Anak Genius : You Are Mine

Anak Genius : You Are Mine
Jalan - Jalan


__ADS_3

Skipp


Perjalanan penuh keheningan selalu terjadi apabila Orang - orang yang berada di dalam Mobil tak membuka Suaranya dan Mencari Topik yang seru


sama hal nya dengan yang di alami keempat Orang beda generasi ini Maupun Anak atau Orang tua tak ada yang membuka suara


" Adik... Ini kok Canggung banget yah " Bisikan Rayon di telinga saudaranya


" Entah.. Mommy dan daddy dari tadi kelihatan canggung Satu sama Lain " Jawab Rayen sembari berbisik


" Apa perlu kita cairkan suasana dingin ini ? " Tanya Rayon


Rayen pun mengendikan bahunya ke atas


" Ok Aku nggap artinya kau setuju " Bisik Rayon


Dan dengan sejuta Akal nya yang licik itu dia mulai memecahkan keheningan yang sangat mendalam


" Mommy, Daddy " Panggil Rayon


" Ya / Ya " Kedua Nya pun menjawab secara bersamaan


Rayon Pun tersenyum senang


" Mommy kita akan kemana? " Tanya Rayen kepada Lian


Lian pun hanya terdiam karena dia sendiri tak tau akan di bawah kemana oleh pria di sampingnya ini


" Mommy nggak tau... tanya saja pada Om di samping mu ini " Ketus Lian dan membuang wajahnya kesamping karena masih kesal dengan kejadian Tadi


Flashback on


Tadi Pagi Seperti biasa Roland sudah berada dalam Rumah Lian entah siapa yang membiarkannya masuk


sudah beberapa hari ini hampir setiap pagi Lian akan di suguhkan dengan pemandangan Wajah Roland Tiap pagi jika dia ingin keluar kamar. Entah kenapa lama - lama Dia juga bosan melihat wajah pria ini


Di meja makan


" Wanita kecil, habis kita sarapan pagi kalian bertiga ikut aku Pergi ke suatu tempat " Ujar Roland Di sela sela makannya


Lian pun menghentikan kegiatan makannya dan kemudian Mendongak dan menatap Mata Pria di depannya ini dengan sorotan mata bingung


" Tempat mana? " Lian menatap dengan bingung


" Kau juga pasti akan tauh " Ujar Roland Santai


" Oh ayolah.. beritauh aku " desak Lian penasaran


" Gak mau " Tolak Roland


" Kau... ingin buat aku mati penasaran yah " Kesal Lian


" Nggak dong Sayang.. Aku saja blm mendapat kan hatimu.. masa aku ingin membuat mu kehilangan nyawa " Canda Roland


Degg


mendengar perkataan " Sayang" dari mulut pria di depannya ini berhasil membuat Jantung Wanita ini jadi dag.. dig.. dug di buatnya


"A... apaan sih " Lian segera membuang wajahnya ke sembarang tempat yang penting tak melihat wajah Roland


Pufff

__ADS_1


Roland tertawa kecil melihat reaksi Wanita kecil nya ini


" K.. kenapa kau ketawa " Kesal Lian dengan wajah yang merah padam bak Tomat 🍅 merah


" Hahaha... Nggak Aku tidak tertawa hanya saja " Roland Melirik Sekilas dan kembali tertawa. " Haha "


" Apa yang Lucu kenapa tertawa seperti itu " kesal Lian


" Hahahaha " Lagi - lagi pria ini hanya tertawa dan tak menjawab perkataan Lian ini berhasil membuat Wanita ini Kesal setengah mati


Flashback of


Roland melirik sekilas dan tersenyum melihat wanita kecil di sampingnya ini Ngambek alias lagi marah padanya


" Nanti juga kalian tauh " Ujar Roland penuh dengan kerahasiaan


" Ishh.. daddy buat aku mati penasaran aja " Kesal Rayon


" Ehm.. benar kan.. Daddy mu itu Ngeselin " Timpal Lian menyetujui perkataan Putranya


" Ehmm " Rayon pun mengangguk


Dan untuk Rayen dan Roland mereka berdua hanya bisa geleng - geleng kepala dan menghembuskan nafas pasrah dengan tingkah Wanita kecil / Saudaranya itu


dan sepenjang perjalanan tak ada lagi keheningan hanya ada canda dan tawa dari keempat orang ini


...........


