
di suguhkan dengan Penampilan Ruangan yang serba Berwarna hitam itu
( Di antara Kamar Di atas kalian tentuin aja yah yang mana Soalnya athor udah pusing tujuh keliling nentuinnya βΉ)
Celinguk sana sini kembali mencari keberadaan Roland dengan Masuk secara perlahan lahan
" Ini kan kamar Tuan..tapi orangnya kemana yah kok nggak ada " Batin Lian bertanya - tanya
" Oh kamu sudah datang rupanya " Tiba - tiba sosok seorang pria Muncul di belakang Lian
Lian pun terperanjat kaget dan itu berhasil membuatnya terselip dan hampir jatuh untung saja Roland sempat menahannya jika tidak Pasti bokong Indah Lian akan mencium Lantai yang dingin
" T..trimkasih Tuan " Lian segera melepaskan Pegangan Roland dan sedikit menjauh Dari pria itu
" Ehmm " Roland hanya menjawab dengan singkat
Lian pun segera berbalik dengan cepat karena Di suguhkan dengan penampilan Pria di depannya ini yang keluar dengan kondisi Telanjang dada dan memperlihatkan ABS nya
( Kalian tauh kan Apa itu ABS ? π )
" Astaga Naga ... mataku tidak suci lagi kenapa Tuan harus keluar tanpa mengenakan Bajunya " Batin Lian
" T..t..tuan ..kenapa tuan tidak keluar dengan memakai baju " Ujar Lian sembari menutupi wajahnya dengan tangan
" Kebiasaan " Singkat Roland
Lian hanya bisa mengumpat dalam hati saja mendengar jawaban Yang di berikan Roland
" Ck...dasar Kemarin Masih bersikap baik dan lembut skarang Berubah menjadi dingin dasar Manusia Es " Umpat Lian
Tapi entah kenapa dia merasa sikap Pria ini mirip dengan sikap Putranya Rayen yang kadang Dingin tapi kadang hangat
Dia pun menepuk Pipinya pelan karena baru saja memikirkan Yang tidak - tidak, Bagaimana mungkin Sifat putranya mirip dengan Pria Es ini yah bagaimana mungkin
" eh Tapi setelah di ingat - ingat kembali Wajah Manusia Es ini mirip dengan putraku Rayen dan Rayon " Batin Lian
Lian terdiam sejenak dan kemudian tersentak dan menepuk pelan Jidatnya
" Ahahaha..m..mana mungkin ah dasar kau Lian apa yang baru saja Kau pikirkan ..dasar Bodoh " Umpat Lian Dalam Hati mengutuk dirinya sendiri sembari tangannya masih menepuk pelan jidatnya
Sembari memakai kemejanya sedari tadi Roland tengah memperhatikan tingkah wanita ini Dan dia mengerutkan Alis heran dengan tingkah aneh Lian
Roland pun menghampiri Lian , dan tepat berdiri di belakang Wanita itu tapi sayang Karena sibuk dengan pikirannya al hasil Lian tak menyadari Jika Roland tengah berada di belakang Nya
" Apa yang sedang kau Pikirkan " Ujar Roland
" Astaga Naga !! " Lian Pun terperanjat kaget dan tak sengaja
Plakkk
__ADS_1
Menampar Wajah Roland dan pria itu pun terdiam dengan apa yang baru saja Di terima nya dari wanita ini, pasalnya belum ada satu orang pun yang berani menampar dirinya dan wanita ini .. sangat berani dan hebat
Lian pun seketika menutup mulutnya kaget
" Ya Alamak ...T..tuan M..maafkan saya ....saya tak sengaja menampar wajah anda " Dengan Perasaan menyesal Lian mencoba menyentuh dan mengelus lembut Pipi Roland
" Kau adalah Orang pertama yang berani menampar Wajahku " Roland Mencoba untuk sedikit mengerjai wanita ini dengan membuat ekpresi marah
" T..tuan..a..aku tak bermaksud menampar wajah anda...itu tadi saya reflek karena Tuan menganggetkanku " Lian pun menekuk wajahnya dan menatap lantai
Roland Mencoba untuk menahan tawanya yang akan segera keluar akibat Reaksi Yang di berikan wanita ini
" Refleks.? " Tanya Roland dengan Intonasi suara yang sedingin mungkin
Lian Pun Mendongak dan seketika
Plukkk
Sebuah Air bening berhasil lolos keluar dari pelupuk matanya karena merasa sangat bersalah telah menampar wajah Pria di depannya ini Lian kembali menekukan kepalanya
" Ke..kenapa kamu menangis " Roland menjadi bingung dan kalut apa dia terlalu berlebihan mengerjai wanita ini
Hikss..hikss..
