
Halooo athorr ingin menginformasikan Jika Novel ini akan Akan Up 1 hari, 1 eps saja ok ππ
tapi itu jika athorr gak sibuk jadi nggak janji yah, untuk Crazy up Mungkin setiap hari Senin atau hri selasa masingΒ², 2 eps Aja, dan seterusnya jika athorr nggak sibuk Satu hari 1 eps aja ok ππππ
Tapi Athor nggak janji bisa dan gak Menjamin bisa Up setiap hari soalnya kan athor juga manusia biasa yang di kehidupan nyata bisa sibuk jadi maklumi yah ππββοΈ
dan Athor Lupa membritauhkan jika setiap hri minggu nggak ada Up yah soalnya itu hari istirahat, athor juga perlu untuk merefress otak athor agar lebih jernih π€£π€£πππββοΈ
SELAMAT MEMBACA ~~
.............
mengerti dengan ucapan Tuannya, dia mengambil Sebuah Kertas dan Meletakannya di meja Depan tempat Lian sedari tadi duduk
" Anda bisa menandatangani Surat di depan anda ini " Ujar Roland mencoba berbicara secara Formal
Lian terdiam sejenak dan detik itu dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
" Ehmm...tapi bagaimana saya akan menandatangani surat ini jika saya nggak bisa melihat letak tempat yang harus di beri tanda tangan saya " Jawab Lian
" Oh ia saya lupa " Ujar Roland dan segera berdiri dari tempat duduk nya dan menuju Ke arah Lian Wanita ini
" hehehe..Lucu juga Pria Ini " Batin Lian terkekeh
Roland pun mendekatkan tubuhnya, Sedikit membungkukan tubuhnya dan memegang Jemari tangan Lian Dan itu sontak membuat Jantung Lian serasa ingin melompat keluar
" Homoomo...Kenapa jantung tenanglah " Batin Lian
" Anda hanya perlu menandatangani nya ...Di sini " Ucap Roland Dan kembali Duduk di tempatnya
Dan Lian segera mengangguk dan detik itu dia segera memberikan Tanda tangannya di atas kertas putih itu
" Eh tunggu " Batin nya
" Kenapa " Roland sedikit mengerutkan alisnya pasalnya Wanita di depannya ini tidak lanjut menggerakkan tangannya
" Ehmmm.. Tuan Apa isi perjanjian ini sehingga Tuan Tidak ingin memperlihatkannya kepada saya " Ujar Lian Serius
" Ah...maaf jika anda merasa kurang nyaman " Roland sedikit berbasa - basi Terlebih dahulu
Dan Rano begitu kaget karena mendengar permintaan maaf dari Mulut Tuannya, pasalnya Tuannya ini belum pernah meminta maaf sebelumnya bahkan untuk mengeluarkan kata maaf saja Tuannya ini enggan ada angin sebelah mana ini sehingga membuat Tuannya mengatakan kata maaf
Lian Hanya mengangguk saja
" Baiklah Anda nggak perlu khawatir Perjanjian itu sebagian besar lebih menguntungkan anda gaji yang akan kamu trima 2 kali lebih besar dari Gaji sekertaris saya " Ujar Roland
" Benarkah ? " Tanya Lian
" Iya " Roland pun menatap Rano dan memberikan sebuah Isyarat
Rano Mengangguk mengerti
" Nona Lian....Tugas Nona hanya menjadi Asisten Tuan dan mengikuti kemanapun Tuan pergi ...Nona akan menjadi Asisten Tuan di kediaman Milik Tuan sekaligus Menjadi Asisten di dalam Kantor " Ujar Rano
__ADS_1
Lian terdiam Sejenak
" Ehm...lalu saya ingin bertanya satu hal "
" Silahkan Apa yang ingin Nona Tanyakan ? "
" Jam pulang saya itu "
" Oh sekitar pukul 10.00 malam Nona " timpal Rano
Lian Pun hanya mengangguk dan kembali melanjutkan menanda tangani Surat perjanjian di depannya ini
Selesai menandatangani surat perjanjian itu, Roland pria ini Tersenyum Puas karena telah berhasil membuat Wanita yang telah lama di carinya, yang selalu mengganggu pikirannya akhirnya Sedikit demi sedikit berada dalam Genggamannya
" Oh Ia aku Lupa bertanya satu Hal ..kapan Aku bisa bekerja ? " Lian segera membuka suaranya
