ANAK KU SAYANG, ANAK KU MALANG

ANAK KU SAYANG, ANAK KU MALANG
Kedatangan Teman


__ADS_3

Sementara itu Herman telah menyerahkan obat penurunan panas untuk Qiara, lalu ia kembali berangkat untuk bekerja.


Baby Fanya telah tertidur pulas. Kemudian bayi itu ditidurkan di dalam box bayi. Lanjut Mami Qiara menyuapi anak bungsunya yang lagi demam itu. Usai makan, Qiara segera meminum obat. Tak lama kemudian ia tertidur. Usia bangun, badannya sudah lebih enak tak lagi merasakan demam.


Oekk...oekkkkk...


Terdengar tangis Fanya dari kamar mbak Yanti. "Mi..Kenapa Qia stress tiap mendengar suara tangis bayi ya, Mi? rasanya Qia belum siap jadi Ibu, Qia belum siap punya anak, Mi"


"Gimana lagi, Nak. Kalau emang kamu belum siap punya anak, harusnya kamu pake kontrasepsi waktu nikah"


"Qia lupa, Mi. Kan waktu itu kita sengaja ngerencanain untuk ngejebak Bapaknya Fanya agar mau nikahin Qia. Mami bilang karena dia anak orang kaya, biar bisa mengubah nasib Qia?"


"Iya bener kan? sekarang terbukti kamu bisa hidup enak. Bisa punya rumah gede kayak gini. Bisa punya mobil. Jadi kamu harus telaten sama anakmu, jangan bersikap judes kayak kemarin ke kakak iparmu. Biar mereka respect sama kamu. Biar kamu bisa makin dicintai sama suamimu"


"Males Qia, Mi. Qia emang nggak suka sama Alisa dan Rania itu"


"Kenapa nggak suka? mereka nggak buat salah sama kamu, kan?"


"Papanya Danu tuh selalu bandingin Qia sama si Rania itu. Qia pernah nguping pembicaraan mereka. Katanya Qia nggak supel lah, Qia nggak pandai membawa diri, Qia nggak ramah, nggak bertegur sapa, nggak mau berbaur, dan lain-lain. Banyak banget lah. Makanya Qia jadi benci"


"Ya sudah. Sekarang kan kamu sudah merdeka. Tinggal disini dirumahmu sendiri. Rumah Danu kan jadi rumahmu juga, Qi. Selalu buat agar Danu makin cinta sama kamu!"


"Jelas donk, Mi. Service Qia diranjang yang bikin Danu bucin sama Qia"


"Bucin itu apa?"


"Ihh, Mami. Bucin itu budak cinta, Mi. Alias cinta mati"


"Ya jelaslah cinta mati sama Anak Mami memang yang paling cantik ini" wanita setengah baya yang masih nampak cantik itu memeluk anaknya. "Anggap aja mereka semua iri karena kamu yang paling cantik dibanding Kakak-Kakak iparmu"


"Iya, Mi. Ada satu lagi nih yang bikin Qia kesel. Mereka selalu dibandingin Qia sama Rania yang katanya pandai masak"


"'Memangnya anak Mami pembantu? mau disuruh-suruh masak?enak aja mereka itu. Mami dari kecil besarin kamu nggak pernah Mami nyuruh kamu walau sekedar cuci piring, karena Mami sangat sayang sama anak-anak Mami. Mami nggak mau menjadikan anak sendiri sebagai pembantu. Ini malah anak orang lain mau ambil enaknya. Anak mami yang cantk gini masak disuruh jadi pembantu?"


"Itu dia, Mi. Makanya Qia kesel. Coba ya, Mi, Irwan dulu nggak ghosting?"


"Udahlah Qi..jangan inget-inget Irwan lagi. Ntar kamu kesurupan lagi gara-gara mikirin Irwan?keluarga Danu juga nggak kalah tajir dari keluarga Irwan kan? Danu yang jadi obat saat kamu patah hati kala itu. Udahlah Irwan itu br#ngsek. Sekarang kamu udah jadi istri Danu, dan kalian sudah memiliki anak. Buatlah Danu makin cinta sama kamu, dengan cara kamu jadi istri yang baik, rawat tubuh kamu tapi kamu tetep peduli sama anakmu. Jangan kayak gini, kami cuek sekali sama anak"


"Makanya, Mi..Qia nggak mau menyusui karena Qia nggak mau nanti p***dara Qia kendor. Ntar Qia nggak seksi lagi"


"Iya, nggak apa-apa kalau memang kamu nggak mau menyusui. Tapi kamu harus tetap urus anakmu, kamu gendong dia. Setidaknya bila di depan Danu biar Danu nggak marah sama kamu. Dan lagi kamu jangan jutek gitu sama kakak-kakak Iparmu. Sekalipun kamu benci, pura-pura sajalah. Semua demi kelangsungan pernikahanmu dengan Danu"

__ADS_1


"Qia kan cantik, Mi. Danu pasti akan selalu cinta sama Qia. Qia akan selalu jaga penampilan agar tetap modis dan seksi"


"Anak siapa dulu donk yang cantik ini, anak Mamiiiiii"


Tokk..tokkkk..


