
SELAMAT MEMBACA ~~
............
Di sisi Lain
Setelah selesai menemani Rula berbelanja, Mereka kembali kerumah Dan Kedua Pria kecil itu pun kembali ke dalam kamar mereka
di dalam kamar
Terlihat Rayon Yang tengah bengong dan diam saja entah apa yang di pikirkan Anak sekecil itu, Rayen pun mengerutkan Dahi nya heran karena Baru pertama kali melihat saudaranya hanya diam saja
" Rayon " Panggil Rayen tapi tak di gubriss oleh Rayon
" Rayon " Panggil Rayen Lagi dan masih tak Di Gubriss oleh Pria kecil itu
Rayen Pun Menghela nafas kasar, Sekarang Dia benarΒ² kesal karena tak di hiraukan
" Rayon !! " Teriak Rayen tepat di telinga Rayon dan membuat Pria kecil itu Menjadi kaget dan Hampir Terplanting ke belakang
" Woyy...apaan sih Adik " Kesal Rayon sembari menatap tajam Ke arah Rayen
Rayen pun berdecih kesal
" Kau ini ..aku dari tadi memanggilmu kau budek yah " Cibir Rayen
" Budek... Budek apaan ...aku lagi mikir tauh nggak " Timpal Rayon kesal
" Mikir apaan sih sampai Di panggil dari tadi nggak nyahut ...emangnya di otak kecilmu itu bisa mikir Apa " Ejek Rayen dan menunjuk - Nunjuk jidat Rayon
Rayon dengan kesalnya menepis Tangan Rayen
" Aku lagi mikir " Ucapannya terhenti sejenak
Rayen pun mengerutkan alisnya . " Mikir apaan ? " Tanya Rayen
" Eh..tunggu tadi Aku lagi mikir apa yah kok tiba - tiba aku lupa " Celetuk Rayon
dan Rayen pun Menepuk Jidatnya dan bertambah kesal dengan jawaban Saudaranya
" Sudahlah " Rayen berbalik dengan Perasaan kesal Tapi tangannya di tahan Oleh saudaranya
dia berbalik dan menatap Jengah Ke arah Rayon
" Heheheh " Rayon Cengir - cengir nggak jelas
" Ok..ok...tadi aku mikir Soal daddy " Akhirnya Rayon memilih mengalah
" Kau memikirkan Daddy lagi " Ujar Rayen Frustasi
dengan cepat Rayon mengangguk
" Ayolah ..Adik bantu aku mencari daddy " Rayon mencoba membujuk Saudaranya
" tidak " Tolak Rayen
" Kenapa !? "
" Pokoknya nggak mau " Rayen masih tetap kekeh dan tak ingin membantu Rayon
seketika wajah Rayon berubah Masam mendengar jawaban Saudaranya
" Sudahlah..nanti aku cari cara sendiri " Rayon melepaskan Gegamannya dan berbalik membelakangi Rayen
Rayen pun menghela nafas , Dia heran dengan kelakukan saudara kembarnya , tapi Rayen juga tak tegah melihat saudaranya Jika sudah merajuk seperti itu
__ADS_1
" Baiklah " Pasrah Rayen
Dan seketika
" Benarkah " Rayon berbalik dengan cepat dan menatap Rayen dengan tatapan berbinar - binar
Pria kecil itu pun mengangguk, dan itu berhasil membuat Sebuah Senyum mengembang di wajah Rayon
Dan Rayen hanya bisa menggeleng - gelengkan kepalanya, Sekarang dia harus memutar otaknya dan mencari cara bagaimana menemukan Pria yang Wajahnya mirip dengan mereka
...........
