ANAK KU SAYANG, ANAK KU MALANG

ANAK KU SAYANG, ANAK KU MALANG
Manja


__ADS_3

Sebulan sudah Qyara berstatus sebagai istri. Sudah seminggu pula ia tinggal di rumah mewah mertuanya itu. Kini cuti Danu sudah habis, ia harus kembali bekerja, begitupun dengan Qyara, ia harus kembali bekerja sebagai SPG sebuah produk kecantikan.


Selama menikah, Qyara selalu bangun menjelang siang. Bahkan ia jarang keluar kamar jika tidak untuk makan. Kamar Danu yang terletak di lantai dua sudah memiliki fasilitas kamar mandi, ada ruang TV serta ada balkon yang bisa digunakan sebagai tempat untuk bersantai, Qyara lebih nyaman duduk di balkon dari pada harus bercengkrama dengan Mama dan Papa mertuanya.


Hari itu Danu bangun Pagi, ia sudah berusaha membangunkan Qyara agar solat bersama namun ia enggan bangun. Danupun membiarkan istrinya itu, mungkin efek pengantin baru sehingga membuatnya masih malas bangun pagi. Pikir Danu.


Usai melaksanakan solat subuh, Danu jogging ringan berkeliling kompleks rumahnya. Sebelum menikah, itu memang sudah menjadi kebiasaanya, yaitu berolah raga ringan minimal 15 menit setiap pagi.


Jarum jam sudah menunjuk pukul 06.00, selepas jogging Danu kembali ke kamarnya untuk mandi, namun ia mendapati istrinya masih terlelap tidur meringkuk di balik selimut putih yang tebal. Ac masih menyala sehingga membuatnya masih nyaman dibalik selimut yang lembut.


"Yankkkkkk, sudah siang ayoo bangunnnn" bisisk Danu di telinga istrinya.


Tak bergeming, Qyara masih terlelap dalam mimpinya.


Jam sudah menunjuk pukul 07 pagi, Danu turun dari kamarnya untuk sarapan bersama. Di meja makan sudah ada Mama dan Papanya.


"Qyara mana, Nu,?" tanya sang Papa pada Danu saat mereka bertemu di meja makan untuk sarapan bersama.


"Belum bangun, Pa" jawab Danu sambil mengambil nasi dan lauk pauk ke dalam piringnya.


"Papa liat selama kalian nikah, istrimu itu selalu bangun siang terus ya, Nu,?


"Iya mungkin karena masih pengantin baru, Pa, kalau malam begadang terus, jadinya bangun siang" sang Mama mencoba memaklumi.


"Iya juga sih, tapi bukannya dia harus kerja? memangnya istrimu itu tidak masuk kerja, Nu?" Pak Suryo melanjutkan pertanyaan untuk anak bungsunya itu.


"Masuk, Pa. Semalam sih dia bilang hari ini dia shift siang"


"Oo.."


"Coba kau ajari istrimu itu, Nu. Baiknya kalau bangun tidur jangan siang-siang, tak baik apalagi Ibu rumah tangga. Lagian apa tidak sholat subuh istrimu itu?"


"Mm....So-sholat kok Pa..cuma habis sholat tadi dia tidur lagi" dusta Danu


"Kau sebagai suaminya harus ajari dia, tidur habis sholat subuh itu tidak baik, lebih baik masak di dapur bantu-bantu Maka atau beres-beres rumah bantu bik Imah" ucap Pak suryo.


"Biarlah, Pa. Namanya juga masih pengantin baru, Papa ini kayak nggak pernah ngalami saja, tiap malam kan habis bertempur, jadi kecapean" Bu Suryo mencoba menenangkan suaminya.


"Iya, Pa" Danu akan coba menasehatinya nanti.


"Ya udah Papa berangkat duluan" sang Papa beranjak dari duduknya usai menghabiskan sarapan paginya, sang Mama mengekori Papanya, mengantar suaminya itu hingga ke halaman rumah.

__ADS_1


Danupun segera berangkat, apa daya istrinya belum bangun hingga ia hanya pamit kepada Papa dan Mamanya yang sudah lebih dulu bersiap untuk berangkat kerja.


Sang Papa di anter oleh Pak Malih menggunakan mobil Pajeronya, sedang Danu mengendarai mobil Nissan Juke berwarna merah miliknya.


