
Di sebuah Pesawat Hanya ada Empat orang di dalamnya Tengah Duduk Saling berhadapan satu dengan yg lain, Seorang Wanita hanya bisa duduk termenung dengan balutan Batin yg telah memenuhi isi kepalanya
Sejak kapan dirinya bisa berada di pesawat Pribadi yang kelihatan mewah ini?, Bukankah tadi dia sedang duduk Di sebuah mobil?, dan kemana pria di sampingnya ini akan membawa Dirinya dan kedua putranya
" Kamu kenapa? " Tanya seorang Pria
" Ah.. aku tidak apa - apa hanya saja sekarang Anda akan membawa Saya Kemana, bahkan harus naik Pesawat pribadi segala " Wanita ini mencoba Bertanya dengan Membuat senyum profesional terukir di Bibir nya
" Negara N " Singkat Nya
" Ha!? " Wanita ini begitu terkejut mendengar Penuturan kata pria Di sampingnya ini
" Kenapa kau terkejut " Pria ini Mengerutkan alis Heran
" K.. kenapa kita harus ke Negara N? , dan bagaimana dengan Pakaian ku?, Memangnya Ada pekerjaan penting? , Lalu bagaimana dengan pekerjaan Anda siapa yang akan mengambil ahli nantinya ? " Wanita ini melemparkan begitu banyak pertanyaan dan membuat Pria di sampingnya menjadi bingung
" Kau tidak bisa apa Bertanya Satu - satu, kenapa harus begitu banyak pertanyaan yg keluar dari mulutmu " Kesal Pria ini
" Oh.. maaf, Tapi memangnya Kenapa kita harus ke Negara N? " Tanya Lian
" Ada sesuatu yg harus aku kerjakan Di sana " Jawab Roland
" Lalu Bagaimana dengan Pakaian ku ? "
" Kau tenang saja aku bisa membelikan pakaian baru untukmu dan Putramu "
" Lalu Pekerjaan Anda Tidak apa - apa di tinggalkan? "
" Tidak.. Masih ada Sekertaris Ku.. dia akan mengambil ahli Pekerjaan ku untuk Sementara waktu "
" Oh " Lian hanya Ber " oh " Ria saja
............
Setelah perjalanan yang panjang akhirnya Lian Telah menginjakan kakinya Di Negara N, sebuah Negara yang baru pertama kali Dia datangi
" Wahh " suara seorang anak kecil dengan begitu Riangnya
" Adik Coba kau lihat " Rayon menunjuk Sebuah Patung
" jangan panggil aku adik...bibir mu adik ku ..sedangkan aku 4 menit lebih awal keluar darimu " Ujar Rayen
" Ish.. apaan sih dari mana kau tauh jika kau yang lebih dulu keluar " Rayon mencoba membantah perkataan saudaranya
__ADS_1
" Mommy yang beritau " Ujar Rayen
Rayon pun segera mendongak ke atas dan menatap Lian dengan Wajah serius
" Kenapa " Lian mengerutkan Alisnya heran
" Mommy apa benar jika Rayen yang lebih dulu keluar dari pada aku " tanya Rayon dengan ekspresi Serius
Lian pun menjadi bingung dengan pertanyaan putranya yang begitu Ambigu menurutnya
" Sayang.. memangnya kenapa Jika Rayen yang lebih dulu keluar? "
" hem!...mommy apa harus Rayen yang lebih dulu keluar kenapa tidak aku Coba " Gerutu Rayon dengan membuat Wajah Cemberut
" Lah.. Sayang kok Cemberut sih nanti hilang loh gantengnya " Goda Lian Kepada putranya
tapi Rayon masih saja membuat Wajah cemberut
" Kau ini sih.. kenapa tidak bisa mengalah " Lian Berbisik ke arah Putranya Rayen
" Mommy Soal itu nggak bisa.. pokok nya yang harus jadi kaka itu aku karena aku yang lebih dulu keluar " ujar Rayen tak mau mengalah dengan saudaranya
