
Malamnya Seperti biasanya Roland akan mengantar Lian tapi kali ini berbeda
" Daddy " Panggil seorang anak kecil
Roland kemudian Tertegun mendengar ucapan Pria kecil di Depannya ini
" Rayon jangan sembarangan Manggil " Ujar Lian
Tapi Rayon tak menggubris Ucapan Lian dan malah menghampiri Pria di depannya ini dan
" Daddy Peluk " Rayon merentangkan tangannya
Dengan Kikuk Roland Memeluk Tubuh kecil Rayon , Lian pun Membatu melihat Pria Es di sampingnya ini memeluk Putranya
Flasback on
Hari ini Lian Sedang di tahan oleh Seorang pria dan benar² membuat Lian super kesal karena Pria itu Suka sekali memerintahnya
" Tuan..biarkan aku pulang sendiri saja " Ujar Lian
" Tidak " Tolak Roland
" Tapi "
" Nggak ada tapi² masuk " Titah Roland dengan sorotan mata mendominasi dan memerintah
Lian pun akhirnya menurut walaupun sempat mengumpat dalam hati
" Dasar Pria Mesum, Manusia Es, Es kutub utara , Pria Hidung belang " Umpat Lian mengatai Pria yang tengah menyetir itu
" Apa kau sedang mengatai aku " Ujar Roland tanpa Melihat ke arah Wanita di sampingnya
Al hasil itu membuat Lian kaget
" T..tidak mungkin Tuan..hahahaha " Lian Pun tertawa Canggung
Dan Roland Hanya diam saja tanpa membalas perkataan Lian
Beberapa Menit kemudian Mobil berwarna hitam itu segera di parkiran di depan rumah Lian
dan yang membuatnya lebih heran lagi Pria ini malah ikut turun dengannya
" Tuan Apa yang kau lakukan " Tanya Lian heran
Sebelum Roland sempat menjawab
" Mommy " Panggil Rayon menghampiri Lian
Lian pun terkaget
" Rayon apa yang kau lakukan " Lian menjadi panik
Tapi tak di sangkahnya ternyata Rayen juga Ikut keluar
" Mommy " Panggil Rayen
" Anak - Anakmu " Roland Membuka suaranya
__ADS_1
Lian pun berbalik dan menatap pria ini . " Iya " ada sedikit Rasa kecewa saat mendengar Ucapan Wanita di depannya ini
" Ah....Ternyata memang daddy " Batin Rayon dan menatap Ke arah saudaranya, Rayen pun mengangguk , Detik kemudian Rayon Tersenyum Licik
Flasback of
" Kenapa Anak ini Wajahnya persis seperti ku yah " Batin Roland sembari menatap lekat wajah Rayon
" Tuan maafkan saya ..entah kenapa putraku ini Memanggil Tuan dengan sebutan Daddy " Ujar Lian
" Ih Mommy .... Ini memang Daddy " Timpal Rayon Lian kemudian Melotot ke arah Putranya dan membuat Rayon segera Menutup mulutnya
" Tidak apa apa " Ujar Roland dan detik kemudian mengelus lembut pucuk kepala Anak kecil dalam gendongannya itu
Rayon pun tersenyum senang mendapatkan elusan di pucuk kepalanya, Detik kemudian Dia menatap Rayen dan memberikan isyarat
Rayen hanya menghela nafas Pasrah
" Daddy ...Ayo masuk " Ajak Rayen dan terlebih dahulu memasuki Rumah
Roland Pun menatap Lian dan wanita ini Hanya bisa pasrah dan Membiarkan Pria ini masuk
dan seketika itu membuat hati pria ini berbunga - bunga dan segera Mengekori di belakang Lian sembari masih memeluk Rayon yang sedang tersenyum
" Rancana Berhasil " Batin Rayon senang
..........
