Anak Genius : You Are Mine

Anak Genius : You Are Mine
Perasaan Aneh


__ADS_3

.................



Terlihat Seorang Pria yang Sedang duduk di sebuah bangku kayu di sebuah taman Yang banyak orang lalu Lalang lewat, tapi tidak membuat sang pria itu akan Teralihkan perhatiannya dari kesibukannya yang sedang memejamkan matanya memangku kaki kanannya dan melipat kedua tangannya ke dada sambil bersandar di Sandaran bangku kayu itu


Sampai sebuah panggilan membuat kedua mata Tajam dan indah itu terbuka perlahan


" Tuan " Panggil seorang wanita


Pria yang di panggil Tuan ini pasti kalian udah tauh kan 🀣 Pun Sedikit mendongak ke atas dan melihat sosok wanita yang tadi memanggil nya


" Hem " Sebagai balasan dia hanya berdeheman ria saja


" Anda ingin Es kream ? " Tanya wanita itu Sambil di kedua tangannya terdapat sebuah Cup berisikan Es kream Vanila dan yang satunya Coklat


" Tidak " Jawabnya singkat


" Kenapa ? " Tanya Wanita ini lagi


" Aku tidak suka manis " Jawabnya lagi dengan kalimat yang sedikit panjang


" Oh " Wanita ini pun hanya ber "oh" ria saja dan kemudian ikut Duduk di Bangku kayu itu posisi duduknya


seperti ini πŸ‘‡πŸ»



ngerti kan kalian πŸ‘πŸ»


Lalu Beberapa saat kemudian dua anak kecil menghampiri mereka sambil di tangan mereka juga terdapat Sebuah Cup berisikan Es kream yang satunya Es kream Vanila dan Anak kecil yang satunya Es kream Coklat


Mereka berdua pun ikut duduk tapi di tengah yang satunya lebih memilih duduk di samping Pria itu dan yang satunya lebih memilih duduk di samping wanita itu


ngerti toh kalian cara duduk mereka berempat? pasti ngerti kan udah ada gambaran di kepala kalian, jadi gunakan imajinasi kalian ✨


" Mommy kenapa Es kream mommy Tidak di berikan ke Daddy ? " Tanya bocah laki-laki yang bernama Rayon

__ADS_1


" Karena dia tidak mau Sayang " Jawab Lian dengan lembut


" Hmm " Rayon pun menatap Ke arah Roland yang dia anggap sebagai Daddy nya


" Dad Tidak suka Es kream ? " Tanya Rayon kepada Roland


" Iya Daddy tidak menyukai Es kream karena Kadar gula nya yang tinggi " Jawab Roland Sambil menatap ke arah Rayon


" Oh " bocah kecil itu pun hanya ber "oh" ria saja sebagai tanggapan, dan keheningan pun terjadi di antara keempat manusia itu kecuali suara ribut beberapa orang yang lalu lalang lewat


...****************...


Beberapa Hari kemudian


Lian mulai terbiasa bersama dengan Roland dan entah kenapa ada perasaan yang aneh setiap dekat dengan Pria itu, jika Roland terlalu dekat dengannya jantungnya akan Berdegup dengan kencang bahkan Pipinya Terasa panas bagai di sengat matahari Siang sekitar jam 12


Entah perasaan aneh apa itu dia tidak mengerti dan tidak mau mengerti karena dia takut akan perasaan itu kenapa ? karena dia trauma akan perasaan yang namanya "Jatuh cinta " karena kegagalan Cintanya 5 Tahun lalu membuatnya tidak ingin mencintai lagi karena jika dia jatuh cinta lagi dia takut Pria yang di cintainya tidak akan mempercayai nya jika suatu Kesalah pahaman terjadi di antara mereka, yah dia takut akan hal itu jadi dia mencoba menepis semua perasaan yang Aneh itu sebisa mungkin tidak akan timbul di hatinya