" Hari Ini Juga " Timpal Roland
" H..hari ini juga ? " Lian kembali memastikan Apa pendengarannya bermasalah
" Iya Hari ini Juga " Roland segera berdiri dan kembali duduk di kursi kebesarannya
Lian pun membatu mendengar Ucapan Roland
***Heningg
heningg***
Hening selama 5 detik
" E..eh...t..tidak " Lian Menjawab dengan terbata - bata
" Baiklah " Roland segera memberi Isyarat Ke arah Rano jika dia bisa pergi
Rano pun membukuk dan Segera keluar meninggalkan Dua Manusia itu
Sepeninggalannya Rano, Antara Lian dan Roland tak ada yang membuka suara mereka, Roland yang kembali sibuk dengan setumpuk Dokumen di mejanya dan Lian yang hanya duduk di sebuah Sofa entah apa yang di lakukan wanita ini
" Ehmmm..Tuan " Lian dengan Segala Keraguan dalam hatinya Membranikan diri terlebih dahulu membuka suaranya
" Ehmm " Roland hanya ber " Ehm " Ria Saja
" Tuan bisa aku membuka Kain Hitam yang menutup mata ku ini " Ujar Lian
" Silahkan "
Senyum pun mengembang di bibir Wanita cantik ini dengan segera membuka kain yang menutup matanya
Mengerjap - ngerjap beberapa kali menyesuaikan Arah pandangan yang sedikit kabur
setelah serasa pandangannya telah kembali jernih Wanita ini malah melihat pemandangan yang begitu luar biasa di matanya
melihat seorang pria dengan wajah bak Porselen di ukir bagaikan sebuah patung begitu indah ciptaan Tuhan ahh apalagi dengan keadaan wajah yang tengah serius itu menambah Kesan Aurah yang dingin tapi tak mengurangi ketampanan Pria ini
__ADS_1
" Ternyata memang benar apa yang di katakan orangΒ² jika Seorang pria sedang serius dengan sesuatu hal Bawaann wajah nya akan terlihat Tampan " Batin Lian masih dengan Senantiasa menatap Begitu dalam wajah dan lekuk tubuh Pria yang tengah serius itu
" Apa wajahku begitu Tampan hingga kamu begitu Intens menatapku " Roland Sedikit melirik dan Berbicara Informal
Lian tertegun dan detik itu Dia kembali gelagapan dan hanya bisa menutup wajahnya malu karena ketahuan tengah menatap begitu intens
Roland yang melihat tingkah Lian membuatnya ingin tertawa tapi segera di urungkan niatnya tapi seulas senyum tipis terbit di sudut bibirnya
...........
Di sisi Lain
" Adik " Panggil Rayon
tapi Rayen tak menghiraukan panggilan Saudaranya itu tapi malah masih sibuk mengotak atik Leptopnya
" Ish Adik " Kesal Rayon dan sedikit memukul bahu Rayen
dan membuat Rayen menjadi kesal dan berbalik
" Kenapa ? " Ujar Rayen Malas
" Aku ingin tanya sesuatu " Timpal Rayon
" Oh apa itu ? " Rayen Mengangkat Alis sebelah kanannya
" Apa menurutmu Ayah Kita Tampan ? " Tanya Rayon dengan polosnya
Rayen Pun menepuk jidatnya mendengar pertanyaan polos yang di lontarkan saudaranya
ini
" Astaga ..kau lihat Wajah kita Jika ayah kita tidak tampan kenapa wajah kita bisa terlihat Menggemaskan seperti ini " Ujar Rayen
" oh benar Juga yah..hehehe " Rayon pun cengirΒ² nggak jelas
Rayen Hanya menatap jengah saja, berbalik dan kembali sibuk dengan Laptopnya
" Kau ini tiada hari tanpa tidak Bermain Laptop ...Dasar maniak Laptop " Oceh kesal Rayon
dan Rayen sama sekali tidak mempedulikan Ocehan saudaranya itu dan masih sibuk mengotak atik Laptopnya entah apa yang dilakukan bocah kecil ini
dan Rayon dari pada melihat saudaranya itu dia lebih memilih bermain Handpone nya
.
.
.
untuk hari ini Sampai di sini Dulu yah nanti lanjut Hari senin ππ
Jangan Lupa tinggalkan jejak Like,komen,hadiah,dan Vote πππππ₯°ππ€©πππ₯³
__ADS_1
Se You in the Next Episode ππ