
Penantian Apa kalian Tauh arti dari penantian, Penantian adalah saat di mana seseorang menunggu dan Menanti Orang Yang di cintainya maupun yang di kasihinya datang Dan Membawanya Kembali
atau bisa di artikan dalam hal lain tapi yang pasti penantian Sama hal dengan Menunggu Bukan ??
Penantian Bisa berubah menjadi sebuah harapan jika apa yang kita harapkan tak terjadi akan berujung pada kekecewaan tapi saat harapan itu terwujud kita menjadi Bahagia Bukan ?
Sama Halnya dengan Pria Bernama Roland Abcdef Xzayer pria Dengan sifat Dingin, Dan Arogan membuatnya menjadi Pria tak tersentuh
Tapi entah kenapa Tiba - tiba dirinya menjadi tertarik dengan seorang wanita Dan Mencoba mencari wanita itu selama 5 thn terakhir
Bahkan jika Dia harus melakukan hal gila dia ingin wanita itu Bisa menjadi miliknya entah apa yang di rasakannya ini Cinta atau obsesi atau bahkan hanya sebuah ketertarikan semata
tapi yang pasti dia ingin memiliki wanita itu dia ingin melindungi wanita itu dan memberi semua Apa yang di inginkan wanita itu Bahkan jika nyawa nya sekalipun akan di berikan
...........
Lian selama seharian penuh ini Berjalan tak tauh arah kemana Mencoba mencari pekerjaan agar bisa membiayai kehidupan Sehari - Harinya dan Putranya
Tapi entah kenapa semua perusahan tak mau menerimanya dan selalu menolaknya , Apa mungkin ini hari sialnya atau ah sudah lupakan saja
akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke sebuah perusahan yang Namanya sangat termasyur Tinggi itu, walaupun dia tidak terlalu berharap akan di terima tapi ini adalah perusahan terakhir yang akan di kunjunginya hari ini
dia hanya bisa mencobanya saja
.....
Di sisi lain
" Tuan " Panggil Rano
Pria itu pun mendongak dan menatap malas pada Rano
" Kenapa ..apa kau akan membawa kabar buruk hari ini " Ujar Pria bernama Roland itu
" Tidak Tuan kali ini saya membawakan kabar baik untuk anda " Jawab Rano
Roland terdiam sejenak
" Oh Katakan " Ujar Roland
Rano pun Mengangguk dan Menarik nafasnya
" Tuan wanita yang anda Minta untuk di cari telah kami temukan dan Dia sedang menuju ke sini " Jawab Rano dalam satu tarikan nafas setelah itu dia menghembuskannya kembali
Tertegun sejenak mendengar penuturan kata sekertarisnya sedetik itu kemudian seulas senyum licik terbit dari sudut bibirnya
" Benarkah " Tanya Roland
" Iya Tuan " jawab Rano
" Kalau begitu kau siapkan sebuah surat kontrak untukku atas nama Wanita itu dan Aku " ujar Roland
" Kenapa Tuan ? " tanya Rano
" kau banyak tanya " Kesal Roland
__ADS_1
" Ini Kau buat salinannya kepadaku " ujar Roland dan memberikan sebuah kertas
Rano pun mengambilnya
" Berapa banyak yang anda inginkan " Tanya Rano kembali
" 1 lembar " Ujar Roland
" Baik Tuan " jawab Rano dan kemudian membungkuk dan segera ingin Keluar dari ruangan Roland
" Tunggu " ucap Roland tiba - tiba
Rano pun berbalik dan menatap Tuannya
" Ada apa Tuan " Tanya Rano
" Jangan Lupa saat wanita itu datang berikan Pelayanan spesial padanya dan Segera bawa dia ke Ruanganku " Ucap Roland
" Baik Tuan " dan Rano pun kembali berbalik tapi
" Tunggu " Ujar Roland lagi
dan al hasil Rano kembali berbalik
" Apa ada yang lain Tuan " Tanya Rano berusaha sabar
" ehmm..jangan lupa berikan pada wanita itu sebuah kain berwarna hitam dan Cukup tebal sebelum membiarkannya masuk ke dalam Ruanganku " Ucap Roland
" Baik Tuan " Jawab Rano dan kembali berbalik tapi lagi - lagi
" Tunggu " Ujar Roland
" Iya Tuan apa masih ada hal lain ? " Tanya Rano dengan sabar
" Oh ia jangan lupa menyuruh wanita itu memakai kain hitam itu untuk menutup matanya " Ujar Roland
" Baik Tuan akan segera saya laksanakan SEMUA PERINTAH anda " Ujar Rano dan menekankan kata " semua perintah "
" ehmm " Roland hanya ber " Ehm " Ria saja
dan setelah beberapa detik kemudian pria Arogan ini memberikan isyarat tangan jika Rano bisa pergi
Rano pun mengerti dia kembali membungkuk dan segera keluar dari Ruangan CEO
..........
