo kemana, Dodi kan pacar lo masa gue yang harus nemuin," Kataku.
"Eh eehhh itu, gu...gue mau...mau, mau kekantin dulu (cari alesan), aduuuhhh gue laper banget nih lo..lo kesana dulu yah, dah," Jawab Hana lalu ngilang gitu aja.
< Kok gue berasa aneh yah > Batinku curiga.
[ Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke rooftop ]
*Sesampainya disana*
"Dodiii," Panggilku sambil celingak-celinguk nyariin Dodi.
< Ah itu Dodi > Batinku melihat Seorang laki-laki yang berdiri membelakangiku.
"Dodi," Sapaku.
*Menoleh*
< Arrrgghh, kenapa...kenapa malah Leon >
"Apa lo udah salah ngenalin orang cool kayak gue hem," Ujar Leon sembari berjalan menghampiriku.
< Orang cool sekebun binatang > Batinku.
"Lo...lo ngapain bisa disini," Tanyaku.
"Lagi pengen nongkrong aja, emang kenapa gak boleh," Jawab Leon.
"Eng...enggak," Ujarku kagok.
π*Swuuusshhh* angin berhembus.
(Leon) melangkah lebih dekat.
(Keli) Mundur lebih jauh.
"Lo kok tambah deket-deket sih," Ujarku risih.
*Tambah mendekat*
"Gue kan udah bilang,"
*Plok* memegang kepala.
"Ada daun di rambut lo," Ujar Leon.
"..............", hening
"Oke-oke, daunnya udah hilangkan, sekarang singkirin tangannya," Ujarku dengan wajah memerah.
*Melihat ke arah saku celana Leon yang terdapat setangkai bunga mawar*
__ADS_1
"I...itu, bunga mawarnya buat siapa," Tanyaku malu.
"Oohhh ini," Jawab Leon sembari mengambil setangkai bunga mawar tersebut dari saku celananya.
"Ini buat manusia," Sambung Leon.
"Yah tahu kalau buat manusia, maksutnya itu namanya," Tanyaku geram.
"Hemmm namanya yah, pokoknya intinya sih cewek," Jawab Leon.
"gue tahu itu bunga buat cewek, masa buat cowok, emang lo mau homo apa," Ujarku kesal.
"Kok lo marah sih, hmmm cemburu yah," Kata Leon.
"Si...siapa yang cemburu (memerah), ta...tapi itu cewek udah dateng belum," Tanyaku malu.
"Belum," Jawab Leon.
< Tuh kan, pasti buat cewek itu, Kel...kel gak usah ngarep deh >
"Tadi," Ucap Leon.
"Apa," Tanyaku.
"Tadi cewek itu belum dateng, tapi sekarang dia sudah berdiri di hadapan gue," Jawab Leon.
< Ap...apa, maksutnya >
"Yah, cewek yang mau gue kasih bunga ini adalah Keli," Sambung Leon tersenyum.
"Ak..aku, ta..tapi cewek itu," Tanyaku.
"Kel, dia itu cuman, bla bla bla," Jawab Leon menjelaskan semuanya.
< Ja...jadi cuman sebatas itu >
"Jadi Keli, apa lo mau jadi pacar gue," Sambung Leon sambil berlutut di hadapanku.
"Leon berdiri," Kataku sambil membantu Leon berdiri.
"Jadi apa jawaban lo," Tanya Leon.
< Leon ternyata kalau urusan ginian, lucu banget yah wajahnya >
"Leon lo itu cowok yang nyebelin, tukang bikin marah, tukang gombal,"
"Tapi, walaupun lo begitu, (mengambil bunga mawar tersebut), gue cinta sama lo Leon," Jawabku yang membuat Leon diam seribu kata.
"Keli, gue juga cinta sama lo," Kata Leon.
"Yyeeeyyyyy," Tiba-tiba Hana dan Dodi datang memberi sorakan.
"Ka..kalian daritadi disitu," Tanyaku kesal.
"Cieee yang udah pacaran," Goda Dodi.
"Yey Keli gak jomblo lagi," Sambung Hana.
"Sssttt udah-udah, kasihan tahu Keli, jangan diledekin," Sahut Leon.
"Hmmmm udah ada pengawalnya nih," Ujar Dodi.
"Udah sekarang Leon harus traktir kita makan buat pajak jadiannya," Kata Hana.
"Setujuuuu," menjawab serentak.
__ADS_1
< Leon, semoga kita bisa menjadi pasangan yang tepat, Terima kasih Leonπ >