Lian pun menarik nafasnya dalam - dalam,menghembuskannnya kembali dengan kasar, dan memijit pelipisnya, dia benar - benar bingung dengan kekerasan kepala putra - putranya, entah ikut siapa
Rayon pun Dengan patuh mendekat ke arah Roland, Pria ini pun menggendong Tubuh kecil Rayon dan kemudian membisikan sesuatu
16 detik kemudian
" Ok daddy " Rayon pun tersenyum dan memeluk Roland
" Anak baik " Roland mengusap lembut kepala Rayon
dan Setelah itu Roland menurunkan Tubuh mungil Rayon, Anak kecil ini pun kemudian mendekat ke arah Lian
" Mommy " Panggil Rayon
Lian pun Menatap putranya
" Iya sayang " Jawab Lian
" Aku akan mengalah " Ujar Rayon
" Ha? " Lian bingung dengan perkataan putranya
__ADS_1
Tatapannya segera berahli menatap Roland, pria ini pun mengerti Dengan Cara pandang Wanita ini dia hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahunya
Lian menjadi lebih bingung lagi entah apa yang di katakan Pria ini sampai membuat Putra Nya menjadi Patuh, sedangkan sangat sulit untuk membujuk Putra Kecil nya yang satu ini
" Rayon sayang apa yang di katakan Pria ini padamu " Bisik Lian ke telinga Rayon dan sembari menunjuk ke arah Roland
Rayon Pun segera melirik ke arah Roland dan pria ini segera memberi isyarat untuk tidak membritauh Lian, Anak kecil ini pun Mengikuti Permintaan Daddy nya
" Mommy Itu rahasia Daddy dan aku, Mommy nggak usah Kepo " Ujar Rayon
Lian menganga sempurna mendengar jawaban yang di berikan oleh putranya, dengan kesal Dia mendekat ke arah Roland
tanpa aba - aba menarik dasi pria ini dan menimbulkan jarak begitu dekat antara keduanya
" Tuan Apa yang Anda katakan pada putra Saya " Ujar Lian pelan Dan mengulas sebuah senyum dingin di Bibirnya
Roland pun menyeringai Licik sebuah ide jahil terlintas di benaknya kemudian dia mendekatkan wajahnya dan membuat Wanita ini Menjauhkan wajahnya, pria ini kembali mendekatkan wajahnya, dan Lian kembali mencoba menjauhkan wajahnya, tidak menyerah sampai di situ Roland menarik pinggang Mungil Lian dan membuat tubuh mereka saling bersentuhan
wanita ini kemudian membulatkan matanya sempurna dengan prilaku Pria di depannya ini, dengan kesal dia memalingkan wajahnya ke tempat lain
" T.. tuan apa yang Anda lakukan " Ujar Lian Dan mencoba berusaha lepas dari Perlakuan pria ini
" Bukankah kau ingin sebuah jawaban " Jawab Roland dengan tersenyum penuh arti
" T.. tapi tidak harus sedekat ini " Lian pun menutup rapat Matanya
Dengan jahilnya Pria ini kembali mendekat dan Meniup pelan daun telinga Lian dan membuat wanita ini terperanjat kaget dan segera mendorong tubuh Roland
setelah perlakuan Roland tadi Wajah Lian begitu merah bagaikan sebuah tomat dia pun menatap tajam Pria ini
Namun Roland bahkan tak merasa bersalah sama sekali atas perlakuannya tadi malah dia merasa puas dengan apa yang telah dilakukannya
.
.
.
.
Abang Roland kok jahil amat sih sama Calon Istri nanti Fuyu buat jadi bucin baru tau rasa π€
Sampai Jumpa di eps selanjutnya yah jangan lupa terus dukung Fuyu yah Lewat Ritual yang selalu di lakukan setiap abis baca satu bab π€π ok πNanti Fuyu tunggu π
__ADS_1