( yah siapa tauh kedepannya kan 😊 hati dan perasaan itu tidak bisa di cegah dia datang tanpa di undang dan pergi tanpa di duga, jika menolak perasaan itu hanya akan membuat tersiksa. )


dia di kagetkan dengan suara Bariton seorang pria


" Apa yang kau lamunkan " Tanya seorang pria sembari menepuk pelan pucuk kepala Lian dan membuat wanita itu kaget setengah mati dan tanpa aba-aba menepis tangan yang ada di kepalanya dan sedikit menjaga jarak dari Roland


Melihat hal itu membuat Roland merasa aneh dengan sikap Lian yang tidak biasanya, Pikirnya Wanita kecilnya ini apa sedang kerasukan ? atau kesambet apa sampai reaksinya terlalu ... tidak terduga begitu pikir Pria ini


" Kau kenapa ? " Tanya Roland kemudian mendekat ke arah Lian


Tapi Lian malah melangkah menjauh setiap kali Roland mendekat kepadanya dan hal itu Reaksi yang membuat Roland tidak suka


" Apa dia begitu jijik dengan sentuhan ku " Batin Roland dan masih mencoba mendekat tapi lagi-lagi Wanita di depannya ini Menjauh


Tidak menyerah begitu saja Roland kembali Mendekat tapi kini langkahnya sedikit di percepat dan Lian juga Melangkah mundur dengan cepat juga mengikuti ritme langkah kaki Pria di depannya


sampai terjadi kejaran - kejaran di antara mereka bukan kejar-kejaran dalam arti berlari seperti anak kecil tapi hal lain yang mereka lakukan (gunakan imajinasi kalian dan kalian akan mengerti arti kataΒ² ini )


Sampai aksi kejar-kejaran itu terhenti dengan Lian terpojok di sebuah Tembok, Melihat hal itu Roland Menyeringai dan kembali mendekat dan

__ADS_1


Bukk


Salah satu Tangan Roland Mencoba menghalangi Lian yang mencoba melarikan diri, Tapi tidak menyerah begitu saja Lian mencoba kabur dengan arah yang satunya tapi Roland malah Menghalangi lagi dengan tangannya yang lain dan Al hasil Lian terpojok


Puas melihat Ekspresi wanita Kecil nya ini Dia tersenyum samar Dan mendekatkan wajahnya dan membuat Lian mulai berpikir yang tidak-tidak dan membuatnya panik setengah mati Tapi sebuah celah dia lihat dan membuatnya Memiliki kesempatan walaupun agak aneh jika dia melewati tempat itu tapi dia tidak peduli lagi


Dan Lian segera berjongkok dan merangkak dengan cepat melewati celah di antara dua kaki Roland dan membuat pria itu mematung seketika


Setelah berhasil melewati Celah itu Lian segera berdiri dan kembali menjauh dari Pria itu


Setelah beberapa saat akhirnya Roland tersadar dan perasaanya menjadi kesal dan jengkel dia pun menatap tajam ke arah Lian dan membuat wanita ini merinding kaget melihat tatapan itu dengan langkah cepat dan panjang Roland mendekat ke arah Lian


Lian Hanya bisa menutup matanya saja karena takut dengan tatapan Roland dan membuatnya mematung di tempatnya, tapi tanpa dia sangkah Roland malah melewati nya begitu saja


dan wanita ini membuka matanya dan sedikit memutarkan Kepalanya mencoba menatap Roland yang hanya melewatinya begitu saja dia pikir pria itu akan melakukan sesuatu padanya


Dengan perasaanya yang kesal Roland hanya melewati Lian begitu saja dan kembali duduk di kursi kebesarannya dan tidak melihat lagi ke arah wanita kecilnya ini dan lebih memilih fokus ke dokumen nya


Lian pun hanya bisa kembali ke tempat nya dan memilih diam saja sambil sesekali melirik ke arah Roland yang Tiba-tiba menjadi Cuek


" Apa dia marah ? " Batinnya sedikit merasa Bersalah


" Tapi kenapa dia marah seharusnya aku yang marah " Batinnya lagi lalu dia sedikit mendengus dan kembali dengan kesibukannya


(lagi-lagi Lian gak peka 🀣 Kasian sih Roland gak di bujuk malah di kacangin )


.


.


.


.


.


See you in the next Eps πŸ‘‰πŸ»

__ADS_1


__ADS_2