25 Menit kemudian
Lian pun dengan hati yang sedikit gelisah masuk ke dalam bangunan yang sangat besar itu
Tapi betapa terkaget - kagetnya dengan Suasana di dalam Bangunan itu, saat dia datang telah banyak orang yang tengah berdiri di depan pintu sembari memberi Hormat padanya
" Ha kenapa ini " Kaget Lian
tiba - tiba Seorang pria dengan tubuh tegap datang menghampirinya dan tersenyum ramah padanya
__ADS_1
" Nona silahkan masuk, Tuan telah menunggu anda " Ucap pria itu sembari tersenyum hangat Padanya
Lian pun Tersenyum Canggung menanggapi ucapan Pria di depannya ini , dengan perasaan Gugup dia mengikuti langkah kaki Pria di depannya ini
karena Langkah kaki pria ini sangat panjang Lian harus sedikit Berjalan cepat untuk mengikutinya
Tak berselang beberapa waktu Akhirnya Mereka sampai di sebuah pintu berwarna Hitam yang bertuliskan " Ruangan CEO "
Sebelum Wanita ini masuk Rano memberikan sehelai Kain tebal berwarna Hitam dan menyuruh Lian untuk menutup matanya , Lian sempat bingung tapi Dia hanya mengikuti saja Apa yang Di perintahkan pria di depannya ini
Rano pun menuntun Lian Dan membukakan pintu Untuk wanita ini, Saat Masuk perasaan Lian sangat gelisah
Pikirnya apa CEO Di perusahan ini adalah pria mata keranjang ? Atau hanya seorang pria yang Mesum ? Pikiran - pikiran itu seketika muncul Di pikiran dan hatinya
Hening Saat Wanita ini masuk
Roland yang melihat wanita yang telah di carinya selama 5 thn terakhir ini telah di depan matanya, entah kenapa hatinya sangat berbunga - bunga
" Silakan Masuk " Ujar Roland dengan Suara berat kas nya yang terdengar merdu dan Sexsi di telinga kaum Hawa
Lian sempat tertegun mendengar Suara Roland yang begitu menyejukan di telinganya Intonasi suara yang Datar tapi entah kenapa sangat Menyejukan di telinga Nya
" B..baik " Lian membalas Dengan tergagap - gagap
Rano Sedikit menuntun langkah Lian agar wanita itu Tidak tersandung atau jatuh, Lian Pun duduk Dan suasana kembali Hening
Lian merasa sangattt Canggung dengan situasi saat ini, Dia bingung hal apa yang harus dia ucapkan
" Kok Hening yah kenapa pria ini tidak mengatakan sepatah kata pun " Batin Lian
" Nama Anda " Akhirnya Pria di depannya ini membuka suaranya
" Dandelian ...Dandelian Werty " Jawab Lian sedikit Terbatah - batah
" Baiklah ...Rano berikan Sebuah Polpen padanya " Roland menatap sekertarisnya
Rano Pun segera Mengambilkan sebuah Polpen dan memberikannya kepada Lian, Lian pun menerimanya walaupun begitu banyak pertanyaan di pikirannya
Roland segera memberi isyarat ke arah Asistennya agar mendekat, dengan patuh Rano mendekati Tuannya
Roland Pun membisikan sesuatu di telinga Asistennya
mengerti dengan ucapan Tuannya, dia mengambil Sebuah Kertas dan Meletakannya di meja Depan tempat Lian sedari tadi duduk
BERSAMBUNG ~~~
.
.
Jengjengjeng Penasaran gak ?
Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian like,komen,hadiah, dan Vote Agar lebih semangat 🙏🙏🙏😊😘🥰
See you in the next episode 👋👉
__ADS_1