
Tak terasa sudah Genap 5 thn Lian tinggal di Negara S dan dia telah merindukan negara nya sendiri jadi Lian memutuskan untuk kembali Lagi Ke Negara T dan tentunya tidak Sendirian sudah ada 2 Putranya yang ganteng, imut, bahkan Jenius yang menemaninya dan tentunya ada Rula juga
...........
pukul 09.00 malam
Di terminal kedatangan dua wanita, wanita yang satunya Tengah menggendong Seorang anak kecil Dan wanita dengan rambut yang Di Gerai indah tengah Menggandeng tangan Seorang Anak kecil
Yah itu adalah Rula dan Lian, masing - masing dari mereka tengah menggendong dan menggandeng Putra Lian yang masih berumur 4 thn
Yang ada dalam Gendongan Rula Namanya Rayen Zelion Werty dan Nama Anak kecil yang di Gandeng Lian adalah Rayon Zyay Werty
mereka berdua memiliki Wajah Yang sama Dengan Ayah mereka bahkan Mungkin Versi kecil dari Ayah Mereka
Rayen Yang memiliki otak yang Jenius dan sifat yang dingin mewarisi Sikap Ayahnya dan Rayon yang Memiliki Tubuh yang kuat dan sifat yang Lemah lembut Mewarisi sifat ibunya tapi Eitss jangan salah sangkah di balik Sikap Lemah lembutnya Rayon, Anak kecil ini memiliki sikap yang Sedikit Jail dan memiliki otak yang seperti Rubah, Licik dan penuh siasat
Rayen Yang Sifatnya Kalem dan dingin Memiliki kemampuan dan Otak yang Luar biasa Dia ahli di bidang komputer walaupun Umurnya yang masih 4 thn tapi otak dan Cara Pengucapan katanya seperti orang dewasa pada umumnya
Berbeda Jauh dengan Rayon yang Memiliki Fisik Kuat di umurnya yang masih 4 Tahun Rayon telah mengusai Hampir seluruh Ilmu Silat, saat Lian dan Rula sedang pergi Berbelanja dan Hanya Tinggal Rayon Dan Rayen Sempat pernah ada Seorang pencuri yang berani masuk ke dalam Rumah Mereka
dengan Seribu Akal Licik Rayon Dia Menjahili Pencuri Itu dan membuat Pencuri itu bahkan memohon dengan sendirinya agar dia bisa di masukan ke penjara
Dan Rayen hanya bisa menggeleng - gelengkan kepalanya dengan apa yang dilakukan Rayon, Bahkan Lian dan Rula Pun Tak berkutik dengan kelicikan Rayon
Kelahiran Rayen dan Rayon hanya selisih 5 menit saja tapi dari antar mereka tidak ada yang mau mengalah untuk jadi Adiknya mereka berdua bahkan selalu berdebat Untuk posisi anak sulung
" Mommy Kita akan Kemana ? " Tanya Rayon dan mendongak menatap Lian
" nanti juga akan Tauh " Jawab Lian Menatap lembut Pada Rayon dan Anak kecil itu hanya Mengangguk - anggukan kepalanya saja
" Kau Ini Masih Harus bertanya ..diam dan ikuti saja, kenapa harus bertanya " Celetuk Rayen menanggapi Anggukan kepala Rayon
" Ishh.. Kau adik Tak perlu ikut Campur jika Kaka sedang bertanya " Ujar Rayon sembari menatap kesal ke arah Rayen
" Siapa Yang adik aku yang Lebih dahulu keluar dan kau yang Terakhir seharusnya kau memanggilku kaka " Ucap Rayen yang tak mau kalah
Mereka berdua pun sepanjang jalan itu hanya berdebat soal siapa yang adik dan siapa yang kaka, Rula dan Lian hanya menggeleng - geleng kan kepala mereka mendengar perdebatan Rayen dan Rayon
...........
