Anak Genius : You Are Mine

Anak Genius : You Are Mine
perjanjian


__ADS_3

Halooo athorr ingin menginformasikan Jika Novel ini akan Akan Up 1 hari, 1 eps saja ok 😊😊


tapi itu jika athorr gak sibuk jadi nggak janji yah, untuk Crazy up Mungkin setiap hari Senin atau hri selasa masingΒ², 2 eps Aja, dan seterusnya jika athorr nggak sibuk Satu hari 1 eps aja ok πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™


Tapi Athor nggak janji bisa dan gak Menjamin bisa Up setiap hari soalnya kan athor juga manusia biasa yang di kehidupan nyata bisa sibuk jadi maklumi yah πŸ™πŸ™‡β€β™€οΈ


dan Athor Lupa membritauhkan jika setiap hri minggu nggak ada Up yah soalnya itu hari istirahat, athor juga perlu untuk merefress otak athor agar lebih jernih πŸ€£πŸ€£πŸ˜‚πŸ™πŸ™‡β€β™€οΈ


SELAMAT MEMBACA ~~


.............


mengerti dengan ucapan Tuannya, dia mengambil Sebuah Kertas dan Meletakannya di meja Depan tempat Lian sedari tadi duduk


" Anda bisa menandatangani Surat di depan anda ini " Ujar Roland mencoba berbicara secara Formal


Lian terdiam sejenak dan detik itu dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" Ehmm...tapi bagaimana saya akan menandatangani surat ini jika saya nggak bisa melihat letak tempat yang harus di beri tanda tangan saya " Jawab Lian


" Oh ia saya lupa " Ujar Roland dan segera berdiri dari tempat duduk nya dan menuju Ke arah Lian Wanita ini


" hehehe..Lucu juga Pria Ini " Batin Lian terkekeh


Roland pun mendekatkan tubuhnya, Sedikit membungkukan tubuhnya dan memegang Jemari tangan Lian Dan itu sontak membuat Jantung Lian serasa ingin melompat keluar


" Homoomo...Kenapa jantung tenanglah " Batin Lian


" Anda hanya perlu menandatangani nya ...Di sini " Ucap Roland Dan kembali Duduk di tempatnya


Dan Lian segera mengangguk dan detik itu dia segera memberikan Tanda tangannya di atas kertas putih itu


" Eh tunggu " Batin nya


" Kenapa " Roland sedikit mengerutkan alisnya pasalnya Wanita di depannya ini tidak lanjut menggerakkan tangannya


" Ehmmm.. Tuan Apa isi perjanjian ini sehingga Tuan Tidak ingin memperlihatkannya kepada saya " Ujar Lian Serius


" Ah...maaf jika anda merasa kurang nyaman " Roland sedikit berbasa - basi Terlebih dahulu


Dan Rano begitu kaget karena mendengar permintaan maaf dari Mulut Tuannya, pasalnya Tuannya ini belum pernah meminta maaf sebelumnya bahkan untuk mengeluarkan kata maaf saja Tuannya ini enggan ada angin sebelah mana ini sehingga membuat Tuannya mengatakan kata maaf


Lian Hanya mengangguk saja


" Baiklah Anda nggak perlu khawatir Perjanjian itu sebagian besar lebih menguntungkan anda gaji yang akan kamu trima 2 kali lebih besar dari Gaji sekertaris saya " Ujar Roland


" Benarkah ? " Tanya Lian


" Iya " Roland pun menatap Rano dan memberikan sebuah Isyarat


Rano Mengangguk mengerti


" Nona Lian....Tugas Nona hanya menjadi Asisten Tuan dan mengikuti kemanapun Tuan pergi ...Nona akan menjadi Asisten Tuan di kediaman Milik Tuan sekaligus Menjadi Asisten di dalam Kantor " Ujar Rano

__ADS_1


Lian terdiam Sejenak


" Ehm...lalu saya ingin bertanya satu hal "


" Silahkan Apa yang ingin Nona Tanyakan ? "


" Jam pulang saya itu "


" Oh sekitar pukul 10.00 malam Nona " timpal Rano


Lian Pun hanya mengangguk dan kembali melanjutkan menanda tangani Surat perjanjian di depannya ini


Selesai menandatangani surat perjanjian itu, Roland pria ini Tersenyum Puas karena telah berhasil membuat Wanita yang telah lama di carinya, yang selalu mengganggu pikirannya akhirnya Sedikit demi sedikit berada dalam Genggamannya


" Oh Ia aku Lupa bertanya satu Hal ..kapan Aku bisa bekerja ? " Lian segera membuka suaranya