Dalam Rumah Yang kelihatan sederhana tapi nyaman , Roland Pria ini baru pertama kali merasakan Yang namanya sebuah kehangatan selama hidupnya yang dia lakukan hanya Kerja, kerja dan kerja saja Hidupnya hanya di tuangkannya untuk memperbesar Perusahannya
dia tak pernah Memikirkan Perihal Percintaan, bahkan Sebuah status seperti sebuah pernikahan , Di hidupnya Hanya satu hal yang selalu ada dalam Otaknya Yaitu Bekerja Memperbesar Perusahannya dan Hanya hal itu
Dan entah kenapa saat bersama - sama dengan Putra² Wanita kecilnya ini , ada sebuah rasa yang aneh Saat pertama kali bertemu dengan mereka seperti Ada sebuah ikatan tapi dia tak tauh Itu
" Daddy " Panggil Rayon karena sedari tadi melihat Daddy nya hanya diam dan tak menyentuh Makanan di depannya
Roland Pun tersadar dan segera menatap Pria kecil di depannya ini dan tersenyum Tipis
" Ada apa ? " Tanya nya
" Daddy nggak makan " Ujar Rayon dengan polosnya
Lian pun menepuk Jidatnya mendengar pertanyaan Polos yang di Lontarkan Putranya
Rayen Anak kecil itu hanya bisa menahan tawa yang akan segera keluar
dan untuk Roland Pria ini pun terkekeh mendengar Pertanyaan Anak kecil di Depannya ini
" tentu saja Daddy akan makan " Ujar Roland
" Oh " Rayon hanya ber oh Ria saja dan melanjutkan makannya tanpa tauh ekspresi wajah Orang² di sekitarnya
Lian pun menarik lembut Kerah Tangan Roland, pria itu pun mengerutkan alisnya kemudian mendekat ke arah Lian
Lian pun berbisik
" tuan ....hiraukan saja perkataan putra saya " Bisik Lian di telinga Roland
__ADS_1
dan membuat pria ini hanya Melontarkan senyum manis nya dan membuat jantung Lian dag..dig..dug di buatnya
" Hadehh..senyum Nya kok Manis amat yah....hampir saja jantung ku mau copot di buat ..memang.. Senyum Setan " batin Lian
Rayon pun menyenggol Bahu Saudaranya kemudian berbisik
" adik....coba lihat daddy dan mommy romantis Amat Yah " Bisik Rayon
Rayen hanya menatap jengah Saudaranya
" Ih kok...natap kek gitu...Tapi benarkan Apa yang aku katakan jika Pria di mobil itu Adalah daddy " Bisik Rayon
" belum tentu Kita hanya bisa melakukan Tes DNA " Timpal Rayen berbisik Ke arah Rayon
" ish..kau ini ..masih kecil udah Curigaan Kek gini ..gimana besar nanti " Sindir Rayon
Rayen pun menjadi kesal dengan ucapan saudaranya dan kemudian
" Aaww " Pekik Rayon karena hidungnya yang Di Cubit
" Rasahin " Umpat Rayen Puas
" Kau "
" mommy ..lihat Rayen " Aduh Rayon dan memeluk manja Mommynya
" Aduh ada apa lagi sih sayang " Ujar Lian
" Adik Dia Menjubit hidung ku ..lihat ini Sampai merah gini " Aduh Rayon dan menunjukan hidungnya yang memerah
Lian pun menghembuskan Nafasnya ada - ada saja kelakuan putra - putranya Mau di Ruang keluarga, Dapur , Kamar mandi, di Luar, Atau bahkan di meja Makan Selalu berdebat membuat kepala Lian sakit saja
" kalian Ini ..selalu saja bertengkar nggak bisa damai sehari saja...mau di Kamar, Dapur, kamar mandi, Meja makan, Atau di manapun itu selalu bertengkar..buat Mommy sakit kepala saja " Mode Galak On Aktif, Lian Memarahi kedua putranya
Dan seketika membuat Kedua Anak kecil itu diam membisu
" Kau sih " Ujar Rayon pelan sembari melotot ke arah Rayen
Dan Rayen hanya bisa mengumpat dalam hati karena kesal dengan saudaranya
Roland Pun hanya berdiam diri melihat tingkah Ibu dan Anak di depannya Tapi sebenarnya dia takut juga Saat melihat Mode marah Lian ternyata sangat menyeramkan
Lian Kembali tenang dan melanjutkan makannya, Ketiga Manusia sama jenis tapi hanya beda Generasi itu pun kembali melanjutkan makan mereka sembari menutup mulut Takut Di marahi Wanita Iblis Ini
Tak berselang beberapa waktu akhirnya acara makan Mereka selesai dan Lian sempat mengantar kepergiaan Roland lewat pintu depan rumahnya
dan jangan tanya untuk Dua manusia kecil itu mereka berdua segera kembali ke dalam kamar mereka
.
.
.
Penasaran ?
Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian Like, Komen, Hadiah , dan Vote nya yah agar tambah semangat Athor nya 🙇♀️🙏🔥🥰🥰😘🥳🤩
__ADS_1
See you in the next Episode 👋👉