
Setelah Sebuah mobil berwarna hitam telah sepenuhnya menghilang dari pandangannya, Seorang wanita segera masuk Kembali kedalam rumahnya.
Kembali Masuk ke dalam Kamar dan Melakukan Ritual Mandinya. Karena badannya telah terasa Lengket akibat Berada di Luar Ruangan dengan kurun waktu yang Cukup Lama.
15 Menit kemudian
Selesai dengan Ritual mandinya, Keluar berbalutkan Handuk dan memamerkan kaki jenjangnya yang Putih seperti Susu dan Mulus bagaikan Pantat bayi
Tak berselang beberapa waktu
Bukkk
Lian segera merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur, Tak lupa Mendengar kan alunan musik yang merdu sembari memakai sebuah Hadset di gendang telinganya
Memejamkan matanya dan Lambat laun Wanita ini segera menuju ke alam Mimpi
...........
Matahari Menampakan sinarnya Dengan malu², burung² Berkicau dengan merdunya menyambut pagi dan hari baru, seorang wanita tengah tertidur pulas menunggu Secercah sinar mentari mengenai Wajahnya
Detik kemudian Sinar mentari pagi yang begitu menyilaukan mencoba menerobos di sela² Cendela yang sedikit terbuka Hanya terhalangi oleh sebuah kain yang menjutai ke bawa, Mendapat kesempatan Sinar mentari itu segera menyinari wajah Damai seorang wanita yang masih tertidur
Merasa Tidurnya terganggu dengan pelan² dia membuka matanya, mengerjap - ngerjap beberapa kali, setelah merasa energinya telah terkumpul dia pun bangkit dari tidurnya dan Melakukan ritual pagi yang sering atau kerap kali dia lakukan
............
Setelah Selesai melakukan Ritual paginya, Lian segera keluar dari kamarnya tapi busett dah di suguhkan dengan pemandangan yang sangat mengejutkan
terlihat seorang pria tengah memasak di temani dua Anak kecil di samping kiri dan kanannya, Lian pun menghampiri ketiga pria beda generasi itu
" Tuan " Panggil Lian dan detik kemudian Yang di panggil pun menoleh
" Yah " Jawabnya
" Tuan kenapa bisa ada di sini ? " Tanya Lian
" Oh itu ..salah satu putramu menelpon ku dan menyuruhku untuk datang kemari " Jawab Nya enteng
" Apaaa!! "
" Ish..mommy nggak usah sekaget itu " Ujar Rayon
Lian pun seketika melotot dan menatap tajam putra kecil nya dan itu berhasil membuat Rayon menutup Mulutnya
" Lalu Tuan kenapa harus masak segala Nanti merepotkan Tuan lagi " Ujar Lian tak enak hati
" Nggak papa sekalian aja sarapan pagi bersama " Jawab Roland
Lian pun hanya bisa menghela nafas
" Mau ku bantu " Ujar Lian menawarkan bantuan
" Nggak usah ...Kamu duduk saja lagi pula ada kedua putramu yang membantuku " Tolak Roland
" Tapi "
__ADS_1
Sebelum melanjutkan ucapannya
" Mommy Duduk saja yah serahkan ini pada kami " Akhirnya Rayen yang sedari tadi hanya diam saja membuka suaranya
" Ia Mommy Biar kami aja sesekali Mommy diam dan hanya melihat " Timpal Rayon dan tersenyum manis
Setelah perdebatan cukup panjang akhirnya Lian memilih mengalah dan Hanya duduk sembari menatap apa yang ketiga pria beda generasi itu lakukan
sesekali mereka Bercanda dan bergurau Entah kenapa saat melihat Putra² ny saling bercanda dan bergurau bersama Pria yang di panggil Tuan itu, hatinya menghangat dan bahagia, benar² pemandangan yang indah
tak berselang beberapa waktu makanan Telah tersedia di meja makan keempatnya pun duduk dan menikmati sarapan pagi yang di buat oleh Roland
" Enak " Ujar Lian Pelan tapi masih bisa di dengarkan oleh Roland
Roland Pun tersenyum penuh arti mendengar ucapan wanita kecilnya
" Daddy " Panggil Rayon
Roland pun Segera beralih menatap anak kecil di depannya
" ada apa " Ujarnya
