
Tanpa Rasa bersalah sama sekali Roland Menutup Pintu Ruangannya dan membiarkan Wanita itu tetap di lantai yang dingin
Setelah menutup pintu, pria ini kembali duduk di kursi kebesarannya dan bersikap seperti tak terjadi apa - apa
" Adik di luar dugaan ku ternyata Daddy Kejam Juga Yah ", Bisik Rayon di telinga saudaranya
" Benar Aku juga tak menyangka jika Reaksi daddy akan seperti itu " Ujar Rayen dengan pelannya
Kedua anak kecil ini tak menyangka jika Roland akan dengan sadisnya Memperlakukan wanita Tadi, hanya ada satu kata dalam pikiran mereka " hebat "
dan untuk Lian wanita ini hanya bisa tercengang pasalnya dia tak menyangka Jika Roland akan bersikap sangat Sadis, dia sempat membayangkan bagaimana jika dia di posisi wanita tadi pasti udah remuk dari tadi tubuhnya
Wanita ini pun bergidik ngeri, dengan membayangkan hal itu, bulu kuduk nya berdiri dengan sempurna bahkan dia tak ingin memikirkan , jika ada sampai di posisi Wanita tadi
.............
1 Jam kemudian
di dalam mobil
" Daddy kita akan kemana " Tanya Rayon dengan penasarannya
" Taman Bermain " Ujar Roland
" Taman Bermain? Tanya Rayon
" Iya " Jawab Roland dengan singkatnya
dan Seperti biasanya hanya ada keheningan di sepanjang perjalanan mereka
15 Menit Kemudian
setelah turun dari mobil mereka berempat kemudian memasuki areah taman bermain, dengan perasaan yang berbunga - bunga Rayon anak kecil ini Pun tersenyum dengan senang
" Mommy, daddy " Panggil Rayon
Roland dan Lian secara bersamaan mendongak dan menatap Rayon
" Aku ingin Naik itu " Menunjuk ke arah suatu wahana
Roland pun seketika merinding melihat wahana bermain yang terlihat ekstrim itu
" Ayo " Ujar Lian
" T.. tidak aku tidak ikut " Tolak Roland
" Iya Aku juga " Timpal Rayen
" Kenapa / kenapa " Tanya Lian dan Rayon secara bersamaan
dan seketika membuat Kedua Pria beda generasi ini menjadi diam seribu bahasa mereka berdua tidak tau harus menjawab apa
" I.. itu.. terlihat berbahaya Coba kalian Berdua lihat wahana itu pasti akan membuat Kita terbang " Ujar Roland sembari menatap Takut ke arah Wahana dengan jalur bagaikan Rell kereta api
" Iya.. coba mommy Lihat, aku takut akan terbang dan Jatuh.. benar - benar menyeramkan " Rayen Pun seketika bergidik ngeri membayangkan Apa yang akan terjadi jika dia menaiki wahana Tersebut
Lian dan Rayon pun terdiam sejenak mendengar penuturan kata Dari Kedua pria beda generasi itu
dan detik kemudian
Pufff
__ADS_1
Lian dan Rayon hanya bisa menahan tawa mereka, tak menyangka jika kedua manusia es itu akan takut menaiki Wahana Tersebut
" Tuan jangan bilang jika anda takut " Cibir Lian
" T.. tidak " Kesal Roland
" Benarkah jika tidak takut ayo naik... DASAR PENAKUT " Ejek Lian
" Iya Adik kamu juga harus naik atau kamu juga takut yah.. hahahaha " Rayon pun mengejek Rayen dan akhirnya Membuat kedua pria beda generasi ini segera menyetujui
dan Ikut menaiki Wahana Yang menurut mereka sangatttt menyeramkan itu
Tak berselang beberapa Waktu
Roland dan Rayen kedua pria ini segera terduduk lemas Di karenakan habis Bertarung dengan rasa takut mereka, jika bisa di gambarkan seperti jiwa mereka telah keluar dari tempatnya
" T.. tuan kau tidak apa - apa " Tanya Lian
" Apa aku kelihatan baik - baik saja menurutmu " Kesal Roland walaupun memakai intonasi suara Lemah
" Tidak Tuan " Ujar Lian dengan wajah di buat tak bersalah
dan makin membuat Roland Pusing tujuh keliling
