Anak Kucing Yang Dianiaya

Anak Kucing Yang Dianiaya
Menyayangi


__ADS_3

"PENGAWAL!!". BAWA MEREKA SEMUA UNTUK HUKUMAN!". Teriakan Zart membuat rakyatnya menunduk.


"Baik Yang Mulia!". kata pengawal.


Salah satu rakyat lelaki maju dan mengatakan..


"Tunggu Yang Mulia! Kenapa kau menghukum kami, seharusnya manusia itu yang kau hukum!".


Lanjut dengan wanita yang di sebelah lelaki itu, ia juga ingin mengatakan..


"Benar Yang Mulia, dia adalah penyihir yang datang dari dunia manusia!.".


Semua bersorak setuju apa yang mereka katakan, satu-satu dari mereka membukuk ampun.


"DIAM!". Teriak Lui sambil menangis dan juga semua menurut perkataan Lui untuk diam.


"MAMAKU BUKAN PENYIHIR!".


Perkataan Lui membuat terkejut rakyat dan semua rakyat itu terkejolak diam, mereka berusaha untuk mengerti suasana di istana.


Lui dan Cal menggoyang-goyangkan tubuh Liya.


"Mama, apa kau baik-baik saja, huhuhu.".


"Lui jangan nangis, Mama akan baik-baik saja.".


"Bagaimana bisa?".

__ADS_1


Zart datang mendekat dan melihat sekujur tubuh Liya terluka dan juga ada cakaran-cakaran kuku.


"You Xi kurung semuanya di dalam sel bawah tanah sampai Liya sadar dan jangan ada yang membantah ku.". Tatapan tajam Zart yang menusuk mata You Xi.


"B..Baik kak, aku tidak akan mengatakan apapun.". You Xi menggoyang-goyangkan tangannya dan pergi menjauh.


Lalu Zart menggangkat Liya dan kedua anaknya yang mengikutinya. Sesampainya mereka di kamar Zart terpaksa menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan Liya.


"Papa.". kata Cal


Zart tidak merespon atau menyahut, ia hanya langsung mengeluarkan kekuatannya dan menyembuhkan Liya.


Beberapa menit kemudian luka-luka Liya sedikit sembuh dan Liya pun akhirnya bangun.


"Ya ampun, kepalaku sakit.". Liya terbangun dan melihat Zart yang mengeluarkan cahaya ke arahnya.


"Hei, apa yang kau lakukan?". Liya melihat sekitar, Lui dan Cal sudah tidur.


"Apa kau baik-baik saja?". tanya Liya.


"Ugh..!! Kekuatan ku. hhg!! Zart begitu lemah dan suhu tubuhnya dingin seperti es.


"Maaf, tadi aku keluar tanpa izin, aku ingin mencarimu tapi tidak jumpa mangkanya aku keluar.".


Zart tidak merespon, ia hanya menatap Liya. Zart berusaha bangkit tapi tidak bisa.


"Kau tidak perlu bangkit, kali ini aku izinkan kau untuk tidur di pahaku, aku akan tetap di sini sampai kau bangun.".

__ADS_1


Zart pun memejamkan matanya dan tertidur lelap. Tangan Zart memenangkan tangan Liya dengan kuat, mereka terlihat seperti keluarga yang harmonis dan bahagia di satu ranjang.


Pagi pun tiba, Lui duluan bangun dan menatap Liya yang bersender.


"Mama! Mama sudah sembuh!". Lui sedikit teriak.


Liya kaget dengan suara Lui yang agak kuat di pagi hari.


"Lui ini masih pagi, kenapa kamu bisa bangun sepagi begini?".


"Mama, jangan pergi lagi ya. Di luar sangat berbahaya.".


"Dia masih memanggilku Mama ya! ya sudahlah.". Liya hanya mengangguk iya.


Liya tidak sadar kalau Zart sudah bangun sejak Lui berteriak.


"Apa yang kau lihat?". kata Liya.


Zart memegang tangan Liya dan menciuminya, wajah Liya langsung memerah.


"Terima kasih untuk tidak meninggalkan ku. Aku sangat menyayangimu.".


Zart tersenyum kecil ke arah Liya, ia tidak percaya raja yang suka menyiksa wanita kini ia malah tersenyum dengan wanita.


"Yang Mulia, aku begini karena ada yang ingin aku sampaikan.".


"Apa itu?". Zart memegang kedua tangan Liya untuk membuat Liya semakin menunduk.

__ADS_1


"Aku akan mengatakannya nanti.". Wajah Liya memerah.


Bersambung...


__ADS_2