
" Sepertinya Otak pria ini benar - benar sedang bermasalah atau Mungkin saja.... " Gumam Lian dengan Intonasi suara yang sangat pelan
Lian Melirik ke arah Roland yang masih saja menatapnya dengan Intens entah kenapa bukannya merasa Salting dia malah Gemetaran karena takut
" T...tuan Anda sedang bercanda yah kan ? " Ucap Lian dengan tersenyum Canggung
" Memangnya sejak kapan aku sering bercanda ? " Jawab Roland dengan Ekspresi Kesal
" B... bukan begitu Tuan M...maksud saya adalah, anda sendiri tauh saya hanyalah seorang ibu dari 2 anak laki - laki Dan Mungkin saja aku sudah punya seorang suami " Ucap Lian dan di akhir kata dia memelankan suaranya
" Ha ?! Suami ?! sejak kapan kamu sudah mempunyai suami ?! " Roland menatap Lian dengan Tajam, berani - beraninya siapa pria Kurang kerjaan itu ?!!, mencoba merebut wanita Nya bahkan Anak - anaknya apa mungkin pria itu sudah bosan hidup !?
" a....ahya ~ bukan begitu Tuan, saya kan hanya mengatakan mungkin saja jika saya punya suami atau mantan suami kan ? dan jika anda mencoba mendekati saya, bukankah akan ada rumor tidak baik tentang Tuan ? " Lian Mencoba Bersikap tenang walaupun saat ini perasaan nya sedang tidak baik - baik saja karena melihat ekspresi menyeramkan dari wajah Pria di depannya ini
" Ha ?! apa kau tauh jika ada yang berani Bergosip yang aneh - aneh di perusahaan ku akan ku pastikan menendang orang tersebut dan memecatnya, apalagi jika menyebarkan rumor aneh tentang ku ?! memangnya punya masalah hidup apa sih mulut mereka" Kesal Roland
" Ya...yah Memang tidak ada sih yang akan Membicarakan anda Tuan tapi bagaimana dengan orang luar ? apa yang akan mereka pikirkan jika melihat seorang CEO terkenal mendekati seorang wanita yang sudah mempunyai anak ? " Lian masih berusaha bersikap tenang setenang mungkin
" Aku tidak peduli, karena aku hidup bukan dengan apa kata orang dan dunia, tapi aku hidup dengan Caraku sendiri aku tidak terlalu peduli dengan Mulut - mulut Rendahan yang mencoba mencibir bahkan Menghinaku toh uangku juga tidak akan berkurang bukan ?, apa harus aku pedulikan mulut - mulut kotor, menjijikan, dan Rendahan itu ? " Roland menatap serius ke arah Lian dan berbicara dengan nada ketus
Wanita ini sedikit kaget dengan jawaban yang dia dapatkan Karena baru kali ini dia mendengar ada seseorang yang memberi jawaban seperti itu apalagi dari mulut seorang CEO, karena pasti kebanyakan Konglomerat atau orang dengan banyak Cuan, tidak ingin jika Harga diri mereka di injak - injak hanya karena Rumor aneh jadi secara umum orang - orang kaya akan mencoba menghindari hal - hal seperti itu, tapi pria ini lain dari pada yang lain malah dia tidak peduli ?!
