ANAK KU SAYANG, ANAK KU MALANG

ANAK KU SAYANG, ANAK KU MALANG
Pertemuan yang di dambakan


__ADS_3

Sebentar lagi Danu pulang. Pekik Qiara


Ia segera mengganti kode sandi ponselnya. Takut-takut Danu akan membaca pesan dari Irwan.


"Iya udah mbak, mbak Yanti pulang aja nggak apa-apa, hati-hati dijalan ya" Jawab Qiara sambil ia beranjak dari duduknya.


"Bagi Wa mu, please?" kembali pesan direct message masuk dari Irwan.


Qiara segera membalasnya "082xxxxxx, tolong jangan kirim pesan dulu, dan jangan Wa apalagi telefon, karena ini jam pulang kerja suamiku" Kebetulan hari ini Qiara sedang libur kerja. Maklum ia bekerja sebagai BA disuatu Mall sehingga hari liburnya bukan di hari week end. Bahkan week end ia harus kerja karena Mall sedang ramai-ramainya jika week end tiba.


***


Saat pagi tiba, Danu sudah berangkat kerja terlebih dahulu. Qiarapun sudah bersiap untuk berangkat kerja. Ia mematut diri didepan cermin. Seragam kerja berwarna Abu tua dipadu rok mini diatas lutut. Tak lupa sesuai SOP perusahaan ia wajib mengenakan stoking hitam dan sepatu high heel hitam. Rambutnya harus disanggul kecil kebelakang menggunakan ikat rambut. Sementara poni sampingnya dibiarkan tergerai. Wajah Ibu satu anak ini makin cantik dengan polesan lipstik warna pink muda dibibirnya. Ya semua tentu tahu bahwa seorang Beauty Advisor harus pandai merias diri. Make-up chic sudah selesai terpoles diwajahnya.


"Halo, Helena. Bantuin aku please?aku harus gimana?" Sebelum berangkat kerja, Qiara menelfon Helena sahabatnya


"Bantuin apaan?" tanya Helena dari sebrang telepon


"Kamu inget Irwan, nggak?"


"Ingetlah, cowokmu yang tiba-tiba ghosting itu kan?"


"Dia ngubungi aku kemarin, Hel.."


"Serius??"


"Duarius!"


"Yaudah bodoh amat lah. Dia ninggalin kamu kan? tanpa kamu ada salah! cuekin aja!"


"Nggak gitu, Hel.., dia waktu itu ada musibah makanya tiba-tiba ngilang"


"Gini aja deh, aku nih buru-buru mau berangkat kerja. Ntar pas istirahat siang, kita ketemuan aja, terus suruh Irwan datang"


"Aduh, kan nggak leluasa kalau jam kerja? gimana donk?"


"Yaudah kamu kan shift pagi? sore sepulang kerja kan bisa ketemuan, sing song kek, nonton kek apa kek. Jangan lupa kami bawa baju ganti. Kan nggak lucu ketemuan sama mantan pake baju kerja"


"Ok..ok"


"Yaudah aku duluan, buru-buru nih. udah dijemput si om, haha. Bye"

__ADS_1


Tut..Tut..


Rupanya Helena menutup telefon secara sepihak. Itu karena ia sudah dijemput oleh Sugar dady nya ditempat kosnya.


Qiarapun segera berangkat kerja. Mengendarai mobil milik suaminya dia tiba ditempat kerjanya, Tunjungan Plaza Mall. Pusat perbelanjaan ini mempunyai 6 bangunan utama yang saling berhubungan (Tunjungan Plaza 1-6) Mall yang biasa disingkat TP ini merupakan Mall paling populer di Surabaya.


Qiarapun bekerja seperti biasa melayani pembeli dan konsultasi kecantikan lainnya. Jam istirahat pun tiba. Temannya Merta dan Helena yang bekerja di tempat yang sama namun hanya beda lantai. Mereka segera janjian bertemu ditempat makan biasanya.


"Lagian kamu sih Qi, pake acara langsung bunting segala. Santai aja lagi umur kita masih dua puluh tiga tahun. Kita-kita aja santai belum nikah? Ya nggak?" Merta menatap Helena dan mendapat anggukan dari wanita cantik yang memakai rok diatas lutut itu.


"Harusnya waktu nikah kamu tunda dulu punya momongan, Qi. Jadikan masih bisa haha hihi sama kita-kita" timpal Merta.


"Ya udah lah, sekarang kan kita masih bisa haha hihi juga" sergah Qiara


"Kamu waktu nikah nggak KB ya, Qi? Doyan kamu ya, Qi. langsung bunting!" cibir Helena


"Ihhhh, lu kayak nggak doyan aja. Tiap malam dibawa om Roy tuh" Merta menimpali


"Yeeee...lu doyan jugalah, Mer..! sama Om Anton. Hahahaa..." dua gadis cantik bersegeram kerja itu tertawa lebar.