Lian tak membuka suaranya hanya ada secercah suara tangisan yang di tahan dari bibir Lian
Roland makin panik dan Bingung, al hasil tangan nya Reflek Memegang wajah Lian dan membuat wanita ini Mendongak menatapnya
" K..kenapa kamu menangis ? " Pria ini makin di buat bingung
Lian pun tersentak tapi pandangannya kembali Melihat Wajah Roland yang memerah akibat tamparannya tadi dan detik itu
Tangis Lian pun pecah dan membuat Roland Menjadi pusing tujuh keliling pikirannya menjadi kalut
" Aduh...Bagaimana ini " Pria ini di buat Bingung dan terpaksa Roland dengan Sigap menarik Lembut tangan Lian dan membawanya kedalam dekapannya
Dan itu berhasil Membuat tangisan Wanita ini berhenti, Roland Pun menghembuskan nafas Legah karena Telah berhasil membuat Tangisan Lian berhenti
" T..tuan " Lian sangat kaget karena TibaΒ² di peluk oleh Pria ini Dan kenapa Juga jantungnya berdetak sangat cepat Dan wajahnya juga panas
" Sudah Habis nangisnya " Ujar Roland Lembut
" Iya " Jawab Lian Kaku
" Bagus " Tanpa ingin melepaskan pelukannya pria ini makin mengeratkan Pelukannya
***Hening
hening***
Setelah Hening selama beberapa detik
" T..tuan..k..kita akan terlambat " Lian mencoba melepaskan Pelukan Roland darinya
Roland Pun melepaskan Pelukannya secara perlahan dan kemudian menatap Lian dengan dalam
__ADS_1
" Lain kali Nggak usah Nangis ...dasar Gadis Cengeng " Timpal Roland
Lian Pun hanya bisa tertunduk malu
" Eh ..tapi tuan Wajahnya Tidak apa apa " Tanya Lian khawatir
" ehmm...nggak sih hanya terasa panas akibat tamparan Lima jarimu tadi " Jawabnya enteng
Lian pun makin bersalah di buatnya
" Ehmm...apa yang harus aku lakukan yah " Gumam Lian
Tanpa AbaΒ² Roland menarik lembut tangan Lian dan membawa wanita itu turun Kebawa, Lian Terkejut tapi Hanya bisa Pasrah
" E..eh..T..tuan Kita akan kemana " Tanya Lian
"......" Tidak ada jawaban yang di berikan Pria ini
dengan Masih senantiasa menarik tangan Lian dan membuat wanita ini harus sedikit berlari untuk mengikuti langkah kaki panjang Nya
...........
Di dalam Mobil
" T..tuan Kita akan kemana " Lagi - lagi Lian bertanya pada Pria Ini tapi tetap tak di gubrisss olehnya
" Sudah Kamu diam saja " Akhirnya Roland membuka suaranya dan membuat Lian hanya bisa patuh saja
Di Sisi Lain
Kedua Putra Lain tengah menemani Rula pergi berbelanja, Wanita ini telah mengatakan Jika Kedua Anak kecil ini tidak usah ikut tapi Mereka berdua bersikeras dan tetap memaksa Untuk ikut dan al hasil Rula Pun mengijinkannya
" Tante " Panggil Rayon
Rula Pun berbalik dan Menatap Pria kecil itu
" Kenapa ? " Rula menatap pria kecil di bawahnya ini dengan sorotan mata Bingung
" Tante ..tau nggak Daddy Kami Siapa ? " Tanya Rayon Polos
Rula pun terdiam dia bingung ingin menjawab apa Soalnya dia saja tidak tauh di mana pria yang sudah menghamili Nonanya
" Ehm...Daddy ? "
" Ia tante " Pria kecil itu pun mengangguk
Dan Rayen dia hanya menyimak saja Percakapan antara saudaranya yang kepo dan tantenya
.
.
.
Penasaran ?
__ADS_1
Jangan Lupa tinggalkan Jejak kalian Like,komen,hadiah, dan Vote Agar lebih semangat aku π₯°π₯°π€©ππββοΈ
See you in the next Episode ππ