
Qiara Nareswari
Qiara adalah gadis cantik yang berasal dari keluarga sederhana. Gadis berusia 23 tahun, hanya tamat SMA lalu bekerja sebagai Sales Promotion Girls suatu produk kosmetik. Ia merupakan anak bungsu dari lima bersaudara.
# Zainal.
Kakak pertama Qiara, Zainal berusia 37 tahun, seorang pengangguran dan punya hobi memelihara burung serta mengoleksi aneka jenis burung, terkadang ikut lomba kicau burung dengan suara terbaik.
# Rahma
Kakak kedua Qiara seorang perempuan bernama Rahma, usia 35 tahun seorang Ibu rumah memiliki dua orang anak.
# Herman
Kakak ketiga, usia 32 tahun Herman sudah menikah, istrinya bernama Yanti dan belum memiliki anak.
# Ria
Kakak ke empat, Ria 30 tahun belum menikah dan bekerja sebagai pramuniaga di suatu minimarket.
Ayah Qiara merupakan seorang pensiunan Pegawai Negri Sipil dengan pangkat terakhir golongan II D. Beliau telah meninggal sejak Qiara duduk di bangku SMA.
__ADS_1
Sebagai anak bungsu dari lima bersaudara, Qiara sangat di manja oleh Ibu dan Kakaknya. Walau mereka berasal dari keluarga menengah ke bawah, hanya tinggal di rumah petak dengan dua kamar, tapi Qiara terbiasa berpenampilan modis dan keren layaknya orang berada. Sang Mami, begitu Qiara memanggil Ibunya, tak pernah membiarkan anak-anak gadisnya untuk mengerjakan pekerjaan rumah, bangun pagi untuk beribadah dan bergegas ke dapur, itu tak pernah ada dalam kamus anak gadisnya. Mereka terbiasa bangun menjelang siang jika sedang kerja shift sore.
Sekedar menyapu lantai saja tidak pernah, apalagi mencuci pakaian dan mencuci piring, dll. Menurut Sang Mami, memanjakan anak-anak merupakan bentuk kasih sayang Ibu terhadap mereka. Sehingga ia selalu membiarkan apapun yang menjadi kesukaan anaknya, sekalipun itu buruk bagi mereka. Anaknya bukan pembantu yang harus di wajibkan membantu pekerjaan rumah, begitu pikirnya, ia sebagai Ibu tak perlu mengajarkan anak-anak untuk membantunya mengerjakan pekerjaan rumah tangga anak, biarlah sang anak menikmati apa yang menjadi kesukaannya, biarkan mereka hidup dengan dunianya, baginya mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga merupakan tanggung jawabnya sebagai ibu, ia tak mau dianggap Ibu yang tak pengertian bila terlalu banyak menyuruh anak. Namun ia lupa bahwa kelak ada masa sang anak harus berlepas diri dari orang tua, akan jadi masalah jika anak tak bisa beradaptasi dengan dunia baru yang akan ia lalui kelak.
Itulah salah satu kesalahan orang tua dalam mendidik anak yang tanpa di sadari akan menjadi petaka bagi kehidupan anak di masa yang akan datang.
Sebagai anak bungsu Qiara lebih manja bila dibanding dengan Kakak-kakanya. Ia tumbuh menjadi gadis yang cantik, berbeda dengan Kakaknya Tya yang berparas biasa, Qiara menjelma jadi gadis cantik dengan postur tinggi semampai, kulit putih bersih serta body nya bak gitar spanyol.
Handanu Maheswara
Biasa di panggil Danu, ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Ia berasal dari keluarga berada. Danu berusia 25 tahun, baru dua tahun lalu lulus kuliah dan ia sudah bekerja di suatu perusahaan swasta yang bergerak di bidang jasa ekspedisi.
Hingga ketika anak-anak beranjak remaja mereka sudah terbiasa mengerjakan segala pekerjaan rumah tangga. Sekalipun di rumah mereka ada Asisten rumah tangga, tapi Bu Suryo dan anak-anak tidak terbiasa bersikap bossy, Mereka terbiasa mengerjakan pekerjaan yang sanggup mereka lakukan. Kehadiran ART hanya untuk membantu saja, bukan untuk mengambil alih seluruh pekerjaan yang ada di rumah.
