ANAK KU SAYANG, ANAK KU MALANG

ANAK KU SAYANG, ANAK KU MALANG
Lembur


__ADS_3

"Lembur sampe jam berapa, Yank?"


"Nggak tau, Yank. Ini Boss mau buka cabang baru diluar kota, aku usahakan pulang cepet sayang"


"Yaudah sayang, love you"


"Love you too, Honey, Mmuuuachhhh"


"Mmuuuuaaachhhhh" Qiara memonyongkan bibirnya pada benda pipih tersebut


"Cie...cieeee, yang mesra-mesraan"


goda teman-teman Qiara.


"Btw, Qi. Aku udah ketemu sama kakak Iparmu itu, sapa namanya yang punya usaha showroom mobil itu loh, Qi? Aku datang kesana pura-pura liat-liat mobil gitu. Keren emang ya, Qi. Lebih ganteng dari suamimu loh" ucap Helena


"Jangan macem-macem kalau sama lakik ku, Hel..." Qiara mengepalkan tangannya ke arah Helena.


"Santaiiii, aku kan mau gebet kakak nya suamimu, Qi. Atas rekomendasi kamu juga kan? tapi Gilak dia cuek. Padahal kamu bilang istrinya nggak cantik?"


"Masak sih cuek? iya istrinya jelek emang, gak modis banget. Pakaiannya gamis klombor-klombor sama hijab panjang banget. Aku aja males liatnya. Gilak ihhh..." Qiara begidik sambil memangku bayinya.


"Iya aku pancing-pancing gitu dia nggak mau, Qi. Dia jawab gini masa 'Kalau mbak emang niat beli mobil, saya layani dengan baik. Tapi kalau niatnya lain-lain, mohon maaf saya blokir' Dia balas gitu keder aku lah"


"Ya udah bukan rejekimu berarti, Hel. Masih banyak yang lain"


***


Tak terasa baby Fanya telah berusia tujuh hari. Kakeknya yang merupakan orang tua Danu pun meminta agar dilakukan proses Aqiqah untuk bayi yang berusia seminggu. Dalam tata cara aqiqah sesuai sunah Rasulullah, waktu terbaik untuk melaksanakan aqiqah adalah di hari ke-7 setelah kelahiran bayi, begitu kata Pak Suryo yang menyampaikan hal itu pada Danu via telefon. Menurutnya hukum Aqiqah bagi anak yang baru lahir adalah Sunnah Muakad.


"[Guys, jangan lupa dateng ke rumahku besok. Acara Aqiqah anakku]" pesan Qiara pada Helena dan Merta.

__ADS_1


Acara Aqiqah Baby Fanya berlangsung lancar. Keluarga besar Qiara dan Danu hadir diacara tersebut. Mahesa, Kakak pertama Danu datang bersama istrinya Rania. Sedang Alisa, Kakak kedua Danu datang bersama suaminya, Arya.


Keluarga besar Danu masih bercengkrama di ruang keluarga. Tak lama datang dua gadis cantik dengan penampilan modis. Arya suami Alisa yang membukakan pintu untuk dua wanita tersebut. "Masuk mbak" ucap Arya pada dua wanita yang mengenakan abaya mewah tersebut.


"Eh, kalian udah Dateng? masuk yuk ke dalam" Qiara datang menyambut dua teman-temannya.


"Makan dulu ya?" lanjut Qiara sambil mengajak dua temannya itu ke meja makan di dapur.


"Eh, Qi" Merta berbisik ke telinga Qiara


"Apaan? bisik-bisik segala?" mereka bertiga duduk dikursi meja makan


"Itu tadi yang bukain pintu siapa?cakep Gilak" kembali Merta berbisik pada Qiara.


"Naksir, Lo?"


"Yoi. Hihi" Merta tersenyum simpul sambil menutup mulutnya malu-malu


"Kebenaran apaan?"


"Dia tuh suaminya Kak Alisa. Alisa itu Kakak keduanya Danu. Aku nggak suka banget sama si Alisa. Jutek banget sama aku, so silahkan deh kamu embat suaminya"


"Urusan embat mengembat, kan kita jagonya, ya nggak, Qi. wkwkwkwkkk..." gadis-gadis itu tertawa terpingkal-pingkal.


Yah tentu mereka sudah sama-sama tahu, selama ini mereka sering menjadi sugar baby dari pria hidung belang yang sudah matang dan mapan. Jadi bukan hal asing bagi mereka urusan menggaet pasangan orang.


"Sssssttttttt..." Qiara menempelkan telunjuknya dibibir "Jangan berisik ada mertuaku. Mereka itu keluarga yang agamis, kecuali gue, ckckckkck" Qiara tertawa memperlihatkan deretan gignya yang rapi. Jadi kita pura-pura anteng di depan mereka. Jangan tunjukkan keliaran kita, kalau kemarin-kemarin kalian kesini kan nggak ada mereka"


***


Waktu berlalu, Tak terasa Fanya sudah berusia delapan bulan. Dari hasil mbak Yanti kerja dirumah adik iparnya itu, kini ia sudah bisa membeli sepeda motor sendiri. Sedangkan angsuran sepeda motor yang dipakai suaminya untuk bekerja kini telah lunas.

