Anak Basket VS Anak PMR

Anak Basket VS Anak PMR
Eps 31: Sebatas junior dan senior kah???


__ADS_3


"Itu kardusnya isi apa," Tanyaku penasaran.


"Yah kakak Keli buka aja dulu," Jawab Acha.


"Oke," Ujarku.


{ Aku naik ke atas kasur, dan membuka kardus tersebut, saat kubuka ternyata isinya adalah }


"Waaah, ini kan novel kak Keli yang waktu itu kalian rusakin," Ujarku sambil mengeluarkan semua buku novel dari dalam kardus tersebut.


"Iyah kak, Acha sama Achi juga mau minta maaf karna habis ngerusakin buku kakak," Ujar Acha.


"Iyah, kakak Keli maafin," Jawabku sambil mengelus kepala Acha.


"Lagian kakak Keli juga, kok seneng banget sama yang namanya novel, isinya kan cuma tulisan semua?," Tanya Acha.


"Nanti kalau Acha sudah besar kayak kak Keli, Acha bakalan ngerti serunya baca novel," Jawabku.


"Enggak, walaupun nanti Acha sudah besar kayak kak Keli, Acha bakalan masih suka sama buku gambar," Ujar Acha.


"Iyah deh iyah," Jawabku.


"Yaudah, kalau sekarang kita main aja gimana," Sambung ku.


"Ayok Aak, Achi juga bosen daritadi diem terus," Ujar Achi.


"Oke, ayo kita main," Ujarku.


Akhirnya kami memutuskan untuk bermain bersama, aku tidak tahu, ternyata dengan bermain bersama Acha sama Achi, rasa sedih dan penasaran ini akan cewek itu, bisa sedikit terobati.


Kami bermain cukup lama, hingga mama, papa, sama tante sudah pulang. Tante berbincang sebentar dengan mama sama papa di ruang tamu, setelah selesai tante mengajak Acha sama Achi untuk berpamitan pulang.


{ Dikamar Keli }


"Acha sama Achi pulang, hah jadi sepi lagi deh," Ujarku.


"Oh yah, tadi Acha kayaknya beliin buku novel lain, dan aku belum tahu ceritanya, aku baca dulu ah," Sambungku yang lalu membaca buku novel tersebut.


{ Serius membaca........ }


"Hiks, ceritanya sedih banget, kasihan ceweknya udah diperhatiin, eh malah cowoknya udah sama cewek lain ( dramatis ), tapi kok ceritanya kayak yang aku alamin yah," Ujarku.

__ADS_1


"Ah biarin aja, siapa juga yang suruh naruh perasaan buat tangan panjang itu," Sambungku sambil melempar buku novel tersebut karna kesal.


{ Drrttt....drrtttt..... } Getar hp Keli.


"Nih lagi, orang lagi gk mood gini, adaaaa aja yang nelpon," Ujarku sambil mengambil hp tersebut.


 


............HanaBFF🌈..........


 


"Hallo Han, ada apa," Tanyaku dalam telpon.


"Ini Kel, gue udah tahu cewek itu siapa," Jawab Hana.


"Emang siapanya," Tanyaku.


"Tuh cewek , ternyata cuman anak baru Kel, karna dia susah buat diajarinnya, makanya pelatih basket nyuruh Leon buat ngajarin dia," Jawab Hana.


"Lo tahu darimana," Tanyaku.


"Gue tahu lah, kan bebep gue anak basket juga," Jawab Hana.


"Bebep...bebep, bebek kali ah," Ujarku.


< Jadi cuman anak baru yah, puft bagus deh >


"Lumayan," Ujarku.


"Beneran cuma lu-ma-yan," Kata Hana.


"Ya iyah," Jawabku.


"Yaudah Kel, gue tutup dulu yah, dipanggil mama gue nih," Ujar Hana.


"Yaudah deh, makasih yah," Ujarku.


"Iyah, daahh," Jawab Hana.


"Daahh," Ujarku.


{ Tuuuttt....tuuutt... } menutup telepon.

__ADS_1


"Yeeeyy, yeeeyyy ternyata cewek itu gak ada hubungan apa-apa sama Leon," Ujarku yang kesenengan.


{ Keesokan harinya....... }


Di koridor sekolah


"Kel, lo beli dua botol minum, emang lo haus banget yah," Tanya Hana sambil berjalan.


"Hehehehe," Jawabku.


"Kok malah gitu sih," Ujar Hana terheran.


"Eh Dodi," Sapaku sambil melambaikan tangan ke Dodi.


"Iyah Kel, Han. Kalian mau kemana," Tanya Dodi.


"Mau balik ke kelas aja," Jawab Hana.


"Dodi, Leon mana tumben lo gak bareng sama dia," Tanyaku.


"Oh Leon, dia lagi dilapangan basket. Emang kenapa, hmmmm kangen yah," Jawab Dodi.


"Enggak kok, cuman mau tanya aja, kalau gitu gue pergi dulu," Ujarku yang lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


"Kayaknya Keli udah mulai suka tuh sama Leon," Ujar Dodi.


"Iyah," Jawab Hana sambil tersenyum.


{ Aku berlari menuju lapangan basket, dengan perasaan yang sangat senang }


"Hah...hah, aku harus cepet sampai kelapangan basket, Leon pasti haus makanya aku bawain botol minum ini," Ujarku sambil berlari.


Sesampainya dilapangan basket.....


"Hoss...hoss...hoss, hah akhirnya sampek," Ujarku yang kelelahan.


{ Aku melihat Leon sedang duduk disana sendirian, hingga aku memutuskan untuk menghampirinya dengan berjalan }


Baru beberapa langkah, cewek itu muncul lagi dan menghampiri Leon, hingga aku berhenti penasaran apa hubungan antara mereka.


Cewek itu memberikan botol minumnya ke Leon, dan mengusap wajah Leon yang bercucuran keringat dengan handuk, dan Leon tersenyum menanggapi perilaku cewek tersebut.


Aku hanya bisa memeras botol minum yang kubawa sekuat-kuatnya.

__ADS_1


"Apa benar itu hanya sebatas junior dan senior, hah kupikir itu lebih," Ujarku.


"Botol minum ini, sepertinya sudah tidak ada gunanya lagi," Sambungku sambil membuang botol minum itu ke tanah dan pergi meninggalkan mereka.


__ADS_2