" Daddy..rumah daddy besar nggak ?, apa bisa Menampung banyak orang ? " Begitu banyak pertanyaan di Lontarkan Pria kecil ini dengan membuat tampang polosnya
Puff
Lian pun memuncratkan Minuman yang tadi Sempat dia teguk ke samping
" Tentu Saja " Jawab Roland
" Lalu Bisa nampung banyak orang ? " Roland sekali lagi Mengangguk
" Dan Jika kalian ingin tinggal juga boleh " Ujar Roland santai
Dan sekali lagi itu berhasil membuat Lian terbatuk - batuk mendengarnya
Uhukk..uhukk
Roland dengan cepat menuangkan air putih di Gelas Wanita ini, dan setelah itu memberikannya. Dengan cepat lian meneguk habis Air itu
" Tuan kau jangan bercanda " Ujar Lian
pria ini pun tersenyum
" Aku tidak sedang bertanya dan tidak sedang bercanda " Ucap Roland
Lian pun membantu mendengar ucapan pria pria di depannya ini
tanpa mereka sadari pembicaraan mereka tengah di Lihat dan di dengar oleh dua orang anak kecil
" Adik...Apa kita bisa tinggal di rumah Daddy " Tanya Rayom sembari berbisik
" Tidak Tauh " Singkat Rayen
Rayon hanya bisa mencibir dan mengumpat dalam hati, pasalnya saudaranya tiba - tiba bisa dingin dan hangat sifatnya
__ADS_1
" Yah beginilah jika mendapatkan saudara yang panas dingin kek gini " Gumam Rayon
Rayen yang sebenarnya bisa mendengar Gumaman Saudaranya hanya memilih diam saja dari pada Membuat Bibirnya lelah untuk buka dan tutup untuk sesuatu yang tak penting
" Tuan Lebih baik anda membuat candaan yang Masuk akal..jangan becanda kek gini " Ujar Lian yang menganggap jika perkataan Roland hanya sebuah candaan semata
" DANDELIAN WERTY apa aku terlihat seperti bercanda dengan perkataanku " Jawab Roland sembari menatap dengan sorotan mata yang tajam dan dingin
Lian pun terpaku dan menatap dalam manik mata Roland mencari kebenaran di dalam sana
" Tapi itu tak mungkin Tuan aku bukan Istrimu ..yang bisa seenaknya tinggal dalam Kerajaan besarmu itu " Ujar Lian
" Lalu kau mau menjadi Istriku " Ujar Roland dengan Santainya
Deggg
seketika perkataan itu berhasil membuat Jantung lian serasa ingin Keluar dari tempatnya.
" Ni manusia es kok jago banget buat Jantung ku berdetak kencang..mana nih jantung kencang amat detaknya kayaknya aku akan terkena serangan jantung di usia Muda ku ini " Batin Lian Sembari sesekali menyendokkan makanan ke mulutnya
Dan obrolan pagi yang tak bermakna itu berhenti dengan Kesunyian dan keheningan
...........
Di dalam Mobil
" Apa yang aku katakan di meja makan tadi itu semua benar " Ujar Roland dengan Tiba - Tiba
" Em " Lian hanya ber "em" ria saja
" itu memang bukan sebuah candaan ..aku benar - benar SERIUS " ujar Roland dan Menekankan kata " Serius "
" Iya ..iya " Sahut Malas Lian
pria ini kemudian terkekeh dan kembali fokus menyetir dan Suasana Di dalam Mobil kembali Hening dan sunyi
..........
di dalam Ruangan CEO
Lian hanya sibuk dengan Sebuah buku berwarna Coklat dan melanjutkan bacaannya yang sempat tertunda
Dan Roland Pria ini tengah Melaksanakan Rapat / Meeting Pagi untuk melihat perkembangan kerja para karyawan di kantornya
" Salah !..Buat lagi ! " Bentak Roland
Beberapa Orang yang berada di ruangan itu Kembali bergetar hebat di buat karena melihat Atasan Mereka yang sangat menyeramkan
Oh ia Roland pria ini terkenal dengan sifat kiler dan galaknya minta ampun dia tak akan pernah memaafkan satu kesalahan saja yang di buat oleh para Karyawan kantornya
pasti akan Di bentak habis - habisan sama Pria dingin dan Arogan ini
.
.
__ADS_1
Maaf Yah Readerss sekalian Baru Up karena kemarin athor sibuk banget 😓🙏😣😣 maaf yahhhhh