ANAK KU SAYANG, ANAK KU MALANG

ANAK KU SAYANG, ANAK KU MALANG
Bertemu teman


__ADS_3

"Kenapa kamu nggak pake alat kontrasepsi sih, yank?"


"Ya aku lupa!"


"Jadi gimana nih?"


"Kita beli testpack dulu deh?"


Qiara tampak memencet ponselnya. Memesan pembelian testpack lewat aplikasi online. Beberapa menit kemudian datang Abang ojek dengan jaket hijau mengantar pesanan Qiara. Ia segera menampung air seninya dan ternyata garis dua, walau agak sedikit samar.


"Jadi kalau garis dua ini gimana?" tanya Danu tak mengerti.


"Ya hamil, arghhh!" Qiara tampak frustasi


"Aku belum ingin memiliki anak" lanjutnya


"Besok pagi aku ulang lagi testpack nya, karena ini garisnya masih samar. Semoga negatif, aku bener-bener belum siap kalau hamil, aku masih pengen kita santai-santai berdua yank" Qiara kembali mengungkapkan ketidaksiapannya untuk memiliki anak.


Esok pagi, ia kembali bangun kesiangan. Jam sudah menunjuk pukul sepuluh pagi, sementara Danu ternyata sudah berangkat kerja. Wanita ini kembali menggerutu karena harus berangkat kerja sendirian lagi tanpa diantar oleh suaminya.


Beruntungnya ia shift siang hari. Ia kembali rebahan dikasur empuk berukuran king size itu. Tak lama terdengar pintu diketuk.


Dengan malas ia bangun dan membuka pintu kamarnya.


"Qi, udah bangun, nak?" Mama mertuanya nongol dari balik pintu.


"Eh, Mama. Mmmm..anu, Iya Ma, Qia baru bangun. Maap ya, Ma,?" ucapnya merasa tak enak hati pada Mama mertuanya itu karena lagi-lagi bangun kesiangan, "Eh tapi kalau bangun siang kenapa sih? kan udah ada bi Asih yang ngerjain semua pekerjaan rumah tangga, dari pada bengong kan mending aku lanjutin tidur" gumamnya dalam hati.


"Yaudah nggak apa-apa, nanti berangkat kerja jam berapa? tadi suamimu titip pesan sama Mama buat nganterin kamu berangkat kerja, tapi Mama buru-buru mau ke minimarket nih"


"Qia lagi shift siang Ma, nanti jam dua belas berangkatnya"


"Kalau gitu, Mama berangkat duluan ya? Pak Malih lagi nemenin Papa, jadi kalau kamu nanti mau berangkat kerja, kamu bisa pake motor ya?kalau nggak mau pake motor, kamu bisa minta tolong Kak Rania untuk nganterin kamu ke tempat kerja, ya?"


"Oh, mmm..i-iya, Ma, iya"


"Kalau gitu Mama berangkat duluan, kamu sarapan dulu sana, tuh Kak Rania sudah masak sarapan dari tadi pagi"

__ADS_1


"Baik, Ma" ucapnya seraya bertanya dalam hati 'maksudnya apa coba pake nyeritain si Rania udah masak sarapan dari tadi pagi? mau bandingin Ama gue gitu?'


"Eh, ngomong-ngomong, gimana hasil testpack nya?"


"Pagi ini belum, Ma. Qia belum pipis, hehe. Kalau semalam sih positif, Ma,"


"Ya udah kamu test lagi dulu, mandi terus sarapan, Mama jalan dulu ya?"


"Iya, Ma. Hati-hati dijalan"


Qia kembali menutup pintu kamarnya. Kesel pake dibanding-bandingin Ama si Rania. gerutunya dalam hati. "Emang aku pembantu apa harus masak tiap pagi? ogah deh" ucapnya seraya berlalu ke kamar mandi dan menampung air seninya, hasilnya memang garis dua.


"Hufftttt..kenapa hamil sih? aku kan belum mau punya anak!" ia berkata sendiri.


Ia kemudian segera mandi, usai mandi ia sarapan. Namun bagi Qiara rumah jadi berisik gara-gara ada Rania dan anak-anaknya. Fatih dan adiknya Arsya sedang lari-larian di ruang tengah sementara Cilla lagi maen di taman belakang bersama bi Imah.


Ia jadi males sarapan, karena suasana yang ramai bak pasar malam. "Kenapa sih Mamanya? anak kok dibiarin berisik?" Qiara membatin dalam hatinya.


Karena perutnya terasa lapar keroncongan, Qiara segera mengambil nasi ke dalam piringnya dan membuka tudung saji. Sayur asem lengkap dengan sambal terasi, ikan tongkol goreng, sadar jagung dan tempe tepung. Ia cicipi semua menu yang ada meja makan, enak banget semua masakan hari ini. Tak sadar ia menambahkan nasi dipiring plus lauk pauk yang ada dimeja.