" Mommy Kita naik itu yah " Rayon kembali menunjuk sebuah wahana yang lebih Ekstrim
" Ayo! " Ujar Lian dengan antusiasnya
" Tuan ayo! " Ajak Lian dan segera melupakan kondisi Pria ini
dengan perasaan terpaksa lagi - lagi Maupun Roland dan Rayen mereka berdua hanya bisa pasrah saja
1 Jam kemudian
karena dari tadi Lian dan Rayon telah menyiksa Batinnya dengan memaksa Dia menaiki Wahana - wahana Yang menakutkan itu
" Be.. benar aku juga tak kuat Lagi " Timpal Rayen
Lian Dan Rayon pun hanya bisa cekikan dan Tertawa Pelan melihat kondisi Roland dan Rayen
" Tuan aku tidak menyangka jika Anda akan Takut menaiki wahana yang begitu menyenangkan tadi " Ujar Lian dan menatap dengan sorotan tak percaya
" S.. sudahlah lupakan saja " Kesal Roland dan Segera berjalan menjauh
Dan Mereka bertiga pun segera mengikuti Roland, bagaikan anak bebek yang sedang mengikuti induknya
" Tuan kita akan kemana " Tanya Lian
Tapi pertanyaannya tak di gubris Oleh pria ini
" Tuan " Panggil Lian lagi
Roland kemudian Berhenti secara tiba - tiba
Buk
" Aduh " Lian Pun memegang jidatnya
" Tuan kenapa Kau berhenti secara tiba - tiba begitu " Kesal Lian
Tanpa menjawab pertanyaan Lian Pria ini kemudian berbalik dan
__ADS_1
Cup
dan kemudian mengecup singkat Bibir lembut Wanita ini dan berhasil Membuat wanita ini mematung, Dan dengan segera Rayen pria kecil ini Segera menutup Mata saudaranya
" Adik apa yang kau lakukan " Ujar Rayon
" Anak kecil nggak usah Liat " Jawab Rayen
" Ish " Segera melepaskan tangan Rayen yang menutup Matanya. " Apanya yang anak kecil kau juga anak kecil " Kesal Rayon karena tak bisa melihat adegan Mommy dan daddy nya
" Yah Nggak lihat deh Adegan daddy yang mencium Mommy.. menyebalkan " Gumam Nya
Tanpa merasa bersalah Roland kembali melangkahkan kakinya dan Meninggalkan Lian yang masih mematung dengan apa yang di lakukannya tadi
" Hei wanita apa kau ingin ku tinggal " Ujar Roland
dan segera membuat Lian sadar dari lemunannya tadi
" Ehhhhh!! " Teriak Lian
" Roland dasar Kau bajingan Mesum! " teriak Nya lagi dengan Wajah yang sudah memerah bak kepiting rebus
dengan perasaan kesal dia mengejar Roland dan pria ini Hanya bisa Ikut berlari menghindar dari Kejaran Lian
" Rasain kau wanita beraninya Mengerjai ku " Batin Roland merasa Puas
Dan untuk Kedua pria kecil ini mereka hanya menonton adegan kejar - kejaran yang di lakukan Mommy dan daddy mereka
" Adik Mommy dan daddy Romantis yah main kejar - kejaran segala " Ujar Rayon
" ehm " Jawab singkat Rayen
" kok hanya " ehm " sih " Ujar Rayon
" Lalu kau maunya aku jawab apa " Timpal Rayen dengan wajah datar nya
" Ck.. mulai lagi dahh wajah menyebalkanmu itu " Gerutu Rayon karena melihat wajah datar saudaranya
" Bukankah wajahku selalu begini "
" Terserah " Rayon segera menyusul Mommy dan daddy nya
Dan Rayen di buat bingung dengan perkataan saudaranya pikirnya, memangnya kenapa dengan wajah nya?
Ha tanpa ingin berpikir hal - hal yang menurutnya tak berguna dia Pun mengikuti saudaranya
Di dalam Mobil
Suasana yang hening akibat Lian yang masih merasa kesal dengan Roland pria ini main nyosor aja mencium Bibirnya, hanya ada satu kata MENYEBALKAN
ingin rasanya dia membuang Roland ke Laut dan membiarkan Ikan hiu memakannya atau biarkan saja pria ini Di telantarkan di Hutan yang memiliki Banyak hewan Buas
.
.
.
.
Maaf Yah baru Up 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙇♀️🙇♀️🙇♀️ Maaffffffff 🥺
__ADS_1