"Udah deh, jadi gimana nih? menurut kalian aku harus gimana sama Irwan?" Qiara menengahi dua sahabatnya yang berdebat itu


"Yoyoi..sikaaaatttttt" timpal Helena


"Kalau ketahuan suami aku gimana?"


"Ya jangan sampe ketahuan lah..kamunya maen cantik donk. Gimana sih?gitu aja kok nanya?" sewot Helena


Kring..kringgg


Ponsel Qiara berdering


"Eh, Irwan nelefon nih"


"Yaudah angkat, ketemuan dimari. Nonton kek, apa kek" Ujar Helena


"Iya, Hallo" Qiara sedikit grogi, ckckckkck"


"Lu santai nggak usah gemeter gitu" bisik Helena ditelinga Qiara yang sebelah kanan. Sementara ditelinga kiri menempel ponsel cerdas


"Aku masih kerja" jawab Qiara berbincang dengan lawannya ditelepon

__ADS_1


"Jam empat lebih gitu sih biasanya udah mau pulang" lanjut Qiara lagi


"Oke, ditunggu ntar ya, daghhhh" Qiara menutup teleponnya


"Cie...cieeeee...yang mau ketemu mantan, awas CLBK loh" goda teman-teman Qiara.


Tiga wanita cantik itu tertawa terbahak-bahak. Usai istirahat siang mereka kembali bekerja. Tak terasa waktu sudah menunjuk pukul empat sore. Merekapun bersiap untuk pulang. Seperti biasa Merta dan Helena sibuk dengan sugar Daddy mereka. Sementara Qiara sibuk mencari alasan pada suaminya, untuk mengabari bahwa ia tak bisa pulang. Ia pun berpikir kira-kira alasan apa yang harus ia karang agar masuk akal?


Kini ia sudah berganti pakaian, mengenakan dress berbahan kaos mewah selutut. Sementara pakaian kerja ia masukkan dalam tas dan ia letakkan dalam lokernya.


Iapun membuka ponselnya. Namun ternyata sudah ada pesan masuk dari suaminya itu. Ia mengabari bahwa sedang ada lembur dikantornya. Ahaa..kebetulan sekali, Qiarapun berpura-pura ada meeting dengan tim kerjanya.


"Aku otw, tunggu ya sayang, nggak sabar ingin segera sampai, setelah tiga tahun lamanya kita tak bersua" pesan dari Irwan


Harap-harap cemas Qiara menunggu kedatangan cinta lamanya itu.


"Kamu pesen tiket film deh, ada film apa sekarang? atau kita ke tempat karaoke atau kemana?" kembali pesan dari Irwan


"Nonton aja deh disini, aku pesenin tiket film dulu ya? terserah aku filmnya ya?"


"Iya, yank. terserah kamu aja asal kita bisa ketemu"


Sambil menunggu kedatang Irwan, Qiara kembali memperhatikan penampilannya. Bolak balik ia ke kamar mandi, sekedar men-touch up make-up nya. Rambutnya yang tadi di sanggul kecil dengan ikat rambut, kini dibiarkan tergerai. Sementara sepatunya tetep menggunakan sepatu kerja yang tadi karena ia tidak membawa sepatu ganti. Namun tetap chic dengan dress yang dia kenakan.


Sekitar tiga puluh menunggu, Irwan mengabarkan telah sampai di parkir.


Jantung Qiara berdegup kencang. Ia memilih duduk di cafe yang tepat ada di depan pintu masuk bioskop tempatnya akan menonton bersama Irwan. Ia meminum jus yang ada di mejanya untuk mengusir rasa cemas dan gugupnya. Merta dan Helena Yang sedari tadi menemani Qiara kini pun memutuskan keluar dari tempat tersebut karena sugar Daddy mereka telah menunggu di parkir basement.


"Kita-kita duluan ya? selamat bersenang-senang dengan mantan, dahhh" ujar kedua temannya itu berlaku meninggalkan Qiara seorang diri.


Tak lama Pria yang ditunggu-tunggu itupun sudah ada di hadapan Qiara, seakan tak percaya melihatnya, Qia tak berkedip demi menatap pria dihadapannya itu. Qia menatap Irwan yang sedikit sipit masih sama seperti dulu, kulitnya bahkan lebih bersih dibanding dahulu. mengenakan celana Semi jeans warna cream, dipadu kaos slimfit warna putih serta sepatu kets berwarna putih, ahh pria ini masih menawan seperti dahulu, walau Danu tak kalah menawan, namun entah kenapa Qia merasakan getaran-getaran yang lain saat menatap mata Irwan.


"Hai, Qi?" Qiara terkaget ketika Irwan sudah meraih tangannya, menyalaminya dan ia menempelkan pipi kirinya ke pipi kanan Qiara, selanjutnya pipi beralih pipi kanannya ia tempelkan ke pipi kiri wanita yang sedang tercengang itu.


"Apa kabar?" Qiara masih termangu


🔥🔥🔥🔥


Bersambung


Jangan lupa dukungannya. like vote n komen 🙏

__ADS_1


__ADS_2