
tak kenal pusing dengan pedenya dia berjalan lenggok ke kiri dan ke kanan dengan bodinya yang aduh hai bagaikan sebuah gitar spanyol, dengan pakaiannya yang sedikit terbuka dan seksi wanita ini bermaksud untuk menggoda Atasannya ini
" Tuan~ " Memanggil pria di depannya dengan Nanda Manja
" Ini berkas yang tuan minta " ucapnya dengan sensual nya
dia tidak tauh jika ada beberapa orang yang sedari tadi memperhatikan kelakuannya yang bikin Perut mereka terasa mual dan ingin muntah
" Adik.. coba kau lihat wanita gemuk itu " Ujar Rayon sembari berbisik
Rayen hanya menganggukan kepalanya
" Wanita gemuk ini bermaksud untuk menggoda daddy.. kita harus memberi pelajaran kepada wanita gemuk ini " Bisik Rayon dengan nada kesal
" Tenang " Jawab Rayen
" Tapi "
" Kita perhatikan dulu bagaimana reaksi daddy.. karena aku sangat penasaran " Rayen segera memotong perkataan saudaranya
Rayon pun hanya bisa pasrah dan Mengikuti perkataan saudaranya, karena dia sendiri bahkan sangat penasaran dengan reaksi yang akan daddy nya berikan
" Letakan saja " Singkat Roland tanpa menatap Wanita di depannya ini
dan lagi - lagi membuat Wanita itu menjadi kesal tapi tak akan membuatnya menyerah
" Tuan " Panggilnya dengan nada Centil
Roland pun mengerutkan dahinya dan dengan perasaan Kesal mendongak dan menatap wanita berpenampilan menjijikan ini dengan sorotan mata Kesal
" Kenapa belum keluar juga " Ujar Roland dengan tidak sabarannya
Wanita itu dengan tidak tauh malunya mendekat dan memeluk Roland dari belakang dan berhasil membuat pria ini
" Apa yang kau lakukan!? " Teriak Roland
" Tuan Aku bersedia memberikan diriku Padamu " Ujarnya dengan Nada manja
dan Roland Kembali Memijit pelipisnya karena mencoba menahan amarahnya, karena sudah dari kemarin - kemarin wanita yang memeluknya ini mengganggu dirinya ingin rasanya Roland tendang Keluar saja
" Lepaskan " Sarkas Roland dengan nada dingin
Wanita ini malah sama sekali tak megindahkan perkataan Roland dan Makin dengan tidak tauh dirinya Berpindah dan Duduk di Pangkuan Roland
" Hei!!!... Apa yang kau lakukan TURUN " Kesal Roland
dan lagi - lagi Wanita ini tak mengindahkan perkataan Pria di depannya ini dan Sikapnya makin menjadi - jadi dengan Beraninya Tangannya Mengusap - usap Lembut Dadah kekar Pria ini
Bukannya terangsang Roland malah merasa jijik
" Aku Bilang Turun.. Atau tidak kau akan trima akibatnya " Kali ini Roland benar - benar telah murka di buatnya sorotan matanya benar - benar dingin dan tajam
__ADS_1
" Tuan ~ " Memeluk dengan manja
Roland Segera mengangkat tubuh wanita ini dan
Brukk
melemparnya dengan kasar dan itu berhasil membuat bokong indah Wanita ini Tercium di lantai yang dingin
" Ahh! " Teriak Wanita ini sembari meringis kesakitan akibat di lempar oleh Roland
tanpa merasah bersalah sama sekali Roland kembali duduk Di kursi kebesarannya dan melanjutkan pekerjaannya
Pufft
Kedua pria kecil ini hanya bisa menahan tawanya dengan apa yang di lakukan daddy mereka, begitu pun juga dengan Lian
dengan perasaan kesal wanita ini melirik dengan sorotan mata kesal ke arah Rayen dan Rayon
" Hei Bocah apa yang kalian Lihat ha!! " Teriak nya dan membentak kedua pria kecil ini
" Tante Gemuk... Kami hanya sedang melihat tontonan yang menarik saja..benarkan Adik " Timpal Rayon menjawab sembari melirik ke arah Saudaranya
dan Rayen hanya menganggukan kepalanya
" Kalian!.. apa orang tua kalian tak pernah mengajarkan namanya Sopan santun ha!! " Bentak Wanita ini dengan kondisi Tubuh yang telah berdiri
