
"Kau tidak apa-apa, apakah ada yang?".
"Ada apa dengannya, kenapa sikapnya berubah dalam 2 hari!".
Liya menarik tangannya dan menjauh sedikit dari Zart.
"Ada apa denganmu, kenapa kau bisa kemari?".
"Memangnya aku tidak boleh kesini?".
"Bukannya kau tidak suka manusia?".
"Ya, aku memang membenci manusia! Tapi tidak dengan mu.".
Zart berjalan mendekat meraih tangan Liya dan memegangnya dengan erat.
"Apa kau tidak suka Lui dan Cal?".
"Apa maksudmu? tentu saja aku suka pada mereka.".
"Apa kau tidak suka denganku?".
Liya memandang mata Zart kini ia sangat terkejut. Apa maksud dari sikap Zart.
"Yang Mulia?".
"Apa?".
"Ada dengan mu, apa yang mulia demam?".
"Apa maksudmu, aku gak pernah sakit!".
Ia menusuk-nusuk kepala Liya.
Liya merasa mengingat sesuatu, ia ingin membicarakan soal kejadian tadi malam.
"Hei, kau semalam sedang apa berada di kamar ku?".
"Kau berani mengatakan kata-kata 'kau' kepadaku.".
"Kenapa tidak! Aku tanya, kenapa kau ada dikamar ku?".
__ADS_1
Zart senyum cengir, ia mendekat kembali pada Liya. ia berbisik di telinga Liya.
"Karena kau sangat enak sekali.".
Sekejab Liya menjauh dari Zart, tapi Zart meraih pinggang Liya dan menekannya untuk mendekat ke tubuh Zart.
"Hei! Lepaskan aku!".
Zart kembali berbisik.
"Dan kau harus tahu, saat aku meninggalkan mu aku masih merasakan aroma mu, rasa bibir mu dan juga besarnya buah dada mu.".
"Hei! Dasar Kau Kucing Cabul! Lepaskan Aku!".
"Ternyata kau benar-benar tidak suka dengan Lui dan Cal.".
"A...Aku suka dengan mereka kecuali kepada mu!"
Tatapan mata Zart berbeda dari yang Liya pikirkan, lama-kelamaan Zart menundukkan kepalanya.
"Apa yang dia lakukan?". Tatapan Liya tidak lepas dari Zart
Zart tidak menjawab. Saat ini Zart mendekati bibir Liya, dia menciuminya dengan lembut. menekan-nekan bibir Liya.
"Hmm...Yang Mulia!". Dorongan Liya membuat Zart mengusap-usap bibirnya.
Liya lari meninggalkan Zart sendiri.
"Kau tidak akan bisa meninggalkan diriku, kau sendiri yang akan datang padaku.".
Liya lari sampai di supermarket.
"Sia*l! kenapa aku malah diam aja!, Dicium kayak gitu siapa yang gak was-was coba!".
Disisi lain Cal masih menceritakan tentang Papanya.
"Oh ya, apa yang ingin kau katakan dengan paman?".
"Itu...!". Cal melirik Lui, dan You Xi tahu apa yang Cal inginkan.
"Lui? Kau ke toilet dulu, bersihin mulutmu?".
__ADS_1
"Baik paman.". Lui pun pergi, sampai Lui tidak kelihatan mereka pun berbicara pelan.
"Jadi ada apa?".
"Paman, sebenarnya Papa itu bukan tidak sayang sama Lui, dia hanya benci gendernya!".
"Apa maksudmu? Papa mu tidak benci Lui tapi benci gendernya?".
"Iya, sebenarnya semalam saat malam hari , aku keluar sebentar untuk melihat bintang jatuh. Tapi, saat aku kembali ayah mengatakan,
"Lui! aku bukannya membencimu, tapi karena kau adalah wanita, aku sangat membenci wanita! Wanita adalah penyihir dan artinya kau juga penyihir.".
"Papa mu mengatakan itu? yang benar saja!".
"Iya! Tapi paman. Kenapa Papa tidak suka wanita, padahal wanita itu cantik, imut kaya kak Liya?".
"Entahlah, paman juga tidak tahu? Yang pastinya bersangkutan dengan cerita mu, dia berpikir Wanita itu penyihir.".
"Apa Papa tidak ada istri?".
You Xi tidak menjawab pertanyaan Cal.
"Sepertinya aku harus menyelidiki masa lalu kakak, sangat aneh dia tidak menyukai wanita. Kalau dia tidak suka wanita kenapa dia datang ke sini untuk membela Liya?".
"Paman kenapa bengong?".
"Ah tidak kok.".
Tiba-tiba Lui menghampiri mereka tanpa suara.
"BAH!".
"Astaga Lui, jangan seperti itu! kakak kan jadi kaget.".
Lui hanya tertawa melihat Cal kaget.
"Sudah ayo, kita pergi! kita harus mencari Papa kalian dan Liya.".
Cal dan Lui serentak mengatakan 'Ayo!'.
Bersambung...
__ADS_1