"Eh, Qia udah sarapan?" ucap Rania yang muncul dari kamar mandi di pojok ruangan.


"Anak-anak ayo wudhu dulu yuk, terus kita sholat Dhuha, ya?" lanjutnya sambil merangkul kedua anak laki-laki yang tengah berlari-larian itu.


"Eh Qia, Berangkat kerja jam berapa? jadi dianterin sama mbak?"


"Nggak usah mbak, ngerepotin!" jawab Qiara acuh


"Nggak apa-apa Qia, mbak nggak merasa direpotin kok"


"Yaudah deh, kalau nggak ngerepotin"


"Yaudah deh ntar kalau Qia udah siap, panggil mbak ya? mbak di mushola mau sholat Dhuha dulu"


"Oke Mbak," Ya kalik mau sholat nggak usah pamer. Batin Qiara dalam hati.


***

__ADS_1


Usai berganti pakaian Qiara segera memanggil Rania dan ia berangkat kerja dengan diantar oleh kakak iparnya itu.


"[Yank, kapan aku les private nyetir?tengsin donk aku dianterin mbak Rania!]" pesan Qiara untuk suaminya


"[Oh kamu udah berangkat kerja sayang? jadi dianter Kak Rania?]"


"[Iya ini lagi otw. Masa aku kalah sama emak-emak sih? dia aja bisa nyetir, masa aku nggak?]"


"[Lha..kenapa jadi membandingkan diri dengan kak Rania sih?dia juga bisa bisa nyetir jauh sebelum nikah sama kak Mahe, kok. Saat kuliah dia udah bawa mobil sendiri yank. Ya udah week end kita belajar ya?]"


"[Iya, ok, janji ya week end latihan nyetir?]"


"[Iya sayangku, Insya Allah]"


Sepanjang jalan Qiara merasa nggak nyaman harus berada dalam satu mobil dengan Rania yang merupakan kakak ipar suaminya. Entah mengapa ia merasa tak suka dengan sosok Rania. semoga saja wanita ini nggak berlama-lama nginep dirumah suaminya, ia membatin dalam hatinya. Padahal sejauh ini Rania selalu bersikap baik padanya. Iapun tiba di tempat kerja berkat bantuan kakak iparnya tersebut. Pulang kerja ia meminta sang suami yang menjemputnya. Namun lagi-lagi Rania yang datang menjemput dikarenakan sang suami sedang ada lembur di kantornya. Syukurlah Mahesa sudah datang dan Rania beserta anak-anaknya kembali ke rumah mereka, Qiara bisa terbebas dari kebisingan bocah-bocah itu.


***


Week end pun tiba, Qia sedang berlatih nyetir disebuah lapangan, ia sudah bisa muter-muter lapangan, tak butuh waktu lama hanya dalam waktu satu bulan ia sudah mahir berkendara dengan menggunakan mobil di jalan raya. Tak lama ia segera membuat SIM A. Kini tiap berangkat kerja ia selalu membawa mobil milik suaminya sementara Danu sendiri memilih mengalah dan ia pulang pergi kerja dengan menggunakan sepeda motor.


Hari ini sebenarnya jadwal Qiara off alias libur kerja. Namun karena jenuh dirumah, Qiara memutuskan untuk bertemu teman-teman nongkrongnya di suatu cafe. mengenakan celana legging dan blouse berbahan satin, Qiara terlihat sangat cantik. Ia pun mengendarai mobil menyusuri jalanan kota Surabaya. Sampai di cafe yang dituju, ia segera menuju meja reservasi. Disana sudah menunggu teman-teman gengnya semasa putih abu-abu.


"Hai guys...sudah lama menunggu ya?" ucap Qiara pada teman-teman nongkrongnya yang udah menunggunya.


"Widiww..nyonya Danu makin kece aja nih?" sambut Helena, sahabat karibnya


"Iya donk, gue gitu loh" ucap Qiara seraya segera duduk bergabung dengan teman-temannya.


"Udah mahir kan nyetirnya?"


"Udah donk, udah bisa setiran sendiri kemana-mana sekarang"


"Ntar aku bisa minjem nih?"


"Iyalah, tentu bisa lu kan sahabat gue"


"Asyikkk, btw Qi.., si Danu punya kakak yang bisa gue gebet nggak? pengen juga donk punya laki keluarga tajir kayak elu, haha"

__ADS_1


"Ada sih Kakaknya, namanya Mahesa tapi udah punya bini sama buntut tiga, mau lu?"


Bersambung


__ADS_2