
Untuk Visual Lian, Roland, Rayen, dan Rayon
pertama Fuyu kasih Visual Rayen dan Rayon
RAYEN ZELION WERTY
RAYON ZYAY WERTY
oh iya Bukan hanya dari segi sifat saja yang membedakan Rayen dan Rayon tapi dari segi penampilan dan berpakaian untuk Rayen dia lebih cenderung memakai pakaian Bergaya dan untuk Rayon dia lebih suka memakai pakaian yang simpel dan nyaman
Boleh nggak sih Visualnya yang ini 😊😭 Fuyu udah berusaha nyari loh dan yah Hati fuyu mengatakan jika wajah itu yang lebih cocok untuk mereka 😂
dan Fuyu Ingatkan pertumbuhan Dari kedua bocah kembar ini sangat pesat jadi yah walaupun umur mereka terbilang masih sangat mudah yaitu 4 tahun tapi Sebagian orang akan menilai jika mereka sudah berumur 8 atau 10 tahun 😂🙏👍
DANDELIAN WERTY
Off ( Make up )
On ( Make up )
itu Visual sih Lian 😭 Bagus nggak sih atau terserah kalian dah mau berimajinasi dengan wajah apa saja tapi dari Fuyu sih yang ini, wajah Lian
ROLAND ABCDEF XZAYER
Rambut di turunkan
rambut tidak di turunkan
Cocok ? atau nggak, apa Visual nya sesuai ? semoga iya 👍
Yang lain Nanti aja yah 😊🙏
Cap cuy ke ceritanya aja 😊👇
......................
Di dalam sebuah ruangan terdapat Dua Bocah kecil yang sedang berbaring di atas sebuah Kasur king Zize
" Ayen " Rayon Memanggil Saudaranya
" Ehmm " Rayen hanya menjawab singkat
" Apa kau tauh bagaimana membuat seorang adik ? " Tanya Rayon dengan polosnya
" Nggak " Jawab Rayen
" Kenapa ? " Tanya Rayon lagi
__ADS_1
" yah nggak tauh " Rayen menatap kesal ke arah saudaranya
" Kenapa kau sampai nggak tauh Bukankah kau Jenius ? Kenapa gak Cari di Google Aja ? " Rayon Membalas Dengan Berekspresi Bodoh
" kenapa ekspresi mu bodoh sekali " Ejek Rayen walau Masih berwajah datar
Rayon Menatap penuh Kekesalan kepada Rayen
" Cepat " Rayon mendesak Saudaranya agar memenuhi Permintaan nya tadi
" Nggak mau " Rayen menolak saudaranya
Seketika ekspresi Rayon berubah masam dan murung Karena permintaan nya baru saja di tolak oleh saudaranya, bukannya tersentuh atau merasa bersalah Rayen hanya menatap sekilas saja dan Kembali sibuk dengan Laptop nya
Rayon hanya bisa Berdecih kesal lantaran Sikap acuh tak acuh saudaranya
Di sisi lain
" Tuan ! " Lian menatap penuh kemarahan
" Kenapa ? " Roland menjawab dengan santai
" apa yang di maksud oleh kedua Anakku tadi ? " Lian masih Menatap Roland dengan tajam
" Anak ku ? bukan kah Anak kita ? " Bukannya menjawab Roland malah berbalik bertanya
" Ha!? sejak kapan menjadi Anak kita ? mereka itu anakku ! " Lian tidak terima dengan ucapan Roland tadi
" Bukan Mereka Anak kita berdua " Roland Juga tidak terima dengan penolakan Wanita di sampingnya ini
" Sejak kapan ? " dengan Ekspresi datar Lian berucap
" Ha ?! Tuan Anda jangan berbicara yang aneh - aneh mereka tidak akan aku berikan padamu bahkan walau aku harus kehilangan pekerjaan ini " Lian Menekan kan setiap perkataan nya
" Tenang saja untuk apa aku merebut mereka darimu tidak ada guna nya sama sekali, Aku akan rugi jika hanya kedua bocah itu yang aku ambil kalau Ibu mereka tidak, bukan ? " Roland menatap intens Wajah di samping nya ini
Lian memutar bola matanya malas mendengar gombalan yang keluar dari Pria di sampingnya ini
" Tuan Jangan mencoba menggodaku Itu tidak akan mempan sama sekali " Ucap Lian Dengan Acuhnya
