Anak Genius : You Are Mine

Anak Genius : You Are Mine
Tersakiti Lagi dan Lagi


__ADS_3

...πŸ˜‰πŸ™‡β€β™€οΈ // Happy Reading \ πŸ“–πŸ™...


...πŸ˜‰πŸ™‡β€β™€οΈ // Happy Reading \ πŸ“–πŸ™...


...Shiawasena Dokushou...


...πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘πŸ‘‘...


Sela Yang melihat Ibunya memarahi Lian Pun tersenyum Penuh kemenangan dan Sambil menatap Sinis Lian


Lian Hanya bisa tertunduk sedih Dirinya Pun sedikit mendongak dan sedikit melirik ke atas dan di situ Lian melihat Ayahnya hanya menatap dirinya saja dan Lian Melihat jika ayahnya tak ada Niat sama sekali untuk sekedar melerai atau Membelanya dan itu membuat hatinya sakit sangat Sakit


" Ayah kenapa Kau hanya melihat saja dan tak sedikit membela ku " Batinnya Lirih


" Sudah Lanjutkan Saja Pekerjaan Mu " Ketus Sila, Lian Hanya pasrah saja dan melanjutkan Pekerjaannya yang sempat tertunda


Dirinya Mencoba Menahan Sesuatu Yang akan segera keluar Dari pelupuk matanya . " Lian Kau harus bertahan Kau wanita Kuat Ingat itu " Batin Lian menyemangati dirinya sendiri dan Wanita Cantik Ini pun segera Melanjutkan Pekerjaan Nya


beberapa Menit Kemudian Terlihat Banyak makanan enak yang sudah terletak Di sebuah Meja Berukuran Cukup Besar dan Terdapat 5 Kursi Dan Masing masing kursi telah di duduki oleh Ayah, Ibu , Dan kaka Tirinya mereka pun segera menyantap makanan Tersebut dan Lian Dirinya Pun Segera ingin bergabung tapi Saat Lian Ingin duduk Di sebuah kursi tiba tiba Suara seseorang menghentikan Lian


" Hei Ngapain Kamu ? " Tanya Sela sambil menatap tak suka


" Tentu saja Aku ingin duduk dan Makan " Balas Lian sambil Tersenyum


Sela Berdecik kesal mendengar jawaban Yang di berikan Adik Yang di benci nya ini


" Kau Nggak usah duduk di sini deh mengganggu pemandangan saja " Sarkas Sela dan lagi lagi menatap Sinis Lian


" Tapi kak Aku juga ingin makan " Lian Masih saja membalas dengan Lembut


" Ia aku Tauh ...Tapi makan sana dengan Para pelayan Jangan duduk di sini "


" Memangnya kenapa kak "


" Aku nggak suka "


" Tapi ..." Perkataan Lian segera di potong Oleh Ibu tirinya


" Kenapa Sih kamu ini suka membantah nurut aja Susah Sekali ! " Bentak Sila sedikit meninggikan Suaranya


Lian Segera Tertunduk sedih sambil melirik ke arah Ayahnya berharap jika Ayahnya akan sedikit membelanya tapi Harapannya seketika musnah karena Ayahnya Hanya sibuk Memakan Makannya Dan tak menghiraukan Lian yang di Marahi dan lagi lagi Hati lian tersakiti Tapi apa dayanya dirinya hanya bisa pasrah, Lian Pun segera Mengambil makanan Di meja dan segera Menuju Ke belakang Tempat para pelayan Duduk Makan

__ADS_1


..........


" Nona Kenapa Duduk Makan di sini ? " Ujar Seorang pelayan wanita bertanya kepada Lian karena dirinya yang makan bersama sama dengan mereka Seharusnya Nona nya itu makan bersama dengan Tuan besar dan Nyonya besar mereka


" Tidak apa apa Rula " Balas Lian sambil tersenyum ke arah Pelayan bernama Rula itu


Rula sangat menyukai Nona Lian Karena menurutnya Lian itu orangnya baik, Dan Murah hati berbeda dengan Nona Sela Rula Kurang suka dengan Sela karena menurutnya Sela itu Orangnya itu Angkuh,Sombong, Dan Pokoknya begitulah Rula tidak bisa mengespresikan dengan kata kata


" Kasian Nona Lian pasti Nona sela yang membuat Nona Lian Makan di sini dasar Wanita Jahat " Rutuk kesal Rula


" Nona Saya Ambilkan Minum yah " Ucap Rula karena melihat Nonanya itu tidak membawa sebuah Minuman dirinya Takut jika Lian Akan tersedak nantinya