" Tuan Anda yakin ? " Lian Mencoba memastikan ulang, jawaban yang di berikan oleh pria di depannya ini
" Yah tentu saja, karena sejak kapan aku tidak yakin dengan ucapan ku ? aku tipe orang yang memegang Semua Ucapan ku dan tidak mungkin menarik nya kembali " Roland menatap intens dan serius, kali ini wajah yang di buat oleh pria ini benar - benar sangat meyakinkan
" Oh tapi setahu ku Tuan, orang - orang kaya seperti anda ini sangat tidak ingin ada rumor - rumor aneh "
" Yah Kebanyakan sih begitu, tapi ... " Roland menjeda perkataan nya dan sedikit mengikis jarak dengan Lian
" Apa yang sedang anda lakukan Tuan " Lian sedikit kaget karena tiba - tiba pria di depannya ini begitu dekat dengannya
" Bukankah aku sudah bilang sebelum nya ? aku hidup bukan apa kata orang dan dunia, aku hidup dengan Caraku sendiri, aku selama ini tidak pernah mencoba Membuat image baik di depan umum dan selalu bersikap seadanya, karena Aku bukan orang MUNAFIK tidak seperti beberapa orang tentu nya yang selalu takut di rumorkan tidak baik " Roland sedikit Menjeda Ucapan nya
__ADS_1
" Dan lagi pula memangnya kenapa ? Uangku tidak akan berkurang hanya karena sebuah rumor Aneh, bahkan pekerja - pekerja di seluruh perusahaan ku telah mengetahui bagaimana aku ini jadi tidak ada yang perlu di takutkan bukan ? " Kali ini Roland tersenyum tipis dan menatap Lian
Lian sedikit tertegun pikirnya, bijak sekali jawaban dari pria ini, benar juga apa katanya uangnya juga tidak akan habis dan berkurang Walaupun akan ada rumor aneh
" Ok baiklah Tuan terserah anda " Jawab Lian pasrah dan sedikit mendorong Tubuh Roland yang begitu dekat dengannya
" Mommy, Daddy ? apa yang kalian lakukan " Ucap seorang anak kecil
Lian pun jadi kaget dan segera berdiri dari Posisi yang sebelumnya sedang duduk dan berahli menatap seorang Bocah kecil
" S... sayang Mommy tidak melakukan hal - hal yang aneh kok " Lian mencoba meyakinkan putranya
" Tapi Mommy dan Daddy tadi begitu dekat apa Ingin membuat adik perempuan ? " Ucap nya dengan Polos
Lian pun seketika membatu mendengar perkataan dari putranya ini
Roland hanya bisa tersenyum saja menanggapi perkataan bocah kecil itu yang pikirnya sangat POLOS
" Yah benar mommy dan Daddy lagi membuat seorang adik perempuan untuk mu, tapi kau malah mengganggunya sayang " Ucap Roland dengan Ekspresi tak berdosa
" Ohh begitu maaf sudah menganggu Mommy dan Daddy, jadi Lanjutkan saja Lagi pula aku ingin seorang adik perempuan " Ujar Rayon bocah itu dengan Ekspresi tak berdosa persis seperti Ekspresi yang di keluarkan oleh Roland tadi
Crack
Lian makin membatu mendengar ucapan dari putranya ini
" Hei bangun " Rayon mencoba membangunkan saudaranya
" Ehmm .. kenapa " Rayen pun seketika terbangun dan menatap Rayon
" Ayo kita ke sana " Rayon menunjuk sebuah Pintu
" Untuk apa kita kesana ? " Rayen menatap Rayon walau saat ini Rayen tidak mengeluarkan Ekspresi apapun tapi Rayon tauh jika saudaranya ini sedang bingung
__ADS_1
Rayon pun berinisiatif untuk membisikan sesuatu
" Kau tauh Mommy dan Daddy akan membuat adik perempuan untuk kita, kau tidak mau ? " Bisik Rayon
Rayen pun menatap Rayon dengan datar dan berahli menatap Lian dan Roland
" Ohh Mommy dan Daddy benar - benar akan membuat adik perempuan? " sebuah pertanyaan tanpa dosa di keluarkan oleh Rayen
" Tidak / Iya " Lian dan Roland berucap secara bersamaan
Lian pun menatap tajam ke arah Roland karena jawaban pria ini sangat tidak seperti yang dia harapkan
" Ok Kami tidak akan menganggu Mommy dan Daddy jadi Mommy dan Daddy bisa melanjutkan membuat adik perempuan untuk kami " Ucap Rayon dan segera beranjak dari kursi sofa itu dan berjalan menuju ke sebuah pintu Rayen hanya mengikuti Rayon saja
" Dad kami pinjam ruangan ini " Ucap Rayon dan Mengerlingkan matanya
" Ok " Roland pun membalas Mengerlingkan matanya juga
" Rayon, Rayen kalian mau kemana sayang " Ucap Lian
" Tidur mom kami tidak ingin menganggu kegiatan mommy dan Daddy " Jawab Rayon dan segera masuk ke ruangan itu di ikuti Rayen setelah nya
" T..tapi sayang Mommy tidak sedang melakukan apapun dengan Pria ini " Lian tersenyum canggung dan seketika melirik tajam ke arah Roland dan meminta Roland untuk Menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di antara dia dan pria ini sebelumnya
Tapi Roland hanya diam saja dan tidak berniat membantu Lian sama sekali
.
.
.
.
__ADS_1
Wah 😂 penuh kekocakan yah keluarga satu ini 😂