Anak Kucing Yang Dianiaya

Anak Kucing Yang Dianiaya
Mencobanya saja


__ADS_3

Liya membuat es krim super duper spesial untuk Zart dan ada Lui yang makan di meja sambil memperhatikannya.


"Mama! Mama ingin membuat makanan untuk Papa yang semangat ya!.". Teriak Lui sambil melambaikan tangannya yang memegang sendok.


"Anak ini juga gak peka persis seperti Papanya.". Pikir Liya yang memandang ket5 belakang.


Liya sangat berhati-hati atas kerja yang ia buat karena takut akan kesalahannya dan membuat Zart ngamuk bagaikan dewa petir.


"Aku harus fokus, setahu ku aku tidak pernah sefokus ini sebelumnya rasanya aku seperti di kendalikan.". pikir Liya.


Tahap yang terakhir adalah menempatkan strawberry di sekeliling es krim dengan potongan kecil.


"Oke, akhirnya selesai! aku akan pergi ke kamarnya sekarang juga.". pikir Liya yang membawa semangkuk es krimnya.


Ia meninggalkan Lui dan menyuruhnya untuk kembali ke kamarnya.


"Aku deg-degan banget, semoga saja dia suka. Tapi, bagaimana seleranya bukan rasa Strawberry, bodoh amatlah yang penting berhasil.". pikir Liya sambil jalan menuju ruangan Zart.


Banyak pelayan yang menatap Liya yang membawa es krim dan pelayan-pelayan itu sangat tidak menyukai Liya.


Perjalanan Liya sebentar lagi akan sampai ia berjalan lebih cepat untuk cepat sampai di ruangan Zart. Tiba sampai Liya di ruangan Zart ia mengetuk pintu sampai Zart menyuruhnya masuk.

__ADS_1


Liya memasuki ruangan Zart dengan penuh senyum berbunga-bunga dan meletakkan es krim itu di atas meja Zart.


"Apa itu?". tanya Zart yang memperhatikan es krim itu sampai lekat.


"Ini namanya adalah Ice Cream Strawberry Fruity, ini spesial lho! aku membuatnya khusus untuk mu!.".Jawab Liya sambil mengangkat es krim itu di wajah Zart.


"Zart, ayo buka mulut mu aaa....". ucap Liya yang sambil menyendokkan es krim ke mulut Zart.


Zart pelan-pelan membuka mulutnya tetapi ia sadar dan membuang sendok di tangan Liya. Zart pergi dari ruangannya dan kembali membawa sendok baru.


"Kau coba es krim itu dulu.". Ucap Zart pada Liya.


Liya malah bengong dan ia tidak mengerti apa yang dimaksud Zart.


"Aku bilang kau yang makan duluan.". ucap Zart yang sangat mencurigai Liya.


"Ini khusus untuk mu, aku tidak mau memakannya!". ucap Liya dan tetap mengolok Zart.


"Tentu saja kau tidak mau memakannya karena es yang kau buat ini ada sesuatu di dalamnyakan.". Ucap Zart sambil berdiri dan menunjuk es krim Liya.


"Apa yang kau maksud?".ucap Liya dan ikut berdiri sambil menurunkan alisnya.

__ADS_1


"Beraninya kau menyebutku dengan sebutan 'kau'!". Teriak Zart sambil menunjuk dada Liya.


"Kau lah yang memaksaku mengatakanya!." ucap Liya kembali menunjuk dada Zart.


Zart yang menahan emosi dan hilang Kendari ia melayangkan tangannya di pipi Liya hingga Liya terjatuh.


"KURANG HAJAR!!".


...


Tak sengaja Zart menampar Liya hingga ia menuntahkan darah dari mulutnya, Liya bangun dengan mengusap mulutnya dan berdiri.


Ia menatap Zart dengan lemah dan tak berdaya.


"Kau mengatakan es krim itu ada sesuatu di dalamnya bukan, jika boleh kau bisa menyuruh You Xi untuk memeriksa bahan apa yang aku gunakan, dan kau juga bisa menyuruh Cal untuk merasakan melewati kekuatannya.". ucap Liya tanpa sadar air mata mengalir di pipinya.


"Kau tahu kekuatan mereka?". ucap Zart yang lebih peduli dengan perkataan Liya yang mengetahui kekuatan anak-anaknya dari pada sebutan 'kau' yang berulang kali.


"Sudah ku duga dia sama sekali tidak ada hati dan rasa manusiwi!". pikir Liya yang menggenggam tangannya.


"Dan juga kau bisa menanyakan pada Lui apa yang aku pikirkan saat aku membuatnya di depan mata Lui.". Ucap Liya yang pergi dari ruangan Zart.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2