" Hari Ini Juga " Timpal Roland


" H..hari ini juga ? " Lian kembali memastikan Apa pendengarannya bermasalah


" Iya Hari ini Juga " Roland segera berdiri dan kembali duduk di kursi kebesarannya


Lian pun membatu mendengar Ucapan Roland


***Heningg


heningg***


Hening selama 5 detik


" E..eh...t..tidak " Lian Menjawab dengan terbata - bata


" Baiklah " Roland segera memberi Isyarat Ke arah Rano jika dia bisa pergi


Rano pun membukuk dan Segera keluar meninggalkan Dua Manusia itu


Sepeninggalannya Rano, Antara Lian dan Roland tak ada yang membuka suara mereka, Roland yang kembali sibuk dengan setumpuk Dokumen di mejanya dan Lian yang hanya duduk di sebuah Sofa entah apa yang di lakukan wanita ini


" Ehmmm..Tuan " Lian dengan Segala Keraguan dalam hatinya Membranikan diri terlebih dahulu membuka suaranya


" Ehmm " Roland hanya ber " Ehm " Ria Saja


" Tuan bisa aku membuka Kain Hitam yang menutup mata ku ini " Ujar Lian


" Silahkan "


Senyum pun mengembang di bibir Wanita cantik ini dengan segera membuka kain yang menutup matanya


Mengerjap - ngerjap beberapa kali menyesuaikan Arah pandangan yang sedikit kabur


setelah serasa pandangannya telah kembali jernih Wanita ini malah melihat pemandangan yang begitu luar biasa di matanya


melihat seorang pria dengan wajah bak Porselen di ukir bagaikan sebuah patung begitu indah ciptaan Tuhan ahh apalagi dengan keadaan wajah yang tengah serius itu menambah Kesan Aurah yang dingin tapi tak mengurangi ketampanan Pria ini

__ADS_1


" Ternyata memang benar apa yang di katakan orangΒ² jika Seorang pria sedang serius dengan sesuatu hal Bawaann wajah nya akan terlihat Tampan " Batin Lian masih dengan Senantiasa menatap Begitu dalam wajah dan lekuk tubuh Pria yang tengah serius itu


" Apa wajahku begitu Tampan hingga kamu begitu Intens menatapku " Roland Sedikit melirik dan Berbicara Informal


Lian tertegun dan detik itu Dia kembali gelagapan dan hanya bisa menutup wajahnya malu karena ketahuan tengah menatap begitu intens


Roland yang melihat tingkah Lian membuatnya ingin tertawa tapi segera di urungkan niatnya tapi seulas senyum tipis terbit di sudut bibirnya


...........


Di sisi Lain


" Adik " Panggil Rayon


tapi Rayen tak menghiraukan panggilan Saudaranya itu tapi malah masih sibuk mengotak atik Leptopnya


" Ish Adik " Kesal Rayon dan sedikit memukul bahu Rayen


dan membuat Rayen menjadi kesal dan berbalik


" Kenapa ? " Ujar Rayen Malas


" Aku ingin tanya sesuatu " Timpal Rayon


" Oh apa itu ? " Rayen Mengangkat Alis sebelah kanannya


" Apa menurutmu Ayah Kita Tampan ? " Tanya Rayon dengan polosnya


Rayen Pun menepuk jidatnya mendengar pertanyaan polos yang di lontarkan saudaranya


ini


" Astaga ..kau lihat Wajah kita Jika ayah kita tidak tampan kenapa wajah kita bisa terlihat Menggemaskan seperti ini " Ujar Rayen


" oh benar Juga yah..hehehe " Rayon pun cengirΒ² nggak jelas


Rayen Hanya menatap jengah saja, berbalik dan kembali sibuk dengan Laptopnya


" Kau ini tiada hari tanpa tidak Bermain Laptop ...Dasar maniak Laptop " Oceh kesal Rayon


dan Rayen sama sekali tidak mempedulikan Ocehan saudaranya itu dan masih sibuk mengotak atik Laptopnya entah apa yang dilakukan bocah kecil ini


dan Rayon dari pada melihat saudaranya itu dia lebih memilih bermain Handpone nya


.


.


.


untuk hari ini Sampai di sini Dulu yah nanti lanjut Hari senin 😊😊


Jangan Lupa tinggalkan jejak Like,komen,hadiah,dan Vote πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™πŸ₯°πŸ˜πŸ€©πŸ˜πŸ˜˜πŸ₯³

__ADS_1


Se You in the Next Episode πŸ‘‹πŸ‘‰


__ADS_2