25 Menit kemudian


Setelah perjalanan yang cukup panjang akhirnya Sebuah mobil berwarna hitam itu berhenti di sebuah bangunan yang menjulang tinggi ke atas


pasalnya saat Roland, Lian, Rayen, dan Rayon berjalan secara bersama - sama mereka terlihat seperti sebuah Keluarga


" Eh.. coba lihat bukankah itu CEO kita kenapa ada 2 anak kecil disampingnya yah " Bisikan Karyawan 1


"Iya.. iya.. Dan wanita itu juga beberapa hari ini selalu berada di samping CEO kita yah apa mereka punya hubungan khusus " Timpal Karyawan 2


" Yah palingan hanya seorang wanita ****** kali " Cibir Karyawan 4


" Ih tapi Mereka kelihatan serasi yah irinya " Ujar Karyawan 1


ada yang mencibir dan menghina ada juga yang memuji bahkan iri dengan Keempat orang ini.


" Tuan kenapa ke sini " Bisik Lian karena merasa tak nyaman dengan Bisikan - bisikan di sekitarnya


Melihat Wanita kecilnya menjadi tak nyaman membuat Roland menjadi tak tegah


" Hei.. berapa lama lagi kalian akan bergosip apa aku Mempekerjakan kalian hanya untuk bergosip ha.. kerja Sana!! " Bentak Roland dengan sorotan mata dingin dan menusuk


dan seketika membuat Mereka dengan secepat kilat


membungkam mulut mereka dan kembali mengerjakan tugas - Tugas yang seharusnya mereka kerjakan


" T.. tuan kau tidak perlu sampai marah segala " Bisik Lian tak enak


" Tak apa.. lagi pula saat di kantor seharusnya mereka itu kerja nggak usah Pake ngegosip segala Dasar " Oceh Roland pelan


Lian pun hanya bisa menarik nafasnya dan diam seribu bahasa dengan ucapan pria di sampingnya


mereka berempat pun masuk ke dalam Liv khusus Yang hanya bisa di masuki oleh orang - orang penting saja

__ADS_1


di dalam Liv


" Daddy kenapa kita kesini? " Tanya Rayon sembari menatap ke arah Roland


pria ini pun melirik dan menatap ke arah anak kecil di bawahnya ini


" Nanti kau akan tauh.. Ini sebuah RAHASIA " Ujar Roland dan menekankan kata " Rahasia "


Rayon hanya bisa mencibir kesal saja karena tak mendapatkan sebuah jawaban yang memuaskan


" Dasar Kepo " Ledek Rayen sembari berbisik tepat di telinga saudaranya


" Ck... Dasar Manusia Es " Celetuk Rayon dengan wajah kesal nya ini


" Dasar Kepo " Ledek Rayen


" K.. kau " Rayon benar - benar di buat kesal oleh saudaranya yang hobi banget Cari gara - gara dengannya sangat menyebalkan


" Sudahlah.. malas menanggapi Manusia Es " Ujar Rayon


Rayen hanya bisa tersenyum Puas karena berhasil membuat saudara nya hanya bisa diam berkutik dengan Ledekannya


Lian dan Roland hanya bisa diam melihat pertengkaran dari kedua Bocil Itu


...........


Tak berselang beberapa waktu Mereka berempat telah berada di dalam Ruangan CEO


" Tuan Kenapa kita kesini " Ujar Lian heran


" sebentar saja.. aku kerjakan Beberapa dokumen Ini setelah itu aku akan membawa kalian ke tempat yang sebenarnya ingin ku tunjukan " Ujar Roland


Tokk.. tokk


" Masuk " Ujar Roland


Seseorang di sebrang pintu itu pun tersenyum senang dan segera membuka pintu berwarna Hitam itu dengan kondisi hati yang berbunga - bunga


" Tuan " Ujar Seorang wanita


Roland hanya melirik sekilas dan kembali fokus dengan Dokumen yang di pegangnya


" Kenapa Ada urusan apa " Ujar Roland tanpa menatap lawan bicaranya


dan itu behasil membuat Wanita itu sedikit kesal dan kecewa


BERSAMBUNG~~


.


.


.


.


Jeng.. jeng penasaran nggak jangan Lupa Like yang banyak.. Komen juga di banyakin yah.. oh iya Jika Bisa jangan lupa berikan hadiah di Karya ini.. bahkan lebih bagus lagi Jika Kalian para Readerss sangat baik hati Berikan Vote yahhhh hihihi 🤭🤭


Dan maaf yah baru up maaf banget 🙏🙏🙏🙇‍♀️🙇‍♀️🙇‍♀️😖😖


See you in the next Episode 👋👉

__ADS_1


__ADS_2