" Nggak Usah Rula biar aku saja " Tolak lembut Lian dan segera ingin beranjak Dari duduknya


" Nona Duduk saja ok biar Rula ambilkan Nona Minum " Rula tak mau mengalah dan dengan segera mengambilkan Segelas Air putih untuk Lian


Lian Hanya Nurut saja dan mengikuti Keinginan Rula, Lian telah menganggap Rula sebagai temannya karena hanya Rula yang memperlakukannya dengan Baik dan tulus


Beberapa Detik kemudian Rula Pun segera membawa Segelas Air putih di tangannya dan memberikannya kepada Lian


" Trimakasih " Ucap Lian Sambil tersenyum Ke arah Rula Dan Pelayan itu pun membalas dengan senyuman Tulus


Mereka Berdua pun Menyantap makanan mereka sambil sesekali Bercanda Gurau dan bahkan melupakan beberapa pelayan yang melihat mereka yah begitulah Serasa kayak Dunia sendiri yah


Tiba Tiba Dirinya terperanjak Bangun dan " Ah Aku Lupa Minta ijin Tadi " Ujar Lian dan menepuk Jidatnya


" Ah Sudahlah Mungkin Ibu sudah tidur lebih baik nanti besok Aja deh Sekalian " Ujarnya lagi dan segera Berbaring lagi


Sebelum Tidur Lian biasanya Suka mendengar Musik melalui Hedseat nya karena jika dirinya tak mendengarkan Musik Pasti tak akan bisa tidur karena Musik seperti jadi Candu Baginya jika ingin Tidur


Lama kelamaan Alunan Musik yang di dengar Lian membuat Dirinya Tertidur Nyenyak dan Menyusuri mimpi indahnya


...β˜€οΈβ˜€οΈβ˜€οΈβ˜€οΈ...


Matahari Pun mulai Menampakan sinarnya dan Sedikit mencari Celah Di Balik Jendela yang terbuka Tapi dihalangi dengan Sebuah Kain menjuntai ke Bawah bermotif Bunga Lily itu


Mendapat Celah Pun Sinar mentari itu sedikit mengenai Wajah Indah Lian yang masih tertidur ,karena Merasa Terganggu wanita Cantik itu pun Sedikit Membuka matanya Untuk menyesuaikan Sinar Mentari Yang Silau Itu


" Ehmm " Eluhan Lian . Lian Pun Sedikit menghalangi Sinar mentari itu dengan Tangan nya sedikit demi sedikit Lian Membuka Matanya dan mengerjap ngerjap Beberapa Kali


Setelah merasa Dirinya Benar benar sadar Lian segera Beranjak Dari tempat tidurnya dan membasuh dirinya Karena Lian akan Membuat Sarapan Pagi untuk Keluarganya

__ADS_1


Waktu Terus Berjalan Kita skip aja ok Langsung di Meja Makan, Terlihat Seorang Wanita Tengah Gusar mencari cara bagaimana meminta Ijin Ke ibu Tirinya


" Ehmm.. Ibu " Panggil Lian Dengan Hati hati


" Kenapa " Balas Sila Sedikit Kasar


" Ehmm..Aku..Minta ijin boleh nggak " Tanya Lian


" Memangnya Kau mau pergi ke mana "


" A..aku ..Ingin keluar dengan Dion Boleh Nggak ibu " Lian bertanya Dengan Hati hati dirinya takut Membuat Sila Marah


Sila Pun Berpaling dan menatap Lian Dan menghentikan Kegiatan makannya . " Dion " Ujar Sila


" I...iya " Lian pun menunduk kan kepalanya dengan perasaannya yang Mulai Campur Aduk


antara Gugup Dan Takut


" He " Sila Tersenyum Miring menatap Lian


" Baiklah " Ujar Sila dan seketika Membuat Lian Tersenyum Sumring


" Tapi Ingat Hanya 3 Jam tak lebih " Wanita paruh baya itu Pun Menambahkan Ucapannya


" Baiklah Ibu " Lian Pun Tersenyum Senang Dengan segera Dirinya Menuju Ke kamar nya bersiap Untuk Menemui Kekasih nya


" Senangnya, aku Pikir akan susah " Batin Nya Karena Biasanya Jika Lian Meminta Ijin Ibu tirinya Itu akan membentaknya Dulu


Tapi entah kenapa Hari Ini Lancar - Lancar saja Nggak perlu di bentak dan langsung di ijinkan Apakah mungkin ini hari keberuntungannya


.


.


.


//Thanks for Reading


See you in the next episodeπŸ‘‹πŸ‘‰


πŸ’‹πŸ’‹πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2