" Pernah kok tante gemuk... hanya saja aku kurang percaya jika ortu tante pernah mengajarkan sopan santun ke tante... soalnya tante begitu TIDAK TAUH MALU " ejek Rayon
" Hei.. nona .. jangan pernah sekali - kali kau melayangkan tamparan mu ke wajah putra saya " Ujar Lian dan menatap dengan dingin nya
" Memangnya kau siapa.. sehingga berani Melarang ku " Jawab Wanita ini
" Aku.. aku adalah Ibu dari anak kecil yang akan kau tampar " Timpal Lian
Wanita itu pun tersenyum sinis detik kemudian dengan kasarnya menepis Tangan Lian yang tadi menahan pergelangan tangannya
" Ah jadi kau ibu dari kedua anak tidak punya sopan santun ini yah " Tanya Wanita itu
" Tentu saja.. kalau bukan aku lalu kau maunya siapa " Jawab Lian
" He.. sebaikanya kau ajarkan tatah krama kepada kedua anak mu ini " Ujar Wanita itu
" Ada kok... aku selalu mengajarkan tatah krama kepada kedua putra ku.. dan selalu mengajari mereka untuk menghormati orang yang lebih tua dari mereka... hanya saja aku juga mengingatkan kepada mereka untuk tak usah memberi rasa hormat kepada Orang Yang TIDAK TAUH MALU " Timpal Lian dengan santai
dan perkataan Lian berhasil Menyulutkan emosi wanita itu dan membuatnya Benar - benar marah
" Kau!! " Wanita itu siap melayangkan tamparan di pipi Lian tapi berhasil di tahan oleh Seseorang
" Hei Tante! " Teriak Rayon dan menatap Penuh Amarah ke arah wanita itu
dan seketika membuat Wanita itu tidak jadi menampar Wajah Lian dan kembali menatap Rayon
__ADS_1
" jangan tante brani menampar Mommy ku " Sarkas Rayon dengan nada dingin
" He " Tersenyum merehmekan. " Memangnya kenapa " Ujar Nya
" Atau tidak tante pasti akan menyesalinya " Jawab Rayon
" Itu tak akan pernah terjadi " ujar Wanita itu dan kembali ingin melayangkan sebuah tamparan di wajah Lian
Bukkk
Sebelum wanita asing ini Menampar wajah Lian Tubuhnya telah di sambut Sebuah tendangan Indah yang di berikan Rayon sehingga membuatnya terjatuh ke lantai
" Ah " Teriaknya meringis kesakitan
" Kau!.. bedebah kecil Tidak punya rasa Hormat!! beraninya kau Memukul ku " Kesal Nya
" Aku kan Sudah bilang tante.. jangan Coba - coba menampar Mommy ku.. tape tante sih... mungkin tante Telah budek yah.. makanya Nggak usah deh banyak gayak lebih baik tante Beli Katenbat dan bersihkan baik - baik Kotoran telinga tante.. mungkin telah menutupi pendengaran tante sehingga membuat tante Jadi Budek " jawab Rayon panjang lebar
" Kau!! " Dengan tertatih - tatih mencoba berdiri dan berjalan ke arah Rayon dengan nafas naik turun akibat Terlalu banyak Merasakan emosi yang meluap - lupa
" Awas tante jangan kebanyakan Marah lo nanti cepat Tua " Ujar Rayon sedikit mengejek
Tanpa aba - aba Wanita itu Mencoba melayangkan sebuah tamparan ke wajah Pria kecil ini tapi di tahan oleh seseorang
" Keluar! " Bentak Roland dengan dingin
" Tapi Tuan.. Anak ini harus di beri pelajaran agar Tauh apa namanya Sebuah Sopan Santun " Jawab wanita itu sembari menatap kesal penuh amarah ke arah Rayon
" Aku bilang Keluar! " Usir Roland
" Tapi " sebelum melanjutkan Perkataannya Wanita itu terlebih dahulu telah Di seret tangannya secara kasar Oleh Roland
" Tuan Sakit " Ringisnya kesakitan akibat cengkraman Kuat yang di berikan Roland
" Tuan Komohon Lepaskan aku.. Tuan " Lirihnya memohon - mohon tapi perkataannya sama sekali tak di indahkan Oleh pria Ini
dengan kasarnya Roland menyeret dan Melempar wanita itu sehingga membuatnya Terpelanting ke belakang dan membuat tubuh Wanita itu tersungkur di lantai yang dingin itu
*BERSAMBUNG ~~
oh ia aku lupa ingatkan Jangan lupa Vote yah baru Aku Up okk 😁😁😘😘🤭🤭😋
.
.
.
.
See you in the next Episode 👋👉*
__ADS_1