
"Makasih ya sayang, udah memberiku seorang anak yang mungil dan cantik" Danu mencium kening istrinya
"Iyaaaa..makanya jangan pelit-pelit sama istri. Dimintai tambahan uang, bilangnya boros. Nggak liat apa pengorbanan jadi Ibu itu berat. Hamil sembilan bulan itu capek, belum badan harus melar, ngurus anak dari pagi sampe sore, capek yank. Aku jenuh kalau harus dirumah ngurus anak terus. Aku pengen kerja!"
"Yaudah aku mandi dulu ya sayang, gendong dulu dedek, nanti kita bicara"
***
Tanpa membutuhkan waktu lama, Qiara kembali mendapatkan pekerjaan, temanya Helena dan Merta memberinya rekomendasi. Qiara diterima bekerja sebagai BA (Beauty Advisor) suatu produk kosmetik ternama koma. Ia stay disuatu Mall besar di kota Surabaya.
Waktu berlalu, Fanya kini telah berusia dua tahun. Qiara menikmati harinya yang telah kembali bekerja. Tiap istirahat siang selaku ia habiskan waktunya untuk bersenda gurau dan berjoget Tiktok dengan para sahabatnya. Hingga suatu hari, ada komen dari akun yang selama dua tahun ini ia stalking-in tapi tidak pernah ada aktifitas apapun. Pun nomer ponsel orang ini juga tak pernah aktif hingga saat ini. 'Makin cantik aja?' komen seseorang itu.
Mata Qiara terbelalak demi membaca komen itu. Antara percaya dan tidak, ia mengusap-ngusap matanya untuk memastikan bahwa penglihatannya tak salah. Akun ini?benarkah dia? sekali lagi ia bertanya pada dirinya sendiri. Segera saja ia mengklik profil akun tersebut. Benar saja, tak salah. Dialah pria yang beberapa tahun lalu telah membuat hatinya terluka, pria yang tiba-tiba pergi tanpa kabar berita, ghosting. Pria itu pergi disaat Qiara sedang sayang-sayangnya.
Tetiba Qiara teringat kejadian beberapa tahun yang lalu, saat ia masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Pria yang menjadi cinta pertamanya, pria yang telah merenggut kesuciannya. Bergetar tangan Qiara saat mengetik balasan. "Kamu jahat!! kamu kemana selama ini?kenapa tiba-tiba menghilang??apa salahku?" Panjang lebar Qiara mengetik balasan dikomentar akun tersebut. Namun ia hapus lagi. Terlalu riskan jika ia membalasnya di kolom komentar. Iapun memutuskan untuk mengirim direct massage "KAMU JAHAT!KEMANA AJA KAMU SELAMA INI!! KAMU BR#NGS#K! BERANI-BERANINYA KAMU PERGI TANPA PERMISI!" send
__ADS_1
Yah, pria itu adalah Irwan. Pacar Qiara yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Pria yang menjadi pacarnya sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas hingga ia lulus sekolah dan bekerja. Pria yang sudah berhubungan terlalu jauh dengannya, yang telah merenggut mahkota berharga miliknya.
'Yank, kamu nggak tau apa yang terjadi sama aku selama ini!' balas pria itu lewat direct massage
'Please bagi nomer wa mu?' lanjut pria tadi
'Tak perlu! kamu sudah terlanjur membuat aku terluka'
'Setidaknya ijinkan aku menjelaskan semuanya sayang? Waktu itu, aku tak sengaja ikut-ikutan teman mencicipi narkoba. Akhirnya aku menjadi kecanduan, aku nggak berani menceritakan padamu karena aku takut kamu marah. Hingga akhirnya suatu waktu aku ditangkap saat bertransaksi membeli barang haram itu dan akhirnya aku masuk penjara. Selama dalam penjara aku tak bisa memegang ponsel. Saat itu orang tuaku kecewa padaku, mereka sengaja membiarkanku merasakan akibat dari apa yang telah aku perbuat sendiri. Setelah setahun lamanya aku dipenjara, orang tua meminta pada pihak lapas agar aku direhabilitasi. Dan sisa tahanan selama satu tahun itu aku menjalani masa rehabilitasi. Selama rehabilitasi aku juga tidak diperbolehkan berhubungan dengan dunia luar untuk memudahkan aku berlepas diri dari teman-teman yang telah mempengaruhiku menggunakan barang terkutuk itu. Maka dari itu aku tidak bisa memberimu kabar. Padahal aku sangat merindukanmu. Percayalah Qi, aku sayang banget kamu, aku kangen kamu'
Batin Qia meronta. Cintanya untuk Irwan tak bisa terhapus begitu saja. Apalagi mantan kekasihnya itu ternyata menjalani masa yang sulit dalam hidupnya. Selama ini Qiara menyangka Irwan pergi karena sudah bosan padanya dan sudah mendapat wanita lain dalam hidupnya. Bukan, ternyata bukan seperti itu.
"Kenapa tak memberi kabar?"
"Kan aku baru keluar dari rehab, baru beberapa hari ini selesai rehabilitasi, aku sudah sembuh, Qi. Aku ingin kita seperti dulu lagi, tapi setelah aku lihat postingan-postinganmu, ternyata kamu sudah menikah dan memiliki anak. Aku kecewa"
__ADS_1
Begitu bunyi pesan direct massage dari Irwan, Mantan pacar Qiara yang kini kembali mengusik hatinya. Cinta yang telah hilang itu, kini hadir lagi. Cinta yang berusaha ia kubur dalam-dalam direlung hatinya, cinta yang berusaha ia lupakan, kini pria itu hadir lagi dihidupnya. Pria yang telah merampas harta yang paling berharganya sebagai seorang gadis, ternyata pergi bukan karena ia jahat, bukan karena 'habis manis sepah dibuang' tapi ia pergi karena ada suatu masalah yang menimpanya.
Sejak membaca pesan itu, Qiara seperti gadis remaja yang hatinya terombang ambing. Antara benci dan cinta itu kini hadir silih berganti dihatinya. Setelah mendapat kabar dari Irwan, ia kini menjadi tak tenang. Seperti ada gejolak di hatinya. Seolah ada sesuatu yang belum tuntas antara dirinya dengan Irwan. Terbayang kenangan semasa putih abu-abu, saat ia dan Irwan memadu kasih. Tiba-tiba ia merindukan sosok lelaki itu.
"Qi..mbak pulang dulu ya? Fanya lagi tidur dikamar, nanti suapin untuk makan malamnya ya? makan malam untuk Danu sudah siap di meja" suara mbak Yant mengagetkannya.
Qiara tergagap. Ponsel cerdas dalam genggamannya hampir saja terjatuh. Ia mengintip jam di layar ponsel, menunjuk pukul 16.30
🔥🔥🔥🔥
Bersambung
Maapin ya auhtor lagi nemenin krucil Ujian jadi gak bisa update.
dukung author ya, like komen, vote yang banyak ya 🙏
__ADS_1