***


Sesampainya di tempat kerja, Danu di goda oleh teman-teman kerjanya


"Penganten baru masuk kerja euyyyy, rambutnya basah, cihuyyyy..habis ehem-ehem nih pasti. Gimana, gimana bro, kuat berapa ronde?" goda teman di meja sebelahnya.


Danu hanya tertawa mendengar coloteh teman-temannya itu. Di depan Komputer Danu, duduk seseorang wanita yang nyeri hatinya mendengar segala celoteh itu, dialah Aisyah, gadis berkerudung berwajah kalem dan sangat ayu itu ternyata diam-diam memendam rasa suka kepada Danu sejak pertama ia berkerja di kantor ini.


Namun ia hanya bisa memendam rasa cintanya, karena tak mungkin ia perempuan mengutarakan rasa cinta terlebih dahulu, hingga tiba-tiba Danu menyebarkan sebuah undangan pernikahan, dan itu sangat membuat hatinya hancur berkeping-keping, ia yang hanya bisa mencintai dalam diam, kini harus menelan pil pahit, mencintai suami orang. Ia selalu berusaha untuk menghilangkan segala perasaannya untuk Danu. Ia tau, sangat salah bila ia mencintai pria yang sudah beristri. Ia tak mau jadi pelakor.


Jam menunjuk pukul 10.00


Kring..kringg...


terdengar suara ponsel berdering. Rupanya ponsel Danu


"Ya, hallo" Danu mengangkat panggilan di ponselnya


".........."


"Udah aku bangunin tadi sayang, kamu tidurnya terlalu nyenyak jadi nggak denger pas aku bangunin. Padahal udah berkali-kali aku bangunin kamu"


"..........."


"Waduhhhh..katanya shift siang??kok kamu bisa salah jadwal gitu sih?aku kan lagi di kantor yank?"


"............."


"Naik ojol ya? apa bawa motor sendiri? di garasi ada motor kok, kalau mobil avanza nya di bawa Mama kerja yank"


"........"


"Yaelahhh..naik motor sekali doank, pake jaket sama sarung tangan masa iya langsung item, yank"


"..........."


"Ayolah yank, jangan kek gini, aku kerja lo, rumah ke tempat kerjaku itu jauh yank, masa iya aku pulang hanya demi nganter kamu kerja, nggak enak sama bosku. Ini belum jam istirahat. Lagian ini ada meeting juga"

__ADS_1


".............."


"Iya..iya aku tau kita baru nikah makanya......"


"Jangan manja gitu donk.."


"Yank....kamu kok...."


Tut..tutt...


Panggilan terputus. Nampaknya Qia marah dengan menutup panggilan telfonnya.


Aisyah tak sengaja menguping pembicaraan Danu dengan istrinya d telfon. Mungkin sang istri bangun kesiangan, lalu ia marah pada Danu karena tidak membangunkannya, dan sekarang hendak berangkat kerja tapi minta dianter oleh Danu, sementara Danu sudah ada di tempat kerja. Begitu ia memperkirakan topik pembicaraan Danu dengan istrinya


Danu nampak uring-uringan.


"Bro, kalau ada bos nyariin tolong bilang aku di toilet, istri lagi ngambek minta di anter ke tempat kerja" Danu berdiri dari tempat duduknya.


"Suruh naik ojol aja bro, nanti ada meeting lo, ntar kamu telat kena marah si bos" temannya mengingatkan


"Dia nggak mau, maunya aku yang anter"


"Ya maklum, penganten baru, jadi bawannya manja" jawab teman yang lain.


Ceklek


Pintu ruangan si bos terbuka.


"Ayokkk, ayokk semua kita segera ke ruang meeting. Meetingnya akan segera di mulai" ucap pria berbadan subuh itu dari pintu yang hanya terbuka separuh.


"Nahh kan..gimana tuh?" teman Danu menepuk bahunya.


Danu segera meraih ponselnya


"[Yank, maaf aku nggak bisa anter kamu, meetingnya udah mulai, kamu naik ojol ya sayang, naik bangjek ya sayang? jangan marah ya?]"


"[Jahat 😭😭😭😭😠😡😠😡😠😠😠👊👊👊]"


"[Pertama kali membutuhkan suami udah nggak di peduliin]" Balasan dari istrinya


Danu mengacak rambutnya frustasi. Begini rupanya menikah?

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2