__ADS_1


Yanti merasa bangga karena ia bisa membeli sepeda motor dari hasil jerih payahnya bekerja. Herman pun tak lagi menginap dirumah Qiara karena tiap jam lima sore istrinya pulang ke rumah kontrakan mereka yang sekarang sudah bisa mengontrak rumah yang lebih kayak. Yanti dan suaminya tak lagi menginap dirumah Qiara karena Qiara sudah bisa mengurus anaknya yang sudah berusia satu tahun itu.


Sejak Fanya berusia sebulan, Qiara selalu rutin nge-gym dan senam zumba untuk mengembalikan berat badannya seperti semula. Hari ini seperti biasa, tiap Jam delapan pagi, Qiara berangkat mengendarai mobilnya menuju disanggar senam langganannya. Sepulang zumba, ia akan menghabiskan waktu diluar rumah hingga sore menjelang, ia baru pulang. Ia selalu menghabiskan hari bersama teman-temannya sekedar untuk berkaraoke, dan hangout di mall, untuk menghilangkan penat katanya tiap kali ditanya oleh mbak Yanti kemana saja ia seharian.


"Timbang Kelayapan tok awakmu iku, Qi. Mendingan kerja. Sama-sama nggak ngurus rumah dan anak. Lebih kerja bisa dapat uang" ujar mbak Yanti pada Qiara, disuatu sore setelah adik iparnya itu baru pulang dari acara kelayapannya.


"Kok sampeyan sing ngatur aku seh, Mbak? sing penting sampeyan tak bayar to?! apa kataku mau kerja apa nggak!" jawabnya ketus


"Nggak usah ketus gitu kalau dibilangin orang yang lebih tua. Aku Ini Mbak mu, walau bukan mbak kandungmu. Tapi aku istri Kakakmu. Ngajari hal sing bener. Kamu bilang bosen dirumah kan? jenuh cuma diam dikamar. Ya mending kerja to? sama-sama nggak diem dirumah, tapi kamu bisa dapat uang dengan bekerja. Lah kalau gini, kamu cuma seneng-seneng ngabisin uang!"


Qiara terdiam mendengar nasehat dari istri kakak kandungnya itu. Bener juga ada yang dia katakan. Toh ia juga males harus ngurusin anaknya, ia bosen berdiam diri dirumah. Makanya ia mencari kesibukan dengan nge-gym dan senam. Setelah pulang nge-gym ia akan hangout dengan teman-temannya karena jika harus pulang kerumahnya ia akan merasa jenuh. Ia baru pulang jam tiga atau jam empat sore menjelang suaminya pulang kerja.


"Mbak Lo sering dengar waktu kamu berantem sama Danu, kamu selalu minta uang tambahan, karena jatah bulananmu selalu kurang? Danu bilang kamu terlalu boros dan kamu selalu marah dibilang boros?" Mbak Yanti melanjutkan kalimatnya, membuat Qiara tersadar dari lamunan.


"Nggak baik Lo mbak nguping pembicaraan orang!" Qiara berlalu ke dapur, mengambil soft drink dari kulkas. Ia lalu duduk di sofa ruang keluarga.


"Mbak nggak berniat nguping. Tapi namanya satu rumah, waktu pagi hari mabuk ngepel di depan kamar kalian, mbak jadi denger saat berantem" Mbak Yanti yang sedang menggendong Fanya, mendudukkan bayi montok itu diatas baby walker.


Bayi menggemaskan itu segera memencet-mencet tombol mainan yang dibagikan depan sepeda bundar itu "Ya udah Mbak mau pulang dulu, Fanya Uda mandi, udah makan. MP-ASI nya ada dilemari makan. Nanti Jam 6 atau jam 7 tinggal suapin" Mbak Yanti kemudian berlalu pulang kerumah.


"Nyaaaa..nyaaaahh..nyaaaa nyahhh" ucap bayi mungil yang sudah pandai mengoceh itu.


Qiara yang sedang memikirkan saran dari mank Yanti segera mengeluhkan pandangan menatap Bayi montoknya yang jarang sekali ia mandikan itu.


"Nakkk, nakkkk..kamu tuh lucu dan menggemaskan, tapi Mama nggak bisa kalau harus menghabiskan waktu seharian bersamamu dirumah. Mama kan masih muda, Mama butuh waktu untuk bersenang-senang, kenapa kamu terlalu cepat hadir di kehidupan Mama sih?" ucapnya seraya menggendong bayi mungil itu.


"Assalamualaikum" Danu muncul dari balik pintu


"Nahhh, tuh Papa udah pulang kerja. Gendong Papa dulu deh, Mama capek" Qiara menyerahkan bayinya kepada suaminya "Nih, Yank, anakmu"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2