" Aku sedang tidak mencoba menggodamu, jujur aku bukan pria yang bisa dengan mudah mengatakan kata - kata Gombalan atau pun manis hanya kamu satu - satunya wanita yang ingin ku Perkatakan kata - kata manis, hanya kamu Wanita satu - satunya yang Bisa membuatku bersikap seperti ini, dan hanya Kamu satu - satunya wanita yang ingin ku jadikan sebagai Milikku " Roland Berbicara dengan serius tidak ada tanda - tanda Kebohongan di setiap perkataan nya
Lian terdiam sejenak Mendengar penuturan kata pria di sampingnya, apakah yang di katakan pria ini memang benar adanya atau hanya sedang mencoba menipunya ? banyak Sekali Keraguan yang timbul dalam Pikiran dan hatinya
" Benarkah ? " Tanya Yael
" Tentu saja " Roland tersenyum simpul
" Oh " Lian hanya menjawab seadanya saja
" Hanya Oh ? " Roland mengangkat sebelah alisnya
" Ya memangnya reaksi apalagi yang kau inginkan ? " Lian memiringkan kepalanya sambil berwajah datar
" ...... " Roland tidak menjawab dan hanya Pergi begitu saja ke kursi kebesarannya dan melanjutkan Pekerjaannya
Lian menatap heran saat Roland tidak menjawab perkataan nya biasanya pria itu akan membalasnya
Tringg, tringggg, tringg
__ADS_1
" ya Kenapa ? " Roland menjawab Panggilan telepon yang berasal dari Hpnya
" Anak Kurang kerjaan Woyyy Kapan pulang ha ?!!!!!! " Teriak Seseorang di balik Telepon
Roland sedikit menjauhkan Hp nya agar suara menggelegar itu tidak merusak gendang telinganya
" Tunggu 5 Tahun lagi Baru aku pulang " Jawab Roland dengan nada datar
" Apa ?!!! " Seseorang di balik telepon itu pasti hampir Terkena serangan jantung akibat jawaban yang di berikan oleh Roland
" Dasar Anak Kurang Kerjaan !!! cepat pulang ke rumah pokoknya ibu nggak mau tauh !! Kau harus... "
Tittt
Roland Menutup Panggilan telepon yang ternyata dari ibunya
" Ha " Roland Menghela nafas dan memijit pelipisnya " Nenek Tua itu entah kenapa kapasitas suaranya Bisa sebesar itu, apa mungkin Dia mengoprasinya ? " Gumam Roland sembari memejamkan Matanya
" Tuan ? " Lian memanggil tapi tidak di tanggapi
" Tuan ? " Lian kembali memanggil dan mulai mendekat
Tapi lagi - lagi panggilan nya tidak di Gubris oleh Roland
" Ck " Entah kenapa Lian merasa Jengkel karena Panggilan nya tidak di Gubris sedikit pun, apa yang terjadi pada Pria Mesum ini ?
Yah panggilan Lian untuk Roland sekarang berubah menjadi Pria Mesum walaupun dia tidak akan Mengatakan nya secara Langsung Lewat mulutnya tapi hatinya bisa bukan ?
" Tuan ?!!!! " Lian Semakin mendekat dan Berteriak tepat di telinga Roland
Roland membuka matanya perlahan dan kemudian Melirik tajam ke arah Lian
saat Mendapat Lirikan tajam itu bukannya takut, Lian membalas lirikan itu dengan Ekspresi Datar
" Kenapa ? " Roland mengatakan itu tanpa melihat wajah Lian dan malah kembali menutup matanya
" Ha ?!! Ada apa dengan pria Mesum ini, kenapa dia mendadak menjadi dingin seperti ini ?! " Teriak nya membatin
Dia sama sekali TIDAK MENGERTI dengan perubahan sikap Yang di lakukan Roland
( Merajuk kayaknya tuh Lian, Coba di bujuk 😁🥱 )
" Tuan Siapa yang menelpon anda tadi ? " Lian mencoba berbicara selembut mungkin
" Bukan siapa - siapa hanya seorang nenek tua yang menyebalkan " Jawab Roland
" Ohh Begitu yah " Lian menganggukan kepalanya tanda dia mengerti dan tanpa berkata - kata lagi wanita ini memilih duduk di kursi Sofa
" Ck Kenapa wanita ini sangat tidak peka ?! " Roland Melirik Kesal Ke arah Lian kerena sikap acuh tak acuh dari wanita ini
.
.
.
.
.
__ADS_1
Akhirnya Fuyu bisa up yah walau hanya satu Eps saja tapi Fuyu harap itu bisa sedikit menghibur kalian 🙏😊