
Liya kembali ke masa lalu. 9 tahun yang lalu di rumah Liya pada tahun sekarang.
"Xiu kau sedang apa?". Ucap Xinxin sambil menyiram bunga.
"Tidak ada, memangnya kenapa?". Tanya Xiu dengan nada tidak suka.
Xinxin hanya senyum melihat Xiu yang emosian sendiri.
"Hei, memangnya aku tidak boleh bertanya? cairan apa itu?". Tanya Xinxin menghampiri Xiu.
"Ini adalah darah hewan!". Ucap Xiu dengan tertawa berbahak-bahak.
Xinxin merasa ngeri terhadap Xiu, ia bahkan tak berani menahannya atau menasehatinya.
Malam telah tiba di mana mereka tidur bersama.
"Xiu apa kau sudah tidur?.". Tanya Xinxin pada Xiu namun tak ada jawaban dari Xiu.
Saat Xinxin masuk kekamar ia melihat Xiu tidak ada di kamarnya dan kamarnya begitu berantakan. Xinxin memanggil Xiu berkali-kali tapi tak ada jawaban.
Xinxin kembali merapikan barang-barang yang berantakan, saat itulah ia membuka lemari pakaian. Xinxin melihat cahaya dari lemari itu saking penasarannya ia memasuki lemari itu dan terjatuh.
"Hhaaa... apa-apaan ini!!!". Teriak Xinxin dengan kuat.
__ADS_1
Dunia itu sangat terang dan juga dingin, dunia ini begitu misterius dan sangat asing. Xinxin jatuh ke danau yang tak begitu dalam, ia kembali merangkak ke pinggiran dan batuk-batuk.
"Dia ada di sini!!". Teriakan sorakan para penduduk yang tiba-tibanya mengerumuni Xinxin.
Xinxin yang masih lemas diseret begitu saja hingga Istana. Tiba di Istana seorang raja duduk di istananya.
"A-Apa yang terjadi?". ucap Xinxin yang masih terbaring.
Kesalahan apa yang di buat Xinxin raja itu meminta untuk wajah Xinxin disiram air panas dan para prajuritnya melakukan perintahnya.
Saat para prajurit itu hampir menyiram Xinxin dengan air panas Xinxin cepat-cepat mengelakkan siraman itu.
"Apa yang kau lakukan, menyiram seorang gadis dengan air panas?". Teriak Xinxin yang tak sengaja membentak raja itu.
"Kau tahu, apa yang kau lakukan semalam. Di mana anaknya?". Ucap raja itu.
Xinxin tak berani berbicara ia hanya meronta-ronta untuk lepas dari raja itu.
"Dimana anak yang selama ini kau sembunyikan?". Ucap raja itu.
"Aku tidak tahu! siapa kau ini!". Ucap Xinxin.
Raja itu pun tak bisa menahan emosinya ia langsung memukul Xinxin hingga pingsan.
__ADS_1
Xinxin sadar saat ia berada di kamar raja itu ia merasakan bahwa tubuhnya sangat menyakitkan dan ia sadar bahwa raja itu sudah menidurkannya.
"Sialan tempat ini aku sama sekali tidak mengerti apa salahku!". pikir Xinxin.
Liya menyaksikan itu bahwa raja itu adalah Zart dan ternyata ibu dari Lui adalah Xinxin yang sama sekali tidak bersalah. Sayangnya Liya malah meloncat ke tempat Xiu berada.
"Dimana ini? aku kemana lagi?". pikir Liya.
Ia berjalan di sebuah istana namun bukan Istana Zart.
"Xinxin bodoh seharusnya aku yang berada di sana bukan dia!". Teriakan Xiu terdengar oleh Liya.
Liya pergi ke sumber suara Xiu yang sangat keras.
"Apa yang kau lakukan tadi malam adalah sebuah dosa Xiu.". Ucap Pangeran Shu Ha.
Liya terkejut akan pangeran Shu Ha itu. Bagaimana mungkin Xiu adalah adik dari Pangeran Shu Ha.
"Anak yang aku besarkan sekarang sudah berumur 2 tahun, bagaimana nanti jika dia menanyakan siapa ayahnya!". Ucap Xiu
Pandangan Liya mulai memudar seakan-akan di tutup oleh seseorang.
Bersambung...
__ADS_1