"Masuk"


"Qi...ada teman-temanmu tuh" mbak Yanti nongol dari balik pintu kamar yang dibuka separuh.


"Oh iya mbak. Suruh masuk. Aku segera keluar"


"Haiiiiiiii...Qiaaaaaaaaaa" sapa dua orang gadis cantik berkulit bening yang memakai seragam kerja itu.


Mereka saling berpelukan dan cipika-cipiki


"Hai...haiii... haiii..kalian baru pulang kerja ya?"


"Iya, kita janjian sepulang kerja nengokin Baby kamu"


"Masuk yukk"


"Iya say, perutmu buncit, nggak seksi kayak kita lagi donk..hahaaaaa" sambung Merta yang merupakan Beauty Advisor sebuah produk kosmetik di suatu Mall.


"Iyalah namanya baru melahirkan, habis ini aku diet ketat biar bisa seksi lagi kayak kalian" jawab Qiara.


"Lagian kamu, Qi..Napa buru-buru amat punya anak sih, nggak bebas mah kalau punya anak. Nggak bisa nongkrong-nongkrong lagi donk kita"


"Tenang aja, bisalah kalau cuma nongkrong, nunggu masa nifas habis" jawab Qiara


"Kamu napa nggak pakai kontrasepsi, sih?" Merta bertanya


"Lupa..hahaha. Secara mumpung dapat cowok tajir segera sikat sebelum kena tikung yang lain.wkwkwkwk"


"Hahaha...bisa aja kamu, Qi. Kita-kita juga mau sih nikah sama cowok tajir, cariin donk? tapi ogah kalau langsung beranak" Helena menimpali


"Beranak??kucinggggg kalik, hahaha" para gadis seksi itu tergelak


oekkkk...oeekkkkkkk..


Terdengar tangis baby Fanya.

__ADS_1


"Eh, Qi..sinikan anakmu, kita-kita pengen tahu"


"Mbakkk, tolong bawa Fanya kesini, ya?"


Tak lama mbak Yanti datang membawa Fanya dalam gendongannya dan menyerahkan bayi itu kepada Ibunya yang jarang sekali menggendong bayinya sendiri.


"Duh udah jadi emak-emak ya teman kita ini" empat gadis teman Qiara itu saling bertatapan.


"Btw, Qi. Itu pembokatmu ya? dari kemarin waktu kamu baru pindah rumah, dia udah kerja disini kan ya?" tanya salah satu dari mereka.


"Dia istrinya Kakakku, kasian aja mereka hidup susah. Jadi aku suruh aja kerja sama aku disini, bantu-bantu ngurusin Baby-ku"


"Iya syukur deh Qi..kan nggak mungkin kamu ngurus sendiri bayinya. Nggak bisa dandan donk ntar. Nggak bisa cantik lagi itu bahaya. Pelakor dimana-dimana?"


"Dihhhh..amit-amit" jawab Qiara


"Btw, suamimu pulang jam berapa, Qi? udah jam empat sore nih, kita pulang dulu aja, takut suamiku keburu dateng"


"Biasanya sih nyampe rumah jam limaan gitu"


"Yaudah deh, kita-kita pulang dulu ya? ini untuk dedek Fanya yang unyu-unyu" mereka menyerahkan beberapa bungkus kado untuk Qiara


"Tengkyu aunty-aunty yang cantik"


"Jadi tante-tante girang yak kita, haha"


Qia yang duduk memangku bayinya tertawa terbahak-bahak mendengar celoteh teman-teman.


"Nak, suamimu telfon nih" Mami Qia datang memyerahkan ponsel Qia yang tertinggal di kamar.


"Halo, yank" Qiara menempelkan benda pipih itu ke telinganya.


"Yank..aku ada lembur dikantor pulangnya agak malam" suara Danu dari sebrang sana


Bersambung


...Siapakah Irwan?...


...Apakah Danu benar-benar lembur?atau di goda Aisyah?...


...ikuti terus ya...jangan lupa dukung author dengan like n vote ❤️😍...

__ADS_1


__ADS_2