# Mahesa
Kakak pertama Danu adalah Mahesa berusia 32 tahun telah menikah dengan Rania usia 29 tahun dan memiliki tiga orang anak (Anaknya pertamanya bernama Fatih, Arya dan Cilla)
# Alisa
Kakak Kedua Danu bernama Alisa, berusia 28 tahun, telah memiliki suami bernama Ryan dan memiliki dua orang anak.
__ADS_1
****
Di usia Danu yang ke 25 tahun, ia menyampaikan keinginannya kepada kedua orang tuanya untuk menikahi seorang gadis yang bernama Qiara.
Danu yang selama ini tidak pernah terlihat menjalin kasih dengan seorang gadis, tiba-tiba datang memperkenalkan gadis cantik kepada keluarganya.
Sebagai orang tua, tentu Orang tuanya senang bila sang anak telah mendapat calon yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya.
Tentu saja Bu Suryo, Mama Danu mempertanyakan apakah Qiara sudah benar-benar gadis yang ideal untuk di jadikan istri? Dari segi agama, bibit bobot dan bebetnya.
"Apakah kamu sudah yakin dengan Qiara itu, Nak? dia tidak berhijab, sementara agama memerintahkan, dalam mencari pasangan hidup, hendaklah pilih karena agama" begitu kata sang Mama pada Danu saat ia meminta ijin agar Mama dan Papa melamar Qiara.
Danu hanya terdiam. Sebenarnya ia juga tak terlalu yakin. Ia tak terlalu lama mengenal Qiara. Qiara adik kelasnya saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, mereka bertemu saat ada reuni akbar beberapa waktu yang lalu, Danu mengantarnya pulang saat itu, dan sejak itu mereka intens berkomunikasi.
Qiara dan orang tuanya yang meminta agar mereka segera menikah. Pun Danu merasa ia sudah cukup umur untuk menikah, dan Qiara adalah gadis yang cantik, dengan kulit putih bersih serta penampilannya yang modis membuat Danu memang tertarik dengan kecantikan gadis itu. Pun Qiara merupakan gadis yang supel yang tentu bisa mencairkan suasana saat bertemu mengingat Danu merupakan pria pendiam yang tak banyak bicara sehingga hal itu membuat Danu merasa nyaman saat bersama Qiara.
Pada suatu hari mereka pernah bermesraan, dan Danu merasa sangat berdosa jika ia tak menikahi gadis itu, karena sejujurnya selama ini ia tak pernah bersentuhan dengan wanita. Namun pada malam itu, Qiara meminta di jemput di tempat kerjanya. Qyara yang bekerja sebagai SPG produk kosmetik di suatu Mall besar d kota Surabaya, di jemput oleh Danu, tepat jam 22.00, Qiara keluar dari Mall tersebut dan justru mengajak Danu untuk nongkrong dulu di taman, hingga pukul 23.00 Qiara tetap enggan di ajak pulang. Hingga di taman itu, Qiara mencumbu Danu dan mereka bermesraan hingga menjelang dini hari.
Danu mengantar Qiara ke rumahnya pada pukul 01.00, ternyata di rumah Qiara sudah berkumpul keluarga besar Qiara serta perangkat desa, dan beberapa warga. Mereka kemudian menuntut agar Danu segera menikahi Qiara karena telah membawa Qiara hingga larut malam. Mau tidak mau, Danu menyanggupinya karena ia memang bersalah membawa anak gadis orang hingga menjelang dini hari.
Namun Danu tidak menceritakan hal tersebut kepada orang tuanya. Ia hanya meminta ingin menikahi gadis yang sudah dekat dengannya.
"Pilih istri itu bukan hanya dari wajahnya Nu, yang harus kau pikirkan adalah menikah itu untuk seumur hidup, wanita pilihanmu akan menjadi Ibu dari anak-anakmu, masa depan anak itu tergantung bagaimana Ibunya, bila Ibunya hanya mencintai dunia, maka ia akan mengajarkan anaknya untuk mencintai dunia pula. Tapi bila ia memikirkan kehidupan setelah kematian, maka dia akan mendidik anak-anaknya dengan bekal agama" Begitu nasehat dari Kakaknya Mahesa.
Bukan Danu tak mengindahkan nasehat keluarganya. Tapi mau tak mau, ia memang harus menikahi Qiara karena ia telah membuat kesalahan.
__ADS_1
Bersambung