Sesampainya di Apartemen yang telah Lian sewah, mereka berempat pun masuk melepaskan Sepatu dan hels mereka
" Rayen, Rayon jangan Lupa Tata baik - baik jangan Main Lempar oke " Ujar Lian
Rayen dan Rayon pun mengangguk dan mengiyakan saja perkataan Mommy mereka
__ADS_1
Sesampainya di kamar dengan nuansa Putih Itu , menggantung tas berwarna hitam nya di pojok sebelah kiri
( Hiraukanlah Dengan Kondisi di balik jendela itu yang Sebenarnya siang hari tapi Di Novel ini malah malam hari 🤦♀️😅😅🤣🤣)
Lian segera merebahkan tubuhnya yang lelah itu di atas kasur, Sesekali menghembuskan dan Menarik nafasnya
" Akhirnya aku kembali lagi Di Negara yang pernah Memberikan kenangan buruk padaku 5 thn Silam lalu " Batin Lian dan terkekeh sendiri Memikirkan Apa yang di pikirkannya ini
" Kenangan Buruk kah ? " Batinnya lagi
" Ah Lupakan saja untuk apa mengingat masa lalu yang buruk itu..lebih baik aku Menghadapi masah sekarang saja " Lian segera mengubah pikirannya untuk berpikir Positif
( Ah Ku pikir Positif Kofit hahaha 🤣🤣🤣🤦♀️)
beranjak dari Tidurnya dan Membuka semua Baju dan mengambil Sebuah Handuk dan membukus Nya di Tubuhnya Masuk ke dalam kamar mandi dan membasuh tubuhnya
Di Sisi Lain
Terlihat Seorang bocah tengah serius dengan mengotak atik leptopnya entah apa yang tangan kecil itu Lakukan
" Adik Apa yang sedang kau lakukan " Tanya Rayon
" apanya yang adik ..menyebalkan " Umpat Rayen
Rayon segera bermuka cemberut/masam tapi Jika ada orang dewasa yang melihatnya pasti akan terserang Keimutan dari wajah Rayon saat ini
" Kau Ini nggak ada manis - manisnya sama sekali ..entah sifatmu Ikut siapa " Celetuk Rayon
Rayen Yang mendengar Ucapan Rayon pun segera menghentikan kegiatannya dan berbalik menatap Rayon
" Mungkin ikut Ayah Kita " Ujar asal Rayen
Rayon Pun Mengerutkan alisnya dan menatap Rayen dengan sorotan mata Bingung
" Ayah ? " Tanya Rayon
Rayen pun mengangkat kedua Bahunya
" Memangnya kau tauh siapa ayah Kita ? " Tanya Rayon lagi
" Aku tidak tauh..tapi Seperti yang kau katakan tadi dari mana sikap ku ini Di turunkan ..ibu memiliki sikap lemah lembut ..lah Jika bukan ikut Ayah ikut siapa dong " Jawab Rayen
Rayon Pun terbengong sejenak dan detik itu Dia segera sadar dan cengir - cengir sendiri
__ADS_1
" Nah ..Mungkin Bisa jadi ..Sifat ayah pasti dingin, sombong , Arogan , dan memiliki Ego yang besar Sma seperti kamu " Ejek Rayon
" Ck " Decih kesal Rayen
" Dingin, Sombong , Arogan, dan memiliki Ego yang besar ...apa kau sedang mengejek ku " Kesal Rayen
Rayon Pun mengerlingkan matanya dan Menjulurkan lidahnya
Rayen pun memutar bola mata nya malas dan beranjak dari tempat dia duduk
" Hei kau mau kemana " Teriak Rayon
" Berisik " Teriak Rayen Balik
Rayon Pun menggeleng - gelengkan kepalanya dan menghembuskan nafas Nya
" Ha ..dasar Adik jaman sekarang ..nggak bisa menghormati kakanya " Gumam Rayon tapi Gumamannya masih bisa di dengar oleh Rayen
" Aku bukan Adik Kau yang adik " Teriak Rayen
Rayon pun sedikit terkejut karena kenapa Saudaranya masih bisa mendengar gumamannya dasar Telinga anjing pikir Rayon
..........
25 Menit kemudian
Lian pun keluar dengan Berbalutkan Handuk di atas dan di badannya, Pergi ke lemari pakaian dan Mencari sana sini baju yang akan di pakainya
setelah mendapatkan apa yang di carinya Lian segera memakai nya, dan keluar dari kamarnya menuju ke ruang dapur
Saat Telah berada di ruang dapur betapa terkejutnya ternyata Rula Dan Putranya Rayen tengah Masak bersama benar - benar pemandangan yang Indah ( menurutnya )
BERSAMBUNG ~~~
.
.
.
Penasaran ?
Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian Like, komen, Hadiah , dan Vote agar tambah semangat deh aku 🥰🥰😘😘😊🙏🙏
See You In The Next Episode 😁👋👉
__ADS_1