Skip
Pukul 06.00
Terlihat seorang pria dan Wanita tengah tertidur di sebuah Ruangan, Dengan kondisi saling berpelukan
Oh ternyata dan ternyata Roland pria ini Kembali terbangun akibat Wanita di pelukannya ini yang terus bergerak mencari kenyamanan dalam dada bidangnya bahkan karena gerakan itu berhasil membangunkan Junior kecil di bawahnya dan membuatnya makin Frustasi
Dia pun memenjam erat Matanya menahan gejolak ***** yang membara itu, tapi sayang seribu sayang ternyata Junior kecilnya tidak sedang ingin bekerja sama dengannya
" Ahhhhh.... Ayolah Tahan " Geramnya dalam hati ingin sekali dia langsung menerkam Wanita ini tapi Dia takut akan membuat Wanita kecilnya ini menjadi benci akibat perbuatannya
" Wanita kecil Berhentilah bergerak Jika tidak kau akan membangunkan seekor singa di dalam diriku " Gumamnya sembari berbisik tepat di telinga Lian dan sedikit membuat tidur Lian terusik
Wanita ini pun makin menggerakan tubuhnya bahkan Tanpa sadar Kaki nya dengan nakal menggosok - gosok Bagian Yang sedikit menonjol itu
dan makin membuat Roland Tambah Frustasi, Junior kecilnya sudah meronta - ronta ingin segera di puaskan
" Tenang Kawan kecil...Tahan.. Sebentar lagi aku pasti akan memuaskanmu ..tapi untuk sementara waktu Kau harus menahannya " Batinnya
" Engh " Lenguhan Lian Tapi terdengar Erotis di telinga Pria Ini
" Ahhhhhhh ......Aku benar benar tak tahan " Batinnya
mengetahui siasat Licik Wanita kecilnya ini dengan sengaja Pria ini kembali berbisik di telinga Wanita kecilnya ini
" Wanita Kecil...jika kau tidak segera bangun aku akan Memakanmu " Ancam Roland
dan seketika Lian pun segera tersadar dan detik kemudian Pandangan mereka beradu tatap Sembari menatap lekat Manik mata masingΒ² mereka
3 detik
2 detik
1 detik
Lian segera tersadar dan segera Menarik selimut berwarna Putih itu dan menutupi seluruh tubuhnya, Melihat tingkah Lian mengundang tawa bagi pria dingin ini
" Hahahahaha "
Mendengar Pria ini tertawa entah kenapa Lian menjadi kesal mendengarnya dia pun sedikit menyibakan selimut itu dan Menatap Tajam dan melotot Ke arah Roland
Pria ini Pun tersenyum Devil Kemudian
Cuppp
Mengecup singkat Bibir Lembut Wanita ini dan membuat Lian membatu mendapatkan perlakuan seperti itu
Setelah mengecup singkat bibir Wanita kecilnya dengan segera Pria ini beranjak dan masuk ke dalam kamar mandi karena dia tauh jika Lian tersadar dia pasti akan mendapatkan amukan dari Wanita kesayangannya ini
1 detik
2 detik
__ADS_1
3 detik
" Dasar MESUMMMMM!!!!!!!! " Teriak Kencang Lian dan kembali menutupi tubuhnya dengan selimut
Roland tanpa merasa bersalah sama sekali dia hanya terkekeh saja
............
Kedua Putra kecil Lian tengah sibuk dengan pikiran mereka masingΒ²
Rayon Pun berbalik dan menatap saudaranya
" Adik " Panggil Rayon
" Aku bukan Adik..dasar Menyebalkan " Umpat Rayen Kesal
Rayon hanya terkekeh mendengar Umpatan saudaranya
" Eh..Rayen kau masih ingat Saat Mommy Pulang dan Di antar oleh sebuah Mobil berwarna hitam " Ujar Rayon
Saat Lian di antar Pulang oleh Roland kemarin kedua Anak kecil ini sempat mengintip Lewat jendela , Makanya saat Lian Pulang dan Rayon menanyakan perihal Daddy nya karena penasaran dengan Pria yang mengantar Mommy nya
" Ia aku ingat ...tapi Wajah pria yang mengantar Mommy Aku tidak sempat melihatnya " Timpal Rayen
" JanganΒ² ..mungkin itu Daddy kita " Celetuk Rayon
" Mana mungkin " Rayen pun menjitak kepala saudaranya
" Awww " Pekik Rayon
" kau ini ..apa hobimu adalah menyiksa saudaramu sendiri " Cibir Rayon
" Mana mungkin " Jawab enteng Rayen
Rayon makin kesal dengan Saudaranya ingin rasanya dia Membuang saudaranya ke laut saja
" Ih Sudahlah..tapi bisa saja kan memangnya kau tidak penasaran ? " Tanya Rayon
Rayen terlihat tampak berpikir sejenak menanggapi ucapan Rayon beberapa detik kemudian
" Baiklah ..perkataanmu sedikit masuk akal " Jawab Rayen
Rayon pun tersenyum senang
" Jadi Kau Setuju ingin bekerja sama denganku Adik " Tanya Rayon
Rayen pun menatap Rayon dan kemudian
" Menurutmu " Rayen Mengangkat Sebelah alisnya
" Tentu Saja " Rayon pun tersenyum Licik
Dan Akan Mulailah Rencana Licik mereka berdua
.
.
.
Penasaran ?? π
Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian Like, Komen, Hadiah dan Vote nya yah agar tambah semangat Athor nulisnya π€£ππββοΈπββοΈπββοΈπ₯°π₯°ππππ₯³
Sampai Jumpa Besok
__ADS_1
See you in the next Episode ππ