
Di ruang kerja Zart sedang menulis hal yang sudah pernah dilewati sebelumnya seperti kisah sejarah, beberapa menit ia bekerja hingga You Xi mendatangi Zart meminta izin untuk keluar Istana dan Zart mengizinkannya.
Setelah ia selesai dengan pekerjaannya ia keluar dan berjalan menuju ruang singgasana.
"Ini akan susah jika aku memberi tahu You Xi, sebaiknya aku rahasiakan saja.". pikir Zart.
Iya mulai berjalan melewati kamar Lui dan Cal dalam beberapa detik Liya menabraknya hingga Liya jatuh.
"Apa yang dia lakukan sampai lari-lari begitu?!".
Zart mengulurkan tangannya untuk membantu Liya.
"Kenapa kau lari-lari? ini Istana bukan rumah mu.". ucap Zart nyindir Liya.
"Siapa juga nganggap tempat ini rumah, bagiku ini penjara.". pikir Liya.
Liya melepaskan tangan Zart yang memegang tangannya, Liya pamit dan langsung lari dari hadapan Zart.
"Sial! kenapa dia lari? Aku gak akan marah tahu.". Pikir Zart melihat punggung Liya.
__ADS_1
Zart curiga apa yang dilakukan Liya sampai lari-lari begitu, lalu Zart mengikuti Liya diam-diam dengan langkah kaki yang begitu pelan hingga sampainya dikamar Lui, Liya berhenti di depan pintu kamarnya Lui.
Tanpa ragu Liya menendang pintu kamar Lui dengan keras Zart yang mengikuti Liya langsung lari mendekati kamar Lui sampai di pinggir pintunya.
"Mama! kenapa membuka pintu menggunakan kaki?". Ucap Lui membuat Liya berlari ke arahnya dan memeluk tubuh Lui.
Zart menyaksikan apa yang dilakukan oleh Liya adalah suatu kebetulan yang di alami oleh manusia.
"Maaf Lui, Mama tidak sengaja merasakan hal yang aneh hari ini, sesuatu yang mengancam terarah ke kamarmu, mangkanya mama ke sini.". Ucap Liya membuat Zart semakin bingung.
Keberadaan yang mengancam dan bisa mengarahkan ke seseorang adalah yang tidak bisa dilakukan oleh manusia di dunia mereka.
Zart kembali menuju ke tujuannya dan harus memikirkan yang dikatakan Liya tadi, Zart tak menyangka akan menjadi misterius begini, dengan kekuatan Lui yang bisa membaca pikiran orang dan Cal yang bisa merasakan keberadaan seseorang.
Pemikiran yang sangat misterius yang di alami Liya, Zart hanya bisa menunggu untuk kejadiannya lalu ia kembali menulis apa yang ia alami di hari adanya manusia di dunia kucing.
Tiba-tiba Cal masuk ke ruangan Zart dan bertanya-tanya.
"Hormat Yang Mulia Raja.". Ucap Cal membuat Zart kaget.
__ADS_1
"Tumben sekali kau seperti itu siapa yang memberitahumu?". ucap Zart.
"Mama Liya yang mengajari ku dan Lui.". ucap Cal.
Zart ingin mengeluarkan tawanya tapi ia menahan dengan tenang.
"Gaya macam apa itu? biasanya mereka harus berlutut dulu. Tapi, cara yang dia berikan pada anak-anak ku Bagus juga.". Pikir Zart.
"Mau apa kau kesini.". tanya Zart pada Cal.
"Aku hanya ingin memberitahu kalau ada asap berwana biru di ruangan Lui.". ucapan Cal membuat Zart kepikiran dengan ucapan Liya.
Keberadaan yang dirasakan oleh Cal tidak boleh di curigai karena Cal adalah anak yang sangat patuh dan tidak suka berbohong.
Zart menunduk dan berhadapan dengan Cal, di mana kau merasakannya?". Kata Zart.
"Aku merasakannya saat dekat dengan kamar Mama Liya, saat itulah aku melihat ada keberadaan seseorang yang mengikuti Mama Liya.". ucap Cal dengan penjelasannya.
Zart mulai berfikir kalau keberadaan itu ada hubungannya dengan wanita penyihir itu.
__ADS_1
Bersambung...